
Adik ayah Angel tiba di rumah, mereka melihat ada keributan di dalam rumahnya. "Selamat pagi" ucap Saras tante Angel, "Kakak" teriak Lala berlari ke arah Angel, "Anakku sini kepeluk kau" ucap nenek Angel. Mereka disambut dengan hangat dan saling berpelukan, keluarga Wijayanto sudah mengenal mereka dan menganggap mereka anak sendiri. "Ini ada apa kok ada keributan" ucap Doni om Angel, "Hanya masalah kecil" ucap bunda Angel, mereka semua mengobrol bersama melepas rindu. "Kakak, memang ada apa" tanya Lala, "Hanya sedikit masalah" jawab Angel.
"Dia pendiam yah kak" ujar Lala, "Ha, siapa" jawab Angel, "Siapa lagi, tuh disebelah kakak" ucap Lala sambil menunjuk keberadaan Ersya, "Hah, pendiam?kau belum tau dia adalah pria aneh, ngga punya hati, mesum lagi" ucap Angel, Ersya mendengar pembicaraan Angel diapun memalingkan pandangannya ke Angel. Lala memberi kode bahwa Ersya melihat ke Angel, memberi tahu bahwa Ersya mendengarnya. "Apa" Angel bingung dengan sikap Lala, "Astaga kakak, dia dibelakangmu mendengar semua" jawab Lala. Mata Angel terbelak, dia menghadap ke belakang melihat Ersya sedang melihatnya. "Hehe" ucap Angel.
Sore harinya para WO, pelayan, dan petugas acara pernikahan sedang berada dirumah Ersya. Mereka sedang membicarakan tentang lokasi yang akan dilakukan acara pernikahannya. "Oke jadi janji pernikahan akan dilaksanakan di gereja yang berada di atas bukit, selanjutnya acara pernikahannya dilakukan di gedung mewah yang nyonya mau, sore harinya akan dilaksanakan di atas gedung terbuka di tengah kota yang indah, dan terakhir makan malam akan dilakukan di kapal pesiar, itu yang nyonya mau saya akan mempercantik tempat\-tempat itu" ucap WO tersebut, "Ya dan saya mau sebagus dan seindah mungkin" jawab Luna.
Di ruang keluarga Aditya, "Ya ampun, nggak sabar deh besok" ujar Saras, "Iya dong semua itu bunda dan mama yang atur semua" ucap Ayu membanggakan diri, "Aku pengen tahu penampilan kakak nanti" ucap Lala, "Pastinya gini" ucap nenek Angel sambil mengacungkan jempolnya, hahaha...terdengar suara tawa dari mereka kecuali Angel. Dia hanya tersenyum tipis, karena ia berpikir besok adalah hari yang sangat melelahkan.
Keesokan harinya, semua keluarga Aditya sudah bersiap untuk pergi ke gereja begitupun keluarga Wijayanto. Angel memakai gaun yang sudah dipersiapkan sebelumnya, begitupun dengan Ersya. Di lokasi gereja sudah banyak para tamu undangan dan para wartawan yang akan menyiarkan langsung pernikahan mereka. Pernikahan ini mewah dan berkelas, pernikahan ini sungguh besar\-besaran, karena menurut keluarga kedua pihak, ini pernikahan pertama untuk anaknya. Para tamu undangan ada 2.000 orang, belum juga orang yang tidak diundang fans dari Angel, diluar sekitar beberapa ratus orang. Sampai semua keluarga besar dijaga ketat saat masuk ke gereja karena banyak banget orang diluar ingin menyaksikan pernikahan Angel.
Akhirnya mereka memutuskan untuk memasang layar besar di depan gereja supaya fans Angel bisa melihat pernikahan Angel secara langsung. "Astaga ma, gila gila, banyak banget yang pengen lihat" ucap Lala yang sudah duduk di barisan khusus keluarga, "Sampai ngos\-ngosan aku masuk kesini" sambung Lala. Semua para tamu sudah duduk ditempat duduk mereka yang sudah dipersiapkan untuk mereka. Zelin, Seli, dan Resta duduk di barisan keluarga, tak lupa Fany dan Keysa juga hadir, begitupun dengan Mirza yang di undang oleh Angel. Rosa juga di undang, hanya Vanessa saja yang tidak, bukan sengaja karena memang tidak tahu kalau Vanessa sudah kembali.
