
Angel masuk ke dalam ruangan Ersya, "Duduk disini" ucap Ersya menunjuk tempat duduk di sebelahnya. "Iya" jawab Angel menghampiri dan duduk di sebelah Ersya. Ersya kembali melanjutkan pekerjaannya dan fokus ke laptop di depannya. "Terus aku ngapain disini ya, ya ampun ada aja, kalau bukan karena aku ingin menjadi istri yang baik dari tadi aku sudah pergi tuh" batin Angel. Tok.. Tok "Permisi, maaf ini pesanan nona" ujar Fany, "Terimakasih ya sekretaris Fany" jawab Angel, "Iya nona, saya permisi dulu" ujar Fany. Angel membuka bungkusan makanannya, menatanya dengan rapi. Dia memberikan satu porsi untuk Ersya.
"Kau harus makan siang dulu" ucap Angel menyodorkan satu porsi makanan. Ersya tidak menghiraukannya, dia masih terus fokus dengan pekerjaannya di laptop. "Ersya, kali ini aja kau menurutiku, aku hanya ingin kau makan siang itu aja" ujar Angel membuat Ersya berhenti menatap laptopnya. Ersya mulai menyantap makanannya tanpa menjawab Angel. Angel tersenyum tipis melihat Ersya, Angel segera menyantap makanannya itu.
Di kampus Zelin dan Mirza sedang berjalan menuju parkiran. "Terimakasih atas traktirannya, aku pamit dulu, bye" ujar Mirza pergi meninggalkan Zelin. "Dia sangat baik tidak seperti kakaknya itu, yang jahatnya minta ampun" gerutu Zelin. Zelin melajukan mobilnya pergi dari kampus. "Mampir ke supermarket dulu aja yah" ujar Zelin. Zelin berhenti di sebuah supermarket. Zelin membeli beberapa makanan dan minuman untuk kebutuhannya sehari\-hari. "Tinggal apa ya, oh iya sarden" Zelin berjalan ke tempat sarden. Disana kebetulan sarden yang biasa di beli Zelin tinggal satu. Zelin segera mengambil sarden itu, tapi dia berbarengan dengan seseorang di sebelahnya. "Buat kamu aja" ucap seseorang itu. Zelin menengok ke sebelahnya, dilihatnya ternyata itu Rosa, wanita yang selalu iri dengan Angel. "Kau" ucap Zelin, "Iya, kamu temannya Angel kan, kebetulan jika aku punya salah sama kamu minta maaf ya" jawab Rosa, "Wanita ini lagi akting atau kesurupan sih" batin Zelin.
Selama ini Rosa dikenal sebagai orang yang tidak pernah mau kalah dan selalu merendahkan orang lain. Rosa sangat iri dengan Angel di segala apapun itu. Dia merasa dia yang paling terbaik. "Nggak salah nih kau meminta maaf" jawab Zelin, "Haha emang kedengarannya aneh sih, tapi selama beberapa hari aku di luar negeri aku sadar selama ini adalah wanita yang sangat buruk" ujar Rosa, "Iya sih, terus ngapain kau minta maaf kepadaku, seharusnya kau minta maaf sama Angel, banyak banget kesalahanmu sama Angel" sahut Zelin, "Iya itu memang benar, maka dari itu aku ingin meminta maaf dengannya" jawab Rosa, "Jadi selama ini kau pergi ke luar negeri, pantesan nggak pernah liat" ucap Zelin, "Iya sekalian liburan" balas Rosa, "Kalau gitu aku pergi dulu, jika kau benar\-benar tulus kau harus bersungguh sungguh meminta maaf kepada Angel" ucap Zelin lalu pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya tersebut. "Hmm" ucap Rosa.
Di kantor, Ersya dan Angel telah selesai makan siang. Angel membereskan bekas makan mereka berdua. Tiba\-tiba Angel tidak sengaja menumpahkan jus buah yang di belinya tadi di kertas dan celana Ersya. "Ya ampun, aku benar\-benar minta maaf" ujar Angel, "A, a, aku tidak sengaja, aku sudah bilang jangan pernah kau ajak aku kemari, ini akan merepotkanmu, lihat sekarang berkas dan celanamu basah, aku tahu pasti berkas itu penting, aku benar\-benar minta maaf" Angel meneteskan air matanya sambil mencoba membersihkan tumpahan jusnya tadi di kertas. "Aku benar minta maaf, jika kau ingin marah atau pukul aku, aku terima, kehadiranku di sini hanya merepotkanmu" sambung Angel menangis. Angel sangat khawatir karena kertas yang basah itu, dia kira itu berkas yang sangat penting buat Ersya, karena kertas itu berada di samping Ersya. Angel tidak tahu kalau kertas itu hanya kertas yang berisi coret\-coretan Ersya. Ersya memang suka mencoret\-coret kertas sebelum dia mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1
"Kau benar\-benar wanita yang tulus dan baik, aku sangat beruntung memilikimu" batin Ersya melihat Angel sibuk meniup kertas yang basah sambil menangis takut. Ersya menarik tubuh Angel ke pangkuannya lalu mengusap air mata Angel itu. "Kau kenapa begitu takut, itu hanya kertas coretanku, bahkan kalaupun itu berkas pentingku, aku tidak akan marah ataupun sampai memukulmu, kau tidak perlu menangis dan takut seperti ini" jelas Ersya menatap mata Angel sambil mengusap\-usap pipinya. "Ta, tapi celanamu bagaimana" jawab Angel, "A, aku takut kau marah, karena aku selalu merepotkanmu" sambung Angel, "Dan apa pernah kau melihatku marah" tanya Ersya, "Ti, tidak, ta, tapi celanamu" jawab Angel, "Aku bahkan bisa membeli seluruh celana ini, kenapa kau begini takut, aku tahu aku pria dingin, tapi aku tidak akan marah hanya karena masalah sepele" jelas Ersya, "Dan kau istriku, kenapa aku harus marah dan memukulmu hanya karena masalah sepele" sambung Ersya.
