Jodohku Dari Perjodohan

Jodohku Dari Perjodohan
15> Sepertinya itu dia.


__ADS_3

"Ha, ha, sepertinya aku akan kena marah, oke Angel tarik nafas buang" ucap Angel Di depan ruang makan pribadi itu. Ruangan ini berada di lantai 5, yang khusus untuk orang yang ingin pribadi tanpa keramaian, jadi suasana di sini tenang tanpa ada suara piring beradu dengan sendok. "Maaf" ucap Angel sembari duduk, "Apa kau ini pelupa" tegas Ersya, "Ya ma, maaf tadi aku tidak sengaja asyik mengobrol, dan tadi aku sampai menabrak seseorang di depan restoran" jelas Angel sambil menundukkan kepalanya. "Terserah" jawab Ersya. Angel masih menundukkan kepalanya dia merasa sangat bersalah. "Makanlah" ucap Ersya, Angel mengangkat kepalanya dan tersenyum kepada Ersya sembari melahap makanannya.



"Beginilah nasib kalau nggak punya teman, makan pun harus sendiri" gerutu Vanessa sambil melahap makanannya. Vanessa kini berada di lantai utama, dia sedang makan di pojok ruangan. Resta masuk kedalam restoran itu, dia kesana karena di suruh oleh sahahatnya Ersya. Resta segera menuju lift ke lantai 5. Sebelum masuk dia melihat sosok yang tidak asing. "Bukannya itu Vanessa" ucap Resta, "Gawat, Rion dan Angel ada disini, aku nggak bisa biarin dia ketemu di sini, Vanessa itu jahat bisa\-bisa dia menyakiti Angel, nggak bisa dibiarin nih" sambung Resta sembari menekan tombol lift ke lantai 5. Resta sampai di lantai 5, dia mencari cari keberadaan Ersya dan Angel. "Itu dia" ucap Resta. Dia segera bergegas menuju meja Ersya.



"Hai cantik, astaga kau sangat cantik, jika kau bukan milik Rion aku akan menikahimu" ucap Resta sambil duduk bergabung. Angel menghentikan makannya, "Hai" balas Angel sambil tersenyum, "Astaga manisnya" ucap Resta sambil memandang Angel. Resta memesan makanan, dan Angel melanjutkan makannya sambil tersenyum ke arah Resta. Sedangkan Ersya masih sibuk dengan makanannya. "Eh yah Yon, pekerjaan di luar kota jadi dimundurin" tanya Resta, "Ya" jawab Ersya, "Waktu itu kan kamu baru selesai nikah Yon, gila bener mau ninggal istri secantik ini" ucap Resta sambil menerima makanan yang dia pesan tadi. "Sebaiknya kamu ajak deh, kan sekalian honey moon" sambung Resta.



Uhuk.. Uhuk..huk mendengar perkataan Resta Angel membayangkan yang tidak2. "Astaga, minum ini cantik" ucap Resta sambil memberikan segelas air kepadanya. Angel langsung menyeruput airnya tadi. Ersya memandang tajam Resta serasa bola matanya mau keluar dari matanya. "Maaf, ampun deh" ucap Resta.



Vanessa keluar dari toilet, melihat ada sosok yang tidak asing. Yang selama ini menyayanginya bersama seorang wanita dan pria. Tetapi tidak terlihat wajah mereka hanya terlihat punggung mereka yang sedang berjalan keluar. "Seperti Ersya, Ersya" teriak Vanessa, tetapi mereka sudah keluar dari restoran. Vanessa mengejar mereka tapi hasilnya nihil, mobil mereka sudah melaju cepat. "Apa benar itu Ersya, tapi aku nggak salah lihat itu benar Ersya, dari belakang sudah terlihat postur tubuh Ersya" ucap Vanessa. Vanessa masih berdiri memikirkan apa benar itu Ersya. Di dalam mobil, kring.. kring ponsel Ersya berbunyi. "Iya ma" jawab Ersya, "Lama banget cuma makan doang, apa kamu lupa hari ini fiting baju" omel mama Ersya, "Ini kesana" jawab Ersya, "Ya cepat" ucap mama Ersya lalu mematikan panggilannya. "Aku turunin aja disini" ujar Resta, Ersya tidak mempedulikan Resta. Ersya segera menginjak gas mobil dengan cepat.



