Jodohku Dari Perjodohan

Jodohku Dari Perjodohan
32> Hilang.


__ADS_3

Dalam pikiran Ersya hanya Angel dan dia harus menemukan Angel saat ini juga. Sedih teramat dari raut wajah Ersya. Malam yang dingin tanpa ada cahaya bintang di langit. Seperti langit juga menunjukan kesedihannya.


Resta sedang mengemudikan mobil Ersya, menelusuri daerah gedung penyekapan Angel.


Ya tuhan berilah kami petunjuk, aku tidak pernah melihat Rion sesedih ini setelah beberapa tahun lalu saat Vanessa meninggalkannya. Resta


Resta melihat jam yang melingkar di tangannya, hari sudah berganti. Tiga jam sudah mereka menyusuri daerah itu. Waktu sudah pukul 03.00 pagi. Ersya tidak henti-hentinya meminta Resta mengelilingi setiap daerah di sana.


Sesekali Resta meminta menyudahi pencarian ini, tapi Ersya membantahnya dengan keras. Resta menuruti setiap perkataan Ersya meskipun dia sekarang ini sangat lelah. Daripada Resta membiarkan Ersya mencarinya sendiri takut terjadi hal yang tidak di harapkan.


Rumah Tua


Matahari sudah menampakan dirinya, membalut tubuh Angel dengan sinar hangat paginya yang saat itu Angel tidur tepat di depan jendela.


"Aa.." keluh Angel yang merasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Nona anda sudah sadar, apa anda ingin sarapan" Keysa segera menghampiri Angel yang sudah tersadar dari pingsannya semalam.


"Dimana ini Keysa?" tanya Angel yang melihat sekelilingnya yang terasa sangat asing.


"Sejak saya membawa nona kabur, saya menumpang di rumah tua milik kakek dan nenek ini untuk meminta bantuan"


"Aah.." Keysa yang meliahat keluh Angel yang kesakitan segera mengambil salep di dalam kotak obat beserta air minum.


"Nona saya akan oleskan salep ini supaya sakit dan panas luka nona tidak begitu terasa" ucap Keysa.


Keysa segera mengoleskan salep itu ke tubuh Angel yang luka, hampir seluruh tubuhnya.


"Apa lebih baik nona, ini minumlah seteguk air nona"


"Iya lebih baik terima kasih" Angel segera meminum air itu hingga tak tersisa.

__ADS_1


"Sama-sama nona"


"Dimana pemilik rumah ini?" tanya Angel yang sedari tadi tidak melihat siapapun di rumah ini, hanya ada mereka berdua saja.


"Mereka sedang pergi ke kebun mencari makanan"


Angel hanya terdiam melamun. Membayangkan keluarganya sangat khawatir dan begitu sedih.


Semua aku tidak baik-baik saja disini. Dan suamiku apa kau sedang mencariku, aku akan menunggumu. Angel.


Disisi lain!! Di dalam mobil yang berhenti di samping jalan.


Resta berhasil membujuk Ersya untuk beristirahat sebentar meski hanya dia yang beristirahat. Ersya masih terjaga semalaman meskipun Resta menyuruhnya untuk tidur. Bagaimana bisa dia tidur sedangkan istrinya belum ditemukan.


Resta membuka kedua matanya. Melihat ke arah Ersya yang termenung, terlihat sangat kesedihan di wajahnya. "Oke ayo kita lanjutkan mencari Angel hingga ketemu" Resta menjadi sangat bersemangat setelah melihat sahabat yang sangat ia sayangi begitu sedih.


Mereka berdua kembali menyusuri daerah sekitar situ.


Melihat itu, para awak media menyoroti berita itu. Dimana semua televisi, sosial media, dan media cetak buru-buru membuat berita terbaru ini. Mereka juga tak lupa memberitakan Angel yang madih belum di temukan.


Dua minggu sudah!!


Angel masih belum di temukan. Melihat itu nenek Angel Laras sering sakit-sakitan mengharuskan dia berbaring di tempat tidur selalu. Sedangkan para keluarga lain dan sahabat Angel masih mencari keberadaan Angel.


Apalagi Ersya, dia terus mencari Angel. Mengerahkan seluruh bawahannya untuk mencari Angel. Dia sampai lupa makan, lupa kerja, bahkan mengurus dirinya saja tidak sanggup. Keluarga yang melihat Ersya seperti itu sangat khawatir dengan keadaannya.


"Ersya, makanlah sedikit, apa kamu tidak lapar" mama Ersya yang tidak sanggup melihat keadaan Ersya sekarang.


"Ersya kami semua juga sudah berusaha mencari Angel, kami juga khawatir dan sedih, tapi setidaknya makanlah sedikit, Angel juga akan sedih melihatmu seperti ini" bujuk Luna sambil menodongkan sesendok makanan.


Ersya menerima suapan dari mamanya itu, terlihat senyuman menghiasi wajah Luna.

__ADS_1


Di sebuah rumah yang jauh dari perkotaan, tidak ada listrik. Hidup apa adanya dengan hasil hutan di sekitarnya yang membalut rumah itu.


Angel dan Keysa sedang membatu kakek dan nenek untuk mengambil hasil kebun mereka. Keadaan Angel saat ini sudah pulih seutuhnya, meskipun masih ada beberapa bekas luka yang terlihat. Kakek, nenek, dan Keysa sangat merawatnya dengan baik.


"Kakek tidak pernah berharap akan bertemu gadis secantik nak Angel" ujar kakek itu yang terpana dengan kecantikan alami yang dimiliki Angel. Angel hanya tersenyum.


"Nak Angel, apa kamu merindukan suami dan keluargamu?" tanya nenek yang melihat wajah Angel muram.


"Sangat nenek, aku merindukan mereka, pasti mereka sedang khawatir denganku, apalagi suamiku" jawab Angel murung.


"Tenanglah mereka akan segera menemukanmu"


"Iya, jika kakek tahu jalan ke kota kakek akan segera mengantarmu, tapi kakek sungguh tidak tahu, bahkan melihat kotapun kakek sudah lupa, terakhir kali waktu kakek masih muda" jelas kakek.


"Kakek nenek, kenapa kalian memilih untuk tinggal sangat jauh dari kota, bahkan disini hanya kalian berdua?" tanya Angel sembari melihat sekelilingnya.


"Kakek dan nenek hanya ingin hidup lebih tenang di umur kami yang senja ini"


"Iya, sejak kematian putri kami, kami berdua merasa sudah tidak ada semangat lagi, akhirnya kami memutuskan tinggal jauh dari kota untuk mengkubur kenangan pahit putriku" jawab nenek itu sedikit sedih.


"Maaf nek, apa sebab kematian putri nenek?" rasa ingin tahu Angel.


"Dia menjantuhkan diri di kantornya, dia merasa sangat depresi dengan keadaannya, pekerjaannya. Bahkan dia pernah berkata ingin hidup jauh dari kota untuk menenangkan depresinya"


"Maka dari itu kami berdua mengabulkan permitaan terakhirnya itu meski dia sudah tidak ada" sahut kakek.


Angel dan Keysa terlihat ikut bersedih atas cerita pahit kakek dan nenek itu.


"Sudahlah, putriku sudah bahagia disana, ayo masuk kita makan siang bersama" ajak nenek itu. Mereka semua masuk ke dalam rumah dan menikmati makan malam yang sederhana. Sebuah obor buatan untuk menerangi rumah mereka yang tidak begitu luas.


__ADS_1


__ADS_2