Jodohku Dari Perjodohan

Jodohku Dari Perjodohan
11> Baik sekali.


__ADS_3

~ Di kampus.


Angel lari ke dalam kampus. Bruuug.... Angel terjatuh "Astaga siapa sih jalan lihat2 dong" ucap Angel sambil bangun. Dilihatnya ternyata itu adalah Mirza. "Maaf aku tidak tahu" ucap Mirza. Angel melihat Mirza, dia memang tampan, ramah, dan baik. "Kenapa kamu lari?" tanya Mirza, "Oh iya, aku terlambat, aku duluan ya Mirza" ucap Angel sambil berlari ke kelasnya. "Kau sangat cantik Angel" ucap Mirza.


"Astaga Zelin aku sangat lelah" keluh Angel sambil memeluk lengan Zelin. Mereka berjalan ke arah kantin, orang2 melihat ke arah Angel sambil mengeluarkan gombalan dan teriakan agresif mereka. "Tuh lihat fans2mu" goda Zelin. Angel tak menanggapi, ia menarik lengan Zelin menuju kursi kantin yang berada di pojok ruangan, untuk menghindari orang2 yang antusias melihatnya. "Kamu mau pesan apa nih aku pesenin biar nggak digodain lagi" tanya Zelin, "Aku mau air kelapa dingin aja, aku haus banget nih" jawab Angel sambil menggaruk tenggorokannya. "Oke" ucap Zelin.



"Ini" ujar Zelin menyodorkan sepiring kue dan minuman yang di pesan Angel, "Loh aku nggak pesen kue lo" ucap Angel, "Udah makan aja, hari ini aku traktir" jawab Zelin, "Oh ya ngomong\-ngomong nih, gimana hubungan kamu sama Ersya" tanya Zelin. Spontan Angel mengangkat garpu miliknya ke arah wajah Zelin, "Gila, dia nyebelin banget" jawab Angel, "I, i, iya, nye, nyebelinnya gimana" ucap Zelin takut dengan garpu yang di sodorkan ke arah wajahnya, "Kamu tahu nggak" bentak Angel membuat Zelin terkejut, "Apa" jawab Zelin ketakutan, "Dia menghinaku, waktu itu aku ke rumahnya, terus dia masak nih buat aku, ya aku akuin sih memang masakannya itu enak, tapi ya nggak sombong gitu juga kali" jelas Angel, "Bahkan" bentak Angel menyodorkan garpunya ke arah wajah Zelin, "Aaaa" teriak spontan Zelin yang ketakutan, Zelin menurunkan tangan Angel, "Gila, kamu mau ambil bola mataku, astaga hampir aja jantungku copot" gerutu Zelin, "Hehe, maaf, namanya juga refleks" jawab Angel, "Refleks tapi nggak gitu juga kali" sahut Zelin, "Terus, terus lanjutkan dong" sambung Zelin.



"Terus waktu dia ngantar aku pulang, aku nggak sengaja nyium dia" ujar pelan Angel, "Uhuk.. Uhuk, yang benar saja" teriak Zelin, "Ssst, apa mulutmu ingin ku potong" sahut Angel, "Maaf, maaf, bagaimana ceritanya, akhirnya kalian akrab juga" ujar Zelin, "Akrab apanya, orang nggak sengaja, lagian dia mengerem mobilnya mendadak, pas aku di suruh ambil ponselnya di saku celana miliknya, ya spontan deh aku nyium pipinya" jelas Angel, "Cie cie cie, mulai ada rasa nih, ya tuhan semoga mereka berdua ini ada perasaan yang mendalam dan tidak terpisahkan oleh siapapun" ujar Zelin, "Kebanyakan nonton drakor ya, halu, udah lebih baik kita habiskan makanan kita" jawab Angel.


~ Di kantor Ersya.

