
Di kamar Ersya dan Angel sedang berdebat hanya karena masalah sepele, karena sebuah kasur yang ketumpahan air. \* Flashback on\* Angel sedang membawa segelas susu hangat , waktu itu tangan kirinya memegang segelas susu sedangkan tangan kanannya membawa laptop. Dia ingin membawanya di atas kasur, tapi di atas kasur dia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan benar dan akhirnya segelas susu yang dibawa tumpah semua diatas kasur, \*Flashback off\* . "Ya aku kan nggak sengaja" ucap Angel, "Bawa satu\-satu" ucap Ersya, Angel mengambil segelas air dan ditumpahkan diatas kasur dan mengelapinya dengan kain, "Kau" ucap Ersya, "Kenapa, kan supaya bau susunya hilang" Angel berniat untuk menghilangkan bau susu yang ada di kasur. Ersya mengangkat bad covernya dan menaruhnya ke kamar mandi. Ersya mengambil bad cover baru dan menatanya di lantai, "Kita tidur disini" ucap Ersya, "Kita?" ucap Angel. Ersya mendekati Angel yang sedang berdiri di samping kasur dan mendekatkan wajahnya ke wajah Angel. "I, i, ya kita a, akan tidur disini" ucap Angel terbata bata dia takut Ersya akan berbuat sesuatu kepadanya.
Mereka berdua tidur dilantai hanya beralaskan bed cover dan menutupi tubuh mereka dengan selimut. "Untunglah dia tidak berbuat yang aku pikirkan, semoga dia tertidur pulas, aku sangat takut jika dia berbuat itu" batin Angel. Angel menengok ke arah Ersya dengan mengangkat sedikit kepalanya. Dia melihat Ersya sedang tidur dengan melipat tangannya di dada. "Akhirnya dia tertidur" batin Angel, "Jangan menatapku" ucap Ersya tbtb, "Ah" Angel terkejut, "Siapa yang menatapmu, gr banget" sambung Angel sambil membalikkan badannya menghadap kasur membelakangi Ersya.
Hari sudah berganti, pagi sudah tiba. Keluarga Aditya sudah bersiap untuk sarapan pagi karena sudah pukul 7.00 pagi. "Dimana pengantin baru kita?" ucap kakek Fajar, "Ayu tolong panggil mereka" suruh nenek Laras, "Eh jangan bunda, mereka kan selesai nikah, sebaiknya kita biarkan saja" ucap ayah Heru, "Hahaha, bener aku setuju dengan kakak" ujar Doni, "Betul banget, lebih baik kita habisin makanan ini supaya nanti pas mereka bangun mereka kebingungan" ucap Saras, "Setuju, kita tinggal aja mereka berdua, Heru dan Doni kan bekerja, Saras mengantar Lala sekolah, Ayu juga ada kumpul dengan teman arisanya" jelas Heru, "Terus kakek sama nenek gimana yah" ucap Lala, Lala memang memanggil Heru dan Ayu dengan sebutan ayah bunda, karena sejak kecil Lala diurus oleh mereka sewaktu ditinggal orang tuanya bekerja. "Oh iya ya" ucap Heru, "Tidak usah khawatir nenek dan kakek akan berbelanja bulanan" ucap nenek Desi, semua menyetujuinya.
Dikamar Ersya dan Angel masih tertidur, Angel tidur di lengan Ersya dan memeluk tubuh Ersya dan Ersya memegang tangan Angel. Malam tadi Angel kedinginan, setengah sadar Angel memeluk Ersya dan Ersya membalasnya. Angel terbangun, "Emm", Angel melihat dia sedang memeluk Ersya, "Ya ampun, Angel kenapa kamu lakukan ini, sebaiknya aku segera bangun supaya dia tidak berpikiran aneh\-aneh" batin Angel, Angel mengangkat tangan Ersya dengan pelan. Angel sangat berhati hati berharap Ersya tidak bangun. Angel segera berlari ke kamar mandi.
