
Keluarga besar Aditya sedang makan malam bersama sambil bercerita dan bercanda tawa. "Gimana bun persiapan pertunangannya?" tanya Ayah Angel, "Pastinya sudah 95% tinggal cari cincin sama baju keluarga aja" jawab bunda Angel, "Wah bagus dong" ucap Heru, "Jadi dilaksanakan di gedung?" tanya kakek Angel, "Engga jadi pa, soalnya gedung yang kita incar overload" jawab Ayu, "Lah terus dimana?" tanya nenek Angel, "Haha, sekalian memberi tahu Angel bahwa pertunangannya di laksanakan di pantai" ucap Ayu tersenyum bahagia, "Wah pasti seru banget" jawab Heru. Angel menyimak pembicaraan mereka, menelan satu persatu. "Ya ampun, gini banget rasanya dijodohin" batin Angel, mereka semua pandangannya tertuju ke arah Angel sambil menatap tajam.
"Gimana Angel suka nggak" tanya Ayu, "Ha, i, iya suka" jawab Angel terpaksa, "Baguslah, kalaupun kamu nggak suka juga pertunangannya masih akan jadi di pantai" sahut Ayu, "Astaga, kenapa tadi nanya" ucap Angel, "Cuma mastiin doang" jawab Ayu, "Udah makan ayo" ajak Heru. Di tempat keluarga Wijayanto. "Bagaimana hubungan kamu sama Angel? " tanya papa Ersya, "Baik" jawab Ersya, "Baguslah, besok kita ke rumah mereka untuk mencarikanmu cincin dan baju keluarga besar kita" seru mama Ersya, "Dan besok nenek sama kakek mau lihat tempat pertunangan kalian" ujar kakek Ersya, "Pertunangannya tinggal dua hari lagi, papa sudah tidak sabar punya menantu" seru Hendra, "Mama juga, haha" sahut Lupa.
Keesokan paginya Angel bersiap pergi dengan Seli, dia memakai dress longgar diatas lutut berwarna merah maroon, lengan panjang bagian pundak terbuka. Rambut terurai, bagian depan diselipkan di telinga. Sepatu sneakers putih polos bertali, membawa tas sling bag berwarna hitam. Dia turun untuk pergi, Angel mendengar suara tidak asing sedang mengobrol di ruang tamu. Ia mengintip di dinding yang menghubungkan antara ruang keluarga dan ruang tamu. Dilihatnya mama dan bundanya sedang asyik mengobrol. "Astaga aku lupa kalo hari ini mencari cincin" ucap Angel pelan. Angel berjalan menuju pintu garasi yang berada di pojok ruangan dengan sangat hati\-hati. Angel berhasil dia sampai di dalam garasi, ia segera lari keluar garasi dengan secepatnya. Bruug... Angel menabrak seseorang di depannya, "Aduh siapa sih" gerutu Angel sembari memegangi kening yang tertabrak dada seseorang itu.
Dilihatnya dari bawah, kaki yang panjang, celana ketat berwarna hitam panjang di atas mata kaki, tangan memegang kunci mobil, terakhir jas berwarna hitam dan kemeja dalam berwarna biru tua tanpa dasi, dan terbuka tanpa di kancing. Sampailah dia di wajah seseorang itu. "Sudah kuduga" ucap Angel, "Hehehe, maaf, aku pergi dulu ya" ujar Angel dan segera lari sebelum bundanya tahu. Tapi tangan Angel di tarik oleh Ersya, "Mau kabur" ucap Ersya, "Si, siapa, aku cuma mau be, beli eskrim di depan situ" jawab Angel terbata bata, "Astaga, aku ketahuan" ucap Angel dalam hati. "Aku bukan orang bodoh, kau keluar dari garasi, lari seperti maling yang tertangkap basah" ucap Ersya. Ersya seperti memergoki istrinya yang ingin kabur tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Angel yang tadi menundukkan kepalanya di angkat dan menatap Ersya, "Ayolah, apa kau tak ingin kabur juga, biarkanlah mereka yang mencari cincinnya, oke" mohon Angel kepada Ersya. Ersya malah menarik tangan Angel ke dalam rumah dan Angel hanya pasrah tanpa melawan. "Loh Angel, bukannya kamu di da..lam" ucap bunda Angel, "Oh oh oh, pasti kau ingin kabur bukan" sambung bunda Angel sembari berjalan menuju Angel berdiri. "Jawab bunda" ucap bunda, Angel berjalan bersembunyi di balik tubuh Ersya sambil memegang jas Ersya. "I, iya oke Angel meng, mengaku, Angel lupa bunda" jawab Angel takut, "Hah, apa, coba ulangi" bunda Angel berjalan ke belakang Ersya, "Aaa bunda, janganlah seperti anak kecil" ucap Angel memutari tubuh Ersya dan sekarang dia berada di depan Ersya dengan memegang dada Ersya. "Bunda berhenti" teriak Angel, ia tidak sadar kalau ia sedang memegang dada Ersya.