Angel berjalan masuk digandeng ayahnya menuju Ersya yang sudah di depan dengan sang pendeta, semua bertepuk tangan menyambut Angel yang begitu cantik itu. Acara janji pernikahan di mulai, pendeta membacakan janji pernikahan memulai acaranya. "Apa Arion Ersya Kenzie Wijayanto bersedia menikah dengan Angelia Rose Natasha Aditya dan menemani dalam suka maupun duka", "Saya bersedia" jawab Ersya, "Dan apa Angelia Rose Natasha juga bersedia menikah dengan Arion Ersya Kenzie Wijayanto dan menemani dalam suka maupun duka", "Ya saya bersedia" jawab Angel, "Kalian resmi menjadi sepasang suami istri" ucap sang pendeta, semua para tamu bertepuk tangan bergemuruh.
"Sekarang kalian bertukar cincin", dua pelayan datang membawa kotak cincin. Ersya dan Angel saling memakaikan cincin secara bergantian. "Sekarang kalian tanda tangan buku pernikahan ini" ucap sang pendeta sambil mengarahkan dua buku ke mereka, mereka berdua menanda tangani buku tersebut lalu bersua foto sambil membuka buku tersebut. Para tamu pun bersorak dan bertepuk tangan.
__ADS_1
"Sekarang kalian boleh berciuman" ucap pendeta. Angel terkejut sambil menatap Ersya, Ersya menarik pinggang Angel untuk mendekat, "Berciuman?ah terserah lagi pula ciuman pertama sudah di ambil olehnya" batin Angel. Angel melingkarkan tangannya di leher Ersya dan segera menutup matanya. Ersya pun langsung mencium bibir Angel dengan lembut. Ersya menuntun Angel untuk membuka mulutnya agar mencium balik Ersya. Angel merasakan kehangatan di bibirnya, dia pun membalas ciuman Ersya.
"Fiuwit,," suit Resta sambil bertepuk tangan, para tamu pun mengikuti bertepuk tangan. Di kamar Vanessa, "Aaarghh, seharusnya aku yang disana, Ersya kenapa kau begini, tidak\-tidak aku tidak akan menyerah camkan itu Angel" teriak Vanessa dikamarnya sambil memecahkan barang yang ada dikamarnya. Vanessa menangis histeris di kamarnya, mengobrak abrik kamarnya. Ersya dan Angel menyudahi ciuman mereka, keluarga besar mereka berdua berkumpul untuk berfoto bersama. 1..2..3.. Chesee cekrek, cekrek, cekrek.
Mereka semua beserta rombongan para tamu bersiap ke tempat selanjutnya yaitu digedung mewah. "Ersya Angel, kamu naik mobil itu, nanti semua akan mengikutimu dari belakang" ucap mama Ersya. Mereka berdua segera pergi ke mobil yang sudah disiapkan khusus untuk mereka. Pak sopir membukakan pintu untuk mereka, dan segera mengendarai mobilnya di ikuti oleh keluarga dan semua para tamu dibelakang dengan mobilnya masing\-masing. Tidak mau ketinggalan fans Angel pun ikut mengikuti mereka, bisa dibayangkan betapa ramainya betapa banyaknya mobil di jalanan yang berbaris seperti kereta api. Dimobil Ersya dan Angel hanya diam tak berbicara sepatah katapun. Sampailah semua di sebuah gedung besar dan tinggi, semua orang masuk ke dalam dan duduk di tempar masing\-masing, semua terkagum oleh desain gedung itu, semua bernuansa putih emas. Angel dan Ersya berganti pakaian mereka sesuai dengan yang dipersiapkan kemarin.