Di parkiran kantor Ersya, Resta sedang berjalan masuk kedalam, bruug... Terdengar Resta sedang menabrak seseorang, "Apa kau tidak punya mata" ucap wanita tersebut, "Oh saya tidak sengaja, ma.. " ucapannya terhenti karena dia kenal dengan orang yang ditabraknya, "Oh kau, kau pantas untuk ditabrak" ucap Resta, "Ternyata kau, masih sama tidak berubah, kau masih ingin menghalangiku" jawab Vanessa, "Ya karena kau wanita yang sangat picik dan jahat, aku tahu kau kesini pasti ingin menemui Rion dan membujuknya agar kembali kan, haha itu tidak mungkin dan tak akan mungkin" tegas Resta di setiap kata\-katanya, "Haha lihat saja nanti, siapa yang akan menang" jawab Vanessa lalu pergi meninggalkan Resta begitupun kantor Ersya. "Aku harus cepat bertindak sebelum dia menyakiti Angel dan menghancurkan pernikahannya" batin Resta.
Sedari tadi Seli menyimak pembicaraan mereka di balik pintu masuk kantor, "Astaga benar dugaanku selama ini, bahwa wanita itu ingin menghancurkan rumah tangga Angel, aku harus beritahu Zelin, eh tapi kenapa Resta seperti tidak suka dengannya, ini bagus jadi yang melindungi Angel dan bos banyak" batin Seli segera pergi dari sana supaya tidak ketahuan. "Seriusan, jadi benar wanita itu jahat, sebaiknya kita kerja sama deh sama Resta" ucap Zelin dalam telepon, "Iya, tapi sebaiknya kita jangan beritahu Angel terlebih dulu, kamu tahu kan gimana sifat Angel" ucap Seli, "Benar Angel itu kan anaknya berani banget" jawab Zelin, "Oke aku terusin kerja dulu nanti kita ketemuan di cafe biasa" ucap Seli mengakhiri panggilannya.
Angel turun menuju meja makan berharap disana ada makanan tapi apa disana tidak ada makanan sama sekali dan semua keluarga dan pembantunya tidak di rumah. "Kemana ya mereka sepi amat, mana disini nggak ada makanan" ucap Angel. Angel mencari makanan di dapur tapi tidak ada satupun disana, dia mencoba mencari di kulkas tapi tidak ada apapun hanya ada dua telur, saos, dan beberapa botol susu. "Ya ampun, bahkan mereka tidak menyisakan apapun sama sekali, mana laper lagi" gerutu Angel, "Sebelum Ersya turun, sebaiknya aku masak telur ini aja, aku akan membuat sebuah omelet" sambung Angel. Angel menyiapkan omelet, satu mangkuk saos, dan dua gelas susu dimeja makan.
__ADS_1
Tak lama Ersya turun dengan jas putih, kemeja putih tanpa dasi, dan celana hitam semata kaki. Dia turun menuju ke dapur, sedangkan Angel sudah mulai menyantap makanannya itu. Ersya melihat ke arah meja makan hanya ada omelet, saos, dan dua gelas susu. Angel menghentikan makannya dan menatap Ersya, "Iya tuan, silakan dimakan, jangan dilihat saja" jawab Angel, Ersya hanya melihat makanannya, "Hem, hanya tersisa ini, kalau kau tak mau jangan dimakan" ucap Angel. Ersya duduk di depan Angel duduk, mengambil nasi dan omelet beserta saos itu dan mulai memakannya pelan\-pelan. "Kalau dilihat kasihan ya, ini pasti sudah di rencanakan sama mereka" batin Angel.
