Jodohku Dari Perjodohan

Jodohku Dari Perjodohan
24> Rencana Bunda dan Mama.


__ADS_3

"Oke kalian berdua dengarkan baik-baik" ucap Luna. Ersya berhenti memainkan ponselnya sedangkan Angel masih kebingungan ada apa dengan mereka. "Kalian tahu apa kesalahan kalian berdua" tanya Ayu, "Kesalahan, kita tidak punya salah" sahut Angel, "Benarkah, sebelum kalian tinggal sendiri kalian berdua harus introspeksi diri kalian" ujar Heru, "Kesalahan Ersya tidak mempedulikan perasaan Angel bahkan sama istri sendiri aja dingin, ya ampun kalian berdua sudah dewasa" sambung Hendra, "Dan Angel kamu begitu tidak memperhatikan suamimu, sama sekali tidak, lebih perhatikanlah suamimu" jelas Ayu.


"Kebetulan kalian berdua mau ke luar kota dan kota yang sama, kalian harus berangkat bersama" ucap Heru, "Dan papa sudah menyewakan 2 villa untuk kalian 1 villa untuk kalian berdua, dan yang 1 untuk sekretaris Fany, asisten Keysa, manajer Seli, dan yang bantu kalian berdua" jelas Hendra, "Maaf, disana Angel kan cuma 2 hari sedangkan Ersya 3 hari, Angel harus pulang dong pa, selesaikan skripsi" sahut Angel, "Astaga kau temani suamimu, lagian itu cuma satu hari, aku tidak mau ada bantahan" ucap Ayu, "Anggap saja ini bulan madu kalian" sahut Amel.


"Dan satu lagi dua hari ini jika kalian tidak memperbaiki kesalahan kalian, lihat aja, bahkan kami bisa mengirimkan mata-mata untuk kalian" tegas Hendra, "Ah tidak kita berdua akan memperbaikinya" jawab Angel, "Ersya kamu mengerti atau tidak" tanya Ayu, "Iya" jawab Ersya, "Oke kalian sekarang boleh tidur" ucap Luna. Ersya bangun dari duduknya dan pergi ke kamar, Angel mengikutinya dari belakang. "Hahaha kita berhasil" ucap Luna, "Iya dong, haha" jawab Amel. Mereka semua sangat bergembira akhirnya rencana mereka berjalan dengan lancar.


Hari sudah tengah malam, Angel masih belum tidur. Dia tidak bisa tidur karena pembicaraan tadi. "Astaga mereka membunuhku secara perlahan" batin Angel, "Aarggh" gerutu Angel bangun dari tidurnya. "Mana Ersya diam saja, astaga tuhan tolonglah aku" batin Angel. Angel berdiri berjalan ke arah dapur untuk membuat sesuatu. Angel turun dan menuju dapur, Angel membuat segelas susu coklat hangat. "Aduh bener-bener ya mereka" gerutu Angel. Angel membalikkan badannya, dia terkejut melihat Ersya sudah ada di depannya, sampai susu coklatnya tumpah mengenai kakinya. "Ya ampun, kenapa kau selalu muncul tiba-tiba" ucap Angel, Angel berlutut untuk membersihkan tumpahan susunya. "Kau selalu merepotkan dan lagi aku yang harus membersihkan semua ini" gerutu Angel. Angel selesai membersihkan tumpahan susunya, dia bangun dan pergi duduk di kursi meja makan. Angel meminum habis susu yang dibuatnya itu. Dia tidak menyadari kalau kakinya memerah akibat tumpahan susu tadi.


Ersya menghampiri Angel dengan membawa air dingin dan sebuah handuk kecil. Ersya duduk di sebelah Angel, Ersya menarik kaki Angel dan menaruhnya di atas kakinya. "Kau sangat ceroboh" ucap Ersya sambil mengusap kaki Angel dengan lembut, "Astaga aku bahkan tidak tahu kalau kakiku memerah, dan lagi dia sangat perhatian, apa selama ini aku tidak pernah memperhatikan dia" batin Angel sambil menatap Ersya yang mengusap kakinya. "Berhenti menatapku" ucap Ersya, Angel segera memalingkan pandangannya ke arah lain. "Ersya" panggil Angel, Ersya tidak menjawab. "Kau begitu dingin, tapi sebenarnya kau itu baik dan perhatian lagi, jika wanita cantik di luar sana mengetahui sifat manismu ini, aduh tidak bisa di bayangkan mereka semua akan lebih terkagum padamu" jelas Angel membuat Ersya berhenti mengusap kakinya dan mulai menatap Angel dengan tajam.


