Jodohku Dari Perjodohan

Jodohku Dari Perjodohan
6> Kamu lagi


__ADS_3

Matahari mulai terbit, hangatnya mulai menyelimuti tubuh Angel. Ia membuka mata, terdiam sambil melihat ke arah keluar jendela. Waktu menunjukkan pukul 7.00 pagi. Hari ini Angel ada kelas pukul 9.00, biasanya dia akan di antar oleh asistennya dan selalu di awasi oleh pengawalnya dari kejahuan. Sebenarnya Angel sangat risih harus di awasi dari kejauhan, tapi bagaimana lagi demi keamanan.



\*Flashback on\* waktu itu Angel ke kampus tanpa pengawal, dia kira akan biasa2 saja akan tetapi, belum ia masuk ke dalam pintu kampus semua orang2 sudah menunggu untuk menemui Angel untuk meminta foto, tanda tangan, pelukan dan ada yang sampai ingin menciumnya. Angel sadar akan itu ia lari menuju mobilnya dan melajukan mobilnya secepat mungkin. Semenjak dari itulah Ayah Angel bertindak, ia menemui pemilik kampus Angel untuk menjaga anaknya dan mempertegas mahasiswanya agar tidak bertindak rusuh kepada Angel. \*Flashback off\*.



Ayah Angel masih khawatir dan ia mengirimkan dua pengawal pribadi untuk Angel. Sejak saat itulah Angel sedikit khawatir dengan orang\-orang yang agresif seperti itu. Tetapi ia sedikit risih dengan diawasi oleh pengawalnya itu. Angel bangun menuju kamar mandi. Bersiap menuju kampusnya, waktu masih pukul 8.30. Ia siap berangkat dengan memakai kemeja lengan panjang berwarna soft pink, dengan dasi kupu\-kupu di leher, rok pendek di atas lutut berwarna putih. Angel mengikat rambut panjangnya ke atas. Riasan seperti biasa natural tetapi tetap elegan.



Bunda Angel menyiapkan makanan, Angel turun dari tangga melihat ayahnya tidak ada disana. "Kemana ayah, bunda? " ucap Angel sambil menarik kursi dan duduk, "Dia pergi ke luar kota selama 2 hari ini" jawab bunda sambil menyendokan nasi kesetiap piring disana. "Oh, kenapa tidak berpamitan sama Angel" gerutu Angel, "Aduh, kamu bukan anak kecil lagi, udah makan" jawab Ayu. Mereka semua makan tanpa mengeluarkan suara hingga selesai.

__ADS_1


~ Di tempat lain.


Hari ini Ersya menyetir mobilnya sendiri tanpa ditemani supir maupun sekretarisnya. Ersya menyetir mobilnya dengan fokus dengan tatapan dinginnya. Di tempat lain. Angel berangkat ke kampus menyetir mobilnya sendiri. Hari ini dia sangat senang dan bebas, karena tidak ada yang selalu mengawasinya. Angel menyetir sambil mendengarkan musik, tiba-tiba.. Bruuug... Dibelakang ada mobil yang menabraknya. Sebelumnya.. Kring.. Kring.. Ponsel Ersya bunyi. Dia mencoba meraih ponselnya di saku celana miliknya yang ketat. Ponselnya terjatuh ke bawah dia mencoba mengambilnya, meraih dengan tangannya. Tapi mobilnya tak terkendali dan menabrak mobil di depannya.


Angel terkejut dia membuka pintu mobilnya dan turun. Dia segera mendatangi pemilik mobil yang menabraknya. "Hei keluar, apa kau tak melihat ada mobil didepan mu, apa kau baru belajar naik mobil, cepat keluar, mobilku rusak karenamu" teriak Angel sambil mengetuk\-ngetuk kaca mobil. Pemilik mobil keluar dan Angel sangat terkejut ternyata pemilik mobil itu adalah seorang pria yang pernah menghinanya dan dia juga rekan kerja samanya, Ersya. Ersya menatap Angel, Angel pun menatap balik sambil mengeluarkan napasnya dengan kasar. "Astaga kau lagi" ucap Angel sambil berhenti menatap Ersya dan membuang pandangannya ke arah lain. "Setiap bertemu kau selalu saja ada masalah" ujar Angel, Ersya hanya diam tak mengatakan apapun. "Apa kau tidak bisa bicara, sekarang bagaimana dengan mobilku" teriak Angel. Ersya mengambil dompet di sakunya mengambil beberapa lembar uang seratus ribu dan menyodorkannya kepada Angel.




Ersya merasa tidak tahan dia menepikan mobilnya. Angel terkejut, dia mencoba membuka pintu mobil tapi tidak bisa. "Apa kau tak bisa diam dan bicara dengan lembut tanpa berteriak" bentak Ersya yang membuat Angel terdiam. "Sekarang apa maumu" tanya Ersya, Angel masih terkejut dengan bentakan Ersya. "Aku ingin kau minta maaf dan memperbaiki mobilku" jawab Angel. Ersya mengambil ponsel di sakunya dan menelepon seseorang. Angel hanya menatap keluar mobil "Dasar orang aneh" ucap Angel dengan lirih agar tidak terdengar oleh Ersya. Meskipun begitu Ersya masih mendengarnya.


__ADS_1


"Kau turun" ucap Ersya, "Apa, apa kau gila, lalu mobilku" jawab Angel yang terkejut, "Mobilmu sudah kuperbaiki, sekarang kau turun" balas Ersya "Lalu aku bagaimana apa kau" teriak Angel belum selesai langsung dipotong oleh Ersya, "Aku tidak peduli sekarang kau turun" ucap Ersya. Angel berpikir sejenak, dia tidak membawa tasnya, disini jalanannya sepi. "Tolonglah seditaknya kau panggilkan aku taksi" ucap Angel melembutkan suaranya. "Turun" tegas Ersya, "Oke setidaknya pinjamkan aku ponselmu" jawab Angel, "Tidak" jawab Ersya, "Oke antarkan aku ke kampusku", ucap Angel sambil memelaskan wajahnya, tapi Ersya tidak melihat sekalipun dia tetap melihat kedepan. Angel terus merengek di dalam mobil.



Waktu sudah pukul 9.30, Angel melewatkan kelasnya. Didalam mobil Ersya suasana menjadi sunyi dan hening. Angel masih tidak mau turun dari mobil Ersya. "Oke, dimana kampusmu" tanya Ersya, "Apa" jawab Angel terkejut. "Apa kau ingin turun" tegas Ersya, "Tidak tidak, kampus Universitas negeri" jawab Angel. Ersya menyalahkan mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat. "Untunglah, dia masih punya hati" batin Angel, "Eh gila nih orang, apa sebelum jadi ceo dia jadi pembalap, haduh, udah mendingan aku diam" sambung Angel dalam hati sambil memegang erat ganggang pintu mobil Ersya.



Sampailah dikampus Angel. Angel membuka pintu mobil dan turun, ia memikirkan mobilnya. "Dimana mobilku?" teriak Angel, Ersya melajukan mobilnya dan belum sempat menjawab pertanyaan Angel. "Heh apa kau gila, dimana mobilku, dasar perampok" teriak Angel sambil melihat ke arah punggung mobil Ersya yang melaju cepat.


Sebelumnya terima kasih untuk semua yang sudah baca novel saya, dan terima kasih juga untuk likenya 💗😇


Jangan lupa like dan kasih bintang limanya ya 😂 pantengin terus kelanjutannya, maaf jika membosankan, saya akan mencoba membuat ceritanya lebih menarik dan menegangkan, hehe 😁

__ADS_1


__ADS_2