
Di kamar, Angel sedang membersihkan diri di kamar mandi. Selesai Angel keluar dari kamar mandi, dia dikejutkan oleh Ersya yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi. "Astaga" kejut Angel, "Apa kau selalu membuat aku terkejut, tidak sabaran amat sih, kan bisa nunggu disana, aku juga nggak akan di kamar mandi terus kan, minggir" ucap Angel mencoba pergi tapi dihalang oleh Ersya. "Apaan sih, minggir nggak" Angel mendorong tubuh Ersya tapi tidak bisa, tenaga Ersya sangat kuat. "Oke, kau mau apa" tanya Angel, Ersya hanya diam dan menatap Angel sedari tadi. "Ya ampun, kau bahkan tidak menjawabku" ujar Angel. Ersya semakin mendekat, Angel berjalan mundur pelan\-pelan. "Stop, kau mau apa" Angel merasa khawatir, tapi Ersya masih terus berjalan maju. "Er, Ersya, kau, kau kenapa" Angel berjalan mundur, hingga mereka berdua di dalam kamar mandi. "Aaaah" Angel terpeleset oleh lantai kamar mandi, Ersya menangkapnya terlebih dulu sebelum dia jatuh. "Ceroboh" ucap Ersya, "Apa, kau yang tiba\-tiba mendekatiku" jawab Angel. Ersya masih merangkul pinggang Angel.
"Sudah katakan kau mau apa" ucap Angel, Ersya malah menatap Angel dan membuat Angel salah tingkah. Angel segera menutup mata Ersya dengan tangannya, "Kenapa kau menatapku" ujar Angel menutupi mata Ersya. "Apa kau marah" ucap Ersya, "Tidak" jawab Angel sambil melepas tangannya, "Jika tidak kenapa kau diam" ucap Ersya kembali menatap Angel, "Aku tidak marah, aku hanya kecewa denganmu, kenapa kau tidak bilang kalo Zelin menelfon, dia kan ingin membicarakan hal yang penting, kau tidak tahu kalo Rosa akan" Angel tidak melanjutkan perkataannya, "Astaga, hampir aja keceplosan" batin Angel, "Apa, Rosa akan apa" tanya Ersya, "Tidak apa\-apa, sudah aku ingin tidur" jawab Angel. Ersya semakin mengeratkan rangkulannya, "Oke oke, Rosa berubah menjadi baik, dan menurut Zelin dia merencanakan sesuatu untuk menyakitiku, sudah jelas" jelas Angel, "Aku tidak akan biarkan seseorang menyakitimu" ucap Ersya membuat Angel menatapnya. "Jantungku" jantung Angel berdebar\-debar saat ini.
Angel masih menatap mata Ersya, "Kenapa kau menatapku" ucap Ersya membuat Angel tersadar. Angel dengan segera memalingkan pandangannya, "Jantungku, sebaiknya aku pergi" batin Angel. Angel pergi meninggalkan Ersya di kamar mandi. "Huuu" nafas Ersya yang merasa lega Angel pergi, karena saat ini jantung Ersya berdebar sangat kencang. "Astaga apa aku jatuh cinta kepada Ersya, ahh, apa iya, ah, aku sebaiknya tidur" gerutu Angel sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Keesokan harinya, pagi sekali Angel, Seli, Keysa, dan Fany sedang berolahraga di taman samping villa. Mereka berempat sedang jogging keliling taman. Keringat sudah bercucuran, sudah lima kali mereka mengelilingi taman. "Udah, ha, udah, em aku, aku nggak kuat, gila ya ha, kamu semangat banget hari ini ha, ha" ujar Seli ngos\-ngosan. Pagi ini Angel antusias banget ingin olahraga. Sampai pagi sekali Angel ke villa Seli untuk mengajak mereka berolahraga. "Oke, oke kita istirahat dulu" sahut Angel, "Haduh nona, saya ha, sampai ngos\-ngosan ha" ujar Keysa, "Apalagi ha saya" sahut Fany, "Yaudah kalian istirahat aku mau lanjutin lagi" ujar Angel, "Eh gila, kamu nggak capek, semangat banget sih" tanya Seli, "Nggak tau, pengen aja lari" Angel melanjutkan jogging mengelilingi taman. Angel sangat menikmati udara segar pagi di kota ini. Meskipun keringat sudah membasahi tubuh Angel, tapi tidak mematahkan semangat Angel. Di tengah perjalanan joggingnya, Angel melihat Ersya sedang duduk di depan villa sambil melihat ke arahnya dengan meminum secangkir kopi.
