
"Aduh capek banget aku" gerutu Resta sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang televisi. Ersya melepas jasnya, duduk di samping Resta. "Aku lapar ni Yon, beneran nggak ada makanan? " tanya Resta, ia memang memanggil Esrya dengan panggilan Rion, karena dia dari kecil kenal Ersya dengan nama Rion. "Nggak ada" jawab Ersya sambil memejamkan matanya. "Semoga aja ada bidadari cantik membawa makanan kesini, sumpah beneran aku lapar" gerutu Resta.
Di sisi lain, Angel sedang mencari apartemen Ersya. "Kata mama lantai 7 nomor 503, ah ini, astaga susah amat sih" Angel menemukan kamar Ersya. Dia berdiri didepan pintu sambil memencet bel. Ting Tong.. Di dalam apartemen, "Siapa tuh Yon, buka dong, siapa tahu itu bidadari cantik yang dikirim untuk mengantar makanan" ujar Resta. Ersya segera membukakan pintu, dia melihat di depan pintu Angel berdiri sambil membawa rantang hitam. "Hai, ini makanan buat kamu" ucap Angel sambil menyodorkan rantangnya. "Siapa Yon, kok nggak kamu suruh masuk?, astaga ini kan model cantik yang terkenal itu, foto dong, Yon kok kamu kenal sama dia, lalu kenapa dia kemari Yon, gila aslinya cantik banget, masuk cantik" histeris Resta dan dibalas Angel sambil tersenyum bingung.
"Masuk" ucap Ersya mengambil rantang tersebut, "Nggak ini udah malam, udah pukul setengah sembilan juga, aku pulang dulu" ucap Angel, "Eh sebentar cantik, mau di antar nggak, Yon siapa kamu sih, gila kamu biarin pulang aja, sendiri lagi" ucap Resta yang masih terkagum kagum dengan Angel. "Wanita yang akan dijodohkan denganku" jawab Ersya, "What, beruntung banget kamu, omg, baru aku tinggal 3 hari di luar kota, kamu sudah punya calon istri, kamu punya hutang cerita sama aku, sebaiknya kamu susul dia anterin pulang, cepet sono" pinta Resta.
Angel berjalan menuju bestmen apartemen. Angel menengok kebelakang dan dilihatnya Ersya. "Kenapa" tanya Angel, "Aku antar" ucap Ersya sambil mengambil kunci mobil Angel. "Nanti kamu pulang gimana, nggak usah aku bisa pulang sendiri" jawab Angel. Ersya mendekat ke arah Angel. "Masuk nggak" ujar Ersya, "Enggak aku bisa pulang sendiri" tegas Angel sambil menatap Ersya yang lebih tinggi darinya, sehingga dia mendongakkan kepalanya. Ersya menggendong Angel, berjalan menuju mobil Angel. "Ersya apa kau gila, cepat turunin aku, dasar gila" teriak Angel sambil memukul punggung Ersya. Ersya tak menghiraukan dia terus berjalan.
Ersya memasukkan Angel ke dalam mobil. Ia berjalan menuju kursi pengemudi. Ersya melajukan mobilnya, sambil terus menatap ke depan. "Astaga kenapa nih jantung" batin Angel yang dari tadi jantungnya berdebar. Sampailah di rumah Angel. Ersya memasukkan mobilnya di garasi, mereka turun dari mobil. "Terus kamu pulang gimana?" tanya Angel. Ersya mencari ponselnya di setiap saku, hasilnya nihil. Dia baru sadar kalau dia tidak pakai jasnya. Ersya melihat ke arah Angel, "Pinjam ponselmu" pinta Ersya, Angel memberikan ponselnya.
Ersya memencet nomor miliknya, "Halo siapa ini" jawab orang di seberang sana. "Jemput aku di rumah Angel" ucap Ersya, "Astaga Yon, ini nomor calonmu tapi nggak kamu simpan? kalau kau nggak mau sama dia aku siap menampung" jawab Resta. Angel mendengar perkataan teman Resta, "Emang aku apaan ditampung" batin Angel. Memang mereka berdua belum saling menukar nomor. "Diam dan cepatlah" ucap Ersya, Ersya menutup panggilannya. Resta menyimpan nomor Angel di ponsel Ersya dengan nama \* Sayang \*. "Haha" tawa bahagia Resta. Ersya mengembalikan ponsel Angel. Angel menyimpan nomor Ersya, "Siapa tahu perlu" batin Angel. Aaaaa.. Teriak Angel, ia loncat ke pelukan Ersya, tangan Angel melingkar di leher Ersya. Karena waktu itu ada kecoa di kaki Angel. "Kecoa, plis tolong kau usir dia" ucap Angel sambil memejamkan matanya di pundak Ersya.