__ADS_1


"Apa, omg2, aku tidak percaya sahabatku, astaga jadi yang dijodohin sama Angel itu bos" teriak Seli, "Astaga manajer Seli, pelankan suaramu" ucap Fany, "Oh iya2, kamu tahu dari mana kalau bos dijodohkan dengan Angel sahabatku?" tanya Seli, "Tadi pagi, saat aku menjemput bos, dan keluarganya juga memberi tahuku" ujar Fany sambil menyodorkan segelas capucino, "Minumlah manajer Seli" sambung Fany. Seli mengambil capucino itu, ia terdiam berpikir. "Aku harus menelfon Angel" ucap Seli, belum sempat ia menelfon Angel, "Maaf manajer Seli, anda di panggil bos di ruangannya" ucap karyawan itu lalu pergi meninggalkan mereka berdua. "Sebaiknya manajer Seli segera ke ruang bos, telepon nona Angel nanti saja" ucap Fany.


"Maaf pak, ada yang bisa saya bantu" tanya Seli, "Iya, soal kerja sama di luar kota bagaimana" jawab Ersya yang fokus ke laptopnya, "Saya sudah mengeceknya dan sedikit merevisinya, tinggal kita tanya partner kita apa dia setuju atau tidak" jawab Seli. Ersya hanya menganggukkan kepalanya. "Astaga aku kaget banget sumpah demi apa, pria tampan ini akan menjadi milik Angel" batin Seli, "Ya meskipun dinginnya melebihi es di kutub utara, tapi yakin deh pasti Angel bisa luluhin hatinya" sambung Seli dalam hati.


~ Di sebuah mall.


Angel dan Zelin sedang melihat-lihat make up. "Aku mau beli lipstik, menurut mu yang mana" tanya Zelin, "Sepertinya, sebentar aku akan memilihkannya untukmu" jawab Angel. Zelin melihat ke arah luar toko make up, dia sekilas melihat seseorang yang ia kenal, tak lain itu adalah Ersya calon suami Angel. "Eh ngel, itu bukannya calon suamimu lagi sama Rosa tuh, ngapain mereka" ujar Zelin sambil menunjuk keberadaan Ersya. Angel melihat, mereka berdua sedang mengobrol tanpa di temani sekretaris Fany.


Zelin melihat ke arah Angel yang dari tadi diam tanpa bicara. "Hoi dari tadi diem mulu " ujar Zelin, "Nggak gitu, kok mereka berdua bisa kenal" ucap Angel, "Iya yah, apa mereka ada kerja sama? tapi kok Rosa nggak bawa asistennya biasanya kalo kemana\-mana selalu bawa tuh" ucap Zelin terheran. "Ah biarlah, aku sudah nemu nih lipstik yang pas buat kamu" ucap Angel. Mereka berdua melanjutkan belanjanya.



~ Di parkiran mall.


Angel dan Zelin sedang berjalan menuju mobilnya sembari bercanda tawa. Sedangkan Ersya dan sekretaris Fany sedang berjalan berlawanan arah dengan Angel. Fany menyadari kalau itu Angel, "Hallo nona Angel apa kabar" sapa Fany. Angel terkejut, dia melihat ke depan ke arah Ersya dan Fany berada. "Oh baik, apa kabar juga" tanya Angel balik, "Baik nona" jawab Fany. Angel mengarahkan pandangannya ke arah Ersya, ia melihat Ersya sedang melihatnya. Mereka berdua saling menatap, Angel mengalihkan pandangannya. Ia berjalan dengan Zelin ke arah mobilnya. Waktu itu Angel memakai hak tinggi, tbtb (tiba tiba) haknya patah, sontak dia terjatuh ke belakang. Ersya menangkap Angel dari belakang, tangan kiri dipunggung Angel, tangan kanan melingkar di perut Angel. Sedangkan Angel, tanganya berada di pundak Ersya. Mereka saling bertatapan lama.

