
Angel berjalan menuju apartemen Ersya. "Merepotkan sekali" gerutu Angel. Angel segera membuka apartemen Ersya. Ia masuk kedalam, terasa hening tidak ada suara. Angel masuk ke setiap rungan satu persatu, "Dimana sih dia, bikin khawatir deh". Angel mencoba masuk kedalam kamar Ersya. "Ersya" panggil Angel sambil membuka pintu, dilihatnya Ersya sedang terbaring lemah di kasur. Angel berjalan menuju samping kasur Ersya dan menaruh rantangnya diatas laci. "Ersya kau kenapa" ucap Angel melihat Ersya sedang tidur dalam keadaan kedinginan dan pucat. "Apa kau sakit" Angel memegang kening Ersya. "Astaga panas banget" Angel segera ke dapur mengambil air dingin dan sebuah handuk kecil.
Angel duduk disamping Ersya tidur, ia mengompres kening Ersya. "Tampan banget kalau tidur" batin Angel, "Astaga sadar Angel" ucap Angel. Ersya merasakan kehangatan, dia mulai mencoba membuka matanya, dilihatnya sosok yang dia kenal. "Kau sudah bangun" ucap Angel. Ersya bangun menyenderkan tubuhnya di bidang kasur. Angel menaruh handuk kecil tadi ke sebuah baskom. Angel berdiri dan mengambil rantang tadi, "Aku kesini disuruh mama untuk mengantarkan ini" ujar Angel menyodorkan rantang ke arah Ersya.
"Kau makanlah" ucap Angel, Ersya hanya diam dan melihat ke arah rantang. "Setidaknya kau bicaralah sedikit, kau pasti belum makan dari pagi, apa kau tidak lapar" gerutu Angel sambil membuka rantangnya dan mulai menyuapi Ersya. "Tidak" tolak Ersya, "Astaga, kau sakit setidaknya makanlah sedikit, apa kau tidak lapar" ucap Angel. "Aku lemah untuk mengunyah" jaim Ersya, "Lalu, jam segini tidak ada orang jualan bubur" ucap Angel, "Oke aku akan masakan untukmu" sambung Angel.
Angel menuju dapur Ersya mencari bahan makanan tapi nihil tidak ada apapun di sana, hanya ada saos dan minuman dingin saja. Angel kembali ke dalam kamar Ersya, mondar mandir di dalam kamar. Jam sudah pukul 20.30 semua toko di dekat apartemen pasti sudah tutup. "Kunyakanlah untuk ku" ucap Ersya, Angel terkejut maksud Ersya apa. "Maksudnya" jawab Angel, "Kau kunyakan untukku" jelas Ersya. Angel berjalan ke samping kasur, "Oke bicaralah yang jelas" ucap Angel. "Kau makan dan kunyalah lalu berikan aku lewat bibirmu" jelas Ersya. "Apa" Angel terkejut sambil menutupi bibirnya. Ersya tersenyum tipis melihat Angel, "Kau calon istriku kenapa harus takut" ucap Ersya. Angel masih tidak percaya, "Meskipun aku calon istrimu, tapi kita belum resmi, dan lagian itu hanya alasanmu, kau sangat pintar mengambil kesempatan" jawab Angel.
"Tidak bisa ini tidak bisa, tapi kalau aku menolaknya kasihan dia pasti belum makan dari pagi, emang gila ya pria ini" batin Angel bingung, dia belum pernah berciuman sama sekali dan yang pertama dia lakukan dengan Ersya saat pemotretan. "Sini" jawab Angel, ia mulai duduk dan mengambil sesendok makanan lalu memakannya. Angel mengunyah dengan pelan, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Ersya, Angel masih ragu dia berhenti. Ersya segera menarik Angel dan mencium bibir Angel yang penuh makanan itu. Angel dibuat terkejut, sekarang mereka berdua berciuman. Ersya melumatnya dengan baik dan Angel hanya menurut. Ersya merasa bahwa benar ini adalah ciuman pertama Angel, karena Angel masih terlihat kaku. Ersya menarik pinggul Angel agar mendekat, Ersya menuntun Angel agar membuka mulutnya. Ersya tidak sengaja menggigit bibir Angel. "Aww" ucap Angel sambil mendorong tubuhnya ke belakang.
