
Besok paginya, Ersya, Angel, dan 3 orang asistennya sudah sampai di bandara. Mereka semua sudah sampai di kota asalnya. Kring.. Kring.. Ponsel Ersya berbunyi, Vanessa memanggil. Ersya pergi menjauh untuk menerima telefon dari Vanessa. "He, kemana tuh suamimu" tanya Seli kepada Angel, "Biarlah, mungkin dia mengangkat telefon dari bisnisnya" jawab Angel, "Tapi kenapa jauh\-jauh, biasanya tuan kalo jawab telefon nggak jauh\-jauh gitu" sahut Fany, "Iya, apa kamu nggak curiga" jawab Seli, "Aduh, apaan sih, posesif mulu deh, aku yang punya suami lagian, udah aku ke mobil dulu" jawab Angel pergi ke dalam mobil yang sudah menunggu kedatangannya. "Issh, Angel, aku kan takut kamu kenapa\-kenapa" ujar Seli menggigit jari, "Udahlah bu, ayo kita ke mobil kita" jawab Keysa.
__ADS_1
"Hallo Ersya" ucap Vanessa, "Aku ingin bertemu dengan kamu sekarang juga" sambung Vanessa, "Kita bertemu di cafe biasanya" jawab Ersya sambil mematikan telefonnya. "Oke, aku akan membujuk Ersya agar kembali ke pelukanku, dan rencana ini pasti akan berhasil" ujar Vanessa tersenyum sambil menepuk ponselnya di telapak tangannya. Dia sedang merencanakan sesuatu untuk merebut kembali Ersya.
Ersya pergi menghampiri Angel yang sudah duduk di mobil menunggu Ersya. Ketiga asistennya sudah pergi ke rumah yang akan ditempati oleh Ersya dan Angel. Mereka merapikan dan membersihkan rumah itu sebelum ditempati oleh Ersya dan Angel. Hari ini Ersya dan Angel akan pindah ke rumah mereka sendiri. Rumah yang sudah di desain sendiri oleh Ersya. Rumah itu begitu besar dan megah, dengan desain yang modern, rumah mereka ini lumayan cepat jadinya, hanya membutuhkan waktu satu bulan saja dalam menyelesaikannya. "Kau pergilah dulu, aku masih ada urusan" ucap Ersya, "Oh oke" jawab Angel.
__ADS_1
Di rumah baru Ersya dan Angel, kedua keluarga sudah berada disana membereskan isi dan perlengkapan rumah. Masing\-masing sedang sibuk, ada yang sedang sibuk di dalam rumah, dan ada yang sedang sibuk di luar rumah. "Selamat pagi semua" sapa Seli, "Selamat pagi" sapa Keysa dan Fany sambil membungkukkan tubuhnya, "Oh selamat pagi, kalian sini ayo bantu sebelum Ersya dan Angel datang" ujar nenek Desi.
"Ah, a, aku sudah bilang waktu itu aku sakit parah, dan aku tidak tahu bagaimana memberitahukanmu, aku tidak punya tenaga untuk mengangkat ponsel, bahkan untuk makan pun aku tidak sanggup, aku dirawat di Singapura waktu itu, tidak ada yang menemaniku saat itu, aku merasa seperti hidupku sudah tidak lama, aku sempat pasrah, tapi ketika aku teringat denganmu aku menjadi lebih semangat dan ingin sekali sembuh untuk bertemu denganmu, Ersya percayalah" jelas Vanessa. Ersya mencerna setiap perkataan Vanessa, "Apa dia benar, dari wajahnya sepertinya dia jujur" batin Ersya. "Sebaiknya kamu ceraikan saja istrimu itu Ersya" ujar Vanessa tiba\-tiba. "Aku beneran apa adanya Ersya, aku sakit waktu itu, maafkan aku yang tidak memberitahumu" sambung Vanessa, "Apa kau benar sakit?" tanya lagi Ersya.
__ADS_1
Hallo, maaf ya jarang update dikarenakan author lagi sibuk 😁
__ADS_1