__ADS_1


"Astaga ini momen langka, ayo segera foto mereka" ujar Zelin kepada Fany, dan diiyakan. Ersya segera melepas pekukannya. Angel kembali berdiri dengan kaki satu tinggi satu rendah. Ersya melihat ke arah kaki Angel. Angel menyadari high heelsnya patah, dia duduk jongkok untuk melihat high heelsnya. "Angel aku ke mobil dulu ambil sendal oke" ucap Zelin langsung pergi meninggalkan Angel, "Zelin" teriak Angel. "Maaf pak saya mengambil mobil dulu" ujar Fany meninggalkan mereka berdua. Ersya ikut jongkok di depan Angel. Dia melihat paha Angel yang terbuka, putih mulus. Karena waktu itu Angel memakai baju ketat yang membentuk tubuh indahnya, dengan lengan panjang.



Angel menyadari arah mata Ersya, Angel segera duduk di jalan tanpa alas apapun. "Apa kau lihat2" ucap Angel, "Sini" jawab Ersya, "Apanya" tanya Angel. Ersya segera mengambil high heels Angel yang masih utuh di kaki Angel. Ersya mendekat, karena saat itu posisi duduk Angel kaki keduanya dilipat ke belakang. Ersya mengambilnya, secara tidak langsung tubuh mereka sangat dekat hingga kepala Angel berada di dada Ersya. Ersya mengambil kedua high heelsnya, kleek...ia mematahkan high heels yang satunya lagi.



Angel segera mengambilnya dan memakainya. Kakinya diselonjorkan kedepan, ia memakai high heelsnya tapi tak sampai. Angel ingin jongkok tapi ia sadar kalau ia sedang memakai baju ketat dan pendek. Ersya melihat Angel sedang kesusahan, "Kau selalu merepotkanku" ujar Ersya sambil memakaikan high heels Angel. "Kau yang membantuku, aku juga tidak meminta" jawab Angel. Ersya selesai, ia bangkit lalu mengulurkan tangannya kepada Angel. "Apaan" tanya Angel kebingungan. "Astaga, apa kau tidak mau berdiri" jawab Ersya. Angel segera meraih tangan Ersya dan bangun. Angel membersihkan bajunya yang kotor. "Terimakasih" ucap Angel sambil menatap Ersya, "Untuk" jawab Ersya, "Untuk bantuanmu yang tidak aku minta" ucap Angel, "Dasar bodoh" jawab Ersya. Lalu ia pergi meninggalkan Angel. "Kau yang bodoh" teriak Angel. "Astaga, astaga jantung kau kenapa" ucap Angel pelan.



Sedari tadi ada yang mengawasi mereka dari kejauhan. Dia adalah asisten Rosa yang sedang bersembunyi di balik mobil yang dari tadi melihat Angel dan Ersya. Tapi dia melihat pada saat Ersya memakaikan high heels Angel. "Harus kasih tau ibu nih" ucap asisten Rosa.


~ Di kediaman keluarga Wijayanto.

__ADS_1


Angel memakirkan mobilnya dihalaman rumah Ersya. Ia masuk kedalam, memencet bel. Ting.. Ting.. Seorang pembantu rumah Ersya membukakan pintu untuknya. "Oh nona Angel, anda sudah ditunggu di dapur" seru pembantu tersebut, "Iya bi terimakasih" Angel tersenyum sembari berjalan masuk ke dapur. "Angel, sini" ucap Luna mama Ersya (takutnya kalian lupa nama2nya, haha), "Mama, ada apa nyuruh Angel kesini" ucap Angel sambil mencium punggung tangan Luna. "Begini, Ersya sangat menyukai rendang, tolong masakin buat dia, lalu antar ke apartemennya yah" pinta Luna, "Oke siap ma" seru Angel, "Mari mama bantuin" ujar Luna, "Kemana yang lain ma" tanya Angel, "Papamu kerja, kakek sama nenek tidur di kamar" jawab Luna dan di jawab oh~ria saja dengan Angel.


Jangan lupa like dan komen ya 😇🙏


__ADS_2