
"Kakak kok nggak kerja?" tanya Angel, "Kakak sengaja tidak bekerja karena ingin menemanimu" jawab Amel, "Ya tuhan kakak, kemana mama" ucap Angel, "Mama pergi ke pasar beli ikan" jawab Amel, "Oh" ujar Angel. Angel pergi ke dapur untuk membuat minuman. Angel kembali dengan membawa dua cangkir cappuccino hangat. "Ini buat kakak" ucap Angel, "Astaga kau baik sekali" jawab Amel mengambil cappuccino itu, "Eh sebentar, wajah kamu kok lemes banget sih" sambung Amel sambil memegang wajah Angel, "Kamu tidak sakit, dan ini hanya kelelahan" jelas Amel memegang wajah Angel, "Kelelahan? Oh kakak tahu pasti tadi malam kalian berdua itu ya" goda Amel sengaja, "Ah, a, apaan sih kak, sok tahu deh" jawab Angel, "Kakak ini seorang dokter" ujar Amel, "Terus apa hubungannya sama gituan" sahut Angel, "Ya kakak tahu lah, kakak bisa lihat dari wajah seseorang itu, benar kan tuh malu" ucap Amel, "Hissh" Angel sangat malu, dia berpikir apakah kakaknya beneran tahu.
Mereka berdua menghabiskan minuman mereka dan bercanda tawa. "Gimana kalau kakak ajak kamu ke salon, di sana kita facial, spa, manicure and pedicure, krimbat dan yang lain lagi, pokoknya kamu harus mau dan nggak boleh nolak, sekarang ganti pakaian sana" ajak Amel, Dreeet.. Dreeet \*Ambilkan berkasku dan bawakan kesini\* pesan dari Ersya. "Nanti sekalian kita kesana, cepat kamu ganti" seru Amel, "Iya iya kak sebentar" jawab Angel. Angel pergi ke kamar untuk berganti pakaian dan membawakan berkas untuk Ersya. Angel selesai berganti pakaian.
"Sudah siap, ayo berangkat" seru Amel. Mereka berdua berangkat ke salon langganan Amel, sebelum ke salon mereka berdua mampir ke kantor Ersya untuk mengantarkan berkas yang di minta. "Kakak tunggu disini aja" ujar Amel, "Oke" Angel turun dari mobil dan segera masuk ke dalam kantor. Angel masuk disambut oleh semua karyawan yang ada disana dengan sapaan kagum serta pujian. "Selamat siang nona", "Astaga cantiknya", "Siang nona cantik", "Ya ampun seperti malaikat". Angel hanya membalas semua sapaan dengan senyum manisnya. Angel mencari ruangan Ersya, dia belum pernah ke kantor Ersya sebelumnya. Dia juga tidak tahu ruangan sahabatnya Seli.
Angel tidak mengira kalau kantor Ersya sebesar itu. "Dimana ya" ucap Angel kebingungan, Seli dan Fany sedang berjalan menuju kantin untuk makan siang, "Angel" teriak Seli menghampiri Angel, "Selamat siang nona" sapa Fany sambil membungkukkan tubuhnya, "Oh siang" jawab Angel, "Ngapain kesini, baru ditinggal bentar aja udah kangen sama suami" goda Seli, "Apaan sih ini dia minta di anterin berkasnya, dimana ruangannya?" tanya Angel.
"Oh iya nona, tuan sedang mencari berkasnya" ujar Fany, "Itu kamu ke lantai 45 dan disana ruangannya" jawab Seli, "Oke terimakasih, aku pergi dulu ya" Angel segera bergegas menuju lift. Angel sekarang masih berada di lantai 3, dia segera memencet nomor 45. Kring.. Kring "Haduh siapa sih" gerutu Angel, \*Ersya memanggil\* "Iya ada apa" jawab Angel, "Dimana? Lama" ucap Ersya, "Iya ini aku di lift, udah nyuruh pakek cepet lagi" jawab Angel, "Dari tadi masih di lift" ucap Ersya, "Iya kan kantor ka..." belum selesai meneruskan perkataannya Ersya sudah mematikan panggilannya itu.