Angel menghampiri Ersya yang sedang duduk, "Hai, kau harus ikut aku jogging oke" Angel menarik tangan Ersya. Waktu itu Ersya masih baru bangun tidur dan dia masih memakai kaos hitam polos dan celana panjang. Tapi meskipun begitu Ersya masih terlihat tampan dan gagah. "Tidak, kau saja" ucap Ersya, "Nggak boleh, kau nggak boleh nolak, ayo" Angel masih ngotot menarik Ersya supaya mau jogging dengannya. Akhirnya Ersya mengikuti kemauan Angel. Mereka berdua berjogging bersama, sesekali Angel mengajak Ersya balapan. Membuat canda tawa dalam kebersamaan mereka berdua. "Astaga lihat, mereka berdua sangat serasi" ujar Fany dari kejauhan, "Bagaikan Romeo dan Juliet" sahut Keysa, "Semoga mereka berdua selalu bersama dan bahagia selamanya yah" ujar Seli, "Iya semoga" kompak Keysa dan Fany.
Di kediaman keluarga Aditya, semua keluarga besar sedang akan sarapan pagi. "Pr sudah di kerjakan kan, jangan malas" ujar Saras, "Ah sudah ma" gerutu Lala, "Kenapa pakai dasi ini sih yah, kan bunda sudah siapkan di atas meja" ucap Ayu, "Maaf, ayah tidak tahu" jawab Heru, "Kebiasaan deh" sahut Ayu, "Papa sama mama hari ini kan kontrol, Doni antar ya, sekalian berangkat kerja" ujar Doni, "Boleh" jawab nenek Laras, "Papa suka itu" sahut kakek Fajar, "Hahaha" tawa Doni. Mereka semua belum mulai sarapan, mereka masih sibuk dengan urusan masing\-masing.
Pelayan mondar mandir membawa makanan satu persatu ke meja makan. "Bi tolong buatkan jus jambu ya" ujar Lala, "Siap" jawab bibi, "Terimakasih" sahut Lala. "Ayo semua sarapan, keburu makanannya dingin" ucap Ayu, "Mulai, Lala sudah lapar sekali" Lala segera menyendok nasi, "Eits, biasanya bagaimana, yang lebih tua dulu, jadi sabar" sahut Ayu, "Hehe maaf bunda" jawab Lala sambil menggigit sendoknya. Memang sudah tradisi mereka, bahwa pertama kali yang lebih tua dulu yang mendapatkan nasinya barulah keluarga lainnya.
Di kampus, Zelin datang bersama Mirza. Semenjak kejadian kemarin, mereka berdua menjadi sangat akrab. "Eh sebentar, akhir\-akhir ini Angel kok nggak masuk, kemana dia" tanya Mirza, "Oh, dia ada kerja sama di luar kota sama suaminya" jawab Zelin, "Oh" sahut Mirza, "Aku mau nanya dong, apa kakakmu bekerja sama dengan Rosa untuk menyakiti Angel" tanya Zelin, "Rosa, tidak sepertinya, tapi waktu itu Flashback on Mirza sedang menikmati acara di televisi. Vanessa pulang dengan keadaan marah dan terlihat sekali dia kesal, "Berani\-beraninya dia menjambakku di depan umum seperti itu, dia pikir dia siapa, model nggak laku aja bangga, dasar Rosa, lihat saja nanti" gerutu Vanessa berjalan menuju Mirza duduk. Mirza hanya menyimak perkataan kakaknya itu, "Hi malu banget aku" gerutu Vanessa, Vanessa melihat ke arah Mirza yang tidak mempedulikannya.
