Jodohku Dari Perjodohan

Jodohku Dari Perjodohan
23> Kakak Sejahat itu.


__ADS_3

Keesokan harinya, Ersya dan Angel bersiap untuk turun sarapan pagi bersama keluarga. "Angel kenapa mata mu itu?" tanya Luna khawatir, "Ah tidak apa" jawab Angel. Hendra, nenek, dan kakek datang dan segera bergabung untuk sarapan pagi. "Angel kau habis menangis" ucap nenek Desi menghampiri Angel, "Ersya kau apakan dia" tanya kakek Deni. Ersya hanya diam tidak menjawab, "Ersya jawab kakekmu" bentak Hendra, "Tidak Angel tidak apa papa" jawab Angel, "Tidak apa apanya, matamu sembab nak" ucap Luna menghampiri Angel, Amel datang ke meja makan, "Itu karena Ersya berpelukan dengan Vanessa" tegas Amel, "Apa" kompak semua. Angel hanya terdiam, dia bingung kenapa Amel tahu semua itu. Sedangkan Ersya masih berdiri di samping meja makan. Hendra menghampiri Ersya, plaak.. "Bisa\-bisanya kamu masih berhubungan dengan wanita itu, apa kau tidak tahu kau sudah punya istri" teriak Hendra sangat marah. Plaaak.. Hendra menampar Ersya lagi dengan keras.



Nenek Ersya berdiri dari duduknya, "Aku tidak menyangka Ersya, kenapa kau masih berhubungan dengan wanita itu" tegas nenek Desi, plaak.. "Kenapa kau diam saja" teriak Hendra, "Cukup pa, cukup" Angel menghampiri mereka berdua dan berdiri di depan Ersya. "Ersya tidak bersalah, ini cuma salah paham" jelas Angel, sekarang Angel tidak bisa membendung lagi air matanya, dia menangis. "Cukup pa jangan tampar lagi" minta Angel, "Sudah cukup, cukup" teriak Luna, "Dan kau Ersya tidak bisakah kau menjaga perasaan Angel" Luna ikut meneteskan air mata, "Sudah pa, ayo kita sarapan" ujar Luna, "Jika bukan karena Angel yang meminta, aku sudah memukulmu,dan jika kau masih berhubungan dengan wanita itu, aku akan berbuat lebih parah dari pada ini" tegas Hendra. Hendra kembali ke meja makan dan duduk dengan perasaan emosinya. Mereka semua kembali melanjutkan sarapan mereka. Suasana sarapan kali ini hening seketika bercampur amarah yang menyelimuti.



\* Flashback on\* Waktu kemarin malam Amel mencari informasi mengenai kenapa Angel sesedih itu. Amel pun mencoba menelfon Seli sahabat Angel. "Iya kak Amel, ada yang bisa saya bantu" jawab Seli, "Biasa aja nggak usah senormal itu, aku mau nanya soal Angel" ucap Amel, "Oh iya boleh, mengenai apa ya" jawab Seli, "Angel kenapa ya, kenapa dia pulang dengan keadaan sedih seperti ini, coba kamu jujur dan jelaskan semuanya" tanya Amel, "Iya, ta, tadi pas kita semua pergi ke cafe dan kami melihat \*Di cafe, Zelin sudah disana menunggu mereka berdua. Tidak lama kemudian seseorang yang tidak asing bagi Zelin masuk ke dalam cafe. "Astaga itu kan Ersya sama wanita itu, aku harus ngumpet dulu nih" Zelin menutupi wajahnya dengan buku menu cafe. Ersya dan Vanessa melewati meja Zelin, mereka berdua menuju meja paling pojok jauh dari meja Zelin. "Ngapain mereka berdua, tidak bisa dibiarkan aku harus berbuat sesuatu" ucap Zelin. Tak lama kemudian Angel dan Seli tiba di cafe dan langsung masuk menghampiri Zelin. "Hai" sapa Angel, "Kalian duduk, ada berita buruk" ucap Zelin, "Apa" kompak Angel dan Seli, "Lihat di pojok sana siapa" ujar Zelin sambil memandang ke arah Ersya dan wanita itu, "What" ucap Seli.\* begitu kak" jelas Seli.