Mereka di arahkan untuk menunggu di sofa sebelum dipanggil, mereka duduk dalam ruangan hanya ada mereka berdua. "Kenapa aku jadi gugup" batin Angel, ia melihat Ersya yang tenang dengan keadaan. "Astaga, meskipun dijodohkan apa dia tidak punya rasa gugup" batin Angel. Tangan Angel bergetar dia tidak bisa menahan rasa gugupnya. "Kau gugup" ucap Ersya tbtb, "Tidak" Angel mencoba menutupi kegugupan itu. Ersya mendekatkan tubuhnya ke arah Angel dan memeluknya, "Apa, kenapa kau peluk aku" ucap Angel, dia mendengar suara detak jantung Ersya yang berdetak begitu cepat. "Apa dia juga gugup" batin Angel, "Apa kau juga gugup" ucap Angel, "Tidak" jawab Ersya. Angel melepas pelukannya itu. "Iya kau gugup, nih jantungmu begitu cepat" ucap Angel sambil memegang dada Ersya. "Coba kau dengarkan" Angel menggapai tangan Ersya dan menaruh di dada Ersya. "Apa kau begitu polos" ucap Ersya, "Polos?aku tidak polos" ucap Angel tidak sadar bahwa tingkahnya itu begitu polos. "Aku gugup itu wajar" ucap Ersya, "Iya juga sih" jawab Angel. Angel berdiri dia mengambil sebotol air putih di meja rias. "Kau minum air ini, supaya kau sedikit tenang" ucap Angel, "Kau juga gugup kenapa tidak kau saja yang minum" jawab Ersya, Angel merasa sudah tidak gugup lagi semenjak dipeluk Ersya tadi. "Aku sudah tidak gugup sejak kau peluk" Angel keceplosan dia segera menutup mulutnya dengan tangannya, "Tidak maksudku.. " ucap Angel belum selesai dan sudah di serobot Ersya "Sekarang kau peluk aku", "Hah" Angel terkejut.
Angel keluar terlebih dahulu, "Eh nona, harus bersama tuan dan gandenglah suamimu ini", "Iya" Angel menggandeng lengan Ersya. Mereka berjalan menuju ke acara, berjalan ke arah pelaminan. Red carpet panjang sampai pelaminan mereka lewati. Semua para tamu berdiri melemparkan serpihan bunga mawar merah kepada mereka berdua. Yang diluar mereka sangat antusias, menyebabkan banyak polisi yang di panggil ayah Angel untuk menjaga agar tidak terjadi kerusuhan. "Oke disini saya sebagai pembawa acara, saya akan memulai acaranya, acara pertama..." pembawa acara membacakan daftar acaranya. Ersya dan Angel mengikuti instruksi dari sang pembawa acara, dari acara pembukaan, sambutan, meminta restu, dan bersuapan.
Sampailah di acara pertukaran kado sang pengantin. Pelayan membawakan kado dari masing\-masing pengantin. "Pengantin pria boleh menyerahkannya terlebih dahulu", Ersya mengambilnya dan menyerahkannya kepada Angel, "Pengantin wanita boleh membukanya" , Angel membuka kadonya, dilihatnya ada sebuah gelang emas rantai, dan terdapat nama Ersya yang terbuat dari berlian. "Gelang" jawab Angel, "Boleh dijelaskan kenapa anda memberikan sebuah gelang emas berlian", Pembawa acara mulai memberikan sebuah mic kepada Ersya, "Karena saya ingin dia terikat hanya dengan satu nama yaitu Ersya" jawab Ersya, Angel melongo dengan jawaban Ersya. "Bak romeo juliet", "So sweet" , "Fiuwit", "Huuuu" teriak para tamu yang sangat antusias. "Sekarang giliran pengantin wanita, silakan", Angel segera menyerahkannya kepada Ersya, Ersya membuka kado dari Angel.
"Jam" ucap Ersya, "Oke boleh dijelaskan kenapa" ucap pembawa acara sambil memberikan mic kepadanya. "Karena saya ingin dia tahu kapan waktunya pulang" jawab Angel, hahaha terdengar suara tawa para tamu. "Hahaha, betul biar dia nggak dikantor mulu" teriak papa Ersya. "Haha, sangat lucu ya jawaban dari pengantin kita" ucap pembawa acara, "Sekarang boleh dipakaikan masing\-masing" sambung pembawa acara, Mereka memakaikan pemberian mereka masing\-masing. "Acara selanjutnya acara yang ditunggu oleh semua para ladies disini, apa lagi kalau bukan pelemparan bunga", "Huuu" sorak para tamu. Pelayan membawakan sebuket bunga kepada Angel, "Silahkan kalian berdua pegang bersama, dalam hitungan ketiga kalian boleh lempar ke belakang, 1..2..3 go" Ersya dan Angel melempar bunganya.