Angel terdiam dengan perkataan Ersya, jantung Angel terasa berdebar begitu kencang. Angel menatap Ersya dengan perasaan yang bercampur aduk, "Apa ini aku jatuh cinta kepadamu" batin Angel. "Kenapa kau diam dan menatapku" ujar Ersya, "A, aku tidak apa" jawab Angel memalingkan pandangannya ke arah lain. Ersya menarik pinggang Angel dan mendekatkan wajahnya itu. Ersya mulai mencium bibir Angel dengan lembut. Kali ini Angel tidak melawan, dia membalas ciuman Ersya dengan lembut. Angel hanya menurut tidak melawan. Angel melingkarkan tangannya di leher Ersya sedangkan Ersya menarik leher Angel dari belakang agar lebih dekat. Mereka berdua berciuman lembut.
Resta sampai di lantai 45 dengan membawa sebuah paper bag, dia ingin menemui Ersya karena beberapa hari ini dia sibuk di luar negeri. "Selamat siang tuan" sapa Fany, "Selamat siang, apa Rion ada di ruangannya" tanya Resta, "Iya tuan, tapi sebaiknya anda mengetuk terlebih dahulu, karena nona Angel juga ada disini" jawab Fany. Selama ini Resta selalu nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu, itu karena dia tidak terbiasa mengetuk pintu. "Baiklah" ucap Resta, Resta berjalan menuju ruangan Ersya. "Kok sepi banget ya, biasanya selalu ribut kalau sudah berdua" ujar Resta, "Apa sebaiknya aku nggak ganggu ya, bisa aja mereka berdua sedang bercumbu" sambung Resta, "Tapi aku rindu sama Rion, dan lagi ada si cantik disana, haduh pemandangan yang sangat indah" ujar Resta. Resta mulai mengetuk pintu ruangan Ersya.
Resta duduk di depan meja Ersya, "Astaga apa kau tidak rindu denganku" ucap Resta, "Tidak" jawab Ersya, "Heleh" ucap Resta, "Cantik udah dari tadi" sambung Resta, "Iya" jawab Angel, "Oh iya apa sekarang aja ya aku tanya sama Resta" batin Angel, "Resta" bisik Angel supaya tidak ketahuan Ersya, "Apa" balas Resta pelan hampir tidak bersuara, "Aku pengen ngomong sama kamu boleh nggak kalau sekarang" tanya Angel tanpa mengeluarkan suara, "Ayo, bagaimana kalau di cafe depan kantor" jawab Resta tanpa suara, "Oke" jawab Angel, "Ersya cantik aku pamit dulu ya" pamit Resta, "Iya" jawab Ersya. Resta pergi meninggalkan mereka berdua. Beberapa menit kemudian Angel izin untuk pergi, "Ersya, aku ke ruangan Seli ya" tanya Angel, Ersya hanya diam dan berpikir. "Haduh kenapa pakek mikir sih" batin Angel, "Ya" jawab Ersya, "Aku pergi dulu ya" Angel pergi, dia berbohong kepada Ersya. Padahal dia ingin menemui Resta untuk menanyakan soal mantan Ersya itu, Vanessa.
Keluarga Angel sedang berkunjung ke rumah Wijayanto. Mereka semua ingin bertemu kangen dengan Angel. "Halo, apa kabar besan" ujar Ayu, "Halo juga, baik kok, ayo semua masuk, kita ngobrol di dalam" jawab Luna. Mengobrol bersama bercanda tawa itu yang mereka semua lakukan saat ini. Di cafe, Angel dan Resta sudah menempati tempat duduk yang nyaman untuk mengobrol. "Mau ngomong penting apa sih cantik" tanya Resta, "Sebentar, kita pesen minuman dulu" sambung Resta. Resta melambaikan tangannya memesan minuman. "Kamu mau apa" tanya Resta, "Aku mau coffee latte dingin aja" jawab Angel, "Oke, dua coffee latte dingin ya" ucap Resta, "Aku langsung to the point aja ya, aku mau ngomong soal Vanessa" ucap Angel membuat Resta terkejut. "Bagaimana dia tahu soal Vanessa, apa mereka berdua sudah bertemu" batin Resta, "Va, Vanessa?, apa dia menyakitimu" tanya Resta.