"Kau gila ya" ucap Angel, Angel membersihkan rantangnya yang makanannya hanya dimakan sesendok saja. Ia segera ke dapur untuk menaruhnya. "Astaga apa yang aku lakukan tadi" ucap Angel sambil memegang bibirnya, "Ya ampun bibirku" sambung Angel yang melihat ke arah kaca dapur. "Sudah jam setengah sepuluh lagi, kalau aku pulang sekarang takutnya ada apa2, tapi masak aku tidur disini" Angel kembali ke kamar Ersya, dan Ersya sudah tertidur pulas. Angel berjalan menuju Ersya dengan sangat pelan. Ia memegang kening Ersya memastikan apa sudah turun panasnya. "Lumayan" bisik Angel. Angel segera pergi dan mencari bad cover di lemari. "Aku akan tidur di sofa ini" ucap Angel. Ia melepas cardigannya dan membalut tubuhnya dengan bad cover dan segera memejamkan matanya.
"Angel kemana, kenapa belum pulang?" tanya bundanya khawatir, "Bunda, bunda dari tadi bunda mondar mandir, tenanglah Angel di apartemen Ersya, ayah tadi tanya sama manajer apartemen, katanya Angel di sana belum pulang dari tadi malam" jelas ayah Angel, "Mungkin dia ingin pulang tapi kemalaman" sambung nenek, "Iya, tenanglah" ucap kakek.
Di tempat lain, Ersya bangun dari tidurnya. Ia melihat sekelilingnya, Angel tidur dengan balutan bad cover. Ersya menghampiri Angel bermaksud memindahkannya ke kasur. Ersya mengangkat tubuh Angel, "Hm" rintih Angel. Ersya meletakkan tubuh Angel di atas kasur. Ersya berjalan ke kamar mandi, Angel terbangun dari tidurnya. Mencoba membuka matanya, "Heeem" , "Ha kok bisa di kasur, tubuhku" ucap Angel sambil memeriksa bagian tubuhnya. "Untunglah, dia kan mesum, siapa tahu aku di apa\-apain" ujar Angel. Dreeet Dreeet.. \*Bu hari ini kita ada pemotretan, saya akan jemput ibu jam 7 pagi ini\* pesan dari Keysa. "Jam 7, setengah jam lagi dong, astaga aku harus cepat pulang".
Angel bangun dan mengambil cardigannya di sofa. Dia berjalan menuju pintu kamar tapi langkahnya terhenti, "Kemana" ucap Ersya yang sedang berdiri di pintu kamar mandi hanya memakai handuk di pinggangnya. Pintu kamar dan pintu kamar mandi bersebelahan sehingga Ersya tahu Angel akan pergi. Angel terkejut dia melihat ke arah Ersya, kali ini dia tidak berteriak karena sudah sering dia melihat Ersya seperti itu. "Mau pulang lah" ucap Angel, Ersya berjalan menuju lemari pakaiannya. "Buatkan aku sarapan dulu baru kau boleh pulang" ucap Ersya, "Apa, kau lihat sendiri tidak ada apa\-apa di dapurmu, aku juga tidak mau berbelanja" jawab Angel.
