
Seorang perempuan menghampiri Angel yang sedang berteriak di trotoar. "Heh apa kau gila" ucap perempuan itu. "Kebetulan, Zelin aku pinjam ponselmu dong" ucap Angel yang khawatir, "Oh ini, ada apa kau kenapa, apa yang terjadi?" tanya Zelin beruntun. Angel tak mempedulikan dia memecet nomor dan menelepon asisten Keysa. "Keysa, tanyakan ke sekretaris perusahaan Arion Dexo, dimana mobilku sekarang cepat" bentak Angel, "Oke bu segera" jawab Keysa. Angel mematikan panggilannya itu. Ia berjalan ke arah kursi di taman kampusnya dan di ikuti oleh sahabatnya Zelin. "He ada apa, kau belum menjawab pertanyaanku.
"Gila, gila, beneran gila, tahu nggak rekan kerja bisnis ku itu, udah aneh, dingin, gila lagi, aku udah ditabrak terus mau ditinggalkan begitu saja, mana di jalan sepi lagi, dan lagi sekarang aku juga tidak tahu dimana mobilku, disana ada tasku, semua berisi kartu dan surat\-surat penting lagi" jelas Angel, "Dan lebih parahnya lagi, aku dihina olehnya, bahkan sebelum aku bekerja sama dengannya, astaga, apa dia tidak tahu siapa aku ini, eh apa dia begitu gila dengan pekerjaannya ya sampai\-sampai tidak tahu kalau aku ini model" sambung Angel, "Ah sombong amat" jawab Zelin, "Haha, bercanda" sahut Angel.
"Begitu ya, kalau dipikir\-pikir jahat sekali dia, sifat kekanak\-kanakkan, aku tahu dia, namanya Ersya dia adalah ceo yang dingin dan angkuh" ucap Zelin yang sudah mendengar semua cerita Angel. "Namanya Ersya" jawab Angel, "Heissh apa kau tak tahu, bahkan kau bekerja sama tetapi tak tahu namanya, apa kau juga tidak tahu ketenaran perusahaannya?" tanya Zelin sambil menatap Angel, "Kalau itu aku tahu dari asistenku, bahkan kemarin malam dia bercerita" ucap Angel dengan wajah polosnya, "Apa, baru tahu kamu, kemana saja Angel" ucap Zelin terkejut, "Kau tahu sendiri aku sibuk Photoshop, photoshoot, promosi, catwalks, pemotretan, dan masih banyak lagi, bahkan aku juga sibuk kuliah, aku tak tahu dunia bisnis" jawab Angel sambil menyenderkan tubuhnya dikursi taman. "Iya juga sih, tapi apa kau masih ingin bekerja sama dengannya? " tanya Zelin. Angel hanya mengangguk anggukkan kepala sambil berpikir.
Malam pun tiba, Angel merebahkan tubuhnya di atas kasurnya. Kring.. Kring.. Kring ponselnya berbunyi. "Halo Keysa" jawab Angel, "Mobil ibu sudah diantar pulang, dan saya ada didepan rumah ibu, dan di dalam mobil ada tas yang sudah saya cek dan semuanya masih utuh isinya" ucap Keysa. Angel bergegas turun dan mematikan teleponnya. Di depan rumah sudah ada asistennya dengan bundanya. "Apa mobilku sudah kembali seperti semula, dan tasku mana" tanya Angel sambil mengelilingi mobilnya. "Sudah bu, ada di dalam, dan juga sekretaris Fany meminta maaf atas kejadian ini" ucap Keysa sembari membungkukkan tubuhnya, "Ah sudahlah batalkan saja, aku tidak mau berurusan dengan orang dingin sepertinya" jawab Angel sembari berjalan ke samping bundanya.
"Angel jangan begitu, jika dia jodohmu bagaimana, ngawur banget, kamu harus tetap profesional, dia kan sudah meminta maaf dan memperbaiki mobilmu" seru bunda yang mengetahui kenapa mobil Angel sampai seperti itu dari Keysa. "Jodohku amit\-amit bun, lagian siapa yang mau sama dia" jawab Angel, "Lihat nanti, sudah Keysa kau pulanglah dan tanyakan kepada bos perusahaan itu kenapa tidak meminta maaf secara langsung" ucap bunda, "Iya saya akan melaksanakannya, mari saya pulang dulu" jawab Keysa sembari tersenyum dan lagi membungkukkan tubuhnya.
~ Dikediaman keluarga Wijayanto.
"Maaf pak, asisten nona Angel bertanya mengapa bapak tidak langsung meminta maaf saja" tanya Fany, Ersya sedang fokus ke arah layar tabletnya. "Saya takut nona Angel akan membatalkan kerja sama ini, karena ini juga sangat berpengaruh ke perusahaan pak, nona Angel tahun sebelumnya dan sekarang sangat begitu disegani oleh masyarakat asia akhir-akhir ini, tak sedikit yang menyukainya, dan ini juga akan memberikan keuntungan untuk kita pak, ini kesempatan kita pak" jelas Fany yang membuat Ersya berhenti menatap tabletnya sambil melihat ke arah televisi didepannya. "Atur waktu" ucap Ersya sambil bangkit dari duduknya.