Semenjak Mirza tahu kebusukan Vanessa, dia tidak seperti biasanya yang amat sangat peduli dengan Vanessa. Sekarang dia lebih menghindar dari Vanessa, bahkan sudah tidak mau berbicara panjang dengannya. "Kenapa sih dek, akhir\-akhir ini kayaknya kamu ngejauhin kakak deh" tanya Vanessa, "Tidak, itu hanya firasat kakak aja, Mirza ngantuk, ke kamar dulu ya tidur siang" jawab Mirza. Flashback off.
"Kayaknya mereka nggak akur deh" ucap Mirza, "Oh, oh" sahut Zelin, "Kenapa, apa Rosa itu juga ingin menyakiti Angel" tanya Mirza, "Nggak tahu sih, tapi dari dulu dia tuh nggak suka banget sama Angel, dia tuh iri sama keberhasilan Angel" jawab Zelin, "Terus" sahut Mirza, "Waktu itu di supermarket, aku ketemu tuh sama dia, terus dia bilang mau minta maaf sama Angel, dan semenjak pernikahan Ersya dan Angel dia ke luar negeri, katanya sih dia mau menenangkan diri gitu, eh nggak taunya pulang\-pulang jadi baik gitu kan aneh" jelas Zelin, "Emm jadi gitu, tapi kita harus hati\-hati aja, dan kita juga harus selalu mengawasinya" jawab Mirza, "Tapi untungnya sekarang Angel di luar kota sama Ersya, jadi setidaknya kita bisa kan mengawasi Rosa itu" ujar Zelin, "Betul banget, kita harus cari kebenarannya" jawab Mirza, "Sekarang kita masuk ke kelas dulu, sebelum terlambat" sambung Mirza, "Baiklah" jawab Zelin.
__ADS_1
Di villa, Ersya dan Angel bersiap berangkat kerja masing\-masing. "Oh, Ersya" teriak Angel menghampiri Ersya, "Hari ini aku pulang malam ya, aku masih ada urusan" ujar Angel, "Terus" jawab Ersya, "Astaga, supaya kau tidak marah, dan menghukumku dengan peraturan nggak jelasmu itu, bye" Angel pergi masuk ke dalam mobil. "Peraturan nggak jelas, haha" batin Ersya sambil tersenyum manisnya itu. Di dalam mobil, Ersya sedang memikirkan tentang sikap lucu Angel.
Ersya yang sedang makan terhenti karena melihat Angel hanya melihat makanannya tidak memakannya. "Kenapa" ucap Ersya, "Tidak apa" jawab Angel, "Makan" ucap Ersya, "Ah tidak sekarang, nanti akan kumakan" jawab Angel, "Makan" ucap Ersya lagi, "Tidak, aku sudah bilang tidak" jawab Angel, "Jangan takut kalau aku berbuat nekad" ucap Ersya, "Aku tidak takut" jawab Angel. Ersya mendekatkan wajahnya ke wajah Angel, "A, apa dia beneran nekad" batin Angel. Ersya membuka resleting dress depan Angel, "Ahh, oke, oke aku makan, ya ampun kau sangat mesum" gerutu Angel menutup kembali resletingnya. Ersya menghentikan perbuatannya, kembali duduk normal. "Kau, haha" batin Ersya tersenyum sendiri melihat respon Angel.
Angel membuka bungkusan makanannya, menatanya dengan rapi. Dia memberikan satu porsi untuk Ersya. "Kau harus makan siang dulu" ucap Angel menyodorkan satu porsi makanan. Ersya tidak menghiraukannya, dia masih terus fokus dengan pekerjaannya di laptop. "Ersya, kali ini aja kau menurutiku, aku hanya ingin kau makan siang itu aja" ujar Angel membuat Ersya berhenti menatap laptopnya. Ersya mulai menyantap makanannya tanpa menjawab Angel. Angel tersenyum tipis melihat Ersya, Angel segera menyantap makanannya itu.