Ersya mengambil ponselnya dan menelfon seseorang. Tak lama terdengar suara bel pintu, Angel segera membuka pintu dan dilihat tiga pelayan sedang membawa bahan makanan lengkap. "Permisi nona, ini pesanan tuan" ucap pelayan tersebut, "I, iya silahkan" jawab Angel. Pelayanan tersebut langsung masuk kedalam dapur. "Astaga tuan Ersya" gerutu Angel. Tiga pelayan pergi meninggalkan apartemen Ersya. Angel masih berdiri di depan pintu, Ersya keluar dari kamar sudah berpakaian rapi. "Kenapa masih diam, cepat masaklah" ucap Ersya . "Ah, lain kali ya, setengah jam lagi aku ada pemotretan, atau aku pesankan makanan untukmu?" jawab Angel, "Tidak" ujar Ersya sembari berjalan menuju dapur.
"Ya ampun kalau kau bukan calon suamiku aku membunuhmu sekarang ini juga" batin Angel, Angel menyusul Ersya ke dapur. Ersya sedang duduk di meja makan dengan memainkan tabletnya. Angel segera memasak mengambil semua bahan makanan dan memasaknya semua tanpa ada sisa. Empat puluh menit berlalu, Angel selesai dan menyiapkannya di meja makan. "Oke pekerjaanku sudah selesai, apa sekarang aku boleh pergi" ucap Angel, Ersya menaruh tabletnya, ia melihat semua makanan yang ada di meja. "Sana pergilah" ucap Ersya, "Ya ampun, bukannya terima kasih, malah ngusir" ucap Angel lalu pergi meninggalkan Ersya. Ersya sambil tersenyum tipisnya.
"Nona Angel apa kau tidak lihat sekarang jam berapa, model tidak tahu on time" ucap Rosa, hari ini Angel terlambat setengah jam. "Memang kenapa apa urusanmu, kau hanya model pengganti jangan lupa diri kau" ucap Angel ketus, memang hubungan antara Angel dan Rosa tidak begitu baik. Angel pergi meninggalkan Rosa dan asistennya itu. "Apa" ucap Rosa, "Arrggghh" kesal Rosa. Angel berganti pakaian di bantu Keysa dan siap untuk pemotrettan.
Angel mulai berpose disana disitu, berganti pakaian lagi, berpose lagi, berganti pakaian lagi dan berpose lagi. Matahari mulai terbenam setengah, hari sudah mulai sore dan Angel masih berfoto. "Ini minumannya bu" Keysa memberi sebotol minuman untuk Angel. Produser Angel berjalan ke arah Angel yang sedang duduk di bawah tenda. "Halo model terbaikku" sapa produser tersebut, "Hai" balas Angel sambil melambaikan tangannya.
"Setelah menikah apa kamu masih mau kerja?" tanya produser, "Iya dong pak, tahu sendiri saya bagaimana" jawab Angel, "Hahaha, iya iya kamu ini kan pekerja keras dan mandiri" ucap produser, "Kalau kamu nggak ada di dunia model tidak bisa dibayangkan siapa lagi yang akan menggantikanmu" sambung produser, "Tuh Rosa" ucap Angel sambil menunjuk Rosa yang sedang berfoto, "Haha, Rosa? dia tidak sebagus dan seprofesional dirimu" ujar produser, mereka melanjutkan mengobrol dengan santai dan sedikit canda tawa. Angel kembali berfoto lagi hingga tidak terasa langit orange menjadi biru gelap. Hari sudah malam waktu sudah pukul 21.00, Angel bersiap pulang dengan asistennya Keysa.
__ADS_1
Di tempat lain Seli sudah bersiap untuk pulang, dia berjalan menuju parkiran. Langkahnya terhenti dilihatnya seorang wanita sedang di parkiran. "Apa betul ya ini kantor Ersya, aku harus menunggu Ersya aku tidak mau kehilangan dia, akan ku batalkan pernikahannya pasti dia juga masih cinta denganku" ucap Vanessa di depan mobilnya. "Apa, siapa dia ingin membatalkan pernikahan Angel, masih cinta? oh pasti ini mantan kekasih bos, gawat aku harus kasih tahu Angel nih" batin Seli, ia lalu mengambil ponselnya di dalam tasnya. "Waduh ini sudah malam pasti Angel sudah tidur, besok aja deh" batin Seli, "Eh sebentar bos masih di dalam jika dia ketemu sama wanita ini hadeh bahaya" batin Seli.
