Jodohku Dari Perjodohan

Jodohku Dari Perjodohan
8> Kenapa harus dia


__ADS_3

Angel menatap Ersya begitupun Ersya juga menatapnya. Mereka berdua saling menatap beberapa detik. "Kamu" ucap Angel, "Loh apa kalian berdua saling mengenal" tanya mama Ersya, "Dia, dia yang waktu itu menghinaku, menabrakku, dan hampir meninggalkanku di jalanan, bahkan dia belum minta maaf kepadaku, dan sekarang kenapa dia disini, apa dia yang akan dijodohkan denganku" jelas Angel yang membuat dua keluarga itu terkejut atas pernyataannya. "Angel apa yang kau katakan, iya dia calon suamimu" jawab Ayu, "Ersya apa itu benar" ucap papa Ersya, Ersya hanya terdiam, "Ersya jawab papamu nak" sambung kakek Ersya. Ersya menatap mata papanya yang waktu itu sudah tersulut sedikit emosi. "Iya pa" jawab lembut Ersya.



Hendra mengangkat tangannya dia ingin menampar anaknya, namun tangan Hendra langsung di tarik oleh Heru. "Apa kau gila, sudah dia pasti tidak sengaja" ucap Heru, "Sudah kita kesini bukan untuk bertengkar" ucap nenek Ersya, "Iya, ayo silahkan duduk" ajak nenek Angel yang disambut keluarga Wijayanto dengan senyuman. Papa Ersya masih menatap Ersya dengan perasaan emosi. Mereka semua duduk dengan tenang sambil mengobrol membahas mengenai perjodohan ini. Tidak dengan Angel dan Ersya mereka saling bertatapan, posisi mereka saling berhadapan.



Angel memalingkan tatapannya ke arah lain sambil menghela nafas panjang. "Astaga kenapa harus dia sih, hidupku arghhh" teriak Angel di dalam hati. Ersya mengangkat satu gelas teh hangat di depannya sambil menyeruputnya. "Oke pertunangan akan dilakukan akhir pekan ini" ucap papa Ersya, uhuk.. uhuk.. Ersya tersedak, dia terkejut dengan pernyataan papanya. "Astaga pelan\-pelan nak" ucap bunda Angel yang dibalas Ersya dengan senyum tipisnya. "Maaf om, Angel kan masih kuliah, bagaimana kalau bulan depan saja" ucap Angel, "Itu terlalu lama nak" rengek nenek Ersya, "Iya lagipula apa kau tidak bosan kuliah" ucap ayah Angel, "Iya nak Ersya sanggup memenuhi kebutuhanmu" sambung papa Ersya. "Aduh aduh, mana nggak ada yang belain lagi, bunda malah iyain aja, ya ampun aku tersiksa" batin Angel, "Lebih baik aku diam dan nurut aja deh" sambung Angel dalam hati. Mereka berdua diam membeku. "Oke kuanggap diam kalian adalah setuju" ucap papa Ersya. Dua keluarga besar tersenyum puas, sambil mengangkat gelas secara bersamaan, wajah mereka terlihat sangat bahagia. Tapi tidak dengan mereka berdua yang terus berpikir, entah apa yang mereka pikirkan.



"Kami akan menyiapkan makan malam, kalian berdua disinilah untuk menyadari setiap kesalahan yang kalian perbuat" tegas Ayah Angel. Mereka semua keluar, tinggal lah mereka berdua. Ruangan terasa hening dan sedikit panas, mereka berdua hanya diam tak bicara. "Maaf" ucap Ersya, "Apa" Angel terkejut tak percaya, pria dingin dan angkuh meminta maaf. "Sudah ku maafkan, aku juga tidak mau urusan ini menjadi panjang" ucap Angel sembari bangkit dari duduknya. Belum sempat ia berjalan, dressnya tersangkut di meja. Ersya berdiri menarik lengan Angel, sehingga Angel terjatuh kepelukan Ersya.

__ADS_1



"Ternyata selain bodoh kau juga ceroboh" ucap Ersya yang masih memeluk pinggang Angel. "Apa" ucap Angel terkejut menatap mata Ersya. Mereka saling bertatapan cukup lama, Deg.. Deg.. Deg.. Detak jantung Angel terasa begitu cepat dan dia juga bisa merasakan detak jantung Ersya yang berdetak masih normal, tidak seperti jantungnya. Saat itu posisi tangan Angel berada di dada Ersya. Angel menyadarinya, ia langsung melepaskan pelukan Ersya. "Ternyata kau juga mencari kesempatan" ucap Angel sembari berjalan menuju luar ruangan, "Ceroboh" ucap pelan Ersya.


~ Dimeja makan keluarga Aditya.


