
"Bu saya permisi untuk mengambil dokumen" ucap Keysa, "Iya" jawab Angel sambil memainkan ponselnya. Keysa pergi tinggallah Angel sendirian. Angel mulai bosan menunggu waktu pemotretan. Angel keluar, ia berjalan menuju kursi di dekat bukit. Sambil menikmati pemandangan indah di atas bukit, tiba\-tiba ia ingin buang air kecil. Tapi ia tidak tahu di mana kamar mandi. Ia melihat sekelilingnya dia tidak menemukan kamar mandi. Dia melihat Ersya sedang duduk sendiri dibawah tenda sambil memainkan ponselnya. Angel berjalan mendekatinya, "Ersya" panggil Angel, tapi tak di hiraukan sama sekali oleh Ersya.
Angel mencoba memanggilnya sekali lagi, "Ersya" panggil Angel, Ersya masih diam tak menjawab, "Hishh kenapa dia sangat sombong" ucap Angel pelan, "Ersya" teriak Angel, Ersya memasukkan ponselnya di sakunya. "Apa kau selalu berteriak" ucap Ersya, "Kau yang tak mau menjawabku" kesal Angel, sebenarnya ia menahan untuk buang air kecil, "Kali ini aku membutuhkan bantuanmu, plis" ucap Angel, Ersya hanya diam tidak menjawab perkataannya, "Kenapa kau selalu diam apa kau tidak punya semangat untuk hidup, apa kau.. " belum sempat melanjutkan perkataannya Angel terpeleset dan jatuh di pelukan Ersya yang duduk. Wajah mereka sangat dekat, hidung Angel dan Ersya sangat begitu dekat. Mereka saling menatap begitu lama. Deg.. Deg.. Deg detak jantung mereka berdua tak terkendali, cepat dan bersiap untuk lepas dari tubuh mereka.
"Ternyata kau selalu ingin dipelukanku" ucap Ersya sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Seketika Angel bangkit dan mencoba mengembalikan jantungnya kembali. Sebenarnya Ersya juga berdebar tetapi ia menutupinya dengan wajah dinginnya itu. "Kau selalu mencoba memelukku" ucap Angel sambil memalingkan pandangannya. Angel tiba\-tiba teringat ke tujuan pertamanya. "Dimana toilet, apa disini tidak ada toilet" tanya Angel sambil menggigit bibir bawahnya. Ersya melihat penampakan itu, ia mulai di alur setan melihat bibir indah Angel itu. "Ersya kenapa kau melamun" teriak Angel yang sedari tadi di abaikan Ersya. Ersya terbangun dari lamunan jahatnya itu.
"Tidak" jawab Ersya, "Apa, apa yang tidak" balas Angel, "Tidak ada toilet" ucap Ersya sambil bangkit dari duduknya, "Ha, tempat macam apa ini" ucap Angel sambil memencet\-mencet ponselnya. "Keysa kamu dimana?" ucap Angel, "Maaf bu saya terjebak macet" jawab Keysa sedikit takut, "Memang ada apa bu" sambung Keysa, "Sudahlah" ucap Angel sembari menutup panggilannya. Angel mondar mandir sambil mengoceh kebingungan. "Ikut aku" ucap Ersya, "Hah kemana" jawab Angel terkejut, "Apa kau tidak ingin ke toilet" ucap Ersya sembari berjalan menuju mobilnya. "Tunggu aku" ucap Angel sembari mengikuti Ersya.
Di dalam mobil mereka hanya diam, suasana terasa hening. Sampailah mereka di pom bensin. "Turunlah carilah toilet" ucap Ersya, Angel berpikir sejenak, jikalau dia turun entah apa yang terjadi. Disana banyak orang, dan sudah pasti mengenal Angel, ia juga memakai baju terbuka bagian dada. "Apa kau gila, kau tahu siapa aku, disana banyak orang, lihat bajuku, dan akupun tidak memakai alas kaki" ucap Angel sambil menunjuk dari ujung kepala hingga kaki. Ersya melihat ke arah Angel, dia tertuju pada bagian dadanya yang terbuka. Ia melepas jasnya, memberikan ke arah Angel. "Untuk apa? " tanya Angel masih kebingungan. "Astaga" gerutu Ersya sambil mendekat ke tempat duduk Angel, Ersya memakaikan jasnya dengan perlahan, Angel hanya terpelongo melihat sikap lembut Ersya itu.