Saras mengantar Lala masuk ke sekolah barunya, karena dia akan tinggal di Indonesia lagi. Sekolah SMA negeri yang terkenal dikotanya, sekolah ini adalah sekolah yang cukup elit. Rata\-rata murid disini adalah anak orang kaya. Dan fasilitas di sekolah ini sangat lengkap dan kualitasnya bagus. "Oke, mama tinggal dulu ya, semoga nyaman disini bye" ucap Saras mencium kedua pipi anaknya. Saras pergi dari sekolah itu, "Kemana ya supaya nggak pulang dulu" ucap Saras dalam mobil, kring..kring ponsel Saras berbunyi dilihat yang memanggilnya adalah Angel. "Astaga Angel telfon lagi, angkat nggak ya" ucap Saras, "Ah angkat aja deh" sambung Saras, "Iya Angel" sahut Saras, "Tante sekarang dimana, kenapa semua orang pergi, mana nggak ada makanan lagi, kalian ingin membuatku kelaparan, tega banget sih" Angel mengomel dalam telepon, "Ya, ya tan, tante lagi ngantar Lala ke sekolah baru, iya dia kan juga harus sekolah kan, kalau semua, semua ada urusan masing\-masing lah" jawab Saras.
"Terus tadi pagi apa bibi nggak masak, pasti masak dong, sekarang disini sama sekali nggak ada makanan" tegas Angel, dia sangat kesal, dia berpikir pasti ini ulah mereka yang ingin Angel dan Ersya lebih dekat. "Iya nanti tante pulang bawain makanan yang banyak deh" ucap Saras, "Tante ada urusan nih bye" sambung Saras mematikan panggilannya. "Eh tan, tante" teriak Angel, "Emang dasar yah" gerutu Angel. Angel kembali ke meja makan dilihatnya Ersya sudah tidak ada disana. "Pasti sudah berangkat, biarlah aku juga tidak peduli" batin Angel, "Lebih baik aku kuliah" ucap Angel. Angel bergegas bersiap untuk pergi ke kampus.
Dikantor Ersya, dia sedang sibuk dengan laptopnya. Hari ini dia banyak pekerjaan yang harus ia tangani sendiri, dia tidak mau keinginannya tidak sesuai dengan harapannya. Dia sedang di temani oleh sahabat karibnya Resta, "Yon aku mau tanya nih" ucap Resta, "Hm" jawab Ersya, "Kau masih cinta nggak sama mantanmu itu" tanya Resta. Ersya tidak menjawab pertanyaan dari Resta, dia hanya diam tak berkata. "Apaan" ucap Resta, "Sebenarnya aku takut kau masih cinta dengannya, walaupun gitu bagaimana dengan istri cantikmu itu" ucap Resta, "Tidak" jawab Ersya, "Itu urusanku, aku tidak bisa membiarkan pernikahan kalian hancur hanya karena wanita itu" ucap Resta, "Diam atau keluar" tegas Ersya, Resta terdiam tidak melanjutkan perkataannya itu. Ersya memikirkan tentang perkataan Resta mengenainya. Ersya bingung apa dia masih cinta dengan Vanessa seperti dulu.
\* "Apa betul ya ini kantor Ersya, aku harus menunggu Ersya aku tidak mau kehilangan dia, akan ku batalkan pernikahannya pasti dia juga masih cinta denganku" ucap Vanessa di depan mobilnya. "Apa, siapa dia ingin membatalkan pernikahan Angel, masih cinta? oh pasti ini mantan kekasih bos, gawat aku harus kasih tahu Angel nih" batin Seli, ia lalu mengambil ponselnya di dalam tasnya. "Waduh ini sudah malam pasti Angel sudah tidur, besok aja deh" batin Seli, "Eh sebentar bos masih di dalam jika dia ketemu sama wanita ini hadeh bahaya" batin Seli. \*
Setelah cerita panjang Seli, tidak disangka respons Angel, "Terus apa hubungannya" ucap Angel. "Astaga apa aku nggak salah dengar nih" ucap Seli, "Ya ampun aku nggak habis pikir, dia mau hancurin pernikahanmu bahkan mau menyakitimu" tegas Zelin, "Bahkan tadi pagi sekali \*Di parkiran kantor Ersya, Resta sedang berjalan masuk kedalam, bruug... Terdengar Resta sedang menabrak seseorang, "Apa kau tidak punya mata" ucap wanita tersebut, "Oh saya tidak sengaja, ma.. " ucapannya terhenti karena dia kenal dengan orang yang ditabraknya, "Oh kau, kau pantas untuk ditabrak" ucap Resta, "Ternyata kau, masih sama tidak berubah, kau masih ingin menghalangiku" jawab Vanessa, "Ya karena kau wanita yang sangat picik dan jahat, aku tahu kau kesini pasti ingin menemui Rion dan membujuknya agar kembali kan, haha itu tidak mungkin dan tak akan mungkin" tegas Resta di setiap kata\-katanya, "Haha lihat saja nanti, siapa yang akan menang" jawab Vanessa lalu pergi meninggalkan Resta begitupun kantor Ersya. "Aku harus cepat bertindak sebelum dia menyakiti Angel" batin Resta.\* " jelas Seli, "Gila kan" sambung Seli, "Kalian tahu aku kan, aku nggak akan membiarkan itu terjadi" ucap Angel, "Bagus" sahut Zelin sambil mengacungkan jempolnya.