__ADS_1
"Lihatlah kau bahkan meminta pertolongan dengan Ersya" goda bunda Angel, Angel sadar dari tadi ia memegang Ersya, ia lalu melepaskan pegangannya, "Apaan sih" ucap Angel. Ersya berjalan menuju Luna berada yang sedari tadi liat kelakuan Angel dan Ayu itu. Ersya duduk di samping mamanya dengan senyum tipisnya. "Hahaha" tawa mama Ersya, "Sini duduklah, jangan hiraukan bundamu" sambung Luna. Angel menurut dia duduk di samping Luna satunya. Ayu berjalan di belakang Angel dan duduk di sofa tunggal samping Angel.
Mereka berempat berangkat ke sebuah toko emas terbesar di kotanya. Angel sibuk dengan ponselnya mengabari Seli bahwa dia tidak jadi pergi hari ini dengannya karena sedang mencari cincin pertunangan. \*Maafkan aku, hari ini aku sedang sibuk mencari cincin pertunangan, lain kali yah\* "kirim, oke sudah" Angel turun berjalan mengikuti Ersya yang sudah masuk duluan. "Dimana Ersya, tega banget sih" gerutu Angel, "Angel" panggil seseorang dari arah lain. Angel mencari orang yang memanggilnya. Dia mencari\-cari dan ternyata itu Mirza.
"Hei" sapa balik Angel, Mirza menghampiri Angel yang sedang kebingungan, "Kamu sedang mencari siapa, kelihatannya bingung sendiri" tanya Mirza, "Ah, a, aku lagi ca, cari bunda iya cari bunda" jawab Angel, "Astaga, kalau ketahuan bahaya, kan hubunganku ini masih dirahasiakan" batin Angel, "Kenapa gugup gitu, aku cuma nanya" ucap Mirza, "Hehe enggak kok, oh iya kamu ngapain kesini?" jawab Angel, "Aku sedang menemani mamaku" jawab Mirza, "Aku pergi dulu ya, mamaku sedang menunggu" sambung Mirza, "Oke, salam buat mamamu yah" jawab Angel. Mirza mengancungkan jempolnya dan pergi.
Dari kejauhan Ersya melihat Angel yang sedang berbicara dengan seorang pria. "Akrab ya" ucap Ersya sambil tersenyum nyengir seperti kuda. Ersya berjalan menghampiri Angel yang masih bingung mencari keberadaannya. Angel melihat Ersya sedang berjalan ke arahnya, "Kau berjalan sangat cepat" seru Angel, "Siapa" tanya Ersya, "Siapa, siapa apa? " jawab Angel, "Tadi" ucap Ersya, Angel masih kebingungan dengan perkataan Ersya. "Oh pria tadi itu? " tanya Angel, Ersya hanya menjawab ~hm~ yayaya dingin banget kan.
Bulat berbalut ukiran bungan di sampinya, dan ada berlian di tengah berwarna putih. "Ersya" panggil Angel, "Hm" jawab Ersya, "Aku mau yang itu" ucap Angel sambil menunjuk cincin yang dilihatnya tadi. Ersya melihat pilihan Angel itu, "Saya mau yang itu" ucap Ersya sambil menunjuk ke arah cincin itu. "Ini tuan, sama pasangannya" jawab penjaga ruko tersebut. Punya Ersya hanya berbalut ukiran bunga saja tanpa berlian di tengahnya. Ersya memanggil mama dan bundanya yang sedang menunggu di sofa. "Kita pilih ini" ucap Ersya, "Wow pilihan yang bagus" ujar mama Ersya, "Nanti kita akan bayar kalian keluar makan ya, kasihan Angel belum sarapan" jawab bunda Angel. Sedangkan Angel sedari tadi sibuk dengan ponselnya itu. \* Oke gpp kok, aku mengerti\* balas Seli. Ersya berjalan keluar ke arah mobilnya. "Sana ikut" ujar Ayu, Angel segera menyusul Ersya.