__ADS_1
"Sudah" jawab Ersya. Angel membuka matanya melihat ke bawah, tapi dia masih memeluk leher Ersya. "Akhirnya" Angel bernafas lega, dia menatap Ersya, begitupun Ersya. Angel terkejut dia memeluk leher Ersya, ia melepaskan pelukannya. Mundur jauh kebelakang, "Maaf, maaf tidak sengaja" ujar Angel, "Kau selalu ingin dipelukanku" ucap Ersya, "Apa, jika bukan karena kecoa aku nggak akan peluk kamu" jawab Angel, "Bisa di hitung berapa kali kau memeluk ku" ujar Ersya, "Itu kan tidak sengaja, lagian siapa juga yang ingin memelukmu, pede banget sih" jawab Angel, "Kau memang ceroboh" ucap Ersya, "Dan kau gila" ucap Angel.
Tit.. Tit.. Suara mobil di depan rumah Angel. Ersya segera berjalan keluar dari garasi, di ikuti dengan Angel di belakang. Ersya masuk ke dalam mobil Resta. Resta membuka kaca mobil, di lihatnya Angel berdiri di gerbang rumahnya. "Kami pergi dulu ya cantik, bye" ucap Resta sambil melambaikan tangannya. Angel membalas dengan senyumannya. Mereka pergi pulang, Angel masuk ke dalam rumah menuju kamarnya. Semua keluarga Angel sudah tidur. Angel membersihkan dirinya, lalu ia merebahkan tubuhnya di atas kasur. "Astaga kenapa aku selalu memeluk Ersya" ucap Angel sambil menutup wajahnya dengan selimut.
Keesokan harinya di kamar Angel terdengar suara orang yang berdebat di telepon. "Kenapa kamu tidak beritahu aku kalau yang akan dijodohkan denganmu itu bosku" teriak Seli, "Hah pelankan suaramu, aku bahkan selama ini tidak tahu kalau bosmu itu Ersya, lagian kamu tidak pernah cerita tuh" jawab Angel, "Kamu dengar dari siapa sih, lagian kenapa sih, heboh banget" sambung Angel, "Dari sekretaris Fany, dan kamu tidak bilang kalau model yang bekerja sama dengan bosku itu kamu?" ujar Seli, "Oh itu maaf, sebenarnya aku mau cerita semuanya setelah tahu kalau Ersya itu bosmu, tapi kau begitu sibuk" jelas Angel, "Iya sih akhir2 ini aku akan dihujani dengan pekerjaan, arrghh, eh ngomong2 kapan pertunangan kalian?" tanya Seli, "Akhir pekan ini" jawab Angel, "Astaga, gila cepat banget, aku diundang kan" tanya Seli, "Iya pasti, yang datang sih kayanya keluarga besar aku dan Ersya sama sahabat kita berdua aja" jawab Angel, "Syukurlah, oke aku tutup dulu, sebelum calon suamimu tahu aku sedang asyik teleponan" Seli mematikan panggilannya.
Angel turun dari kamarnya sambil memakai baju tidurnya, dress diatas lutut, berwarna biru, lengan tali di pundak tanpa memakai alas kaki dengan sambil membawa ponselnya. Rambut dibiarkan terurai panjang sedikit berantakan. Angel menuju dapur untuk mencari makanan. "Angel" panggil bunda Angel, "Iya bunda" jawab Angel, "Bunda sama nenek ke rumah mertuamu untuk mempersiapkan pertunanganmu dengan papa dan kakekmu, kamu disini jaga rumah yah, kata mamamu nanti Ersya kesini" jelas Ayu sambil mencium kening Angel dan berjalan keluar. Angel melambaikan tangannya sambil tersenyum kepada bundanya.
"Akhirnya jadi, hemm aromanya sangat lezat" ucap Angel sambil menghirup mie sehat buatannya itu. Baru sekali suapan, terdengar suara pintu. "Siapa sih ganggu banget, bi Ina tolong bukain dong" teriak Angel tidak ada balasan dari bi Ina. "Astaga aku lupa bi Ina sedang ke pasar" Angel bangun berjalan menuju pintu dibukanya pintu, dihatnya Ersya sedang berdiri di depan pintu. "Kamu, ngapain, pasti disuruh sama mama ya" ucap Angel. Angel mempersilakan masuk, ia langsung menujukan Ersya ke meja makan. Ersya melihat tidak ada makanan sama sekali, hanya ada sebuah mangkuk. "Kenapa lihatnya begitu, oh aku tahu pasti kamu lapar dan disuruh bunda kesini, dikira aku lagi masak, iya kan?" tanya Angel. Ersya duduk menganggukkan kepalanya, Ersya mengeluarkan ponselnya.
"Sebentar aku akan membuatkan makanan untukmu" ucap Angel, Ersya mengurungkan niatnya untuk memesan makanan. Angel berjalan menuju dapur. Ersya melihat ke arah mangkuk yang di depannya. Dia sangat lapar, dia mulai mengambil mangkuk itu dan melihatnya berisi mie yang berwarna hijau. Sebelumnya Ersya ragu untuk mencobanya, tapi Ersya sangat lapar. Dia mencoba makanan Angel dan Ersya terkejut dengan rasanya. Mie bayam itulah yang sedang dibuat oleh Angel sekarang. Ia menambahkan telur khusus untuk Ersya. Angel berjalan menuju meja makan dengan membawa masakannya dan sebotol air minum. Ia melihat Ersya sedang memakan mie miliknya. "Astaga apa kau begitu lapar sampai tidak mau menungguku" ucap Angel.