Hari sudah malam, waktu menunjukkan pukul 20.00. Kedua keluarga sudah berada di kapal pesiar untuk melakukan makan malam bersama. Semua memakai dress dan jas berwarna hitam, sengaja karena ini makan malam yang istimewa. Ersya dan Angel duduk bersebelahan. "Pengantin baru bagaimana tadi malam" ucap Hendra, "Papa" sahut Luna, "Bagaimana kabar kalian" ucap nenek Desi, "Baik nek" jawab Angel lembut. Mereka semua menikmati makanan mewah mereka. "Oh ya Angel mau hadiah apa kamu dari kami, berhubung kita semua belum kasih kado pernikahan" ucap nenek Desi, "Ah, gausah nenek, cukup kalian kasih aku kasih sayang yang banyak oke" ujar Angel, "Hahaha, kalau itu pasti" sahut kakek Deni, "Haha, ini mantu idaman" ucap Hendra. Mereka melanjutkan makan. Selesai makan mereka berhamburan menjelajahi kapal.
__ADS_1
Ersya sedang duduk di samping kapal pesiar sambil menatap bintang di langit. Angel menghampiri Ersya dan duduk di sebelahnya. "Hai" ucap Angel, Ersya terkejut dari tadi dia melamun, "Hahaha lucu banget kalau kaget hahaha" tawa Angel, "Hahaha" Angel masih tertawa tidak berhenti. Ersya menarik pinggang Angel, "Ka, kau" Angel terdiam dari tawanya dia terkejut tubuhnya ditarik oleh Ersya. Mereka berdua sangat dekat, "Kenapa berhenti tertawa" tanya Ersya, "Apa aku selucu itu" sambung Ersya, Angel hanya terdiam tidak menjawab, "Oh, apa kau ingin kucium seperti dansa kemarin" ucap Ersya. Ersya menjauh dari Angel duduk, dan kembali menatap ke arah laut.
Suasana terasa hening, tak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. Angel mencoba memulai pembicaraan, "Ersya, aku ingin menanyakan sesuatu padamu" tanya Angel, "Hm" jawab Ersya, "Apa kamu punya mantan pacar, dan kenapa kalian putus, atau kau sekarang masih mencintainya" tanya Angel beruntun. Ersya terkejut dengan pertanyaan Angel. Ia langsung menatap tajam ke arah Angel. Ersya berpikir apakah Angek sudah tahu mengenai Vanessa. "Kenapa kau bertanya seperti itu, atay apa kau sudah tahu" tanya balik Ersya, "A, aku" jawab Angel terbata\-bata, "Aku tidak boleh bilang kalo aku sudah tahu" batin Angel. "Aku hanya bertanya saja, apa tidak boleh" ucap Angel. Ersya pergi dan meninggalkan Angel sendirian di bangku kapal tanpa mengatakan sepatah katapun. "Ada apa dengan dia, kenapa wajahnya terlihat sangat kesal" ujar Angel.
