Jodohku Dari Perjodohan

Jodohku Dari Perjodohan
21> Malam Pertama.


__ADS_3

Ersya malah menarik ke bawah tali dress Angel yang di pundaknya itu hingga pa\*\*\*\*\*\*a Angel terlihat setengah terbuka. "Apa yang kau lakukan" ucap Angel, "Kau pikir apa yang aku akan lakukan sebagai suami" jawab Ersya, "Suami?" jawab Angel, "Ya ampun jangan\-jangan dia mau" batin Angel. Ersya mencium bibir Angel dengan pelan dan lembut. Mengabsen semua isi mulut Angel, memainkan lidahnya di dalam mulut Angel. Angel tidak bisa menolak, ia ingin sekali mendorong tubuh Ersya tapi bibir Angel menikmatinya. "Ah.. Aaa.. " desahan Angel. "Aah..aa.. Er.. Sya" suara desahan Angel.



Ersya membuka baju Angel satu persatu. Ersya melepas handuk kimononya. Malam yang begitu panjang dan istimewa mereka berdua jalani malam ini. Melakukan kewajiban sepasang suami istri. Dengan suasana malam yang indah. Hari sudah mulai pagi mereka berdua sudah lemah, tapi masih menikmati permainan mereka. Hingga tidak lama mereka mulai kelelahan dan tertidur sangat pulas sambil memeluk satu sama lain.



Keesokan harinya, hari ini Seli bekerja sedikit terlambat. Seli pergi ke rumah Zelin, disana Zelin menceritakan semua kejadian Mirza dan wanita itu hingga Ersya berpelukan dengan wanita itu. "\*\*\*\*\* beneran tuh, kenapa Angel sesantai itu ya, tidak bisa dibiarkan, kita harus bergerak cepat tanpa menunggu Angel bertindak" ucap Seli, "Sepertinya kita harus bekerja sama dengan Resta itu deh" jawab Zelin, "Bener juga kamu, kenapa kemarin malam aku tidak bertanya ya" ucap Seli keceplosan, "Apa? tadi malam kalian ngapain, gitu ya kau tidak menceritakannya" ucap Zelin kesal, "Hehe maaf, kemarin malam dia ngajakin dinner gitu makan malam, kita habiskan waktu untuk mengobrol, dia juga cerita tentang dirinya dan kenapa dia bisa di adopsi jadi anak angkat oleh papa Ersya, dia tuh kasihan gitu ditinggal orang tuanya dari kecil, dan dia baik banget, astaga idaman deh" jelas Seli, "Wait wait, kayaknya kamu jatuh cinta deh" sahut Zelin, "Ah nggak deh, aku kan cuma kagum aja" ucap Seli, "Ishh nggak percaya amat, ini tuh petunjuk dari tuhan lagian waktu itu kamu dapat bunga kan pas acar pelempar bunga di pernikahan Angel, mungkin dia jodohmu dari tuhan" jawab Zelin, "Ngaco banget sih, udah aku kerja dulu bye" ucap Seli pergi.



Angel bangun dari tidurnya. Angel tidak memakai pakaian sama sekali, tubuhnya hanya tertutup dengan selimut saja. Angel sangat kelelahan, dia merasakan sakit di bagiannya. "Aduh sakit banget sih, astaga" ucap Angel. Angel mencoba berdiri tapi dia kesakitan. "Mana nggak ada baju lagi" gerutu Angel, "Apa benar kalau baru pertama sakitnya sampai gini, demi apa ini sakit banget" batin Angel. Ersya masuk kedalam kamar melihat Angel seperti orang yang kesakitan.



Ersya menghampiri Angel dan berdiri di sampingnya, "Kenapa" ucap Ersya, "Kau bilang kenapa, ini semua salahmu" ucap Angel, "Salahku" ucap Ersya, "Hah, ka, kau sangat menyebalkan" Angel mencoba berdiri dan pergi tapi dia makin kesakitan. "Awww" teriak Angel, Ersya mendekat duduk di sebelah Angel. "Kenapa kau" ucap Ersya, "Sakit" gerutu Angel, "Apa" jawab Ersya, "Ini" ucap Angel menunjuknya, "Sini biar kulihat" ucap Ersya, "Apa kau gila, apa setelah kau lihat bisa sembuh, tidak, astaga kau jangan bodoh, sudah sana pergilah bekerja, ini urusanku" ucap Angel, "Sebaiknya kau ambilkan handuk kimono untukku" sambung Angel.



Ersya mengambilkan handuk kimono untuk Angel di lemarinya. Angel segera memakainya mencoba pergi ke kamar mandi tapi dia masih kesakitan. Ersya mengangkat tubuh Angel membawanya ke kamar mandi dan mendudukkan Angel di atas toilet. Ersya berlutut di depan Angel, "Kau sangat keras kepala, aku tanya kau menganggapku apa" tegas Ersya membuat Angel terdiam, "Jawab kenapa kau diam" sambung Ersya, "Ya, ya su, suami" jawab Angel tebata\-bata, "Sekarang kau mandi" ucap Ersya. Angel berdiri dengan pelan, biarpun sakit dia harus tetap mandi. Angel tidak sengaja menekan tombol shower, akhirnya shower nyala dan membasahi Ersya.