"Kemana ya perginya Ersya" ucap Vanessa di dalam mobil. Dia mengendarai mobilnya dengan sangat pelan. "Kenapa aku tadi tidak melihat nomor platnya" gerutu Vanessa. Sekarang dia sedang berhenti di depan butik ternama. "Tidak mungkin kan dia ke butik, lagian tadi pasti sekretaris dan rekan kerjanya, sebaiknya aku pulang saja" ucap Vanessa sembari membelokkan mobilnya dan pergi pulang. Resta menutup teleponnya dan kembali ke dalam butik tempat Ersya berada. Dia melihat Vanessa, "Untunglah dia pergi" ucap Resta, "Dan kenapa dia disini, oh pasti dia mengikuti Ersya ya" sambung Resta sembari berjalan menuju kedalam.



Perancang busana menjelaskan kepada Ayu dan Luna dengan profesionalnya. "Ini jas dan gaun yang akan dipakai di acara janji pernikahan" jelas perancang busana tersebut. Semua yang ada dibutik terpelongo melihat mereka berdua yang sangat sempurna itu, bak malaikat. "Sekarang tuan dan nona silakan ganti pakaian yang kedua" ujar perancang busana. "Ini yang kedua yang akan dipakai saat acara berlangsung" ucap perancang busana, "Kalian berdua sangat sempurna, perfect" ucap Resta sambil melempar kiss bye, "Bagus kan" ucap Luna, "Bagus banget ma" jawab Resta. Ersya dan Angel berganti pakaian lagi. "Yang ketiga dipakai di acara penutup pada sore harinya" jelas perancang busana.


__ADS_1


"Astaga ada berapa gaun lagi, aku sudah lelah" ucap Angel, "Haha, maaf nona ini yang terakhir silahkan anda berganti" ujar perancang busana. "Yang akan dipakai di acara pesta dansa di malam hari" sambung perancang busana.



"Bagaimana bu apa anda puas dengan pekerjaan kami" tanya perancang busana tersebut, "Ya saya puas, tapi pakaian yang akan dipakai kedua anak saya saat makan bersama mana" tanya mama Ersya, "Oh iya, saya mau yang simple tapi elegan" sambung bunda Angel. "Maaf, saya lupa, sini nona tuan kalian ganti baju sekali lagi" ucap perancang busana. Terlihat Ersya dan Angel sangat kelelahan.



"Sempurna" kompak Ayu dan Luna, "Resta, tutup mulutmu jangan sampai air liur itu keluar" goda Luna, "Astaga mama mereka sangat cocok bak romeo and juliet" ucap Resta. Ersya dan Angel segera berganti pakaian awal mereka. "Bagus kerja kalian, nanti saya akan menransfer kalian serta bonus untuk kerja maksimal kalian" ucap mama Luna.



Mereka berlima pergi keluar, terlihat banyak sekali kerumunan wartawan serta orang\-orang di depan pintu masuk butik, tapi ditahan oleh petugas butik. "Kenapa itu" ucap bunda Angel, "Hem, pasti mereka tahu aku disini" ucap Angel, "Kita hadapi bersama" balas mama Ersya. Mereka keluar, mereka dijaga oleh petugas supaya tidak terjadi hal2 yang tidak2 oleh orang2 tersebut.




"Oh", "Tapi kalian sangat cocok", "Bagaikan Romeo dan Juliet", "Apa pernikahan kalian di siarkan secara langsung", "Boleh saya minta foto kalian", "Astaga, cinta sejati" dan masih banyak lagi celotehan dari wartawan tersebut. "Maaf, kami sedang sibuk, cukup itu jawaban dari kami, terimakasih" ucap Resta sambil mengajak mereka pergi dari butik. Semua berebut bertanya, berfoto hingga sinar flash seperti lampu diskotik. Mereka pergi masuk kedalam mobil, kali ini mereka masuk kedalam mobil Ersya, karena mobil mamanya berada jauh dan tidak mungkin kesana karena ini benar sangat ramai, hingga membuat jalanan macet. "Ya ampun mama hampir pingsan" ucap Luna, "Mereka tahu dari mana, haduh pertanyaan yang membuat pusing kepala" sambung Ayu, "Astaga lihat ini, semua sudah tersebar di internet" ucap Resta terkejut, "Secepat itukah" balas Angel.