Keesokan harinya mereka semua sedang sarapan pagi. "Angel kapan kau selesai kuliahmu" tanya Heru, "Sebentar lagi yah, tinggal stor skripsi aja" jawab Angel, "Nanti kalian berangkat bersama ya, sebelumnya kalian berdua mampir ke rumah mamamu anterin ini" ucap Ayu, "Iya bunda" jawab Ersya. Mereka melanjutkan makannya hingga selesai. Ersya dan Angel berangkat bersama, mereka berdua ke rumah Ersya. Sampailah mereka di rumah, Angel masuk kedalam. Dilihatnya Luna dan nenek Desi sedang duduk di ruang keluarga. "Selamat pagi" ucap Angel, "Oh anakku sini" jawab Luna, "Apa kau bersama suamimu?" tanya nenek Desi, "Oh iya, itu dia masuk" ujar Angel menunjuk keberadaan Ersya.
Ersya mendekat ke arah mereka dan mencium tangan nenek Desi dan Luna. "Ini ma dari bunda" ucap Angel sambil menyodorkan sebuah paper bag. "Terimakasih" ucap Luna, Ersya pergi meninggalkan mereka bertiga pergi ke kamarnya. "Oh ya hari ini kan kalian berdua tinggal disini, kapan pindah" tanya nenek Desi, "Kemarin kan kita sudah bicarakan ma habis Angel selesai kuliah dia juga akan kemari, mama nggak sabar banget sih" sahut Luna, "Ini sudah jam berapa sana cepat pergi kuliah" sambung Luna, "Iya panggil sana suamimu di kamar" ucap nenek Desi, "Iya sampai lupa, Angel pergi dulu ya" Angel mencium pipi Luna dan nenek Desi.
Angel menuju ke atas ke kamar Ersya. Dia melihat Ersya sedang mencari sesuatu tapi tidak ketemu. "Ersya aku sudah hampir telat nih" teriak Angel menghampiri Ersya, "Cari apa sih? Cepatlah" ucap Angel, "Kau bisa diam nggak" ucap Ersya, "Iya iya" jawab Angel, "Mending kau bantu cari" ucap Ersya, "Iya kau cari apa, bahkan kau tidak memberitahuku apa yang sedang kau cari" ucap Angel, "Berkas" jawab Ersya. Mereka berdua mencari disetiap laci, lemari bahkan semua sudah di periksa tapi tidak ada. Angel mencoba mencarinya di tumpukan buku di meja kerja Ersya. "Ketemu" teriak Angel, Ersya mengeceknya apa itu benar, "Kau itu sangat ceroboh" ucap Angel. Ersya mengambil berkas itu lalu pergi meninggalkan Angel. "Dasar mesum" ucap Angel.
Di kampus, Vanessa sedang mengantarkan Mirza, karena mobil Mirza sedang dibawa ke bengkel. Zelin melihat Mirza sedang dengan wanita yang ingin menyakiti Angel dan menghancurkan pernikahannya. "Tuh kan pasti mereka ada hubungan, apa mungkin mereka bersekongkol, lagian Mirza juga kan suka sama Angel" bisik Zelin yang sedang mengintip disebuah pohon besar. Angel melihat Zelin sedang mengintip seseorang, "Hei, sekarang beralih profesi nih" ucap Angel, "\*\*\*\*\*, sstt diam, liat tuh" ucap Zelin sambil menunjuk keberadaan Mirza.
"Itu wanita yang kemungkinan mantan Ersya itu dan yang ingin menghancurkan pernikahanmu" ucap Zelin pelan, "Wanita itu, wanita itu kan yang \*Bruuug.. "Maaf, saya sedang buru2" ucap Angel, "Tidak apa2, sebentar kamu, kamu model cantik yang terkenal itu kan, ternyata kamu lebih cantik dari pada di foto" ucap Vanessa, "Astaga aku mengagumimu loh" sambung Vanessa sambil memegang tangan Angel. "Terimakasih, maaf tapi saya buru2" ucap Angel, "I, iya, boleh kita berfoto" ajak Vanessa, Angel mengiyakan ajakan Vanessa\* " cerita Angel panjang, "Gila bisa banget sandiwaranya" ucap Zelin, "Eish, mungkin dia belum tahu, waktu itu kan aku belum publish" sahut Angel, "Aku nggak ngerti deh, kamu masih aja berpikir baik sama dia" ucap Zelin, "Sudah ayo masuk" ajak Angel.
__ADS_1
•••