__ADS_1
Seli mendapatkan bunga itu, "Ha aku" ucap Seli terkejut, "Aaahh haha, tinggal cari pasangannya doang" teriak Angel, "Gila kamu, awas nanti" ucap Seli. "Oke sekarang para tamu undangan boleh makan disana, banyak makanan yang sudah tersaji khusus untuk kalian" ujar pembawa acara, "Dan pengantin kita boleh duduk dan makan disini, tapi tidak boleh meninggalkan pelaminan" sambung pembawa acara. "Mba boleh saya minta minum" ucap Angel memanggil pelayan yang sedang membawa sebuah macam aneka jus, "Iya nona yang mana" ucap pelayan tersebut, "Alpukat saja" jawab Angel.
Angel meminumnya hingga setengah gelas. Angel melihat ke arah Ersya yang sedang berkeringat, "Ini untuk mengusap keringat kamu" ucap Angel, Ersya tidak mengambil tisunya tapi malah mengambil jus milik Angel itu lalu segera meminumnya. "Apa kau tidak minum selama sehari, sampek segitunya" ucap Angel sambil menyenderkan tubuhnya ke sofa. "Ya, bahkan aku juga belum makan seharian" jawab Ersya, Angel mendekatkan dirinya ke Ersya, "Apa, kau serius" tanya Angel tapi tidak ada jawaban dari Ersya. "Apa benar dia belum makan, bener sih kalau belum makan seharian" batin Angel.
Angel pergi meninggalkan Ersya dia ingin mencari makanan untuknya, dia mondar mandir, ia ingin sekali ke tempat makan tapi sangat ramai dengan para tamu. "Hei anak mama kenapa disini sana temani suamimu" ucap Luna, "Emm, boleh nggak aku minta tolong" jawab Angel, "Pasti boleh lah sayang, apa? ada apa?" tanya Luna, "Itu, Ersya belum makan ya dari pagi" ucap Angel, "Oh iya, malah dia bahkan belum makan sejak tadi malam karena sibuk dengan kerjaannya" jawab Luna, "Beneran ma, boleh nggak Angel minta makanan" ucap Angel, "Ya boleh, bahkan kamu minta semua makanan disini boleh, sebentar kamu tunggu sini" ucap Luna, tak lama Luna menghampiri Angel dengan membawa makanan, "Ini sana bawa ke suamimu" suruh Luna. Angel segera pergi dengan membawa makanan itu. Angel menghampiri Ersya dan duduk disebelahnya. "Ini kau makan" ucap Angel, Ersya melihat Angel membawa makanan. "Ya ampun aku nggak bakal ngeracunin kamu, aku juga tidak mau jadi janda muda" ucap Angel, Angel menyendokkan sesuap nasi dan menyuapkannya ke Ersya. "Kenapa kau begitu gila dengan pekerjaan, sampai lupa makan gitu, kalau kau nanti masih sibuk dengan pekerjaanmu dan melupakan makanmu aku akan berhenti memasak untukmu dan aku juga akan mengacaukan pekerjaanmu itu" ucap Angel, dia tidak sadar kalau dia sedang mengomel, seperti ibu memarahi anaknya yang tidak pulang dari main.
"Sudah, aku akan mengembalikan piring ini" ucap Angel, Ersya menarik tangan Angel. Ersya memanggil pelayan yang sedang lewat dan memberikan piringnya. "Makasih" ucap Angel, "Kau belum apa\-apa sudah mengomeliku" ucap Ersya, "Ti, tidak aku hanya menasihatimu, iya menasihati" jawab Angel, "Kenapa aku tadi seperti itu ya" batin Angel. Pembawa acara kembali ke pelaminan, acara selanjutnya yaitu penutupan. "Sekarang para tamu boleh bersalaman dan berfoto bersama pengantin kita" ucap pembawa acara. Para tamu mulai berebut untuk berfoto dan bersalaman dengan mereka berdua. Acara sudah selesai waktu sudah pukul 14.00, para tamu undangan boleh pulang. Acara pernikahan belum selesai, nanti sore akan dilanjutkan lagi pukul 16.00. Ersya dan Angel pulang kerumah Aditya, sebelum ke rumah mereka sendiri mereka tinggal tiga hari di rumah Angel, dan tiga hari lagi nanti mereka akan tinggal di rumah Ersya.