~ 2 hari kemudian.
__ADS_1
Ersya masih belum meminta maaf kepada Angel, karena kesibukannya. Ayah Angel pulang dari sebuah bisnisnya pagi sekali. Kedatangan Ayah Angel disambut oleh keluarga tetapi tidak dengan Angel karena ia masih tertidur pulas. Di meja makan mereka berkumpul. Kring.. Kring.. Kring suara ponsel Ayah Angel, dilihatnya *Hendra sedang memanggil* semua keluarga terkejut kenapa pagi-pagi sekali menelfon ada apakah gerangan. "Coba angkat" ucap nenek Angel. "Halo Hendra, tumben kamu" ucap Heru, "Haha halo, gini jadikan menjodohkan anak kita? " tanya Hendra yang membuat terkejut keluarga Aditya. "Wah wah pastinya" ucap Heru sambil sedikit tertawa, "Bagaimana kalau malam aku datang ke rumahmu sambil memperkenalkan mereka berdua dan dengan memperkenalkan keluargaku ke Angel" ucap Hendra, "Oke aku akan mempersiapkannya" jawab Heru, "Oke sampai jumpa" seru Hendra dan menutup panggilannya.
"Apa" jawab serentak bunda, nenek, dan kakek. "Akhirnya" ucap nenek, "Haha, segeralah bersiap\-siap" seru kakek, "Bun beri tahu Angel secepatnya " ucap Heru. Dengan bersemangat Ayu langsung kedapur membuat segelas susu coklat hangat dan membawanya ke kamar Angel.
Angel sudah bangun sedari tadi, ia berdiri di teras kamarnya sambil memandang ke arah kolam renang di bawahnya. Suara pintu terbuka, Ayu memanggil Angel agar ia duduk di sofa samping tempat tidur Angel. "Angel sini minumlah susu coklat ini" ucap Ayu, "Terimakasih bunda" jawab Angel sembari duduk di sofa dan meminum susu coklat itu. "Bunda mau membicarakan sesuatu padamu" ujar Ayu.
~ Dikediaman keluarga Wijayanto.
"Bagaimana pa" ucap mama Ersya, "Apa kata mereka" tanya kakek Ersya yang tidak sabar, "Mereka setuju kalau kita datang malam ini" ucap Hendra. Sontak mereka bersorak ria dengan semangat. "Segeralah kau beri tahu Ersya" suruh nenek Ersya kepada mama Ersya. "Oke oke" seru mama Ersya.
Di taman belakang rumah waktu itu Ersya sedang berolahraga. Tiba mamanya memanggil dengan membawakan sebuah jus. "Sini duduk dan minumlah dahulu" ucap Luna, "Terimakasih" sambut Ersya dengan menuruti perkataan Luna, "Mama mau berbicara serius padamu" ucap Luna, "Apa ma?" tanya Ersya sembari menaruh minumannya dia meja samping ia duduk. "Kami berencana akan menjodohkanmu dengan sahabat nenek dan kakekmu" ucap Luna.
~ Dikediaman keluarga Aditya.
Dalam hati Angel, ia ingin sekali marah dan menangis. Dia tak bisa membayangkan betapa kecewanya keluarganya jika ia menolaknya. Tapi Angel masih ragu, Angel berpikir sejenak mungkin ini yang terbaik. Keluarganya juga tidak akan mungkin membiarkan Angel hidup menderita, pasti keluarganya sudah tahu tentang mereka. "Meskipun begitu, tapi yang menyayangi Angel itu keluarganya bukan dia, dan bagaimana nanti kehidupan rumah tangga Angel bun" ucap Angel sambil menatap bundanya yang sedari tadi melihatnya. "Angel dengar bunda, soal cinta itu pasti akan tumbuh seiring waktu nak, dia juga berasal dari keluarga baik\-baik, bunda jamin kamu tidak akan menderita hidup dengan dia, jika itu terjadi, kami tidak akan membiarkan dia hidup nyaman" jelas Ayu, "Kami semua juga tidak asal menjodohkanmu nak, sebelumnya kami juga melihat bibit bobotnya, meski kami belum pernah bertemu dengannya, kecuali nenekmu, dia sudah bertemu dengan calon suamimu, kata nenekmu dia orangnya sangat sopan dan baik" sambung Ayu.
"Angel kamu percayalah, bunda sangat menyayangimu nak" Ayu memeluk Angel sambil meneteskan air matanya. Angel sudah tidak bisa menahan air matanya, dia juga ikut menangis, "Ya tuhan, meskipun aku sangat tidak menginginkan perjodohan ini, tapi, tapi aku juga tidak mau membuat keluargaku kecewa" batin Angel, "Angel menerima perjodohan ini bun, jika memang ini yang terbaik" ucap Angel, "Bunda sangat menyayangimu nak" jawab Ayu yang masih memeluk Angel.
~ Dikediaman keluarga Wijayanto.