Mereka sangat dekat, Angel kembali berdebar saat melihat Ersya memakaikan jasnya. "Jangan menatapku" ucap Ersya, Angel terkejut dia memalingkan pandangannya, "Siapa yang menatapmu" gerutu Angel malu. Ersya selesai memakaikan jasnya, ia membuka jog depan mobilnya, mengambil masker dan topi lalu memberikannya kepada Angel. "Tutupi wajahmu dengan ini" ucap Ersya, Angel segera memakainya ia keluar tapi langkahnya dihentikan oleh Ersya, "Kau" panggil Ersya, "Apaan sih" balas Angel malas, "Kau yakin tidak memakai alas kaki" tanya Ersya, Angel tak menjawabnya ia langsung lari ke toilet. "Bodoh" ucap Ersya.
__ADS_1
Angel kembali ke mobil dengan tidak memakai alas kaki. Angel kembali duduk dan menutup pintu mobil. "Haduh leganya aku" ujar Angel. Ersya melajukan mobilnya, sampailah di sebuah restoran. Angel terkejut, karena ini sudah waktunya pemotretan tapi kenapa ia malah membawanya ke sini. "Kenapa kita kesini?" tanya Angel sambil menatap restoran itu, "Aku lapar, jika kau tak ingin turun dari sini jangan banyak bicara" tegas Ersya, sebenarnya Angel juga lapar sedari tadi ia tidak makan. "Aku ikut" teriak Angel.
Angel berjalan dibelakang Ersya, dia tidak lagi memakai topi dan maskernya, karena menurutnya masih aman. Tiba\-tiba Ersya berhenti dari jalannya. Angel tertabrak punggung Ersya "Haduh kenapa kau tiba\-tiba berhenti? " tanya Angel. Ersya menarik tangan Angel berjalan menuju toko samping restoran. "Saya mau sendal ini" ucap Ersya sambil menunjuk ke arah sendal tersebut, "Iya tuan harganya 20000" ucap pedagang tersebut, Ersya melepas pegangan tangannya, mengambil dompetnya, dan mengambil uang 50000, lalu memberikannya kepada pedagang tersebut. "Kembaliannya tuan" ucap pedagang tersebut, "Ambil saja" ucap Ersya. Ersya memberikan sandal ke Angel yang sedari tadi melihatnya dengan kebingungan. "Pakailah, aku tidak mau membawa gembel masuk ke dalam restoran" ucap Ersya, "Hah, apa maksudmu" teriak Angel.
Ersya tidak mempedulikan dia berjalan masuk ke restoran. "Heh, dasar kau pria tak punya hati" ucap Angel sambil memakai sandal dan berjalan mengikuti Ersya. Mereka duduk di pojok restoran, agar tidak dikenali oleh orang yang berada di sana. Ersya melambaikan tangannya memesan makanan, pelayan tersebut sadar bahwa wanita di depannya adalah seorang model. "Nona Angel, ya ampun, bolehkah saya berfoto denganmu" ucap pelayan tersebut sambil menatap Angel. Angel yang tadi melihat menu makanan terhenti.
~ Di dalam mobil Ersya.
Kring.. Kring.. Kring terdengar suara ponsel Ersya. Ersya mengangkat teleponnya sambil melajukan mobilnya. "Iya" ujar Ersya, "Maaf pak, apa bapak bersama nona Angel, saya sudah mencari dan meneleponnya tetapi tidak di angkat" tanya Fany dengan penuh kekhawatiran, "Iya" jawab Ersya. Angel melihat Ersya sewaktu ada yang menyebut namanya. Angel lalu memeriksa ponselnya apa ada yang menelponnya. Ia lihat di layar ponselnya. *5 panggilan tak terjawab dari Keysa* "Astaga" ucap Angel.
Mereka berjalan menuju lokasi pemotretan. Angel turun dari mobil, sedangkan Ersya masih di mobil sedang asik dengan ponselnya. Sesampainya disana Angel melihat wajah Keysa dan Fany sangat khawatir. "Bu apa ibu tidak apa" tanya Keysa panik, "Nona kenapa" tanya Fany takut, "Aku tidak apa, aku pergi mencari toilet" jawab Angel sambil melepas jas yang dari tadi di tubuhnya, "Untunglah" jawab Keysa Fany kompak. Pemotretan dilanjutkan kembali. Ersya masih di dalam mobilnya.