Amel mencerna semua cerita Seli dan mendengarkannya dengan baik, "Lalu pas kita semua pergi untuk pulang kita melihat \*Mereka bertiga berjalan menuju parkiran. Secara tidak sengaja mereka menyaksikan kejadian yang mengejutkan. Ersya dan Vanessa sedang berpelukan. Angel melihat kejadian itu merasa sedih dan kecewa oleh sikap Ersya yang seperti itu. Angel meneteskan air mata tanpa dia sadar, hatinya sangat sakit melihat mereka berdua berpelukan. "Perasaan apa ini" batin Angel. "Angel kau menangis" ucap Seli ikut sedih, "Dasar wanita \*\*\*\*\*\*" Zelin menghampiri mereka berdua, plaak.. "Hei dasar kau wanita \*\*\*\*\*\*, apa kau tidak tahu dia sudah memiliki seorang istri, dan kau Ersya, kau sudah berhasil membuat Angel bersedih" Zelin menampar Vanessa, dia sudah tidak bisa menahan amarahnya. Apalagi Angel sampai menangis dia sangat tidak tega melihatnya. "Ayo Angel kita pulang" Zelin dan Seli membawa Angel pergi ke dalam mobil dan memulangkannya. "Dia menangis" batin Ersya.\* begitu kak, saat itu kami tidak tahu kalau Angel menangis, Zelin juga melabrak mereka berdua dan kami langsung membawa Angel pulang" jelas Seli, "Oh, oke terimakasih" jawab Amel. \* Flashback off\*.



Semua keluarga pergi meninggalkan Ersya dan Angel berdua di meja makan. "Maafkan aku, jika aku tidak menangis kau tidak akan ditampar oleh papa" ucap Angel, sedangkan Ersya hanya terdiam. "Aku, a, aku tidak bisa menahan air mataku, tapi aku juga tidak tahu kenapa aku menangis sampai seperti tadi malam" sambung Angel, Ersya masih terdiam tidak menjawab. Angel menghampiri Ersya berada dan duduk di sebelahnya. "Astaga pipimu" Angel segera mengambil air dingin dan sebuah handuk kecil untuk mengompres pipi Ersya. "Ya ampun sampai kayak gini, pasti sakit banget ya" Angel mengompres kedua pipi Ersya dengan lembut. Satu tangan Angel memegang pipi Ersya sedangkan tangan satunya mengompres pipi Ersya dengan handuk. Ersya hanya menurut dan diam tanpa komentar. "A, aku beneran minta maaf" ucap Angel terus mengompres pipi Ersya.



Ersya menarik kursi tempat Angel duduk, "Kau, apa kau masih sakit, iya biar aku kompres" ucap Angel, "Apa kau mencintaiku" tanya Ersya tbtb. Angel terkejut dengan pertanyaan Ersya itu. Jantungnya seperti dipompa\-pompa dengan keras. Angel menatap Ersya dengan dalam, sampai Angel tidak menyadari kalau dia sudah terlambat ke kampus. "Astaga hari ini aku ada kelas" batin Angel melototkan kedua bola matanya. "A, a, aku harus kuliah, a, aku pergi" ucap Angel terbata bata bercampur gugup. Angel segera berlari keluar dan masuk ke dalam mobil mewah miliknya. "Haduh jantungku kenapa, kenapa jantungku sekencang ini" ucap Angel memegang jantungnya yang berdebar sangat kencang. Angel segera melajukan mobilnya dan pergi ke kampus. Di meja makan, "Kenapa sangat sulit mengatakan maaf padanya" ujar Ersya.