__ADS_1
"Siapa yang akan dijodohkan denganku ma" ucal Ersya, "Dengan anak teman papamu, mereka juga sahabat karib kakek dan nenekmu, kamu masih ingatkan, waktu itu dia masih kecil dan sudah terlihat kecantikannya" jelas Luna sambil memegang pundak Ersya yang sedari tadi tidak mau menatap mata mamanya itu. Ersya masih berpikir, dia tak habis pikir kenapa keluarganya menjodohkannya. "Oke ma Ersya akan menerima perjodohan ini jika memang ini yang terbaik untuk Ersya" ucap Ersya sambil menatap mamanya, "Syukurlah, kami juga tidak menjodohkanmu dengan wanita sembarangan nak, dia berasal dari keluarga yang baik" ujar Luna memeluk Ersya, Ersya membalas pelukan itu. "Mama sangat menyayangimu" ucap Luna sambil mengusap usap punggung Ersya. Simpelkan Ersya, tak banyak melawan, wkwkššŖ.
Hari sudah semakin gelap, keluarga Aditya mempersiapkan acara makan malan ini sebaik mungkin. Dengan dibantu pelayan mereka menyiapkannya dengan penuh semangat. Di dalam kamar Angel, ia sedang berbicara dengan orang ditelepon. "Ya ya memang aku tidak melawan mereka" ucap Angel, "Hah sudahlah Angel terimalah, lagian keluargamu tidak asal pilih, sebaiknya sekarang kau bersiap\-siap" ucap sahabatnya Seli, "Rasa cinta bisa datang seiring berjalannya waktu, tenang sajalah" sambung seli, "Iya iya, kau sangat tidak mengerti, sudah kumatikan" balas Angel sambil merebahkan tubuhnya dengan memejamkan matanya sejenak sambil terus berpikir tentang kejadian perjodohan ini.
Suara diluar tak asing bagi Angel yang sedari tadi mengingatkannya untuk segera turun. Angel berganti pakaian, ia memakai dress panjangnya di atas lutut berwarna merah marun. Dress dengan aksen longgar di bawah, ketat di atas yang membentuk tubuh bagus milik Angel. Dengan lengan panjang tetapi menerawang hingga bisa melihat kulit putih mulus Angel. Rambutnya di biarkan terurai tetapi rapi. Ia memakai anting bulat kecil, sepatu high heels merah. Dengan riasan naturalnya yang membuat sempurna penampilannya.
~ Dikediaman keluarga Wijayanto.
Mereka bersiap menuju rumah keluarga Aditya. Ersya siap dengan memakai jas ketat andalannya yang membuat penampilannya sempurna. Ia memakai jas berwarna biru gelap dengan kemeja dalam berwarna hitam. Rambut seperti biasa ditata rapi, dan anak rambut dibiarkan menutupi keningnya, (tapi bukan pony yah gaes š). "Ayo kita berangkat" ajak papa Ersya. Mereka berangkat, Ersya membawa mobil sendiri dengan kakaknya. Sedangkan keluarganya didepan memimpin.
~ Dikediaman keluarga Aditya.
Angel turun dan bersiap, semua sudah menunggu Angel di ruang tamu. "Kau selalu sempurna Angel" puji neneknya, tapi menurut Angel itu adalah siksaan. Tak lama terdengar suara mobil terparkir di depan rumah mereka. "Mereka sudah datang" seru ayah Angel, mereka pergi menyambut kedatangan keluarga Wijayanto, tapi tidak untuk Angel dia masih duduk manis di sofa.
Di luar rumah. "Halo Hendra lama tak berjumpa" Heru memeluk Hendra sambil menepuk punggung Hendra. "Apa ini Ersya, dia sangat tampan" ucap bunda Angel terkagum, Ersya mencium semua tangan mereka satu persatu, "Apa ini Amel, yang waktu kecil selalu ingin di gendong olehku" ucap ayah Angel sambil memeluk Amel. "Apa benar seperti itu mah, pah, kek, nek?" tanya Amel sambil membalas pelukan ayah Angel. Mereka saling berpelukan satu sama lain, mengobrol untuk melepas rindu yang lama tak jumpa, yah kecuali Ersya hanya memandang mereka sambil tersenyum tipis.
Mereka masuk kedalam, waktu itu Amel duluan dan diikuti oleh semuanya. Angel terkejut dengan kedatangan Amel. "Kak Amel" sapa Angel sambil berjalan menuju Amel. "Angel" balas Amel sambil memeluk Angel. Semuanya masuk, mereka dibuat melongo oleh cantiknya Angel. "Astaga ini Angel" mama Ersya, "Iya" jawab lembut Angel. Mereka memeluk Angel satu per satu, Angel dibuat senang dengan hangatnya sayang mereka. Tak lama Ersya masuk, Angel dibuat terkejut dengan kedatangan Ersya, begitupun sebaliknya.
Jangan lupa likenya ya gaes š
__ADS_1
Dan juga komen sebanyak banyaknya, supaya saya tahu kekurangan saya. Terima kasih.