"Apa, aku tidak salah bicara kok" ujar Angel, "Jika semua wanita tahu tentang sifatku ini apa kau tidak akan cemburu dengan itu" ucap Ersya, "A, a, aku tidak akan cemburu" jawab Angel terbata-bata, "Oke aku akan berbuat ini kepada setiap wanita" ucap Ersya, "Apa" Angel terkejut mendengarnya, "Kenapa, untuk apa kau marah, kau bilang tidak akan pernah cemburu" jelas Ersya, "Ta, ta, tapi" jawab Angel, Ersya mendekatkan tubuhnya kepada Angel. "Aku berbuat seperti ini hanya kepadamu, dan lagi aku tidak sedingin yang kau pikirkan" ucap Ersya membuat Angel terdiam dan terus menatap Ersya. "Aduh kenapa jantungku ini, perasaan apa ini" batin Angel. "Iya, iya, permisi aku mau tidur" jawab Angel pergi meninggalkan Ersya. "Kau membuatku nyaman" batin Ersya, "Aku tidak tahu apakah aku mencintaimu, tapi aku selalu senang di dekatmu" sambung Ersya dalam hati.


Hari sudah berganti, seperti biasa hari ini Angel pergi kuliah, Ersya bekerja dan sangat sibuk di kantornya. Sebelum mereka berdua sibuk dengan pekerjaannya, mereka sarapan bersama dengan semuanya seperti biasa. Hari berjalan lancar dan mulus, tidak ada gangguan atau masalah-masalah yang menimpa mereka. Hari ini Ersya sangat sibuk dengan pekerjaannya. Dia menyelesaikan semuanya sebelum dia berangkat ke luar kota dua hari lagi. Sedangkan Angel hari ini selesai begitu cepat karena sebentar lagi dia akan menyelesaikan kuliahnya itu.


Hari sudah siang, Angel segera pulang dan menyelesaikan skripsinya dengan begitu semangat. Kali ini Angel mengerjakan skripsinya di ruang keluarga, karena dia bosan di kamar. Angel begitu tidak sabar untuk segera lulus. Sesekali Angel pergi mandi dan makan, lalu melanjutkan lagi skripsinya. Selama dia mengerjakan skripsinya dia ditemani oleh Luna dan nenek Desi. Saking serunya mengerjakan sambil mengobrol bersama hari sudah malam. Amel sudah pulang dari rumah sakit, Hendra juga sudah pulang dari kantor. Mereka berdua segera bergabung untuk mengobrol bersama. Waktu sudah pukul 22.00, di ruang keluarga hanya tinggal Luna dan Amel yang setia menemani Angel.


"Angel mama sudah bilang, kau harus perhatian lebih dengan suamimu, dan sekarang apa kamu bahkan tidak mencari tahu kenapa Ersya belum pulang" ujar Luna. Tidak lama kemudian Ersya pulang, "Ehem" tegas Amel. Angel sadar bahwa mereka berdua menyuruhnya untuk menyambut Ersya. "Ya ampun suamiku sudah pulang, apa kau lapar, ayo aku buatkan sesuatu untukmu" dengan membawa laptop Angel pergi mengajak Ersya masuk ke dalam dan duduk di meja makan. "Haduh, kenapa sekarang mereka begitu, pakek acara gitu lagi" gerutu Angel, "Oh ya, apa kau lapar" sambung Angel, "Tidak" jawab Ersya. Angel melihat Ersya dengan wajah yang kelelahan. "Apa dia sangat lelah, tidak biasanya dia pulang selarut ini" batin Angel. Angel pergi ke dapur, dia berniat membuat teh hangat untuk Ersya. Selesai membuat Angel kembali menghampiri Ersya. "Ini kau minum" ucap Angel kembali duduk.