Seli menghampiri Vanessa, "Maaf, anda sedang cari siapa" ucap Seli, "Oh, sa, saya mau cari pemilik perusahaan ini apa dia masih didalam?" tanya Vanessa, "Sudah kuduga" batin Seli, "Maaf sebelumnya bos saya sudah pulang dari tadi siang, dan kantor ini akan segera ditutup, anda bisa pulang sekarang" tegas Seli, "Oh, ta, tapi itu masih ada dua mobil" ucap Vanessa, "Itu mobil saya dan satunya lagi mobil teman saya" ucap Seli, "Maaf, tapi itu sepertinya terlalu bagus untuk pegawai di kantor ini" ucap Vanessa sambil menunjuk mobil milik Ersya, "Oh ternyata dia tidak mudah percaya ya" batin Seli, "Apa hanya seorang bos saja yang bisa membeli mobil semahal itu, anda jangan meremehkan saya ya, disini saya manager yang hebat dan gaji saya juga tinggi, anda ini siapa, beraninya menghina saya, oh apa anda ingin mencoba merayu bos saya" tegas Seli kesal, "Ah, haha, maaf, maaf, saya tidak bermaksud seperti itu, saya akan pulang, ya saya pulang" jawab Vanessa, "Ya sana pulanglah" sahut Seli.
Hari ini Ersya dan Angel melakukan foto pre\-wedding diatas gedung terbuka yang terlihat dibawa ada kota dan gedung\-gedung besar. Mereka sudah melakukannya selama setengah jam. Hari Angel sedang tidak enak badan ia terkena flu. Mereka berdua sedang berpose, Ersya merangkul pinggang Angel, sedangkan Angel memegang pundak Ersya sambil menatapnya. Tidak disangka, Hash..cing.. Angel menyemburkannya ke wajah Ersya. "Ah maaf maaf" ucap Angel, "Haha, nggak papa nona, sekarang istirahatlah dulu" ucap sang fotografer. "Maaf maaf aku tidak sengaja" ucap Angel sambil membersihkan wajah Ersya dengan tangannya. "Sudah" Angel pergi dibantu Keysa untuk mengangkat gaunnya. Mereka berdua duduk di bawah tenda, "Saya akan mencari makanan untuk anda" ucap Keysa, "Maaf, apa kau punya tisu" tanya Angel kepada Fany, "Tidak ada, sebentar saya akan membelikannya untuk anda" jawab Fany, "Iya" ucap Angel.
Hash..cihh.. Hash..cihh.. Hash..cihh.. "Astaga tidak ada tisu lagi" ucap Angel, Ersya memberikan saputangannya untuk Angel, "Makasih" Angel segera memakainya untuk membersihkan hidungnya. Hash..cihh.. Hash..cihh.. "Tuan nona kita mulai lagi pemotretannya. Ersya berdiri dan mendekat ke tempat duduk Angel, "Kau sakit" ucap Ersya, "Siapa yang sakit, ayo tinggal beberapa foto lagi" ucap Angel. Mereka berdua melanjutkan sesi fotonya, seperti biasa berganti baju dan berpose, berganti dan berpose.
Kali ini cukup mudah diatur mereka berdua oleh fotografer entah kenapa. Hari sudah semakin gelap. Semua mulai membereskan peralatan dan barangnya bersiap untuk pulang. Ersya mengantar Angel pulang, Angel sangat kelelahan hari ini. "Terimakasih, apa kau tidak mampir" ucap Angel, "Tidak" jawab Ersya. Angel segera masuk kedalam dan beristirahat dia sangat lelah.