"Apa Angel mau menikah dengan Ersya, nggak beres ini" teriak Rosa yang sedang menonton berita tentang pernikahan Angel. "What, ko sudah dipublis sih harus telepon Angel" ucap Zelin sambil berlari ke arah kamarnya. Bruuush.. Suara semburan "Bagaimana wartawan tahu tentang ini" ucap Seli yang sedang melihat televisi di kantornya. "Manager apa anda sudah melihat berita hari ini, akhirnya dipublikasikan juga" ucap Fany dengan menghembuskan nafas lega, "Kok seneng" ucap Seli, "Apa manajer Seli tidak senang, jika tidak dipublikasikan banyak wanita yang ingin mendekati bos Ersya, contohnya seperti Rosa yang kecentilan itu, haduh gayanya" ucap Fany, "Hem, betul juga ya, supaya mereka tahu bahwa mereka adalah sepasang kekasih" jawab Seli menganggukkan kepalanya. "Apa, hancur sudah perjuanganku" ucap Mirza sambil menutupi wajahnya dengan tangan. "Kamu kenapa? Habis lihat berita apa segitunya sedih" tanya Vanessa.



Vanessa duduk melihat berita apa yang di siarkan ditelevisi itu hingga membuat adiknya bersedih. Dia menyimak berita itu dengan menelan rasa sedihnya. "Ersya kau akan menikah dengan model itu, kenapa kau tidak menungguku, apa kau sudah tidak mencintaiku lagi" batin Vanessa. "Dia adalah wanita yang sangat aku cintai kak" ucap Mirza sedih, "Dia juga pria yang sangat kakak cintai" ucap dalam hati Vanessa. "Tidak bisa dibiarkan aku harus berbuat sesuatu" batin Vanessa. "Kak kenapa kau diam" tanya Mirza, "Ti, tidak kakak hanya menyimaknya, itu bukannya model cantik itu yah, dia teman sekampusmu" ucap Vanessa, "Iya" jawab Mirza. "Tidak bisa dibiarkan" ucap pelan Vanessa, "Apa kak", tanya Mirza, "Ah tidak" balas Vanessa. "Oh lihat, kenapa wartawan bisa tahu, padahal kita udah sembunyi\-sembunyi" ucap nenek Angel, "Memang tidak bisa di rugukan lagi wartawan sekarang" jawab papa Ersya. Mereka semua masih berada di rumah keluarga Aditya membahas pernikahan mereka berdua.

__ADS_1



Keesokan paginya setelah terjadi berbagai kejadian yang mengejutkan. Angel memutuskan untuk tidak pergi kuliah hari ini. Angel tidak mau dihujani pertanyaan oleh teman sekampusnya. Angel sedang memasak di dapur bersama bundanya. "Kan kamu nanti akan tinggal bersama suamimu, kamu sering jenguk bunda sama mama kamu ya" ucap Ayu, "Iya" jawab Angel, "Nurut ya sama suami, jadi istri yang baik yang bisa melayani suaminya" ucap Ayu, "Hm iya" balas Angel, "Harus jujur dan saling percaya oke" ucap Ayu lagi, "Iya bundaku sayang" jawab Angel sambil mencium pipi bundanya. "Selamat pagi" teriak Zelin, "Bunda sayang" sapa Seli, mereka berdua mencium bunda. "Kemana yang lain bunda" tanya Seli, "Nenek sama kakek sedang berolahraga, Ayah sedang cuci mobil di depan tadi, apa kamu nggak tahu" jelas Ayu, "Nggak ada bun, tadi aku kesini nggak liat ayah didepan" ucap Zelin.



"Apa hari ini aku ke kantor Ersya aja ya, oke aku akan cari alamat kantor Ersya, pasti di internet ada" ujar Vanessa. Dia mencari alamat kantor Ersya di internet. Mencoba berbagai cara tapi tidak ada alamat kantornya. Hanya biodata lengkapnya saja, sewaktu mereka berdua berpacaran, Ersya belum mempunyai perusahaan sendiri. Jadi sekarang Vanessa tidak tahu dimana kantor Ersya. "Ya ampun pribadi banget sih, alamat rumah iya, ah tidak jika aku ke rumahnya pasti keluarganya akan mengusirku" Vanessa memurungkan niatnya. "Astaga, gimana ini, tinggal 5 hari lagi mereka menikah" teriak histeris Rosa, "Sabar bu, kita juga tidak bisa merusak atau membatalkannya bu, bisa2 kita dipenjarakan" jawab asisten Rosa takut. "Hilang semua hilang" teriak Rosa sambil memecahkan barang di sampingnya.