Di rumah Vanessa. Mirza berniat untuk mengajak Vanessa berangkat bersama. Kebetulan sejak dia pulang dari luar negeri Vanessa bekerja di sebuah toko make up yang cukup besar, dia bekerja sebagai model make up yang mempromosikan make up tersebut. Letak tempat Vanessa tidak jauh dari kampus Mirza. Mirza mengetuk pintu kamar Vanessa tapi tidak ada jawaban sama sekali. Mirza memutuskan untuk masuk ke dalam. "Kakak ayo kita berang... kat" suara Mirza semakin pelan ketika dia melihat Vanessa sedang marah\-marah sendiri dan membakar foto seseorang. "Arrggg kenapa kau merebut Ersya dariku" teriak Vanessa, "Haha aku akan merebutnya kembali darimu Angel, aku tahu selama ini aku mengkhianatinya dengan berselingkuh haha, karena kau Ersya karena kau miskin, kau tak punya apa\-apa, semua harta itu milik papamu, dan akhirnya aku berselingkuh dengan orang yang lebih kaya darimu hahaha, karena aku butuh uang, uang, uang adalah segalanya hahaha" teriak Vanessa bercampur tawa liciknya.



"Dan sekarang aku ingin kembali denganmu Ersya, karena sekarang kau sangat kaya, bahkan perusahaan milikmu begitu besar, tidak seperti selingkuhanku dia tidak sekaya kamu Ersya, maka dari itu aku memutuskan untuk pulang hahaha" teriak Vanessa memegang foto Ersya. "Dan kau Angel aku bersumpah akan menyakitimu dan membuatmu menderita, hahaha" Vanessa merobek\-robek foto Angel lalu membakarnya, "Ersya kau begitu bodoh, kau masih saja percaya denganku, kau percaya kalau aku meninggalkanmu karena berobat, kau bodoh Ersya kau bodoh, hahaha" tawa licik Vanessa semakin menjadi jadi.



Vanessa merobek semua foto Angel lalu membakarnya. Mirza yang sembunyi di balik pintu tidak menyangka akan perbuatan kakaknya yang sekejam itu. "Kakak kenapa kau begitu jahat, meskipun aku tidak rela Angel menikah dengan Ersya tapi aku berjanji akan melindunginya dari kejahatanmu kak, aku tidak menyangka kau begitu jahat, aku akan segera memberitahu Angel tentang ini" ucap Mirza pelan dan segera bergegas pergi ke kampus untuk memberitahu semua yang dia dengarkan.

__ADS_1



Hari sudah siang, sinar matahari semakin terik. Angel dan Zelin pergi ke kantin untuk makan siang bersama. "Gila tadi malam kamu nangis sampai segitunya" ucap Zelin, "Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa sesedih itu" jawab Angel, "Ya itu namanya kamu cemburu, dan berarti kamu sudah mulai mencintai Ersya" sahut Zelin, "Ah apaan sih ngaco banget, tapi aku kasihan sama dia, tadi pagi dia sampai di tampar sama papa karena dia melihat mata sembabku karena menangis" jelas Angel, "Astaga beneran, berarti mereka semua sayang banget sama kamu" jawab Zelin, "Iya begitulah" sahut Angel, "Kalau aku di posisimu, aku sih bahagia banget punya keluarga yang begitu menyayangiku" ujar Zelin. Pelayan kantin mengantarkan pesanan mereka, "Ini nona" ucap pelayan tersebut lalu pergi. "Udah makan dulu" ujar Angel, "Tapi ya, tadi pagi dia tbtb tanya apa aku mencintaimu, dan seketika tubuhku lemas, jantungku berdetak kencang, astaga" sambung Angel, "Ah apa, terus, terus kamu jawab apa" sahut Zelin, "Aku nggak jawab, aku langsung pergi, karena waktu itu aku gugup banget" jawab Angel, "Aduh Angel, bilang aja kalau kamu mencintainya, kenapa malah kabur, kamu mencintainya kan? " ucap Zelin, "Ah sudalah, jangan dibahas ayo makan" jawab Angel. Mereka berdua menikmati makanan dengan tenang.