Ersya menurut, dia meminum tehnya dengan cepat. "Apa dia begitu sangat lelah, kasihan banget, apa selama ini aku tidak memperhatikannya" batin Angel. "Sekarang kau mandilah aku akan menyiapkan air hangat untukmu" ucap Angel naik terlebih dahulu dan meninggalkan Ersya di meja makan. Di dalam kamar Angel menyiapkan air hangat untuk Ersya mandi. "Sudah selesai" Angel keluar dari kamar mandi, dia melihat Ersya sudah tertidur pulas di atas kasur. "Astaga, apa dia begitu lelah" Angel menghampiri Ersya yang tertidur di kasur. "Sepatunya, biar aku lepas pelan\-pelan" Angel melepas sepatu Ersya dengan sangat hati\-hati supaya dia tidak terbangun. "Aduh jasnya masih di pakek lagi, dan lagi dia begitu pulas, bagaimana caraku melepaskannya" ucap Angel. Angel melepas jas beserta kemejanya dengan sangat pelan dan begitu hati\-hati. Angel juga melonggarkan sabuk Ersya, supaya dia nyaman. Tidak lupa Angel menyelimuti tubuh Ersya dengan hati\-hati. "Ya ampun, kalau kau tidur kau terlihat sangat tampan" Angel mengusap usap rambut Ersya dengan lembut dan kembali tidur.


__ADS_1


Keesokan paginya di kantor Ersya terjadi keributan antara Vanessa dan seorang petugas pengaman. Semua orang terheran dengan sikap Vanessa yang ingin masuk ke dalam menemui Ersya. "Apaan ini kenapa semua di luar" ucap Seli, "Itu manajer Seli lihat" jawab seorang karyawan, "Itu kan wanita jahat itu" batin Seli, "Kenapa dia" tanya Seli, "Dia ngotot ingin bertemu dengan bos Ersya" , "Iya padahal hari ini bos datang agak siang, dan dia juga sudah di beritahu tapi masih ngotot" jawab karyawan, "Oke, semua kembali bekerja biar saya urus sama sekretaris Fany" ujar Seli.


Semua karyawan kembali melanjutkan pekerjaannya, Seli dan Fany menghampiri Vanessa dan petugas pengaman itu. "Hei hei ada apa ini, ibu tahu kan kalau ini kantor dan ini masih jam kerja, saya sebagai manajer sangat terganggu dengan keributan ini" tegas Seli, "Maaf, apa kau manajer disini, saya sangat ingin bertemu dengan bos kalian, tapi mereka melarangku" jawab Vanessa menunjuk ke arah petugas pengaman. "Bagaimana mereka tidak menghalangimu hari ini tuan besar tidak bekerja, dan kau kenapa selalu mencari tuan besar" sahut Fany.


"Sebaiknya kau pergi atau aku akan membawamu ke kantor polisi atas keributan yang kau buat" sambung Seli, "Oke oke saya akan pergi, sebentar kau manajer yang mengerjaiku itu kan" ujar Vanessa melihat Seli, "Apa, siapa yang mengerjaimu, waktu itu memang benar bos masih di kantor, lagian kenapa kau ngotot sekali ingin bertemunya, kau tidak lihat status bos, dia sudah punya istri, dan kau sangat berani memeluknya di depan istrinya" jelas Seli, "Oh, kau teman Angel yang waktu di cafe itu, justru sahabatmu itu yang merebut Ersya dariku"jawab Vanessa, plaaak.. "Kau sudah mencoba merebut sekarang kau fitnah sahabatku, pergi atau aku akan menjambakmu disini, cepat pergi" tegas Seli di setiap kata-katanya, Vanessa pergi meninggalkan kantor Ersya. "Arggh gagal semua" teriak Vanessa dalam mobil.


