
Aku masuk melihat seorang dokter dan nenek sedang diperiksa. Dokter itu tersenyum kepadaku, akupun membalas senyuman itu. "Apa ini Angel nek" tanya kak Amel kepada nenek, "Iya" jawab nenek. Aku pun memperkenalkan diri. "Halo kak, aku Angel", dokter itu melihatku dengan tatapan kagum "Astaga kau lebih cantik daripada dimajalah" ucap kak Amel sambil memelukku. Aku terkejut tapi aku membalas pelukannya itu. Pasalnya dia memang mengenalku, tidak denganku aku tidak mengenalnya. Saat aku masih kecil berumur sekitar 3 tahun aku pernah dijaga olehnya dan diajak bermain, dengan Ersya juga. Itupun aku dengar cerita dari mama. Pastinya aku tidak mengenali semua keluarga Wijayanto. Itu terakhir bertemu, setelah keluarga Wijayanto pindah karena pekerjaan papa Ersya.
"Aku Amel pasti kau tak mengenaliku, karna waktu itu kau masih sangat kecil" ucap kak Amel, "Maaf kak" ucapku, "Hissh kenapa kau minta maaf". Kami bertiga pun bercerita bercanda tawa, saling mengenal satu sama lain. Kami tak menyadari waktu sudah mulai siang, waktu menunjukkan pukul 13.03. Aku dan nenek berpamitan untuk pulang. Tak lupa aku bersalaman dengan kak Amel, dia memelukku dan memeluk juga nenekku sambil mencium tangan nenek. Aku dan nenek pergi menuju parkiran. "Ternyata dia baik dan ramah, papa mama mereka tidak salah pilih" batin kak Amel sambil tersenyum lega.
__ADS_1
~ Didalam tempat lain.
"Nek apa kau lapar" tanya Ersya sambil tatapannya masih fokus kedepan menyetir mobilnya. "Tidak nenek mau pulang saja istirahat" jawab nenek sambil melempar senyumannya. Sesampainya di pintu gerbang keluarga Wijayanto. Sekuriti mulai membukakan pintu gerbang dengan melempar senyuman kepada Ersya dan nenek Desi. Ersya membukakan pintu mobil untuk nenek, mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Disambut oleh mama Ersya "Nenek mau istirahat" ucap nenek Desi, "Mari nek Luna antar kekamar". Mama Ersya mengantar nenek ke kamar. Ersya masuk kedalam kamarnya. Dia mulai membersihkan diri, masuk kedalam kamar mandi. 20 menit kemudian ia keluar, kring...kring... kring ponselnya berbunyi, ia lihat ke layar ponselnya. *Sekretaris Fany memanggil*.
__ADS_1
Ha.. Ha.. Hush.. Nafasku terengah-rengah begitupun dengan nenek. Aku dan nenek langsung masuk kedalam mobil. "Angel apa kau gila, kau membuat nenek jantungan" oceh nenek, "Maafkan nek, aku juga tidak tahu akan terjadi seperti ini. *Flashback on* ketika aku dan nenek keluar untuk pulang, orang-orang mulai mengejarku sambil berteriak ingin minta foto. Aku dan nenek pun lari menuju lift, setelah sudah sampai lantai bawah ternyata mereka sudah menungguku. Kami lari sekenjang mungkin, aku sungguh khawatir kesehatan nenek, tapi untung nenek masih kuat berlari. Entah mereka siapa, sepertinya fansku. Biasanya jika aku pergi, aku membawa beberapa pengawal untuk mengawalku. Tapi ya kali masa setiap saat aku selalu membawa pengawal, aku tuh risih, ckck. *Flashback off*.
"Lainkali kau bawalah pengawalmu" ucap nenek dengan nafas terengah\-rengah, "Mana Angel tau kalau akan begini nek" ucapku sama sambil mengatur nafas. Tiba\-tiba nenek tertawa, tepatnya menertawakan kejadian tadi. Aku pun ikut tertawa sambil menceritakan kembali kejadian itu.
__ADS_1
~Dikamar Ersya.
"Ya" jawab Ersya, "Maaf pak saya hanya mengingatkan tentang makan malam nanti, apakah anda bersedia" balas diseberang sana, sekretaris Fany. "Iya aku mengerti" jawab Ersya. Iya dia memang sangat angkuh dan hemat bicara. Ersya menutup panggilannya, menuju atas kasur untuk merebahkan tubuhnya. Tak lama ia sudah tertidur sangat pulas.