__ADS_1



"Astaga aku tidak sengaja" Angel segera mematikan showernya, "Ya ampun kau sampai basah kuyup, maafkan aku, sini biar aku lepas supaya kau tidak masuk angin" Angel tidak sadar dia sedang menunjukkan perhatiannya kepada Ersya. Angel melepas jas beserta kemeja Ersya dan menaruhnya ke dalam keranjang baju kotor. "Sekarang kau duduk disini" Angel menyuruh Ersya duduk di atas toilet. Angel menggosok rambut Ersya dengan handuk sampai kering. "Sudah" ucap Angel lega, Ersya menarik Angel duduk di pangkuannya. Ersya mencium bibir Angel yang basah itu. "Sekarang mandilah" ucap Ersya, Angel bangun dari pangkuan Ersya. Ersya pergi keluar meninggalkan Angel di kamar mandi. Jantung Angel berdetak begitu cepat, "Kenapa aku merasa gugup" gerutu Angel.



Seli berjalan menuju ke dalam kantor, "Aduh bahaya, bisa\-bisanya wanita itu bertemu dengan Ersya" batin Seli. Seli segera pergi ke ruangannya. Fany menghampiri Seli dan mengunci pintu dari dalam, "Gawat manajer Seli" ujar Fany, "Gawat ada apa, kenapa kau sembunyi\-sembunyi" ucap Seli, "Ssstt, ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan bos, dan sekarang dia berada di ruang tunggu" ucap Fany pelan\-pelan, "Siapa" sahut Seli, "Dia bernama Vanessa katanya dia ada janji sama bos" jawab Fany, "Vanessa siapa, apa ini orangnya" ucap Seli sambil memberikan foto dari ponselnya, "Iya betul dia, kenapa manajer Seli punya fotonya dan itukan di parkiran kantor ini" ujar Fany, "Oke aku beritahu, dia adalah wanita yang ingin menghancurkan dan merebut Ersya dari Angel, sebaiknya kita cegah dia supaya tidak bertemu dengan bos, dia wanita jahat" jelas Seli, "Ya ampun, apa benar, oke aku akan mencegahnya, aku tidak mau nona Angel tersakiti" jawab Fany, "Iya cepat sana cari akal" ucap Seli. Fany segera pergi keluar dan mencegah wanita itu. "Oh ternyata dia bernama Vanessa berani sekali dia kesini mengaku ada janji lagi, sungguh dia wanita licik" batin Seli.



Fany mencoba mencari akal supaya bisa membuat Vanessa pergi dan tidak jadi bertemu Ersya. "Aha aku punya ide" Fany mengantarkan secangkir kopi untuk Vanessa, "Ini nona untuk anda" ujar Fany, "Oh terimakasih" Vanessa meminum kopi pemberian Fany. Kebetulan sekali dia sangat haus, karena pagi\-pagi sekali dia ke kantor Ersya tanpa meminum dan memakan apapun. Tidak lama kemudian, "Aduh kenapa perutku tiba\-tiba sakit" gerutu Vanessa, "Ah kau kenapa nona" ucap Fany, "Tidak tahu nih, tiba\-tiba perutku sangat sakit" jawab Vanessa, "Apa kau belum sarapan?" tanya Fany, "Belum" jawab Vanessa kesakitan, "Sebaiknya nona pulang dan istirahat, nanti kalau bos datang aku akan menyampaikan bahwa nona kemari" ucap Fany, "I, iya benar juga, sampaikan jangan lupa, aku pulang dulu" Vanessa memutuskan untuk pergi dari kantor Ersya, dia tidak tahan dengan sakit perutnya. "Wanita jahat pantas mendapatkan itu, lagian siapa suruh mencoba mendekati bos" batin Fany.




Ersya masuk ke dalam kamar dengan membawa sepiring makanan. "Mau kemana" ucap Ersya, "Mau keluar" jawab Angel, "Duduk" ucap Ersya, "Kenapa" Angel menuruti perintah Ersya, Ersya mendekat dan berdiri di depan Angel duduk. "Makan" ucap Ersya sambil menyodorkan sepiring makanan, "Tapi bukan sebaiknya aku keluar, nanti mereka mengira aku orangnya pemalas lagi" ucap Angel sambil mengangkat kepalanya karena posisi Ersya lebih tinggi, "Makan, kalau kau udah enakan boleh keluar" ucap Ersya, Angel mengambil makanan tersebut dan memakannya tanpa sisa, dia sangat lapar setelah tadi malam semua tenaganya terkuras habis.