Ersya terbangun dari tidurnya, dia melihat tubuhnya sudah tidak memakai jas. Ersya memalingkan pandangannya ke sebelah, di lihatnya Angel sedang tertidur pulas. Ersya memalingkan tubuhnya berhadapan dengan Angel. Angel tidur menyamping menghadap Ersya. Ersya mengusap-usap rambut Angel dengan lembut, "Kau sangat cantik" batin Ersya, Angel menunjukkan rasa nyaman dengan usapan Ersya. Angel memeluk tubuh Ersya secara tidak sadar. Ersya membalas dengan memeluk balik Angel. Ersya kembali untuk tidur dan mengurungkan niatnya untuk bangun. Beberapa menit kemudian Angel terbangun, dia terkejut sekarang dia berada di pelukan Ersya dan Angel memeluknya. "Aduh aku dalam bahaya" batin Angel, Angel melepas pelukan Ersya dengan hati-hati, supaya Ersya tidak terbangun. Akan tetapi Ersya sadar dan mengeratkan pelukannya. Membawa Angel ke atas tubuhnya, "Kau" ucap Angel, Ersya menyenderkan tubuhnya di depan bidang kasur. "Lepaskan, apa kau tidak bekerja" ronta Angel.


"Kenapa tadi malam kau tidak membangunkanku" ucap Ersya, "Bagaimana bisa, kau tertidur sangat pulas tadi malam, dan aku tidak tega membangunkanmu, lagian tadi malam kau terlihat sangat lelah" jawab Angel, "Sejak kapan kau peduli padaku" ucap Ersya, "Se, sejak kemarin, kau tahu sendiri kan ancaman mama dan bunda" jawab Angel, Ersya hanya menatap Angel, membuat Angel salah tingkah. "Sekarang lepaskan aku, hari ini aku sangat sibuk" ujar Angel, Ersya melepas pelukannya.


Di kamar, Angel sedang menata rambutnya. Hari ini dia memakai rok span di atas lutut berwarna hitam dengan kemeja longgar lengan panjang berwarna merah dimasukkan ke dalam roknya. Memakai high heels berwarna merah. Rambut dibiarkan terurai, tetapi sebagian rambut disisipkan di belakang telinganya dengan rapi. Riasannya seperti biasa natural tapi tetap terlihat cantik.


Sedangkan Ersya memakai setelan jas berwarna abu-abu dengan kemeja berwarna putih tanpa dasi. Hari ini Angel akan bertemu dengan klien yang akan mengajak dia besok ke luar kota. "Sudah siap" ujar Angel, Kring.. Kring.. "Iya Keysa" jawab Angel, "Maaf nona hari ini sepertinya saya tidak bisa menjemput nona, karena saya harus mengerjakan berkas-berkas yang belum selesai" jelas Keysa, "Tidak apa saya bisa ke sana sendiri" jawab Angel, "Sekali lagi saya minta maaf, kalau gitu saya permisi, nona hati-hati di jalan" ujar Keysa, "Iya" Angel mematikan panggilannya dan pergi keluar sarapan.


"Kau yang keras kepala, kau bahkan mengabaikan kesehatanmu dan lebih mementingkan pekerjaanmu itu" jelas Angel, "Terus" ucap Ersya, "Ya terus jika nanti kau sakit bagaimana, nanti aku juga kan yang repot" jawab Angel, "Kau harus makan, ayo" sambung Angel menggandeng lengan Ersya dan menyeretnya keluar.


Di bandara, Rosa dan asistennya kembali ke Indonesia. Sejak dari pernikahan Ersya dan Angel, Rosa pergi ke luar negeri dengan asistennya. Dia pergi untuk menenangkan diri dan move on dari Ersya. Di luar negeri Rosa menghabiskan waktunya untuk bersenang senang dan berlibur di sana. Selama di luar negeri Rosa sama sekali tidak mengambil pekerjaan, \( emang nggak ada pekerjaan, wkwk\). "Akhirnya sampai juga di Indonesia" ujar Rosa. Rosa dan asistennya pergi ke mobil yang sudah menunggunya. "Kita mampir ke restoran, aku sangat lapar" ucap Rosa. Dalam perjalanan ke restoran, Rosa sedang berpikir tentang perilakunya kepada Angel selama ini.