"Ya ampun nyebelin banget nih orang" gerutu Angel. Angel sudah sampai di lantai 45, dia melihat disana sangat sepi, "Sepi amat ya, oh iya ini kan waktunya jam makan siang" ujar Angel. Angel segera mengetuk pintu ruangan Ersya. Tok.. Tok.. "Masuk" jawab Ersya, Angel masuk ke dalam ruangan, dia melihat hari ini Ersya begitu tampan tanpa memakai jas. Hanya memakai kemeja putih berdasi hitam.
Angel masuk menghampiri Ersya yang sedang duduk di kursi kekuasaannya. "Ini berkasmu" ujar Angel, "Duduk" ucap Ersya, "Tidak, aku sedang ada urusan dengan kakak" jawab Angel, "Duduk" ucap Ersya, "Ersya, aku beneran, aku udah ditunggu kakak di bawah" jawab Angel, "Duduk" ucap Ersya. Angel tidak bisa mengelak lagi ia menurutinya. Angel duduk di kursi depan meja Ersya. Tidak lama seorang pelayan datang membawa nampan berisi makanan dan minuman. "Ini tuan" kata pelayan itu menaruhnya di meja lalu segera pergi. "Makan" ucap Ersya, "Heleh hanya ngajak makan aja ribet amat nggak langsung to the point aja" batin Angel. Mereka berdua mulai memakan makanan mereka. "Itu" Angel menunjuk mulut Ersya yang terdapat sisa makanan, "Hem" jawab Ersya, "Ini loh, kalau makan itu pelan\-pelan" Angel mengusap sisa makanan di mulut Ersya dengan ibu jarinya. "Sudah, aku pulang dulu ya" ucap Angel, "Satu lagi, jangan sampai telat makan ya, bye aku pergi dulu" sambung Angel pergi. "Kau, membuatku nyaman di dekatmu" batin Ersya.
__ADS_1
"Maaf kak, lama ya habisnya Ersya mengajak makan siang dulu, maaf ya kak, kakak pasti marah ya" ucap Angel sambil memakai sabuk pengaman, "Ah tidak siapa yang marah, lumrah kalau suamimu ngajak makan, ayo pergi" jawab Amel. Mereka berdua pergi ke sebuah salon terbesar di kotanya. Mereka berdua menuju ke ruangan khusus yang sudah di pesan dahulu oleh Amel. Para pelayan sudah menunggu dan menyambut mereka untuk memulai semuanya. Mereka memulai semua dari awal hingga akhir. Dari mulai spa, facial, treatment, maskeran, krimbat, manicure, pedicure, hingga bermake up.
Selesai mereka melakukan semua perawatan dari ujung kepala hingga kaki, hari sudah mulai sore mereka pergi ke sebuah cafe dekat salon. Mereka menghabiskan waktu mereka dengan mengobrol, bercerita, dan bercanda tawa. Mereka melewati hari ini dengan bersenang\-senang bersama. Setelah itu mereka pergi ke sebuah supermarket untuk membeli berbagai macam buah\-buahan untuk persediaan di rumah. Sebuah restoran ternama tujuan mereka selanjutnya. Melepas penat dengan makan, mereka memesan makanan yang begitu banyak dan tak lupa makanan penutup mereka berdua yaitu ice cream. Mereka berdua menghabiskannya tanpa tersisa sedikit pun.