Di kantor, Ersya dan Angel telah selesai makan siang. Angel membereskan bekas makan mereka berdua. Tiba\-tiba Angel tidak sengaja menumpahkan jus buah yang di belinya tadi di kertas dan celana Ersya. "Ya ampun, aku benar\-benar minta maaf" ujar Angel, "A, a, aku tidak sengaja, aku sudah bilang jangan pernah kau ajak aku kemari, ini akan merepotkanmu, lihat sekarang berkas dan celanamu basah, aku tahu pasti berkas itu penting, aku benar\-benar minta maaf" Angel meneteskan air matanya sambil mencoba membersihkan tumpahan jusnya tadi di kertas. "Aku benar minta maaf, jika kau ingin marah atau pukul aku, aku terima, kehadiranku di sini hanya merepotkanmu" sambung Angel menangis. Angel sangat khawatir karena kertas yang basah itu, dia kira itu berkas yang sangat penting buat Ersya, karena kertas itu berada di samping Ersya. Angel tidak tahu kalau kertas itu hanya kertas yang berisi coret\-coretan Ersya. Ersya memang suka mencoret\-coret kertas sebelum dia mengerjakan pekerjaannya.
"Kau benar\-benar wanita yang tulus dan baik, aku sangat beruntung memilikimu" batin Ersya melihat Angel sibuk meniup kertas yang basah sambil menangis takut. Ersya menarik tubuh Angel ke pangkuannya lalu mengusap air mata Angel itu. "Kau kenapa begitu takut, itu hanya kertas coretanku, bahkan kalaupun itu berkas pentingku, aku tidak akan marah ataupun sampai memukulmu, kau tidak perlu menangis dan takut seperti ini" jelas Ersya menatap mata Angel sambil mengusap\-usap pipinya. "Ta, tapi celanamu bagaimana" jawab Angel, "A, aku takut kau marah, karena aku selalu merepotkanmu" sambung Angel, "Dan apa pernah kau melihatku marah" tanya Ersya, "Ti, tidak, ta, tapi celanamu" jawab Angel, "Aku bahkan bisa membeli seluruh celana di dunia ini, kenapa kau begini takut, aku tahu aku pria dingin, tapi aku tidak akan marah hanya karena masalah sepele" jelas Ersya, "Dan kau istriku, kenapa aku harus marah dan memukulmu hanya karena masalah sepele" sambung Ersya.
Angel terdiam dengan perkataan Ersya, jantung Angel terasa berdebar begitu kencang. Angel menatap Ersya dengan perasaan yang bercampur aduk, "Apa ini aku jatuh cinta kepadamu" batin Angel. "Kenapa kau diam dan menatapku" ujar Ersya, "A, aku tidak apa" jawab Angel memalingkan pandangannya ke arah lain. Ersya menarik pinggang Angel dan mendekatkan wajahnya itu. Ersya mulai mencium bibir Angel dengan lembut. Kali ini Angel tidak melawan, dia membalas ciuman Ersya dengan lembut. Ersya ******* bibir Angel dan mengabsen setiap isi mulut Angel. Angel hanya menurut tidak melawan. Angel melingkarkan tangannya di leher Ersya sedangkan Ersya menarik leher Angel dari belakang agar lebih dekat. Mereka berdua berciuman lembut.
Di kamar, Angel sedang membersihkan diri di kamar mandi. Selesai Angel keluar dari kamar mandi, dia dikejutkan oleh Ersya yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi. "Astaga" kejut Angel, "Apa kau selalu membuat aku terkejut, tidak sabaran amat sih, kan bisa nunggu disana, aku juga nggak akan di kamar mandi terus kan, minggir" ucap Angel mencoba pergi tapi dihalang oleh Ersya. "Apaan sih, minggir nggak" Angel mendorong tubuh Ersya tapi tidak bisa, tenaga Ersya sangat kuat. "Oke, kau mau apa" tanya Angel, Ersya hanya diam dan menatap Angel sedari tadi. "Ya ampun, kau bahkan tidak menjawabku" ujar Angel. Ersya semakin mendekat, Angel berjalan mundur pelan\-pelan. "Stop, kau mau apa" Angel merasa khawatir, tapi Ersya masih terus berjalan maju. "Er, Ersya, kau, kau kenapa" Angel berjalan mundur, hingga mereka berdua di dalam kamar mandi. "Aaaah" Angel terpeleset oleh lantai kamar mandi, Ersya menangkapnya terlebih dulu sebelum dia jatuh. "Ceroboh" ucap Ersya, "Apa, kau yang tiba\-tiba mendekatiku" jawab Angel. Ersya masih merangkul pinggang Angel.