"Mungkin selama ini aku terlalu iri dengan Angel, aku akan mencoba memperbaiki hubungan kita" batin Rosa dengan memandang keluar mobil. Sampailah di restoran, Rosa masuk ke dalam restoran dengan asistennya. Di depan pintu seseorang menabrak Rosa hingga dia terjatuh. "Eh jalan lihat\-lihat dong punya mata nggak sih" teriak Vanessa, "Eh dasar wanita sombong, kau yang menabrakku kenapa kau yang menghinaku" jawab Rosa berdiri di bantu oleh asistennya. "Oh kamu, model yang nggak laku itu ya" ujar Vanessa. Rosa tidak tahan dengan perkataan Vanessa, dia langsung menarik rambut panjang Vanessa itu, "Aww" Vanessa kesakitan, Vanessa kembali menjambak Rosa, "Beraninya kau, aku tidak takut denganmu" ucap Vanessa, "Aku nggak tahu ya kau siapa, tapi jangan pernah kau mengucapkan kata\-kata itu lagi, aku tidak takut dengan wanita jahat sepertimu ini" ucap Rosa menekankan setiap kata\-katanya itu. Asisten Rosa mencoba memisahkan mereka berdua.

__ADS_1



Di kediaman keluarga Wijayanto, satu persatu semuanya sudah selesai sarapan dan pergi untuk bekerja dan menjalankan aktivitasnya masing\-masing. Di meja makan tinggallah Ersya, Angel dan Luna. "Iya Angel hari ini kamu kan ada miting sama klien kamu, terus Keysa kok belum jemput" tanya Luna, "Oh Hari ini dia tidak bisa menemaniku ma, karena dia masih sibuk ngurus semua buat besok" jawab Angel, "Loh jadi kamu sendiri dong ke sana, nggak bisa begitu, Ersya kau temani istrimu sampai selesai baru kamu berangkat ke kantor" ujar Luna, "Ah tidak ma, aku bisa sendiri kok, lagian ma pasti akan lama kalau nunggu Angel" jawab Angel.


"Tidak, pokoknya mama tidak mau ada penolakan" tegas Luna, "Cepat sekarang kalian pergi berangkat, sebelum telat, jangan lupa dengan kesalahan kalian, kalian berdua harus introspeksi, Angel kamu harus lebih perhatian sama Ersya dan Ersya kamu janganlah terlalu dingin sama istri sendiri, oke, yaudah sekarang kalian berangkat" jelas Luna, "Pindahnya jadi ditunda sampai kalian kembali dari luar kota" sambung Luna, "Iya ma" kompak mereka berdua.


Sampailah mereka berdua di cafe tempat Angel bertemu dengan kliennya. Angel turun dan segera masuk ke dalam cafe untuk mencari keberadaan kliennya. "Astaga aku lupa kalau aku sama Ersya" batin Angel. Angel kembali untuk menjemput Ersya, "Kenapa kembali" ucap Ersya, "Aduh dia marah lagi" batin Angel. Angel membukakan pintu mobil untuk Ersya, "Hehe, suamiku yang tampan maafkan aku, ayo" Angel menarik lengan Ersya masuk ke dalam. Angel mencari\-cari keberadaan kliennya dengan masih menggandeng lengan Ersya. "Nona" teriak seseorang dari samping, "Maaf nona membuat anda kebingungan, tuan, selamat pagi, tuan juga ikut saya merasa sangat terhormat dengan kedatangan tuan Ersya" ujar klien tersebut, "Iya, maaf ya kalau menganggu" jawab Angel, "Ah tidak nona, ayo silakan kita ke tempat duduk yang sudah saya pesan" ajak klien tersebut.



Di kampus Zelin sedang membawa banyak buku untuk di bawa ke ruang perpustakaan. "Astaga berat banget lagi" gerutu Zelin, Zelin tidak bisa melihat ke depan karena tertutup dengan buku yang bertumpuk tumpuk. Zelin di suruh dosen membawa semua buku tersebut ke perpustakaan dan menatanya dengan rapi disana. Bruuuk.. Suara tabrakan, Zelin menabrak seseorang di depannya. "Maaf, maaf nggak lihat" ucap Zelin, "Aku yang minta maaf nggak lihat kalau ada kamu" jawab Mirza, "Oh kamu Mirza, maaf ya" ujar Zelin, "Iya iya, sini biar aku bantu antar ke perpustakaan" jawab Mirza, "Oh nggak usah, nanti ngerepotin, lagian ini kan waktunya makan siang nanti keburu habis loh" jawab Zelin, "Maka dari itu aku bantuin, biar nanti kita bisa makan siang bareng" ucap Mirza membuat Zelin menatap matanya. "Dia baik banget sih" batin Zelin, "Hoi Hoi, ayo keburu waktu makan siang habis" Mirza melambai lambaikan tangannya di depan wajah Zelin, "Oh iya, iya ayo, terimakasih ya" jawab Zelin.