__ADS_1
Pelayan cafe datang membawa minuman pesanan mereka, "Iya, bahkan dia berencana membuatku menderita" jawab Angel, "Apa?, aku sudah duga, pasti dia kembali ke Indonesia untuk mendapatkan kembali Ersya" sahut Resta, "Kamu pasti tahu kan kenapa dia meninggalkan Ersya dan kenapa kau sangat benci sama dia" tanya Angel.
"Mungkin sudah saatnya kamu tahu, jadi waktu itu \*Flashback on\* Vanessa dengan seorang pria masuk kedalam kamar hotel. Vanessa berselingkuh dengan seorang pria yang lebih kaya, waktu itu Ersya masih belum mempunyai perusahaan sebesar sekarang. Ersya masih bekerja di perusahaan milik papanya. Merasa apa yang dia mau tidak tercapai akhirnya Vanessa memutuskan untuk berselingkuh dengan orang yang lebih kaya dari Ersya. Vanessa dan pria itu menjalin hubungan selama satu bulan. Mereka berdua pergi ke kamar hotel yang mereka pesan. Vanessa dan pria itu sudah terbawa nafsu, mereka berdua melakukan hubungan intim. "Ah, ah, aa" suara desahan Vanessa, "Tahanlah sayang" ucap pria itu, "Ah, aa... " desahan Vanessa. Mereka berdua sangat menikmatinya mereka tidak menyadari bahwa ada seorang yang mengikutinya sedari tadi.
Resta mengikuti kemana perginya Vanessa dan pria itu. Resta tidak sengaja melihat Vanessa bermesraan dengan pria lain, dan dia mencoba mencari tahu siapa pria itu. Resta mengikuti Vanessa hingga ke sebuah hotel dan mendengar mereka berdua sedang melakukan hal yang tidak seharusnya. "Dasar wanita \*\*\*\*\*\*, beraninya kau berselingkuh dari sahabatku, aku bersumpah akan menjauhkanmu dari sahabatku" batin Resta, ia langsung pergi untuk pulang. Resta tidak menceritakan kejadian itu kepada Ersya. Dia memendam sendiri cerita itu, bahkan Vanessa juga tidak tahu kalau Resta mengetahui kejadiannya. Sejak saat itu Resta mencoba untuk menghalangi saat Ersya ingin bertemu dengan Vanessa.
Resta terus mengganggu kebersamaan mereka dengan alasan pekerjaan. Suatu saat Vanessa menghampiri Resta yang sedang bekerja, "Hei kau siapa selalu mengganggu kebersamaanku dengan Ersya, ingat kau hanya sahabat Ersya, bahkan kau orang miskin yang beruntung diangkat menjadi anak oleh papa Ersya, dasar pria matre" ucap Vanessa, "Hah, apa kau bilang tidak salah nih aku yang matre, kau yang matre bahkan kau adalah wanita \*\*\*\*\*\*" ucap Resta, plaak.. Vanessa menampar Resta, "Jaga ucapanmu, aku bisa mengadukan ini kepada Ersya" Vanessa sangat marah, plaaak.. Resta kembali menampar Vanessa, "Seharusnya kau tahu malu, kau hanya wanita \*\*\*\*\*\* yang menginginkan uang" tegas Resta.
"Apa maksudmu" ucap Vanessa sambil memegang pipinya, "Sebaiknya kau cepat tinggalkan Ersya dan pergilah jauh\-jauh dari kota ini" teriak Resta. Vanessa masih bingung dengan perkataan Resta, dia tidak tahu apa maksud dari perkataan Resta. \* Flashback off \* , makanya sejak saat itu aku sama sekali tidak menyukai wanita \*\*\*\*\*\* itu" jelas panjang Resta, "Dia jahat banget sih, ya ampun" jawab Angel, "Kamu tahu dari mana soal Vanessa" tanya Resta, "Dia punya adik dan adiknya itu temanku sekampus" jawab Angel, "Dia juga yang memberitahu aku kalau Vanessa berencana merebut Ersya dariku" sambung Angel, "Astaga, wanita \*\*\*\*\*\* itu, dan kamu dalam bahaya dong, nggak bisa dibiarkan aku harus berbuat sesuatu kepadanya" ujar Resta, "Resta apa Ersya sudah tahu tentang dia selingkuh" tanya Angel, "Tidak aku belum memberitahunya" jawab Resta, "Oke tolong rahasiakan ini dan jangan beritahu Ersya dulu, kita tunggu waktu yang tepat untuk memberitahunya" sahut Angel, "Mungkin" jawab Resta
__ADS_1
Don't go anywhere and stay in my novel, thanks for reading 😁