Angel dan klien kerja samanya itu sedang membuat sebuah produk make up baru. Dia diajak keluar kota ini untuk membicarakan tentang pembuatannya, dan pemilihan bahannya. Mereka menginginkan Angel sendiri yang memilih bahan yang bagus untuk produk make up tersebut. Sedangkan Ersya, dia datang ke kota ini karena ada pekerjaan yang harus ditangani langsung oleh dia. Perusahaannya di kota ini untuk waktu ini membutuhkan arahan langsung oleh Ersya. Perusahaan Ersya terhitung sudah banyak bercabang di seluruh dunia. Sesekali perusahaan membutuhkan kedatangan langsung oleh Ersya.
Angel dan Ersya memiliki sifat yang sama, pekerja keras dan mandiri. Adapun sifat yang sama dari mereka yaitu tidak pernah mengeluh, secapek apapun masing\-masing dari mereka tidak pernah memperlihatkan itu kepada siapapun. Tapi mereka berdua juga memiliki sifat lain. Angel itu, dia orangnya penyayang, berani, dan tidak tegaan. Sedangkan di balik sifat dingin dan hemat bicara Ersya, dia mempunyai sifat yang lembut, peduli, dan baik hati. Mereka berdua memang sangat cocok.
Angel beserta kliennya sedang ada di laboratorium. Mereka sedang menguji coba produk mereka. Mengurangi atau menambah bahan untuk pembuatan produk mereka. Sesekali Angel menjelaskan mengapa dia memilih bahan tersebut dan apa saja manfaat bahan tersebut. Angel memang wanita yang sangat cerdas dan pintar. Angel satu persatu menjelaskan dengan lantang dan jelas tanpa berbelit. "Jadi menurut saya lebih baik bahan yang ini sedikit di kurangi ya, dan lagi untuk varian bagaimana kalau kita membuat 5 varian langsung" ujar Angel, "Saya percayakan dan serahkan semua kepadamu nona, dan satu lagi nona, aku mau produk ini juga namanya hasil dari nona juga" jawab kliennya tersebut, "Oh boleh, tapi apakah saya boleh berpikir terlebih dahulu" tanya Angel, "Haha nona tidak usah buru\-buru, kami tidak meributkan soal itu" sahut klien tersebut. Mereka melanjutkan obrolan pekerjaan mereka.
Hari sudah mulai malam, waktu menunjukkan pukul 18.00. Ersya sudah pulang dan sedang makan malam. "Maaf tuan, anda boleh istirahat, nanti saya dan para pelayan lainnya yang akan menunggu nona pulang" ujar kepala pelayan tersebut, "Tidak, biar aku yang menunggunya" sahut Ersya, "Baiklah tuan, kami permisi dulu" jawab kepala pelayan. Ersya melanjutkan makannya hingga selesai. Ersya pergi masuk ke dalam kamarnya, seperti biasa membersihkan diri dan berganti baju.
__ADS_1
Waktu sudah pukul 23.00, Ersya masih terbangun untuk menunggu Angel. Dia menyibukkan diri dengan pekerjaannya di laptop. Di sisi lain, Angel pulang bersama asistennya itu. "Mari nona biar saya antar sampai depan pintu" ujar Keysa membukakan pintu mobil untuk Angel. Keysa mengantarkan Angel sampai di depan pintu villa. "Terimakasih, saya masuk dulu, kamu segera istirahat" ucap Angel, "Baiklah, saya permisi pergi" jawab Keysa, "Eh eh, besok kita kan sudah nggak ada kerjaan, bagaimana kalau kita jalan\-jalan, kamu temenin saya, dan cari tempat yang rekomendasi di kota ini oke" ujar Angel, "Siap nona, saya akan laksanakan" jawab Keysa.