Waktu sudah pukul 18.00, Angel dan Amel mengakhiri kesenangan mereka dan pulang. "Sebentar kak Angel ke toilet dulu, nggak apa kan kakak nunggu di mobil" tanya Angel, "Syiap nggak apa" jawab Amel, Angel turun dari mobil dan segera menuju toilet yang ada di restoran itu. Di sisi lain, Ersya dan Resta memakirkan mobilnya di parkiran restoran tersebut. "Kau masuk duluan, aku mau ke toilet sebentar" ucap Ersya, "Siap komandan" jawab Resta. Ersya berjalan menuju ke toilet, sedangkan Angel keluar dari toilet. Angel sedang sibuk memasukkan ponselnya ke dalam tasnya sampai tidak mempedulikan di depannya. Bruuug.. Ponsel Angel jatuh ke lantai begitupun dengan ponsel Ersya. Ersya berjalan ke toilet juga sambil memainkan ponselnya tanpa mempedulikan di depannya. Angel berlutut untuk mengambil ponselnya di lantai. "Maaf, maaf saya tidak sengaja" ucap Angel, "Bentar, kayak kenal ponsel ini deh" gerutu Angel, "Maaf mas saya tidak sengaja, ini pon.. sel.. nya" Angel melihat ternyata itu adalah Ersya.
"Kau, ini ponselmu" Angel menyodorkan ponsel Ersya, Ersya mengambil ponselnya kembali. "Ngapain" ucap Ersya, "Aku?, aku habis dari toilet" jawab Angel, "Disini" sahut Ersya, "Oh..habis makan sama kakak" jawab Angel, "Pulang" ucap Ersya, "Iya.. Suamiku yang tampan tapi dingin, aku pulang dulu sampai jumpa" Angel pergi meninggalkan Ersya di toilet. "Tampan tapi dingin" batin Ersya sambil tersenyum tipis. Angel masuk ke dalam mobil, dan mereka berdua segera pulang. Sampai di rumah Angel segera pergi ke kamar untuk mandi dan pergi menemui Seli di cafe karena sekarang Angel sudah terlambat. Dreeet.. Dreeet \*Aku sudah di depan rumah suamimu, aku akan menunggumu tuan putri\* pesan dari Seli. Angel segera bersiap, dia memakai baju overall panjang di atas mata kaki, berlengan pendek berwarna merah maron. Rambut diikat ke atas, riasan natural dengan lipstik merah muda. Tak lupa dia juga membawa tas berwarna cream dan high heels berwarna cream.
Ersya dan Vanessa melewati meja Zelin, mereka berdua menuju meja paling pojok jauh dari meja Zelin. "Ngapain mereka berdua, tidak bisa dibiarkan aku harus berbuat sesuatu" ucap Zelin. Tak lama kemudian Angel dan Seli tiba di cafe dan langsung masuk menghampiri Zelin. "Hai" sapa Angel, "Kalian duduk, ada berita buruk" ucap Zelin, "Apa" kompak Angel dan Seli, "Lihat di pojok sana siapa" ujar Zelin sambil memandang ke arah Ersya dan wanita itu, "What" ucap Seli.
Disisi lain, Ersya dan Vanessa sedang mengobrolkan sesuatu. "Kenapa kau mengajakku kemari" ucap Ersya, "Oke aku akan to the point, aku sangat mencintaimu Ersya, apa tidak ada kesempatan lagi untukku, aku tidak apa menjadi yang kedua" ujar Vanessa, "Aku tidak akan mungkin menduakan istriku" jawab Ersya, "Lalu bagaimana dengan kita, kau masih cinta kan sama aku" ucap Vanessa, "Aku tidak yakin" jawab Ersya, "Kenapa" tanya Vanessa, "Karena waktu itu kau meninggalkanku" jawab Ersya, "Aku sudah bilang waktu itu aku sedang berobat Ersya, percayalah padaku, aku selalu setia denganmu, bahkan sekarang kau sudah menikah aku masih setia menunggumu" jelas Vanessa, "Ayolah kita mulai hubungan kita dari awal lagi" sambung Vanessa, "Ersya jawab aku" ujar Vanessa, "Aku tidak tahu, jika kau berobat kenapa kau tidak memberitahuku" ucap Ersya, "Ka, karena aku tidak mau merepotkanmu" jawab Vanessa, "Merepotkan? Kau tahu waktu itu aku akan melakukan apapun demi kau" ucap Ersya, "Oke aku salah, aku minta maaf" jawab Vanessa, "Sudahlah" ujar Ersya.