Di kantor Ersya, "Akhirnya" teriak Seli, ia membereskan barangnya bersiap untuk pulang. Dia segera ke parkiran menuju mobilnya, langkahnya terhenti karena seseorang. "Maaf mbak, apa bos anda masih di dalam?" tanya Vanessa, "Astaga, dia lagi, aku lupa lagi memberitahu Angel, hem sebaiknya aku kerjai saja hari ini kan bos sama Angel sedang foto pre\-wedding" batin Seli, "Mbak kok diem" ujar Vanessa, "Oh tidak, bos masih di dalam sebentar lagi dia pulang, anda tunggu saja disini" jawab Seli lalu pergi masuk kedalam mobil, "Hahaha rasain" ucap Seli di dalam mobil. "Akhirnya, aku akan tunggu dia disini" ucap Vanessa.
Keesokan paginya, Angel masih terbaring di kasurnya. "Angel apa kau tidak enak badan" tanya bundanya, "Iya nih bun, Angel sedang flu" jawab Angel, "Astaga, minum obatmu" Ayu memberikan obat, "Tidak, Angel mau tidur aja" ucap Angel sambil menutupi tubuhnya dengan selimut. "Ya sudah tidurlah" Ayu pergi dari kamar Angel.
"Angel" panggil lembut Zelin sambil menggoyangkan tubuh Angel, "Hm" Angel memalingkan tubuhnya ke arah lain. "Kamu sakit" tanya Zelin, "Hm" Angel membuka matanya memalingkan tubuhnya ke arah Zelin, "Ngapain, aku cuma kecapekan" ucap Angel, "Makan yuk" ajak Zelin, "Aku nggak mood nih" jawab Angel, "Ayolah, habis itu kita ngejims" ucap Zelin, "Biar kamu sehat, pernikahanmu kan dua hari lagi, kamu nggak pengen kan terlihat lemes" sambung Zelin, "Iya, iya aku mandi dulu tunggu sana di bawah" ucap Angel.
Angel segera mandi dan bersiap. "Gimana sudah mendingan dia" tanya Ayu kepada Zelin yang sedang menuruni tangga. "Lumayan, Zelin mau ajak dia makan sama ngejims boleh kan bun?" tanya Zelin, "Boleh banget, dia lama nggak olahraga" ucap Ayu. Angel turun memakai jaket hitam kaos hitam dan celana levis hitam. Rambut dibiarkan terurai.
"Ayo" ajak Angel yang sudah berjalan keluar duluan, "Pergi dulu ya bunda" Zelin pamit sambil mencium bunda Angel. Mereka berdua pergi ke sebuah mall, mereka berdua pergi ke restoran untuk makan. "Aku yang pesenin, dan kamu harus habisin semua, oke" ujar Zelin memesan makanan. Tidak berselang lama makanan mereka datang. "Gila, sebanyak ini" Angel terkejut, makanan yang dipesan Zelin sangat banyak dan semuanya makanan sehat beserta jus.
"Harus, supaya kamu nggak sakit lagi" jawab Zelin. Mereka berdua menghabiskan makanan mereka tanpa sisa, karena Zelin memaksa Angel untuk menghabiskan semuanya. "Aku sudah kontekan sama struktur jims, jadi kita harus kesana karena sudah ditunggu" Zelin menyeret tangan Angel, mengajaknya ke sebuah tempat jims terbesar di mall. Mereka sampai, disambutlah oleh struktur mereka dan mengarahkan mereka ke sebuah ruangan pribadi. "Eh sebentar bukannya itu Ersya yah, astaga dia juga ngejims, ya ampun tubuhnya" ucap Zelin sambil memandang ke arah Ersya. Angel mengarahkan pandangannya ke arah Zelin memandang.
Ersya sedang memainkan ponselnya. "Sebaiknya kamu sapa deh" ucap Zelin, "Gausah, ayo kita sudah ditunggu" jawab Angel. Ersya melihat ke sekelilingnya, ia melihat Angel dan Zelin yang akan masuk ke ruangan jims. Angel dan Zelin mengikuti instruksi dari struktur jims mereka dengan serius dan semangat. 30 menit berlalu Angel dan Zelin beristirahat sejenak. "Kamu aneh ya, ada calon suami nggak disapa" ucap Zelin, "Biarlah, bentar ya aku mau ke toilet" Angel pergi ke toilet.