Angel menaiki tangga menuju kamar, "Aduh capek banget" gerutu Angel. Dia membuka pintu kamarnya, dilihatnya Ersya masih belum tidur dan sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya. "Loh kau belum tidur, kenapa? Apa kau lapar" ucap Angel menghampiri Ersya di kasur. "Tidak" jawab Ersya, "Oh.. Yaudah kalau gitu" Angel bergegas pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ersya menutup laptopnya menaruhnya di atas laci samping tempat tidurnya. Beberapa menit kemudian, Angel keluar dari kamar mandi, dia melihat Ersya sudah tidur. Angel juga naik ke atas kasur, "Apa dia nungguin aku" batin Angel, "Kasihan" batin Angel.
Dia menaikkan selimut sampai di dada Ersya. "Astaga tampan banget kalau tidur begini ya" batin Angel. Angel melihat ke arah rambut Ersya yang menutupi keningnya itu. Lalu Angel mengusap\-usap rambut Ersya hingga tidak menutupi keningnya lagi. "Sudah, gini kan nggak ngeribetin" batin Angel, "Sebaiknya aku tidur dan besok aku mau jalan\-jalan" sambung Angel dalam hati. Tak lama Angel sudah terlelap, sebenarnya dari tadi Ersya belum tidur, dia hanya berpura\-pura tidur. Ersya menarik tubuh Angel dengan pelan, supaya menghadap ke arahnya. "Emm" rintih Angel tidur, Ersya mengusap\-usap rambut Angel agar tidak terbangun. "Kau sangat cantik" bain Ersya, dia mencium kening Angel dan membawa Angel dalam pelukannya.
Keesokan pagi hari, di villa Seli, Fany, Keysa. Mereka sedang sarapan pagi bersama. "Hari ini kamu jalan\-jalan sama Angel ya" tanya Seli, "Iya bu" jawab Keysa, "Enak banget sih, udah nggak ada kerjaan" sahut Fany, "Nggak boleh ngeluh" jawab Keysa, "Tolong jaga Angel ya, rada khawatir deh apalagi disini dia nggak kenal siapa\-siapa" khawatir Seli, "Saya juga ikut khawatir" sahut Fany, "Pasti, nanti juga ada empat bodyguard yang jagain kita" jawab Keysa, "Yasudah hati\-hati" ujar Seli, "Pasti bu" jawab Keysa. Di Villa Ersya dan Angel, mereka berdua masih tidur dengan keadaan Angel merangkul tubuh Ersya dan Ersya telentang sambil tangan kirinya merangkul pundak Angel, sedangkan tangan kanannya memegang tangan Angel yang merangkul tubuhnya itu. "Emm" rintih Angel, "Loloh, astaga Angel kenapa pakek peluk segala, tanganku pakek di pegang lagi" batin Angel, "Hmm" rintih Ersya, "Aduh, sebaiknya aku pura\-pura tidur" batin Angel. Dia berpura\-pura tidur supaya tidak ketahuan Ersya.
Ersya bangun melihat Angel masih tertidur. Ersya menarik tubuhnya bersender, mengusap\-usap rambut panjang milik Angel. Dia menarik selimut sampai menutupi tubuh Angel. Ersya bangun dengan pelan\-pelan, membenarkan tubuh Angel supaya lebih nyaman. Menyingkirkan rambut Angel yang menutupi keningnya. "Kau sangat baik" ucap Ersya sambil mencium kening Angel lalu pergi masuk ke dalam kamar mandi. Angel membuka matanya terkejut, "Astaga, astaga, jantungku" jantung Angel mulai berdebar sangat kencang. "Dia itu orangnya lembut juga, astaga jantungku kenapa sih" batin Angel, "Rugi banget si Vanessa itu, dia itu kan orangnya baik, lembut lagi" sambung Angel dalam hati, "Eh eh, Angel apaan sih" ujar Angel, "Ah sebaiknya aku membuat kopi, aku ingin kopi" Angel pergi ke dapur untuk membuat kopi.