"Oke aku tahu Angel kau tidak akan membiarkan wanita itu merebut Ersya, tapi setidaknya kau khawatirlah berjaga\-jagalah, aku bukan istri Ersya sangat takut dan kau hanya diam, astaga aku tidak percaya ini" ucap Zelin, "Oke, nama wanita itu adalah Vanessa, dia mantan Ersya yang membuat Ersya sekarang menjadi dingin, keluarga Ersya tidak menyukai Vanessa, karena kakak ku pernah melihat Vanessa ini dengan pria lain" jelas Angel, "Betul namanya Vanessa, iya kelihatannya wanita ini tidak baik, bahkan Resta sepertinya sangat membenci wanita ini, bagaimana kalau kau Angel bertemu empat mata dengan Resta" sahut Seli, "Benar juga" jawab Angel, "Sebentar kenapa tidak kita bertiga saja" sahut Zelin, "Khawatirnya Resta tidak mau menceritakannya, karena dia orang yang tertutup tentang masalalu" jawab Seli, "Oke kalau gitu" ujar Zelin. Angel meminum coffee latte miliknya sambil mencerna semua perkataan sahabatnya itu.
__ADS_1
Hari sudah gelap mereka bertiga memutuskan untuk pulang, tetapi mereka bertiga pulang setelah Ersya dan Vanessa pulang. Mereka bertiga berjalan menuju parkiran. Secara tidak sengaja mereka menyaksikan kejadian yang mengejutkan. Ersya dan Vanessa sedang berpelukan. Angel melihat kejadian itu merasa sedih dan kecewa oleh sikap Ersya yang seperti itu. Angel meneteskan air mata tanpa dia sadar, hatinya sangat sakit melihat mereka berdua berpelukan. "Perasaan apa ini" batin Angel. "Angel kau menangis" ucap Seli ikut sedih, "Dasar wanita \*\*\*\*\*\*" Zelin menghampiri mereka berdua, plaak.. "Hei dasar kau wanita \*\*\*\*\*\*, apa kau tidak tahu dia sudah memiliki seorang istri, dan kau Ersya, kau sudah berhasil membuat Angel bersedih" Zelin menampar Vanessa, dia sudah tidak bisa menahan amarahnya. Apalagi Angel sampai menangis dia sangat tidak tega melihatnya. "Ayo Angel kita pulang" Zelin dan Seli membawa Angel pergi ke dalam mobil dan memulangkannya. "Dia menangis" batin Ersya.
Di kamar, Angel sedang menangis di kamar mandi dengan shower menyala agar keluarganya tidak mendengar dia sedang menangis. "Perasaan apa ini, kenapa, kenapa aku sampai sesakit ini, dan kenapa kau berbuat itu padaku, aku tahu kau tidak mencintaiku, tapi, tapi setidaknya kau jagalah perasaanku" Angel meluapkan semua, dia menangis tersedu sedu, "Arrggghhh" Angel tidak bisa membendung lagi air matanya. "Kau, kau sangat jahat Ersya" teriak Angel. Ersya mendengar semua perkataan Angel di dalam kamar mandi. Ersya berdiri di depan pintu kamar mandi dari tadi. Ersya segera mendobrak pintu kamar mandi, karena Angel menguncinya dari dalam.
