Jodohku Dari Perjodohan

Jodohku Dari Perjodohan
5> Lagi-lagi


__ADS_3

* Author pov*


Matahari sudah terbenam, menandakan waktu sudah malam. Dikamar Angel ia bersiap-siap untuk makan malam bisnis. Ia memakai dress biru tua, area leher terbuka dengan lengan shabrina. Sedikit motif bunga bawah dressnya. Rambut dibiarkan terurai sedikit aksen curly gantung. Ia memakai anting panjang emas putih, sepatu high heels berwarna putih. Riasan wajahnya natural tidak terlalu berlebihan, walaupun jika tidak berias dia tetap cantik. Sambil membawa tas berwarna biru tua ia turun kebawah. Angel melihat asistennya sudah menunggu dan siap untuk berangkat. "Ayo" ucap Angel sambil berjalan keluar.


~Di rumah wijayanto


Ersya bersiap, ia menggunakan jas ketat berwarna cream, kemeja dalam berwarna hitam, nan membentuk tubuh atletisnya. Dengan rambut ditarik kebelakang, sedikit ada anak rambutnya menutupi keningnya. Ya itu yang membuat mempesona, ckck. Dia turun dari tangga dan bersiap untuk pergi. Masuk kedalam mobil mewahnya, dengan di ikuti oleh sekretarisnya.


Di dalam mobil, "Apa dia model yang bagus" ucap Ersya sambil memainkan tabletnya. "Oh sudah pasti tentu pak, dia sangat bagus, dan profesional, bahkan dia model yang terkenal di dunia, cantik, ramah, dan elegan" jawab sekretaris Fany dengan penuh semangat, mengapa? Karena dia sangat menyukai Angel, bisa dibilang fans beratnya. "Hem" balas Ersya sambil menatap ke arah luar mobil.

__ADS_1


Angel turun dari mobil dengan di ikuti asisten Keysa dan 2 pengawal. "Kenapa aku diajak makan malam oleh perusahaan ini?" tanya Angel sambil berjalan, "Mereka ingin ibu menjadi sampul majalah mereka", balas Keysa. Angel hanya mengangguk dan masih berjalan menuju kedalam restoran.


Di sisi lain Ersya berjalan menuju kedalam restoran dengan di ikuti oleh sekretarisnya. Ersya dan sekretarisnya sampai terlebih dahulu, dia duduk dengan sekretarisnya berdiri disampingnya sambil menunggu kedatangan model yang ingin dia ajak bekerja sama.




Suasana menjadi dingin tak ada satupun mereka yang memulai pembicaraan. "Sebentar nona saya akan memesankan sesuatu untuk anda" ucap Fany dengan melambaikan tangan tanda ia memanggil pelayan. "Anda mau pesan apa nona" tanya Fany, "Cukup satu jus alpukat saja" jawab Keysa sambil tersenyum. Angel dan Ersya hanya diam dan saling menatap, bukan tatapan cinta melainkan tatapan sinis. "Bagaimana silahkan dimulai" ucap Keysa sambil mempersilakan Fany berbicara. "Ya, disini saya tidak akan banyak berbelit\-belit, kami ingin nona Angel menjadi sampul majalah perusahaan kami.bla.. bla..bla" sambil menjelaskan kepada Keysa, Fany menunjukkan kontrak kerja, dokumen dan lain sebagainnya. Tidak dengan Angel dan Ersya mereka hanya saling menatap, "Hish aku tidak mau berada disini lama\-lama" batin Angel yang masih menatap tajam mata Ersya. "Oke cukup penjelasannya, saya terima" ucap Angel yang menghentikan Fany berbicara.

__ADS_1



"Oke terimakasih, boleh anda tanda tangan disini" balas Fany sambil menyodorkan dokumen ke arah Angel. Angel dengan cepat menanda tanganinya. "Selesai, saya pergi" ucap Angel yang langsung meninggalkan tempat itu dan asistennya. "Maaf, jika ada perlu atau apa hubungi saya, terimakasih, malam tuan, mari" seru Keysa sambil membungkukan tubuhnya. Yang dibalas oleh Ersya senyum tipisnya. "Salam buat nona Angel" ucap Fany.



Di dalam mobil Angel menggerutu sambil memainkan ponselnya. Asisten Keysa masuk dan duduk di samping sopir. "Kita pulang pak" ucap Keysa sambil melihat bosnya lewat kaca spion, yang sedari tadi hanya menggerutu sambil memainkan ponselnya. Sampailah didepan gerbang pintu keluarga Aditya, sekuriti mulai membukakan gerbang sembari tersenyum. Asisten Keysa turun membukakan pintu untuk bosnya. "Silakan bu, besok mau saya jemput untuk pergi ke kampus?" ucap Keysa sembari berjalan dibelakangnya. "Tidak usah, pulanglah istirahat" jawab Angel. "Terimakasih bu, mari" sambil membungkukkan tubuh, Keysa pergi.


Angel menuju dapur, menuangkan air kedalam gelas. Bunda Ayu menuruni tangga, dia melihat Angel dengan wajah kesal. "Kamu kenapa? Makan malam bisnismu nggak berjalan lancar?" ucap Ayu sambil mangambil minuman di dalam lemari pendingin. Angel menaruh gelasnya di atas meja, berdiri dan membawa tasnya. "Tidak bun, semuanya lancar" balas Angel. Lalu Angel pergi menaiki tangga menuju kamar. Sampainya di kamar, Angel melepas high heelsnya membuang tasnya di atas kasur, dan merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil ia pandangi langit-langit atap. "Astaga kenapa tadi aku menerimanya" ucap Angel sambil terus memandangi langit-langit atap kamarnya. "Ah biarlah, aku harus tetap profesional" ucapnya sambil bangun dan menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2