Mirza yang dari tadi mencari keberadaan Angel sangat bingung dimana Angel berada. Mirza melihat Angel dan Zelin sedang makan siang di kantin lalu menghampirinya. "Hei nikmat banget, boleh gabung nggak" ujar Mirza, "Boleh aja sih" jawab Zelin, "Eh Angel matamu kenapa, kamu habis nangis, kenapa" tanya Mirza, "Enggak apa, hanya salah paham" jawab Angel, "Aku mau ngomong nih sama kamu serius" ucap Mirza, "Apaan serius, kau tidak lihat Angel sudah punya suami" sahut Zelin, "Zelin apaan sih, mungkin dia mau memberikan informasi penting" jawab Angel, "Betul, lagipula sensi banget, oh apa jangan\-jangan kau cemburu" goda Mirza, "Hah aku cemburu, ogah kali" jawab Zelin, "Udah, ada apa sih za, mau ngomong serius apa" tanya Angel, "Bagaimana kalau kita ke perpustakaan, disana kan sepi" jawab Mirza, "Boleh, ayo" sahut Angel, "Oh sebentar, tapi Zelin ikut ya, dia akan jaga rahasia kok, iya kan Zelin" ujar Angel, "Pastinya dong" jawab Zelin.



Mereka bertiga pergi ke perpustakaan kampus, mereka memilih tempat duduk di pojok ruangan agar tidak terdengar oleh orang lain. "Ada apa sih sampai kita duduk di pojok gini" tanya Zelin, "Iya za, sepenting apa sih" ucap Angel, "Oke aku akan to the point langsung aja, aku punya seorang kakak dan ternyata dia adalah mantan dari suami kamu Ersya" jelas Mirza, "Eh sebentar, jangan ngomong kalo kakakmu itu Vanessa" sahut Zelin, "Loh kamu kok tahu" kaget Mirza, "Karena waktu itu kita liat kamu sama dia barengan" jawab Angel, "Dan aku kira kamu sekongkol sama dia untuk menyakiti Angel plus mau hancurin pernikahan Angel, soalnya kamu kan suka banget sama Angel, dan kakakmu itu ingin banget ngerebut Ersya dari Angel" jelas Zelin, "Kau nggak sekongkol kan" tanya Angel, "Astaga enggak mungkin dong, dan ternyata yang aku dengar tadi pagi nggak salah dong, nggak lah aku nggak mungkin sejahat itu" jawab Mirza.



"Eh kau dengar apa, apa dia rencanakan sesuatu" tanya Zelin, "Lah itu yang mau aku ceritain ke Angel" ucap Mirza, "Tadi pagi aku dengar \*Mirza mengetuk pintu kamar Vanessa tapi tidak ada jawaban sama sekali. Mirza memutuskan untuk masuk ke dalam. "Kakak ayo kita berang... kat" suara Mirza semakin pelan ketika dia melihat Vanessa sedang marah\-marah sendiri dan membakar foto seseorang. "Arrggg kenapa kau merebut Ersya dariku" teriak Vanessa, "Haha aku akan merebutnya kembali darimu Angel, aku tahu selama ini aku mengkhianatinya dengan berselingkuh haha, karena kau Ersya karena kau miskin, kau tak punya apa\-apa, semua harta itu milik papamu, dan akhirnya aku berselingkuh dengan orang yang lebih kaya darimu hahaha, karena aku butuh uang, uang, uang adalah segalanya hahaha" teriak Vanessa bercampur tawa liciknya.