Ersya bangun dengan pelan\-pelan, membenarkan tubuh Angel supaya lebih nyaman. Menyingkirkan rambut Angel yang menutupi keningnya. "Kau sangat baik" ucap Ersya sambil mencium kening Angel lalu pergi masuk ke dalam kamar mandi. "Astaga, astaga, kenapa aku mikirin dia sih, enggak, Angel kamu jangan melayang gini dong" gerutu Angel, "Lebih baik aku ke taman" sambung Angel. Angel segera berjalan pergi, tapi langkahnya terhenti karena Ersya. "Dasi?" ucap Ersya, "Dasi, oh iya, sebentar" Angel mengambil dasi Ersya di kamar. Selesai, Angel kembali menghampiri Ersya. "Bi, biar aku pakaikan" ucap Angel ragu, Angel memakaikan dasi Ersya. "Selesai" ucap Angel sambil merapikan jas Ersya. "Nih" Ersya memberikan sebuah kartu ATM, "Buat" tanya Angel, "Kau belanja" jawab Ersya, "Ah, tidak, tidak, aku masih punya uang" ujar Angel, Ersya masih menyodorkan kartunya. Angel tidak mau mengambilnya, karena menurutnya dia masih punya uang untuk keperluannya dia.
"Aku suamimu dan kau istriku, dan ini uang nafkahku untukmu, aku tidak mau ada bantahan, dan kartu ini unlimited, kau gunakan ini semaumu, paham" jelas Ersya, Angel hanya menatap Ersya dengan dalam, "Pa, paham, ta, tapi kan" jawab Angel, "Tidak ada tapi, sekarang kau ambil dan buatkan aku kopi" ucap Ersya pergi duduk di meja makan yang sudah banyak makanan yang disiapkan oleh para pelayan. "Nafkah, iya juga sih dia kan suamiku" ucap Angel sambil memegang kartu ATMnya, "Sebaiknya aku buatkan kopi untuknya" sambung Angel.
Tidak lama, Seli dan Fany datang, "Selamat pagi tuan" ucap Seli, "Pagi nona Angel" sapa Fany, Angel sedang membawa secangkir kopi untuk Ersya, "Selamat pagi" jawab Angel sambil duduk dan menikmati makanannya, "Apa kalian sudah makan" tanya Angel kepada mereka berdua yang berdiri di depan meja makan. "Sudah kok" jawab Seli, "Bu, sebaiknya kita pergi deh, kita tunggu aja di ruang tamu" bisik Fany, "Oke" jawab Seli, "Maaf tuan, saya dan Fany akan menunggu anda di ruang tamu" ujar Seli, Ersya hanya tersenyum tipis. Mereka berdua pergi ke ruang tamu.
Di kantor Ersya, Vanessa disana mencari tahu keberadaan Ersya. "Terimakasih ya pak" ujar Vanessa pergi ke dalam mobil. "Ke luar kota, besok baru pulang, sebaiknya besok aku temuin dia" ucap Vanessa. Rosa sedang istirahat di bawah tenda, "Oh, dia ada pekerjaan di luar kota, besok baru pulang, sebaiknya besok aja aku temui dia" ujar Rosa, "Iya bu, saya akan memberitahu tentang pertemuan ibu ini sama asisten Keysa" jawab asisten Rosa. Di sebuah butik batik di kota A, Angel dan Keysa sedang mencari baju batik disana. Ke empat bodyguardnya memantau mereka dari kejauhan. Kring.. Kring.. "Iya" jawab Keysa, "Maaf, apa besok nona Angel bisa bertemu dengan bu Rosa" tanya asisten Rosa, "Sebelumnya maaf, untuk besok sepertinya jadwal nona Angel agak sibuk sampai sore" jawab Keysa.
"Oh, bagaimana kalau malam harinya" sahut asisten Rosa, "Untuk itu saya akan menanyakan kepada nona Angel terlebih dahulu" jawab Keysa, "Maaf nona, bu Rosa ingin bertemu dengan anda besok malam" tanya Keysa, "Besok, bukannya kamu tahu, besok aku ada pindahan, malamnya boleh, kamu temani saya" jawab Angel, "Iya oke nona, siap" jawab Keysa, "Iya, anda masih disana" ucap Keysa, "Oh masih, apa bisa", "Ya nona Angel bisa" jawab Keysa, "Syukurlah, nanti tempatnya saya akan kirim lewat chat", "Baiklah" jawab Keysa.
__ADS_1
Happy Reading •••