~ Di kediaman keluarga Wijayanto.


Matahari mulai terbenam, siang menjadi malam. Keluarga Wijayanto sedang makan malam bersama. "Gimana persiapannya pa, ma" tanya Amel, "99% sudah siap, tinggal adik kamu foto pre-wedding saja" jawab Luna, "Akhirnya papa akan punya menantu" ucap gembira Hendra, "Tinggal Amel aja, kapan nih" ucap kakek Doni, "Apa kita jodohkan saja, hahaha" gurau nenek Desi, "Apa sih, Amel mau nyembuhin orang dulu" jawab Amel, "Ersya sudah makan nggak ya?" ucap Luna, "Sebaiknya telepon mantu kita, suruh masak buat Ersya" jawab nenek Desi, "Betul juga, sebentar" Luna segera mengambil ponselnya dan menelpon Angel.


"Iya ma, oke Angel akan masakin dan anterin ke apartemen Ersya, bye ma" Angel turun menuju dapur dan mencari bahan makanan, "Masak apa ya, em disini cuma sisa ayam, oh bikin ayam rendang aja". Angel segera memasak, mengupas bumbu disitu, hingga menghaluskannya dengan cobek. Memang ada blender tapi dia lebih suka dengan cobek, katanya lebih lezat dan nikmat. Setengah jam sudah, akhirnya masakannya jadi. Dia memasukkannya ke dalam rantang silver. Dia keatas mengambil cardigan hitam, saat ini dia memakai dress selutut biru tanpa lengan hanya berlengan seutas tali, rambut diikat panjang ke atas dan hanya memakai sendal.



Angel segera keluar ke arah garasi, "He, he mau kemana, lihat jam berapa sudah jam 7" ucap Heru, "Angel disuruh mama masakin Ersya yah dan ngantar ke apartemennya" jawab Angel, "Oh, sebentar biar Ayah panggil pengawal dulu" ucap Heru, "Gausah Ayah, ribet amat sih, cuma sebentar ayah" jawab Angel, "Oke hati\-hati ya, jika ada apa\-apa telefon ayah" ucap Heru. Angel mencium punggung tangan ayahnya dan segera pergi. 15 menit Angel sampai di apartemen Ersya, ia memakirkan mobilnya di bestmen dan masuk ke dalam apartemen. Naik keatas ke lantai 7, "Sebentar nomor berapa ya, lupa lagi, coba ku ingat lagi, 500, 500, oh 503" Angel segera memencet bel nomor 503. Ting Tung, tidak ada jawaban sama sekali.



Ting Tung, "Kemana si dia, aku sudah capek banget pengen tidur" ucap Angel, "Ersya Ersya" teriak Angel di depan pintu. "Nggak ada jawaban sama sekali lagi, oh telefon" Angel mencoba menelfon Ersya tapi tidak diangkat, ia berusaha mencoba beberapa kali lagi. "Astaga, aku tahu dia dingin, tapi nggak gini juga" gerutu Angel, "Fany, iya coba aku telefon" sambung Angel. "Iya nona ada yang bisa saya bantu" jawab Fany, "Em boleh nanya nggak, Ersya apa masih dikantor?" tanya Angel, "Oh tuan hari ini tidak ke kantor, mungkin dia di apartemen miliknya, memang kenapa nona" jawab Fany.



"Tidak, tidak apa, terimakasih ya" ucap Angel mematikan panggilannya. Angel mencoba membuka apartemen Ersya tapi di password. "Yaelah", Angel segera turun ke lobi, mencoba untuk meminta card cadangan. "Astaga si cantik Angel, maaf apa ada yang bisa saya bantu?" ucap penjaga lobi, "Iya mbak boleh minta card nomor 503, dari tadi saya sudah mengetuk pintu tapi nggak ada jawaban sama sekali" jelas Angel. "Oh sebentar, apa benar atas nama tuan Ersya" ucap penjaga lobi, "Iya" jawab Angel. Penjaga lobi memberikan cardnya karena tahu kalau Ersya dan Angel itu sepasang kekasih, "Apa saya antar" ucap penjaga lobi, "Tidak usah" jawab Angel pergi.


😁

__ADS_1


__ADS_2