Jodohku Dari Perjodohan

Jodohku Dari Perjodohan
2>Rencana


__ADS_3

~Kediaman keluarga Aditya.


"Angel" teriak bunda yang saat itu menyadarkanku dari mimpi indahku. Aku tak menghiraukan, aku kembali tidur dengan menutup wajahku menggunakan selimut. Terdengar suara pintu kamarku terbuka, sinar matahari mulai menyinari wajahku dengan dibukanya korden di samping tempat tidurku. "Angel, apa kamu ingin bermalas-malasan?, kamu nggak lihat ini jam berapa? Ang...eeel bangun" teriak bunda yang membuatku langsung duduk dan bangun dari tidurku. " Bunda apa tidak ada cara lain selain berteriak" aku bangun dan berjalan menuju kamar mandi.


30 menit selesai mandi aku berganti baju dan merebahkan kembali tubuhku diatas kasur. "Haduh aku masih mengantuk, dan ini juga hari libur mengapa aku harus bangun" sambil kupandangi langit-langit kamarku. Tak lama terdengar suara pintu terbuka. "Astaga Angel, apa kamu tidak lihat ini jam berapa? " lagi-lagi bunda berteriak. "Bunda ini hari libur dan aku tau sekarang masih jam 8, memangnya kenapa?" celotehku sambil menyampingkan tubuhku. " Apa kamu lupa, hari ini kamu ada janji dengan nenek untuk mengantarnya kerumah sakit. Dan nenek sudah menunggu sejak 1 jam yang lalu, kamu mengerti" ucap kesal bunda sambil menyeretku dari kasur. "Astaga aku lupa bunda, maafkan aku, 10 menit lagi aku akan kebawah oke" ucapku sambil kupeluk lengan bunda. "Cepat", bentak dia, hingga aku langsung melepas tanganku. "Iya bunda".

__ADS_1


~Di kediaman keluarga Wijayanto.


"Ersya antar nenekmu kerumah sakit kakakmu" pinta lembut mama luna. "Iya ma" jawabnya dengan menaruh gelas yang berisi air yang baru saja ia minum. Waktu itu keluarga Wijayanto sedang sarapan bersama. "Kakak sudah pergi?" tanya Ersya. "Sudah tadi dia buru-buru karena ada pasien kecelakaan" jawab seorang pria paruh baya. "Soal kemarin malam apa kamu sudah bertanya" tanya nenek Desi dengan mengambil secangkir teh yang sudah disiapkan oleh mama Luna. "Belum ma, secepatnya Hendra akan hubungi mereka" ucap papa Hendra.Ersya tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan, dia terus melahap sarapannya tanpa menghiraukan mereka.


Aku turun kebawah, melihat meja makan yang sudah lengkap dipenuhi oleh orang-orang yang sudah lapar karena menungguku. "Selamat pagi" ucapku dengan senyuman manisku. "Selamat pagi cucuku" jawab kakek dan nenek dengan wajah yang penuh semangat. Tapi tidak dengan bunda ia memberiku senyuman kecut. "Pagi anak ayah" jawab ayahku. "Maafkan aku bunda, aku lupa hari ini nenek akan pergi periksa" sambil kumelaskan wajahku. "Lain kali jangan diulang lagi, kasihan nenek nunggu lama" ucap bunda sambil menyendokkan nasi dengan lauk pauk yang ada dimeja. "Sudah nenek nggak apa" ucap nenek sambil melahap sarapannya. Aku hanya tersenyum lebar kepada nenek dan langsung melahap semua yang ada di piringku.

__ADS_1


Selesai sarapan kami semua masih berada di meja makan. Bibi Ina (pembantu dirumahku) sedang mengambil piring-piring yang kotor dimeja makan. "Ayo Angel antar nenek" ucap nenek yang bangkit dari duduknya. "Oke sebentar aku mau ngambil kunci mobil" jawabku dan langsung kunaiki tangga dan menuju kamarku.


Di meja makan. "Gimana jadi kamu jodohkan Angel dengan anaknya Hendra" tanya kakek, "Iya lagipula keluarga Wijayanto sudah membantu kita disaat kita kesusahan" sambung nenek. "Iya pa ma jadi, tapi nunggu kabar dari keluarga Wijayanto" jawab ayah, "Terus Angel dikasih tahu kapan nih yah" ucap bunda, "Kalau bisa sih secepatnya bun" jawab ayah sambil tersenyum. "Apa Ersya itu anak yang baik yah, bunda takut Angel kenapa-kenapa" balas bunda dengan nada penuh kekhawatiran. "Tenang kita nggak jodohin Angel dengan pria macam-macam, lagi pula kan kita sudah tahu seluk beluknya keluarga Wijayanto" jawab kakek dengan penuh keyakinan. "Iya, tenang saja, kamu dulu dengan Heru dijodohkan, buktinya mulus-mulus aja" jawab nenek sambil tertawa dan disambut juga oleh semuanya dengan tertawa.


Drettt.. Drettt.. Suara ponselku yang menandakan ada pesan. Kulihat layar diponselku *satu pesan belum terbaca dari Seli* langsung kubuka dan kulihat isi pesan itu. *Nanti sore gue kerumahmu ya Angel* ku balas *Iya*. Kumasukkan ponselku ke dalam tas. Aku turun dari tangga dan melihat keluargaku sedang tertawa di meja makan. "Ada apa ini, kurasa aku melewatkan sesuatu" gerutuku sambil menggandeng tangan nenek dan menuntunnya. "Sudah sana antar nenek" jawab bunda, "Iya, Angel pergi dulu" ucapku sambil menuntun nenek keluar.

__ADS_1


__ADS_2