__ADS_1
Waktu sudah pukul 17.45, pemotretan selesai. Angel dan Keysa bersiap untuk pulang, para photographer dan pelayan mulai berhamburan membereskan barang mereka. Keysa masih mengobrol dengan Fany membicarakan progam kerja sama selanjutnya. Angel menuju mobil sendirian, sebelum ia membuka pintu mobilnya tangan Angel di tarik oleh Ersya. "Ha kenapa" tanya Angel, "Ikut aku pulang" jawab Ersya dan melepas pegangan tangannya, "Kenapa aku harus ikut denganmu" tanya Angel lagi, "Mama menyuruhmu" jawab Ersya, "Astaga" ucap Angel pasrah dengan wajah yang begitu capek. "Keysa" panggil Angel, "Iya bu" jawab Keysa, "Aku pulang dengan Ersya, kau pulanglah dan bilang ke keluargaku aku dirumah Ersya" ujar Angel kecapekan, "Oh siap bu" angguk Keysa.
Angel berjalan mengikuti Ersya. "Kau tahu hubungan bos kita" ucap Keysa bertanya ke Fany, "Aku tidak tahu" jawab Fany, "Semoga ada hubungan lebih, mereka berdua sangat cocok" ucap Keysa berharap, mereka berdua saling tersenyum berharap. Di dalam mobil Ersya, Angel mulai mengantuk, ia menyenderkan kepalanya, tak lama ia tertidur pulas di mobil Ersya.
~ Dirumah keluarga Wijayanto.
Sampailah mereka berdua di rumah Wijayanto. Ersya melihat ke arah Angel, dia terus menatapnya melihat betapa polosnya jika Angel tertidur. Ersya turun dari mobil, membuka pintu mobil satunya, Ersya mengangkat tubuh Angel dan membawanya ke dalam rumah. "Ersya dia kenapa?" tanya khawatir mama Ersya, "Dia hanya ketiduran" jawab Ersya, "Astaga, bawa dia ke kamarmu" ujar Luna. Ersya membawa Angel ke kamarnya. Menidurkan Angel di kasur empuknya dengan perlahan dan menyelimutinya.
"Apa, astaga apakah itu benar, aku setuju dengan kerja sama ini" teriak Rosa kegirangan, "Iya bu, saya akan segera menerimanya" jawab asistennya, "Ya ampun, seorang ceo tampan itu mau bekerja sama denganku, astaga, hmm aku akan mendekatinya, dan aku tidak akan membiarkan siapapun mendekatinya selain aku" ujar Rosa, "Aku yakin aku akan dapatkan Ersya" ucap Rosa percaya diri.
Angel terbangun dari tidurnya dia melihat ke arah langit\-langit, Angel merasa asing dengan langit\-langitnya. Ia pun teringat bahwa dia sedang berada di rumah Ersya. Angel bangun dan duduk di atas kasur. Ersya selesai mandi, ia pun keluar dengan memakai handuk di pinggangnya, dengan panjang di atas lutut. "Aaaaaaah" teriak Angel yang melihat Ersya, Angel melihat Ersya yang telanjang dada. Tubuhnya sangat atletis, dadanya seperti roti sobek. Angel langsung menutupi wajahnya dengan tangan. "Kenapa kamu tidak memakai baju" ucap Angel masih menutup wajah, "Apa urusannya denganmu" jawab Ersya, "Kau gila setidaknya kau berjaga\-jaga kan masih ada aku" ucap Angel, "Lagipula kau calon istriku, kau akan terbiasa" ucap Ersya.
Angel terkejut dengan perkataan Ersya. "Bukalah matamu aku sudah selesai" ujar Ersya. Angel membuka tangannya pelan, "Huuu" Angel menghela nafas panjang. Angel bangun melangkah, tiba\-tiba ia terpeleset oleh air dari tubuh Ersya yang berjatuhan. Angel jatuh dipelukan Ersya, Ersya terkejut pun tidak bisa menahan tubuh Angel, Ersya ikut terjatuh. Mereka berdua jatuh diatas lantai. Mereka saling menatap lama. Tangan Angel memegang pundak Ersya, tangan Ersya memegang pinggang Angel. "Apa kau selalu ceroboh" tanya Ersya, "Lagipula kau mandi airmu ikut denganmu" ucap Angel, "Apa kau belum mandi, kau sangat bau" ucap Ersya, "Apa, astaga, emang dasar pria dingin" ucap Angel sambil bangun dari pelukannya itu. Dari tadi mereka berdua bicara sambil memeluk secara tidak langsung.
•••
__ADS_1