"Dan sekarang aku ingin kembali denganmu Ersya, karena sekarang kau sangat kaya, bahkan perusahaan milikmu begitu besar, tidak seperti selingkuhanku dia tidak sekaya kamu Ersya, maka dari itu aku memutuskan untuk pulang hahaha" teriak Vanessa memegang foto Ersya. "Dan kau Angel aku bersumpah akan menyakitimu dan membuatmu menderita, hahaha" Vanessa merobek\-robek foto Angel lalu membakarnya, "Ersya kau begitu bodoh, kau masih saja percaya denganku, kau percaya kalau aku meninggalkanmu karena berobat, kau bodoh Ersya kau bodoh, hahaha" tawa licik Vanessa semakin menjadi jadi. Vanessa merobek semua foto Angel lalu membakarnya. Mirza yang sembunyi di balik pintu tidak menyangka akan perbuatan kakaknya yang sekejam itu. "Kakak kenapa kau begitu jahat, meskipun aku tidak rela Angel menikah dengan Ersya tapi aku berjanji akan melindunginya dari kejahatanmu kak, aku tidak menyangka kau begitu jahat, aku akan segera memberitahu Angel tentang ini" ucap Mirza pelan dan segera bergegas pergi ke kampus untuk memberitahu semua yang dia dengarkan.\* begitu, aku tidak mengira kakak ku sejahat itu" cerita panjang Mirza.




"Aku tidak akan biarkan itu terjadi, aku akan mencegah perbuatan jahat kakakku itu, dan lagi aku akan selalu melindungi Angel" ujar Mirza, "Oke terimakasih atas semua kekhawatiran kalian, tapi plis kalian jangan gegabah, dan lagi ternyata kakakmu selingkuh dari Ersya" ucap Angel, "Iya begitu yang aku dengar" jawab Mirza, "Kita harus bertindak sebelum dia melakukan rencana jahatnya itu" ucap Zelin, "Yang pasti kita tidak boleh gegabah" sahut Angel, "Iya paham, sebelumnya kita beritahu semua ini kepada Seli" ucap Zelin, "Boleh" jawab Mirza, "Biar aku menelfon Seli" sahut Angel.



Ersya sedang fokus mengerjakan tugasnya di laptopnya, dia sedang menjalin hubungan dengan partner bisnisnya yang mengharuskan dia pergi ke luar kota. "Selamat siang tuan, ini dokumen dan berkas yang anda minta, dan soal file saya sudah kirim ke email tuan, dan apa ada lagi tugas untuk saya" ujar Fany, "Soal saya harus ke luar kota" ucap Ersya yang masih fokus ke laptop miliknya, "Oh kalau untuk itu semua sudah saya atur dan mereka setuju dengan keputusan tuan" jawab Fany, "Mereka setuju anda kesana dua hari" sambung Fany, "Ya segera siapkan semuanya" jawab, "Semuanya sudah siap dan manajer Seli juga sudah atur dan siapkan semuanya, kita tinggal pergi saja tuan" jelas Fany, "Ya" jawab Ersya, "Kalau begitu saya izin permisi dulu" Fany pergi keluar ruangan Ersya.



Di sisi lain, Seli sedang mendengarkan baik\-baik cerita dari Angel. "Apa" teriak Seli, "Ssstt, kenapa kau teriak" sahut Angel, "Astaga aku nggak menyangka dia sejahat itu, dan lagi dia kakak Mirza, omg, pantas saja Resta kelihatannya tidak menyukai Vanessa, ternyata dia selingkuh" ucap Seli, "Ya begitulah" jawab Angel, "Aku juga tidak menyangka kakakku seperti itu, aku sangat malu sama kalian, maafkan aku" sahut Mirza, "Semua ini bukan salahmu, lagian semua ini ulah kakakmu" jawab Angel, "Sebaiknya kita harus cepat bertindak dan kita tidak boleh gegabah, dan kamu Angel harus segera ngomong empat mata sama Resta, mungkin dia bisa bantu" ujar Seli khawatir, "Betul banget, beneran deh aku sangat khawatir" sahut Zelin, "Iya, iya, aku sangat bersyukur punya sahabat dan teman sebaik kalian" jawab Angel, "Eh aku jadi terharu nih" ucap Zelin, "Aku sudah meneteskan air mata gila" jawab Seli, "Apaan sih kalian lebay, udahan dulu aku mau pulang" ucap Angel, "Oke" kompak mereka bertiga, "Ya sudah aku lanjut kerja dulu" ucap Seli mematikan panggilannya.