Pagi ini semua tenaganya habis dan dia sangat merasa kesakitan. "Aku heran dia sehat\-sehat aja, sedangkan aku, ahh memang perempuan selalu tersakiti yah" batin Angel, "Kau pergilah bekerja, apa kau akan menungguku seperti ini sepanjang hari" Angel bangun dan berdiri, mereka berdua begitu dekat hanya berjarak sebuah piring saja. "Mungkin" jawab Ersya menatap Angel, "Ah tidak, aku sudah tidak apa\-apa, kau pergilah" ucap Angel, "Kenapa, tidak suka aku disini" sahut Ersya, "Ti, tidak, ini kan rumahmu jadi terserah kau, tapi alangkah baiknya kau pergi bekerja" jawab Angel, Ersya mengambil piring itu, "Jangan! biarkan aku yang mengembalikannya, oke" ucap Angel mengambil kembali piring tersebut. Ersya berjalan keluar terlebih dahulu sedangkan Angel mengikutinya dari belakang.

__ADS_1



Di ruangannya Seli sangat gelisah, dia khawatir wanita itu akan kelewat batas. "Manajer Seli" Fany masuk dengan raut wajah gembira, "Eh, eh kenapa kamu gembira gitu, apa sudah berhasil kamu membuat wanita itu pergi" tanya Seli, "Semuanya beres dong, manajer Seli tahu nggak apa yang aku lakukan" seru Fany, "Apa" jawab Seli, "Aku menaruh obat sakit perut dalam kopi dan memberikan kepadanya, akhirnya dia kesakitan dan pulang deh, hahaha" ucap Fany, "Hahaha, kau sangat jenius, bagus aku suka kerjamu" ujar Seli, "Hehehe" jawab Fany.



Di tangga rumah Wijayanto, Ersya tiba\-tiba menghentikan langkahnya sehingga Angel tertabrak punggung Ersya, "Aduh, untung piring ini tidak jatuh" gerutu Angel, "Kau kenapa sih" sambung Angel, Ersya membalikan tubuhnya dan menunjuk ke arah leher Angel, "Apa" tanya Angel, "Sekarang kau tidak malu, bahkan kau tidak menutup bekas ciumanku di lehermu" ucap Ersya, "Aah, aku lupa, ini semua salahmu jika kau tidak berbuat itu pasti ini tidak akan terjadi" gerutu Angel, "Jika aku tidak berbuat itu kau juga tidak akan pernah merasakan hal itu" jawab Ersya, "Astaga Ersya, aku kembali ke kamar, kau bawa ini" ucap Angel, "Tidak" jawab Ersya, "Kau jahat sekali, lagian tadi kau yang membawanya kemari" ucap Angel.



Ersya menarik pinggang Angel sehingga tubuh mereka menempel. "Satu syarat" ucap Ersya, "Begini doang pake syarat, apa?" jawab Angel, "Jangan pernah cari tahu soal wanita itu" ucap Ersya, "Ke, kenapa begitu? " ucap Angel, "Kalau aku bilang jangan ya jangan" ucap Ersya membuat jantung Angel berdebar, Angel berpikir kenapa dia tidak boleh mencari tahu tentang Vanessa itu. Angel menatap lama mata Ersya. "Hentikan tatapanmu" ucap Ersya, "Oh apa kau ingin kucium" sambung Ersya, "Ah, tidak tidak" jawab Angel.



"\*\*\*\*\* ngakak banget dah" ucap Angel yang mendengar cerita Seli, "Hahaha, biarin, biar tahu rasa wanita itu, eh ngomong\-ngomong aku mau cerita nih, nanti sore ada waktu nggak" tanya Seli, "Kayaknya ada deh, soalnya sekarang aku nggak kuliah" jawab Angel, "Eh kenapa tidak kuliah" ujar Seli, "Aku kecapekan" jawab Angel, "Kamu nggak apa, yang bener, kalau gitu makan yang banyak, jaga kesehatan dong yaelah ibu muda ini selalu bikin khawatir aja" ucap Seli, "Apaan sih lebay, aku cuma kecapekan doang" jawab Angel, "Oh iya aku kan belum kasih kamu kado tuh, kamu minta apa" tanya Seli, "Nggak usah lah" ujar Angel, "Nggak bisa gitu dong, Zelin aja ngasih masak aku enggak, nggak boleh kadoku harus lebih dari Zelin" jelas Seli, "Terserah" jawab Angel, "Yaudah aku kerja dulu, jaga kesehatan ya jangan capek\-capek deh, soal skripsi aku bisa bantu kok" jelas Seli, "Ya ampun sahabatku ini baik sekali, aku sungguh sangat beruntung" ucap Angel, "Iya dong, hahaha, bye sayang akoh" Seli mematikan panggilannya. "Bersyukurnya aku selalu dikelilingi oleh orang\-orang yang begitu menyayangiku" ucap Angel.



Hari ini Amel sengaja tidak pergi bekerja karena ingin menghabiskan waktu bersama Angel. Di rumah hanya ada Luna dan Amel, kakek nenek mereka sedang pergi. Angel turun tangga menuju ke tempat Amel berada.


Thanks for reading

__ADS_1


__ADS_2