Angel membersihkan tangannya di wastafel. "Sering\-sering ah olahraga biar sehat" ucap Angel sembari mencuci tangannya. Ersya masuk kedalam toilet sambil membawa tas tangannya. Ersya melihat Angel sedang mencuci tangannya di wastafel. Angel menyadari kedatangan Ersya, "Sudah sembuh" tanya Ersya sambil mencuci tangannya. "Ha, sudah kok" jawab Angel, "Kamu sering kesini" sambung Angel, "Apa urusanmu" jawab Ersya, "Astaga, aku hanya bertanya, dasar pria dingin, aneh, nggak punya hati" gerutu Angel sambil berjalan pergi, tapi Angel terpeleset dan jatuh. Aaaah.. "Aduh" rengek Angel, "Ceroboh" Ersya berjalan menghampiri Angel dan jongkok di hadapannya.
__ADS_1
"Kau nggak lihat ini licin, sakit lagi" gerutu Angel, Ersya segera mengangkat tubuh Angel, "Eh turunin nggak" ucap Angel tapi tak di hiraukan Ersya. "Ersya tolonglah di luar banyak orang, kau nggak mau kan kalau mereka berfikir tidak\-tidak" teriak Angel. Ersya tidak membawanya keluar tapi ke tempat tunggu yang disana ada sofanya. Ersya menaruh Angel di sofa, Ersya duduk di sebelahnya dan menarik tubuh Angel untuk mendekat. "Eits, kau mau ngapain" Angel khawatir, dia melihat Ersya sedang mengambil handuk kecilnya dan mengusapi hidungnya. Angel melihat di handuk Ersya ada darah, "Aku, aku mimisan, ya ampun" ucap Angel, "Kalau belum tahu jangan asal berfikir yang tidak\-tidak" jelas Ersya, "Wajar dong, wajah\-wajahmu itu mesum" jawab Angel, "Kau sakit" tanya Ersya, "Tidak, cuma aku sudah lama nggak olahraga jadi gini" jawab Angel, "Sini biar handukmu aku cuci" sambung Angel.
"\*\*\*\*\* beneran nih Sel, kamu nggak salah" ucap Zelin, dia terkejut mendengar cerita Seli yang menceritakan kejadian kemarin malam ia bertemu dengan Vanessa. \*Flashback on\* Sewaktu Angel pergi ke toilet ponsel Angel berbunyi, Zelin melihat bahwa yang menelfon adalah Seli, jadi Zelin tidak ragu untuk mengangkatnya. Seli terkejut bahwa yang mengangkat teleponnya itu Zelin, tapi tidak menghentikan Seli untuk menceritakan kejadian itu. \*Flashback off\* "Terus bagaimana, bagaimana kalau dia mau menyakiti Angel, astaga masih ada di dunia ini orang yang kayak gitu" ucap Zelin, "Tenang, kan ada kita, aku kirim ya fotonya, aku ambil foto ini dari cctv di kantor, kamu lihat, jika dia ada di sekitar Angel kamu jaga dia, dan segera cepat ceritakan ini ke dia oke, aku mau kerja dulu bye" Seli mengakhiri panggilannya.
Zelin melihat foto yang dikirim oleh Seli, "Oh, kelihatan banget sih kalau dia jahat". Zelin memalingkan pandangannya ke sebuah kaca besar yang tertuju ke parkiran mall. "Eh sebentar, bukannya itu, eh iya itu wanita yang ada di foto ini, wah bahaya kalau dia bertemu Ersya dan Angel, astaga dia masuk ke mall lagi" Zelin sangat khawatir, dia segera mencari Angel berada tapi apa dia tidak ada di toilet. Zelin mencari ke setiap ruangan yang ada disana. Dan dia menemukan Angel dan Ersya sedang mengobrol di ruang tunggu. "Pas banget, sebaiknya aku kunci mereka berdua disini, selesai, sebaiknya aku mengikuti wanita itu supaya tidak kesini" Zelin mengunci Angel dan Ersya di ruang tunggu. Zelin bergegas untuk pulang dan menyudahi ngejimsnya.