__ADS_1



Hari sudah malam, Ersya pulang ke rumah. Ersya menuju ke kamarnya segera, karena ia sangat lelah. Sedangkan Angel sedang mandi, karena tadi dia ketiduran memikirkan tentang cerita Mirza. Angel keluar dari kamar mandi dan melihat Ersya sedang berdiri di depan lemari pakaian. "Aduh kenapa disaat aku selesai mandi dia datang dan lagi aku tidak membawa baju sama sekali lagi dan dia berdiri di depan lemari, astaga aku takut dia akan melakukan hal yang paling tidak ku suka" batin Angel berdiri di depan pintu kamar mandi.



Angel menghampiri Ersya untuk mengambil pakaiannya. "Permisi, boleh berbagi" ucap Angel, Ersya geser untuk memberi tempat bagi Angel. Angel sedang mencari pakaiannya, dia melihat Ersya sedang kesusahan melepas dasinya. Dia tidak tahu kalau dasinya tersangkut di kancing kemejanya. "Sini, ini dasinya tersangkut di kancingmu" ucap Angel mencoba melepas dasi Ersya. "Dua hari lagi aku akan pergi" ucap Ersya, "Pergi? Pergi kemana" sahut Angel masih sibuk melepaskan dasi Ersya, "Luar kota" jawab Ersya, "Oh, berapa lama? " tanya Angel, "Tiga hari" jawab Ersya, "Tiga hari, berarti kita nggak jadi pindah dong, aku tetap di sini kan selagi kamu pergi" sahut Angel menatap Ersya, "Tidak, kita tetap pindah" jawab Ersya, "Terserah kamu deh, sudah selesai" ucap Angel, "Sebentar, ini bajumu, kau ganti di dalam kamar mandi" sambung Angel.



Ersya pergi masuk ke dalam kamar mandi, "Syukurlah" Angel lega karena kali ini Ersya tidak berbuat aneh\-aneh. Di sisi lain, "Iya aku akan menunggu kedatanganmu" ucap Hendra, "Apa makan malam sudah siap" sahut nenek Desi, "Yang pasti sudah" jawab Luna. Beberapa menit kemudian keluarga besar Aditya sudah sampai di kediaman keluarga Wijayanto, "Selamat malam" sambut Hendra, "Selamat malam, bagaimana kabarmu" sahut Heru, "Sangat baik" jawab Hendra, "Besan, bagaimana keadaan kedua anak kita" ucap Ayu, "Baik mereka berdua sangat baik, tapi ada sedikit pertengkaran" jawab Luna, "Apa" kaget Ayu, "Ayo kita ceritakan di dalam, jangan di depan rumah begini" ucap nenek Desi, "Haha, ayo" jawab Heru.



Di kamar, Angel sedang kelaparan, dari tadi dia belum makan apapun. "Lapar banget, keluar ah, ini kan jam makan malam" ucap Angel. Ersya keluar dari kamar mandi memakai kaos hitam ketat membentuk tubuh atletisnya dan memakai celana panjang berwarna abu\-abu dengan rambut masih basah.



"Kemana?" ucap Ersya, Angel menghentikan langkahnya keluar dari kamar, "Makan malam, ayo apa kau tidak lapar" jawab Angel, "Keringkan rambutku" ucap Ersya, "Kau selalu merepotkan, aku sangat lapar" Angel kembali menghampiri Ersya, "Duduk" Angel menyuruh Ersya duduk di kasur. Angel mulai menggosok rambut Ersya dengan handuk. Tak selang beberapa menit rambut Ersya sudah kering. Ersya ingin berdiri tapi dihentikan oleh Angel, "Eh sebentar, biar kurapikan rambutmu" Angel merapikan rambut Ersya dengan tangannya. "Sudah, sekarang ayo kita makan, aku sudah sangat lapar" ucap Angel, "Tapi sebelumnya aku ingin memakan bibirmu" Ersya menarik tubuh Angel hingga dia terjatuh di pangkuan Ersya. "Apa yang kau lakukan, tolonglah Ersya, aku sangat kelaparan" mohon Angel, Ersya mulai mencium bibir Angel tidak ada ampun. "Emm.. Hmm" teriak Angel dalam ciuman Ersya.