Braaak.. Suara dobrakan pintu. "Kau, kau pergi dari sini" teriak Angel. Ersya mematikan shower yang menyala dari tadi dan membasahi tubuh Angel. "Ini rumahku" jawab Ersya, "Kalau gitu aku yang pergi dari sini" teriak Angel menangis pergi keluar, tapi tubuhnya ditahan dalam pelukan Ersya. "Lepaskan aku, kau lepaskan aku, aku ingin pergi, lepaskan aku" teriak Angel memukul punggung Ersya. Ersya menguatkan pelukannya dan Angel masih terus memukul punggungnya, "Lepaskan aku, cepat lepaskan aku, biarkan aku pergi, tolong Ersya, tolong lepaskan aku" Angel masih menangis dan berteriak meronta ronta meminta Ersya melepas pelukannya.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi sampai kapan pun" ucap Ersya, "Tidak, tapi, tapi kau kenapa begitu jahat denganku, kenapa kau membuatku seperti ini, kenapa kau lakukan itu, kenapa Ersya, kenapa" Angel masih menangis dia tidak tahu kenapa dia bisa seperti ini, dia masih bingung perasaan apa ini yang membuat dia sampai seperti ini. Angel tidak berhenti memukul punggung Ersya dan mencoba melepaskan pelukan Ersya. Ersya masih tidak mau melepas pelukannya, dia menerima semua pukulan dari Angel. Ersya mencoba menenangkan Angel dengan membelai rambut panjang Angel dengan lembut. "Tolong lepaskan aku Ersya" ucap Angel lemah. Angel berhenti memukul dan berteriak. Dia sudah sangat lelah dengan semua yang dia lakukan. Ersya masih memeluk Angel sedangkan Angel masih terus menangis hingga tersedu sedu. "Kau cemburu" ucap Ersya, "Aku? Aku cemburu wajar karena aku istrimu, aku tidak tahu apakah ini cemburu" jawab Angel tersedu sedu, "Benarkah" tanya Ersya.
Ersya melepas pelukannya, dia melihat mata Angel begitu sembab dan basah karena air shower. Ersya mengusap usap wajah Angel yang basah karena air mata bercampur air shower. "Sudah lepaskan aku" gerutu Angel, Angel keluar untuk berganti pakaiannya yang basah. Ersya masih berdiri di kamar mandi, "Apa yang sudah aku lakukan" ucap Ersya. Di ruang keluarga mereka semua sedang berkumpul. "Mereka berdua sudah makan apa belum ya" ucap Luna, "Kayaknya tadi pas Angel pulang wajahnya sedih banget deh ma, terus pas aku panggil dia nggak peduli" seru Amel, "Haduh gimana kalau mereka berdua lagi berantem" sahut nenek Desi, "Mama bikin aku khawatir deh" jawab Luna, "Udah besok kita tanya mereka" ucap kakek Deni, "Sekarang kita semua tidur, sudah malam" ujar Hendra. Semua pergi ke kamar masing\-masing, Amel masih duduk belum pergi ke kamarnya. "Kenapa ya mereka, apa jangan\-jangan, aku telefon Seli aja dia kan sahabat Angel". Kring.. Kring.. "Siapa ya malam\-malam gini" Seli segera mengangkat panggilan teleponnya.
Angel menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Sedangkan Ersya masih sibuk memainkan tabletnya. "Dingin banget sih" gerutu Angel, Angel membuka selimutnya dan mengambil remote ac untuk menurunkan suhu ac. Angel kembali menutup tubuhnya, Angel masih kedinginan padahal ac sudah di turunkan suhunya. Ersya mengerti bahwa Angel sedang kedinginan, ia menaruh tabletnya di atas laci samping tempat tidurnya. Ersya membuka selimut Angel, "Apaan sih, kau kan punya selimut sendiri" gerutu Angel. Ersya menaruh lengannya di belakang leher Angel dan merangkul pundak Angel. Tangan satunya menarik Angel supaya lebih dekat.
Ersya menaruh kedua tangan Angel di perutnya. Sedangkan kepala Angel di dada bidangnya itu. Lalu Ersya menarik selimut sampai di pundak Angel. "Tidurlah, aku tidak mau ada bantahan" ucap Ersya. Angel merasa kehangatan di seluruh tubuhnya. "Ersya jika kau begini kau membuat jantungku berdebar sangat kencang" batin Angel. Angel mulai memejamkan matanya yang sembab itu. Angel sudah tertidur pulas di pelukan Ersya. "Maafkan aku" batin Ersya, Ersya mengencangkan pelukannya dan mulai memejamkan matanya.
__ADS_1
Jangan lupa like ya 😁