Angel mengambil handuknya, di mencoba berdiri tapi masih sakit di punggungnya. Aaaw.. "Masih sakit lagi" batin Angel, Ersya melihat Angel sedang kesusahan untuk berdiri tapi tak menghiraukannya. Ersya melihat ke arah pintu yang tadinya terbuka sekarang tertutup, dia menghampiri pintu tersebut mencoba membukanya tapi nihil pintunya terkunci dari luar. "Hei kenapa" ucap Angel, "Apa yang terjadi" sambung Angel dia masih duduk di sofa. "Pintunya di kunci" jawab Ersya, Ersya kembali duduk di sebelah Angel, "Terus gimana, aku tidak mau disini" ucap Angel.
Ersya mengambil ponselnya di tas, dia mencoba menghubungi orang luar tapi ponselnya mati. "Astaga" kesal Ersya, "Ponselku di luar lagi" ucap Angel, "Kita tunggu" ujar Ersya, "Apa, kalau tidak ada yang sadar bagaimana" jawab Angel, "Kau kan bersama temanmu" sahut Ersya, "Iya Zelin, kita tunggu sebentar lagi dia juga akan mencariku" jawab Angel. Mereka berdua menunggu sudah hampir dua jam tapi tidak ada yang membukakan pintu.
Hari sudah malam tapi mereka berdua masih terkunci, mall juga sudah mulai tutup. "Berapa lama lagi ini" gerutu Angel, Ersya mengambil jaketnya lalu memakainya, dari tadi ia hanya memakai kaos singlet. Angel mulai mengantuk, dia menyenderkan kepalanya di pundak Ersya karena sudah tidak bisa menahan kantuk diapun tertidur di pundak Ersya. Ersya hanya diam dia juga merasa sangat mengantuk, diapun menyenderkan kepalanya di kepala Angel.
Keesokan harinya, kedua keluarga besar sedang panik mencari anak mereka. "Dimana mereka, besok hari pernikahannya tapi mereka berdua menghilang astaga" Ayah Angel sangat khawatir, dia mengirimkan beberapa orang untuk mencari Angel dan Ersya. "Bunda juga sudah menghubungi Zelin tapi tidak ada jawaban" sahut Ayu. Semua keluarga Angel sangat khawatir, apalagi bunda Angel dia sangat sedih.
Di rumah Wijayanto, Papa Ersya mencoba menghubungi Ersya tapi tidak ada jawaban, ia mencoba menghubungi semua orang kantor Ersya tapi mereka tidak tahu. "Pa, Ersya terakhir pamit kan dia ke tempat jims langganannya" ucap Amel, "Benar" Hendra langsung menyuruh orang untuk mencarinya disana. Mereka sangat panik karena berhubungan dengan hari pernikahan besok, mana bisa calon mempelai menghilang. Suruhan ayah Angel sampai lebih dulu, semua orang di mall terkejut. Suruhan ayah Angel segera menuju ruang cctv mereka melihat semua yang terjadi, tapi tidak melihat saat Zelin menguncinya karena disana tidak terpasang cctv, karena itu ruang pribadi. Mereka hanya melihat disaat terakhir Ersya dan Angel di toilet.