Mereka semua menikmati makanan yang penuh dimeja makan itu. "Ersya apa kau sudah meminta maaf" tanya papa Ersya, "Sudah pa" jawab Ersya. "Angel apa benar itu? " tanya papa Ersya, "Iya om benar" ucap Angel. Hahaha, suara tawa terdengar dari mereka. Angel dan Ersya terkejut bingung, waktu itu tidak ada yang aneh dari ucapan Angel. "Angel, sekarang kau adalah putri keluarga Wijayanto, panggilah mereka papa, mama " ucap ayah Angel. "Begitupun kamu Ersya, paggil bunda dan ayah" ucap mama Ersya. Mereka berdua hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Keesokan paginya, Angel bersama Zelin sedang berada di sebuah cafe. Angel menceritakan semua tentang perjodohannya itu. "Hahaha, kan kualat, pria yang kau hina sekarang jadi calon suamimu kan, hahaha, lagian kok bisa sih" tawa Zelin, "Gila kau malah tertawa, emang dasar yah, aku juga nggak habis pikir, cuma karena mereka sahabat karib kakek dan nenekku, mereka mau menjodohkanku" jawab Angel, "Oh jadi keluarga kalian sudah akrab sejak dulu dong..., itu berita bagus dong, kamu tidak dijodohkan dengan orang sembarangan, dan satu lagi, kamu tahukan Ersya siapa, ya meskipun dia dingin seperti itu, tapi dia kan tampan, mapan, gagah, ya ampun" balas Zelin, "Kalau kau mau ambil aja" sahut Angel "Loh aku siap menampung loh, tapi Angel, keluargamu pasti tidak salah pilih kok, soal cinta pasti berjalan seiring jalannya waktu" sambung Zelin, "Ya, ya, ya, bunda juga bilang begitu, tapi kan, bisa bayangin, dia dingin banget loh, apa seumur hidupku harus mendampingi pria dingin seperti itu" ujar Angel.



__ADS_1


Hari ini, pukul 13.00 Angel ada pemotretan dengan perusahaan Ersya. "Eh aku ada pemotretan nih sama perusahaan Ersya, aku balik dulu ya" ujar Angel, "Oh oke, aku antar ya" jawab Zelin, "Ah tidak, aku sudah di jemput, tuh Keysa dah nongol" Angel menunjuk ke arah Keysa yang berjalan menghampirinya, "Selamat siang bu, bu Zelin" sapa Keysa, "Maaf sebelumnya, tapi kita sudah ditunggu di lokasi pemotretan bu, mari kita berangkat, mari bu Zelin" sambung Keysa, "Udah ya, bye sampai jumpa lagi" teriak Angel pergi.


~ Di lokasi pemotretan.


Sekretaris Fany menyiapkan segala kebutuhan pemotretan, mengatur semuanya. Ersya belum datang, ia masih di kantor untuk menjalankan tugas lain. Angel dan asistennya tiba di lokasi pemotrettan. Disambut oleh Fany, "Pagi nona" ucap Fany sambil membungkukkan tubuhnya. Di balas Angel dengan senyum manisnya. Fany mengantarkan mereka ke ruang ganti, di ikuti pelayan yang membawakan baju dan make up Angel. Angel berganti pakaian sesuai arahan Fany. Angel memakai dress panjang berwarna putih polos yang terbuka di bagian samping hingga atas lututnya, dengan lengan terbuka, tanpa memakai alas kaki. Rambut dibiarkan terurai panjang sedikit berantakan. Karena pemotretan ini dilakukan di atas bukit hijau dengan angin sempoi-sempoi. Riasan natural dengan sentuhan lipstik nute yang membuat tampilannya sempurna.


~ Di kantor Ersya.


Ersya fokus dengan laptotnya sesekali dia melihat jam. "Permisi, ada berkas yang harus bapak tanda tangani" ucap manajer Seli. Ersya menanda tangani berkas tersebut, "Apa pemotretan sudah di mulai" tanya Ersya sambil menatap laptopnya. "Sepertinya belum pak, saya tidak begitu tahu" jawab Seli. "Oke, kau bisa pergi" ucap Ersya. Seli keluar pergi.


~ Di lokasi pemotretan.


Pemotrettan dimulai, Angel mulai bergaya di depan kamera dengan tubuh dan paras cantiknya. Disisi lain Ersya datang, ia menuju ke arah Fany yang sedang melihat ke arah Angel. Fany menyadari kedatangan bosnya itu. Ia langsung membungkukkan tubuhnya. Angel menyadari kedatangan Ersya. Dan ia menyadari Ersya sedang melihatnya. Angel membalas tatapannya, ia tidak menyangka pria yang ditatapnya akan menjadi suaminya.

__ADS_1


Pemotrettan pertama selesai. Angel menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Kali ini Angel memakai dress berwarna hijau daun dengan motif bunga, berlengan terbuka bertali pita di pundak. Terbuka di bagian dadanya hingga terlihat sedikit belahannya. Rambutnya terurai dengan aksesoris rambut.


•••


__ADS_2