"Begitulah, ini semua salah Ersya" ucap Hendra, "Tidak sepenuhnya salah dia, mungkin wanita itu yang menggodanya" jawab Heru. Mereka semua menceritakan tentang kejadian kemarin malam yang penuh dengan amarah dan kesedihan kepada keluarga Aditya. "Betul kata ayah pa, bisa kita lihat sendiri bagaimana sifat dari wanita itu" sahut Amel, "Iya juga" jawab Hendra, "Udah bagaimana kalau kita kerjain mereka berdua, kan mereka mau pindah ke rumah mereka" rencana Ayu, "Boleh, gimana caranya" sahut Luna, "Begini" ucap Ayu. Mereka merencanakan sesuatu untuk mengerjai Ersya dan Angel sebelum mereka berdua pindah ke rumah mereka sendiri.



Angel melepaskan dirinya, "Astaga kau selalu menciumku dengan tiba\-tiba" gerutu Angel sambil mengusap bibirnya, "Kau, ya ampun tubuhku serasa kehilangan tenaga" sambung Angel. Angel bangun dari pangkuan Ersya dan pergi keluar untuk makan malam. Ersya mengikuti Angel dari belakang. Angel kembali secara tiba\-tiba sehingga kepalanya terbentur dada Ersya. "Aduh" ucap Angel, "Aku hanya ingin memastikan kau turun, lagian kau berjalan sama sekali tidak mengeluarkan suara, apa kau terbang" ucap Angel, Ersya tidak mempedulikan Angel, ia segera turun untuk makan malam. Mereka berdua turun dan terkejutlah karena kedatangan keluarga dari Angel. "Bunda, ayah, nenek kakek, kalian" teriak Angel kegirangan dan langsung memeluk serta mencium keluarganya itu.



Ersya ikut mencium punggung tangan mereka. "Kenapa kalian disini, ada apa" tanya Angel, "Nanti setelah makan kita semua mau berbicara dengan kalian berdua" jawab Ayu, "Betul, sekarang kita makan aku sudah lapar" sahut Amel, "Haha, ayo silakan" ujar kakek Deni. Mereka semua menikmati makan malam bersama ini dengan gembira, karena momen ini sangat langka untuk dilakukan. Mengobrol bersama, bercanda tawa, saling menggoda, itu yang mereka lakukan saat ini. Kring.. Kring.. Ponsel Angel berbunyi, Angel bangun dari duduknya berniat untuk menjauh. "Eh nelfon disini aja, emang nelfon sama siapa" ujar Ayu, "Ha, ini cuma Keysa bun" jawab Angel, "Maka dari itu angkat di sini aja kenapa sih" sahut Ayu, "Iya" Angel kembali duduk dan segera mengangkat panggilan teleponnya.


__ADS_1


"Iya Keysa ada apa" jawab Angel, "Maaf nona, kali kita ada kerja sama dengan perusahaan majalah Valerie, dan anda di minta untuk pergi ke kota A dua hari lagi, apa anda menyetujui ya?" jelas Keysa, "Setuju" kompak mereka semua kecuali Ersya, Ersya hanya sedang sibuk memainkan ponselnya. "Ha" ucap Angel terkejut melihat jawaban kompak mereka, "Iya sini, biar bunda yang ngomong" Ayu mengambil ponsel Angel dari tangannya. "Iya Keysa setuju, segera siapkan semuanya, nanti kamu ke sini ke rumah Wijayanto untuk menanda tangani kontraknya" jelas Ayu, "Baik bu nanti saya akan segera ke sana" jawab Keysa. Ayu mematikan panggilannya, semua keluarga terlihat raut wajahnya begitu senang. Angel bingung dengan raut wajah mereka semua.


•••


__ADS_2