Tak lama suruhan papa Ersya datang mereka ikut mencari di toilet tempat jims, mereka mencari disetiap ruangan yang ada disana tanpa tersisa. Dan pada akhirnya mereka tertuju pada ruang tunggu yang tertutup itu. Mereka segera membukanya dan terlihat Ersya dan Angel sedang tidur saling bersender. Mereka lega akhirnya ketemu juga. Di kantor Ersya, "Gila kamu, gimana kalau mereka tahu kalo yang kunciin mereka, astaga kali ini kamu nekad parah" ucap Seli dalam telepon, "Aku juga nggak tahu kalo akan seperti ini, tapi tenang disana nggak terpasang cctv, jadi mereka nggak akan tahu" jawab Zelin.
"Aku takut banget malah kalau Angel disakiti oleh wanita itu, untung aku sempat ngikutin dia" sambung Zelin, "Memang dia kemana?" tanya Seli, "Gini aku ceritain, kemarin aku lihat wanita itu berjalan ke sebuah cafe disana, dia ketemuan sama Mirza teman kampusku, dan mereka cipika cipiki gitu, gila kan" ucap Zelin, "Hem, mungkin mereka punya hubungan" jawab Seli terpotong dengan teriakan Fany "Manajer Seli, akhirnya bos dan nona Angel sudah ketemu", "Oke Zelin kita lanjutkan nanti yah, mereka berdua sudah ketemu" Seli mematikan panggilannya. "Akhirnya" ucap Seli berpura\-pura tidak tahu. "Untunglah, cepat bawa mereka ke rumah Aditya" ucap papa Ersya, "Selamat" ujar kakek Ersya. "Oke aku tunggu" ucap ayah Angel dalam panggilan, "Kenapa yah" tanya bunda Angel, "Mereka berdua terkunci di sebuah ruangan ditempat jims, dan sekarang mereka menuju kesini" ucap ayah Angel.
"Tuan nona, mari kita pulang" ucap lembut suruhan ayah dan papa mereka berdua. Ersya dan Angel terbangun, mereka langsung terkejut melihat banyak orang di depannya. "Kalian, akhirnya, kalian suruhan ayah" ucap Angel, mereka semua tersenyum. Ersya dan Angel segera dibawa ke rumah Aditya. Di kediaman Aditya keluarga besar sudah berkumpul menunggu anak mereka. Ersya dan Angel datang, Angel melihat semua keluarganya ada disana, ia langsung melempar senyuman kepada mereka.
Mereka berdua di sambut dengan baik. "Kenapa kalian berdua bisa terkunci disana" tanya Heru, "Sepertinya pintunya rusak yah, aku juga tidak tahu" ucap Angel, "Dan kenapa kalian di ruangan itu, bukannya kalian berdua ngejims" tanya papa Ersya yang membuat Angel terdiam membisu. "Kenapa kalian diam, kalian nggak tau betapa khawatirnya kami semua, kalian menghilang sementara besok adalah hari pernikahan kalian" sambung Heru, "Jawab nak" ucap Luna, "Dia terpeleset dan aku menolongnya" jawab Ersya, "Iya itu benar, dan kami juga tidak berniat untuk kabur" jawab Angel.
Dikampus, Zelin sedang duduk di kursi taman. "Sebenarnya aku khawatir kalau mereka tau jika aku yang ngunci mereka" ucap Zelin sendiri. Mirza melihat Zelin sedang duduk di kursi taman, ia lalu menghampirinya. "Hari ini Angel tidak ke kampus ya" ucap Mirza, "Ya kan kamu tahu sendiri besok hari pernikahannya, ya kali dia ke kampus pasti dia sedang bersiap lah" jawab ketus Zelin, "Kenapa sih, kenapa coba dia nikah sama pria itu, padahal aku sayang sama dia" ucap Mirza, "Salah sendiri tidak mau menyatakan, udah aku cabut dulu" Zelin pergi meninggalkan Mirza, dia teringat akan perkataan Seli. Bahwa wanita itu dan Mirza saling mengenal. "Sebaiknya aku cari tahu nanti, sekarang sebaiknya masuk kelas dulu" ucap Zelin.
Happy Reading 😁
__ADS_1