__ADS_1
Angel duduk menikmati mienya. Ersya mengambil sebotol air yang di bawa Angel tadi dan meminumnya. Angel selesai makan ia membereskan mangkuk yang kotor. Kring.. Kring.. Ersya segera mengangkat teleponnya dan keluar menuju taman belakang. Angel melihatnya, "Kenapa harus sembunyi2 sih" gerutu Angel. Ersya kembali ke meja makan, "Aku ingin mandi" ucap Ersya, Angel membersihkan tangannya. "Kamu naik, di depan tangga ada kamar, disampingnya itu kamarku" ucap Angel sambil menunjuk ke arah tangga. Ersya beranjak pergi meninggalkan Angel.
Kring.. Kring.. "Iya Zelin ada apa" tanya Angel sembari duduk di meja makan. "Eh kamu dimana" tanya balik Zelin, "Dirumah, emang kenapa sih" jawab Angel, "Baik2 aja kan" tanya Zelin, "Iya, kenapa sih" jawab Angel, "Aku sekarang di depan rumahmu", belum selesai perkataan Zelin Angel langsung menyambung "Kenapa nggak masuk aja, aku keluar yah" ujar Angel, "Jangan, aku tadinya mau masuk begitu aku lihat mobil Ersya aku urungkan niatku, setelah itu aku ingin pergi, dan tbtb ada sebuah mobil dan itu mobil Rosa, dia sekarang ada di depan rumahmu sama asistennya, nggak tahu dari tadi lihatin mobil Ersya mulu, dan aku sedikit dengar kalau mereka merencanakan sesuatu, mereka nggak berani masuk, tahukan penjaga dirumahmu gede2 banyak lagi, kayaknya nih ngel, Rosa suka deh sama Ersya deh, dan dia ingin jahatin kamu deh setelah tahu Ersya dekat sama kamu, tapi kayaknya dia nggak tahu kalo kamu calon istrinya" jelas panjang Zelin.
Angel berdiri, dia menuju jendela di ruang tamu, ia mengintip membuka sedikit kordenya, benar yang dikatakan Zelin benar, didepan gerbang ada Rosa dan asistenya. "Gila bener tuh Rosa, segitunya kalo suka, aku nggak takut kalo dijahatin" jawab Angel kembali sambil berjalan menuju kamarnya. "Ini baru sahabatku tenang aja dia nggak bakal bisa, kalo gitu aku pulang dulu bye" ucap Zelin dan mematikan panggilannya. Angel masuk ke dalam kamar dan menguncinya, dia tidak sadar kalau Ersya masih di dalam. Ia mondar mandir di depan kasurnya sambil memukul ponselnya ke tangannya. Ersya keluar dari kamar mandi, aaaaa.. Teriak Angel melihat Ersya yang hanya memakai handuk di pinggangnya dan memperlihatkan dadanya yang seperti roti sobek.
Angel memejamkan matanya dia menutupi wajahnya dengan ponsel dan tangannya. "Kamu, kamu pakailah bajumu" ucap Angel, "Ya tuhan aku lupa kalau Ersya sedang mandi" ucap Angel pelan. Ersya segera memakai pakaiannya. "Kenapa kau selalu berteriak" ucap Ersya sambil mengancing kancingnya. Angel membuka tangannya pelan, "Kau yang membuatku berteriak" ucap Angel. Ersya melihat Angel yang sedang malu melihatnya mulai mengerjainya. Ersya mendekat berjalan ke arah Angel. Angel menyadari Ersya mulai mendekat, ia mencoba mundur perlahan. Ersya semakin mendekat, dia sudah berada di depan Angel. Angel yang tadinya mundur langkahnya terhenti, kakinya terpentok kasur. Dia mencoba menyeimbangkan kakinya tidak bisa, dia terjatuh di atas kasur dengan menarik kemeja Ersya. Aaaa... Sekarang posisi Ersya berada di atas tubuh Angel.
Mereka saling betatapan cukup lama. Jantung Angel mulai tak terkendali seperti di pompa2. "Apa kau selalu ingin menatapku" ucap Ersya. Angel mendorong tubuh Ersya. Angel bangun dan duduk di atas kasur, Ersya berdiri di depan kasur. "Kau yang tiba2 mendekatiku" gerutu Angel.
Di tempat lain, tepatnya di depan rumah Angel. Rosa dan asistennya sedari tadi mengawasi Angel dan Ersya di depan gerbang. "Bu apa kita nggak turun saja dan langsung melabrak mereka" ucap polos asistennya, "Astaga apa kau gila emang kita siapa, lagian kau tak lihat pengawal gede2 di rumah Angel itu" ucap Rosa, "Hehe, iya sih bu tapi bagaimana kalau kita kerjai nona Angel itu yang telah merebut incaran ibu" ujar asisten Rosa, Rosa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum licik.
__ADS_1
•••