__ADS_1
Angel masuk kedalam mobil, "Kau selalu meninggalku" gerutu Angel. Tit.. Tit.. Tit alarm mobil Ersya berbunyi menandakan bahwa sabuk pengaman belum dipakai. Mobil Ersya memang sudah canggih, ini salah satu mobil yang Limited Edition, dia membeli ini pertama kali dari hasil perusahaannya. Ersya mendekatkan tubuhnya ke arah Angel, memakaikan sabuk pengamannya. Angel tertegun, hatinya berdebar, matanya menatap Ersya. "Tidak usah menatapku" ucap Ersya. Angel tersadar dari tatapannya. "Siapa" jawab Angel mengarahkan pandangannya ke luar kaca mobil.
~ Di Restoran.
"Gimana apa kamu sudah punya ide" tanya Rosa, "Belum bu saya bingung, jika kita lakukan hal yang mengancam nyawa nona Angel kita bisa di penjara" jawab asistennya, Rosa menatap tajam asistennya itu. "Astaga siapa yang ingin bunuh Angel, lagian aku nggak mau dipenjarakan" ucap Rosa. Di tempat parkir, Ersya keluar dengan Angel. "Bu lihat kenapa mereka bisa bersama gitu" ucap asisten Rosa, Rosa melihat ke luar restoran. Terlihat Ersya dan Angel sedang berjalan kedalam restoran. Mereka berdua duduk tak jauh dari tempat duduk Rosa dan asistennya. "Bu apakah kita samperin aja, untuk menyapa bagaimana" ucap asisten Rosa.
Mereka berdua memesan makanan, 10 menit makanan mereka datang. Angel melahap makanannya karena dia memang begitu kelaparan. Ersya melihat Angel yang begitu kelaparan sambil tersenyum tipisnya. "Apa lihat2" ucap Angel, Ersya memalingkan pandangannya dan kembali makan. Tbtb, dua orang menghampiri mereka. "Selamat siang pak Ersya" sapa Rosa, Ersya mengangkat kepala melihat Rosa. "Iya" balas Ersya, "Senang bertemu anda disini" ucap Rosa, Angel menyimak pembicaraan mereka. Rosa menghampiri tempat duduk Angel, "Bisa kamu pergi nona Angel, saya mau berbicara sebentar dengan pak Ersya" usir Rosa, "Astaga berani sekali ngusir aku, pengen banget dah ku jambak, Ersya juga kenapa diem aja, oke sabar Angel" ucap Angel dalam hati. Angel mengambil makanan serta minumannya dan membawanya ke meja samping mereka. Angel melanjutkan makannya sedangkan Ersya dan Rosa mengobrol tanpa menghiraukan Angel. "Rasain tuh" batin Rosa sambil melihat Angel yang sedang makan.
"Apa, astaga dia benar ingin cari ribut ya, aku akan jambak rambut dia kalau ketemu sama dia" ujar Seli dalam mobil, "Sekarang kamu masih di restoran kan aku akan jemput kamu" sambung Seli, "Jang... an" ucap Angel yang belum selesai tetapi sudah di matikan oleh Seli. "Ya ampun Seli" ucap Angel. Tak lama Seli datang dengan wajah kesalnya. Seli menghampiri mereka, "Selamat siang bos dan selamat siang nona yang tidak tahu diri" ucap Seli menatap tajam Rosa, "Angel mari kita pulang" ajak Seli sambil menggandeng Angel. "Eh aku belum bayar" teriak Angel yang sudah ditarik keluar oleh Seli. "Bukannya itu manajer anda tuan, berani sekali dia" ucap Rosa.
Penerbangan dari luar negeri landing hari ini, seseorang wanita turun dari pesawat dan disambut oleh seseorang pria. "Kau bertambah cantik" ucap pria itu, "Kau selalu memujiku" jawab wanita itu, "Ayo kak mama dan papa sudah menunggumu di rumah" ujar pria itu, "Apa mereka sehat Mirza, kakak sangat merindukan mereka" ucap wanita itu, "Bagaimana tidak sehat, aku selalu menjaganya" goda Mirza, wanita itu hanya tersenyum dan merangkul adiknya itu. "Kak Vanessa, gimana disana" tanya Mirza. Mereka berdua mengobrol bersama melepas rindu selama bertahun tahun tidak bertemu.
__ADS_1
"Vanessa kembali" ucap seorang pria, "Iya tuan dia baru saja sampai hari ini" jawab wanita itu, "Dia sekarang sedang menuju pulang ke rumahnya tuan Resta" jawab sekretaris Resta, Resta berdiri berjalan menuju jendela yang memperlihatkan keramaian di jalanan. "Oke kita lihat nanti" ucap Resta sembari tersenyum nyengir.
😇