
~ Dirumah sakit milik Amelia Wijayanto
"Nenek" panggil seorang wanita. Wanita paruh baya dan cucunya itu pun menoleh. "Cucuku, aku sudah mencarimu di semua sudut rumah sakit ini" ucap nenek Desi, "Iya apa kau tega, kami hampir tersesat di rumah sakit besarmu ini" gurau Ersya yang membuat nenek dan kakak Amel pun tertawa. "Perusahaanmu malah jauh lebih besar, apa kau tidak tersesat saat kau ingin buang air kecil" canda kakak Amel. Ha... Ha... Ha.. Tawa nenek. "Ku anggap ini pujian" ucap Ersya, "Oke terserah lah" jawab kakak Amel.
~Di parkiran rumah sakit.
"Oke pelan-pelan nek" pintaku pada nenek sambil menggenggam lengan nenek. "Ish.. Nenek tidak terkena sakit parah, nenek bisa jalan sendiri" gerutu nenek sambil melaju lebih dulu dan melepas genggamanku.
__ADS_1
~Di dalam Rumah sakit.
Sampai di depan resepsionis. Dan seorang pelayan yang siap mengantarkan ke ruang periksa. Kata nenek ini adalah rumah sakit cucu dari teman nenek. Nenek dan temannya itu sangat akrab. Aku belum pernah melihat bahkan mengenalnnya. "Astaga aku lupa membawa tasku" gerutuku sambil menggaruk kepala. "Nek aku ke parkiran dulu mengambil tas, oke" pintaku sambil berjalan menuju parkiran. "Dasar anak muda". Sesampainya di parkiran aku mengambil tasku didalam mobil. Kulihat layar ponselku *2 panggilan tak terjawab* dari sekertarisku Keysa. Ku telpon kembali "Iya Keysa ada apa" ucapku, "Maaf bu mengganggu, nanti malam kita ada makan malam dengan perusahaan Arion Dexo" ucap Keysa dengan nada sedikit takut. "Kenapa mendadak sekali, apa kau lupa hari ini aku tidak mau diganggu" jawabku sambil menggenggam erat tasku.
Perusahaan Arion Dexo adalah nama perusahaan milik Ersya. "Maaf bu, mereka mengajukan pertemuan malam ini" ucap Keysa, "Ya aku akan pergi" jawabku dengan memutar bola mataku. "Saya akan menjemput anda dengan tepat waktu bu, terima kasih, maaf telah mengganggu" ucap Keysa dan aku langsung mematikan panggilannya. Memang benar hari aku tidak ingin diganggu dengan pekerjaan, tapi apa boleh buat.
__ADS_1
"Laras" panggil seorang wanita paruh baya yang melambaikan tangannya, "Desi, ya ampun, kita berjumpa disini" balas nenekku. Mereka saling berpelukan dan mencium satu sama lain. "Nenek Laras" panggil wanita cantik yang ada di samping nenek Desi. "Cucuku Amel, kau makin cantik saja" jawab nenek sambil memeluk kak Amel. "Haduh bisa saja nenek" balas kak Amel, "Oh yah apa kamu kesini dengan menantuku? " tanya nenek Desi. "Apa ini sudah resmi" gurau nenek sambil tertawa. "Aku lihat di majalah dan televisi sepertinya Angel makin cantik saja, benar kan nek?" tanya kak Amel kepada nenek Desi. "Itu benar, terakhir aku bertemu dia masih kecil dan tak mengenaliku" ucap nenek Desi sambil menekuk wajahnya. "Hahaha, nanti dia akan mengenalmu" jawab nenek Laras.
Tak.. Tak.. Tak. Tak lama terdengar suara langkah kaki. Datanglah seorang pria tampan menghampiri mereka. "Ayo nek kita pulang" ucap Ersya, "Ersya, perkenalkan ini nenek Laras, apa kau masih ingat? " tanya nenek Desi, "Halo Ersya" sapa nenek, "Oh nenek" jawab Ersya sambil mencium punggung tangan nenek. "Tampan sekali, nenek sampai tak mengenalimu" kata nenek sambil mengusap rambut Ersya. "Mari, aku mau pulang dulu, jaga kesehatanmu" balas nenek Desi sambil memeluk nenek. "Iya kamu juga, hahaha" gurau nenek. "Permisi nek" ucap Ersya mencium tangan nenek dan langsung pergi meninggalkan nenek dengan kak Amel. "Ayo nek Amel periksa" ajak kak Amel. Dan mereka berjalan menuju sebuah ruangan.
__ADS_1
Aku berjalan ke arah resepsionis bertanya dimana ruangan tempat nenekku berada. Langsung ku cari ruangan tersebut. Semua orang di rumah sakit melihat aku dengan tatapan terpesona. "Wah itu kan model terkenal itu" "Iya cantiknya" "Aku mau berfoto" "Ya ampun ternyata lebih cantik dari pada di majalah" "Manisnya" dan masih banyak lagi. Sebelum aku di kejar-kejar aku segera mungkin menaiki lift dan menuju tempat nenekku berada. Dan aku menemukannya.