"Akhirnya bisa istirahat juga" ucap Angel sambil rebahan di kasur. Ersya selesai dengan panggilannya, dia masuk melihat Angel sedang rebahan di kasur, tapi dia tak memperdulikannya. Ersya bergegas untuk mandi, karena tubuhnya sudah sangat lengket. Di kamar mandi Ersya memikirkan kelakuan Angel yang selalu membuatnya tersenyum dalam hati. ~ "Ya ampun aku nggak bakal ngeracunin kamu, aku juga tidak mau jadi janda muda" ucap Angel, Angel menyendokkan sesuap nasi dan menyuapkannya ke Ersya. "Kenapa kau begitu gila dengan pekerjaan, sampai lupa makan gitu, kalau kau nanti masih sibuk dengan pekerjaanmu dan melupakan makanmu aku akan berhenti memasak untukmu" ucap Angel. ~"Oke boleh dijelaskan kenapa" ucap pembawa acara sambil memberikan mic kepadanya. "Karena saya ingin dia tahu kapan waktunya pulang" jawab Angel, hahaha terdengar suara tawa para tamu. "Hem, kau sangat polos" ucap Ersya di depan kaca sambil tersenyum sendiri.
"Ya ampun bensin habis lagi, mana Zelin udah pergi, ponsel mati, haduh gimana ya" ucap Seli, sekarang dia sedang berada dipinggir jalan, karena mobilnya kehabisan bensin. Seli melihat sebuah mobil putih menghampirinya, seseorang pria turun dari mobil tersebut. "Kenapa mobilmu" ucap Resta, "Kehabisan bensin, kamu temannya bos Ersya kan?" tanya Seli, "Iya, kenalin Resta, kamu manajer di kantor Rion kan" ucap Resta, "Rion, siapa?" tanya Seli, "Oh itu panggilanku kepada bosmu itu" jawab Resta, "Oh" ucap Seli, "Gimana kalau kamu aku anter pulang, nanti kalau kamu telat nggak pantes kan sahabat sendiri lagi" jelas Resta, "Iya sih, boleh kalau begitu, tapi sebelumnya maaf ngerepotin" ucap Seli, "Tidak apa" jawab Resta. Di kamar Angel, sedari tadi dia mencoba membuka gaunnya itu tapi resletingnya macet jadi susah untuk dibuka, "Haduh, susah banget lagi" gerutu Angel.
Ersya keluar dari kamar mandi dia melihat Angel sedang kerepotan membuka gaunnya. "Sini" ucap Ersya, "Ah tidak terima kasih" ucap Angel. Ersya masih melanjutkan niatnya untuk membantu membuka gaun Angel, dia berjalan ke belakang Angel dan membukanya. "Akhirnya" Angel sangat lega, dia sudah sangat gerah dengan gaunnya itu meski gaun itu tanpa lengan. "Keras kepala" ucap Ersya sambil berjalan ke lemari pakaian. "Aku tidak akan keras kepala jika kau tidak mesum" ucap Angel sambil berjalan ke kamar mandi.
__ADS_1
Angel selesai mandi, dia memakai dress diatas lutut berwarna hitam lengan seutas tali, rambut terurai. Dia mengambil laptopnya dan duduk di atas kasur, "Aku harus cepat selesaikan skripsi ini" gerutu Angel. Karena Angel sudah memasuki semester terakhir dia harus cepat menyelesaikan skripsinya itu. Angel sangat serius sampai tidak mempedulikan sekitarnya. Ersya masuk kedalam kamar, "Geser" ucap Ersya, "Apaan" jawab Angel masih serius dengan laptopnya. Ersya mengangkat Angel sedikit ke samping, supaya dia bisa tidur. Ersya lalu tidur menghadap bertolak dengan Angel. "Ya ampun " ucap Angel, "Sabar Angel, teruskan urusanmu ini" ucap Angel. 20 menit berlalu Angel masih serius menyelesaikan skripsinya, "Ngantuk banget ya" ucap Angel, Angel memalingkan pandangannya ke Ersya yang sedang tidur, "Aku tak tau apa yang akan terjadi dikehidupan kita nanti" batin Angel sambil memandang punggung Ersya. Angel menaruh laptopnya di atas laci samping tempat tidurnya. Dia mulai membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.
•••