"Terimakasih ya sudah membantuku, sebagai balasannya hari ini aku traktir kamu sepuasnya" ujar Zelin, "Asik nih, terimakasih kembali ya" jawab Mirza, "Haha" tawa Zelin, "Oh iya sebelumnya maaf ya, gimana nih rencana kakakmu masih berlanjut nih" sambung Zelin, "Hem, nggak sih akhir\-akhir ini kakakku lagi sibuk sama pekerjaannya, tidak ada pergerakan sih, kalau aku lihat masih baik aja sih" jawab Mirza, pelayan datang mengantar dua mangkok bakso dan dua gelas es jeruk. "Oke kita stop pembicaraan kita, aku sudah lapar sekali" ujar Zelin, "Haha, selamat makan" sahut Mirza. Mereka berdua menikmati bakso pesanan mereka dengan sangat nikmat. Zelin sangat menikmati baksonya sampai tidak menyadari mulutnya belepotan. "Kamu tuh kayak anak kecil ya, ini loh sampai belepotan gitu" Mirza mengusap mulut Zelin, Zelin terpaku menatap Mirza. Mirza membalas tatapan Zelin, mereka berdua saling menatap begitu lama.



"Terimakasih nona, semoga kerja sama kita lancar dan tuan terimakasih atas kedatangan anda, kami sangat beruntung bisa bertemu langsung dengan anda" ucap klien kagum dan Ersya hanya membalasnya dengan senyum tipisnya itu. Ersya pergi terlebih dahulu, "Kalau gitu saya permisi dulu" Angel menyusul Ersya ke mobil. Di dalam mobil, "Oke, apa sekarang kau antar aku pulang atau aku pulang sendiri" tanya Angel, "Nurut aja" ucap Ersya, "Ha" Angel terkejut hingga dia tidak bisa berkata lagi. Selama di perjalanan mereka berdua hanya saling diam.


Sampailah di kantor Ersya, Angel tidak berani berkata apapun. Kali ini dia menuruti semua perkataan Ersya, dia tidak mau membuat Ersya marah. Ersya berjalan ke arah lift begitupun Angel mengikutinya dari belakang. Di tengah perjalanan Angel bertemu dengan Seli, "Angel" sapa Seli, "Ngapain disini" sambung Seli, "Nemenin Ersya kerja" jawab Angel, "Aa cie cie, ya ampun, bau bau jatuh cinta nih" goda Seli, "Apaan sih, oh iya besok kamu kan ikut" jawab Angel, "Iya, maka dari itu hari ini aku sibuk banget buat besok" ucap Seli.

__ADS_1


"Kalau gitu aku lanjut kerja yah, dan satu lagi kalau butuh apa\-apa panggil aku aja, bye Angel maaf nggak bisa temenin kamu" ujar Seli pergi dan melambaikan tangan. Angel segera menyusul Ersya yang sudah jauh. Mereka berdua masuk ke dalam lift menuju lantai 45, lantai paling atas. Di dalam lift hanya ada mereka berdua, karena lift itu dibuat khusus untuk Ersya. Mereka berdua hanya diam tanpa mengatakan apapun. Sampai di lantai 45, Fany sedang sibuk mengurus pekerjaannya langsung menyambut mereka berdua. "Selamat siang tuan, dan nona apa kabar" sambut Fany, Ersya hanya tersenyum tipis dan segera masuk ke dalam ruangannya. "Baik" jawab Angel ramah, "Apa nona dan tuan sudah makan siang, apa saya harus pergi membelikan makan siang untuk nona" tanya Fany, "Iya yah kebetulan aku sama Ersya belum makan siang" batin Angel, "Iya saya minta beliin ayam goreng dengan capcai ya, sekalian jus buahnya" jawab Angel, "Iya nona siap, saya akan segera belikan untuk anda" jawab Fany.


Jangan lupa likenya ya😂


__ADS_2