
Vanessa menunggu Ersya di depan kantornya berharap dia bertemu Ersya disana. Tak begitu lama Ersya datang dengan mobil mewahnya, Vanessa menghampiri Ersya. Ersya turun dari mobil dia melihat keberadaan wanita yang dulu ia sangat cintai. "Vanessa" , "Ersya" Vanessa langsung berlari ke arahnya dan memeluk Ersya, "Aku sangat merindukanmu, kenapa, kenapa kau menikah dengan wanita itu" Vanessa menangis di pelukan Ersya, "Kenapa kamu diam saja apa kamu tidak suka aku kembali" sambung Vanessa. Ersya hanya diam, dia terkejut dengan kedatangan Vanessa, dia teringat ketika Vanessa meninggalkannya. Ersya tidak tahu apakah perasaannya masih seperti dahulu. Karena sekarang dia mulai nyaman dengan Angel, tapi ketika Vanessa memeluknya hati Ersya terasa hangat tapi juga sangat sakit. "Apa kau masih mencintaiku" tanya Vanessa, "Kenapa kau diam saja" sambung Vanessa melepaskan pelukannya, "Kita pergi dari sini" ajak Ersya.
Di kantin Angel dan Zelin sedang membicarakan tentang Mirza dan Vanessa. "Mungkin nggak kalau Mirza dan wanita itu bersekongkol, liat sendiri kan mereka akrab banget" ucap Zelin memainkan sendoknya, "Apaan sih, kebanyakan nonton sinetron" jawab Angel, "Gila, kamu rela suamimu direbut, apa kamu nggak cinta sama dia" tanya Zelin, "Cinta?" jawab Angel. Angel melamunkan perkataan Zelin. "Cinta? kenapa setiap kali aku menatap Ersya jantungku berdetak begitu cepat, apa itu cinta" batin Angel.
"Woi malah ngelamun, oh jangan\-jangan waktu malam pertama kamu" goda Zelin, "Ahh, apaan sih" ucap Angel, "Apa, kau belum melakukannya" teriak Zelin, "Pelankan suaramu" ucap Angel sambil menutup mulut Zelin, "Hmm" ucap Zelin membuka mulutnya, "Kenapa kalian belum melakukannya, astaga" ucap Zelin, "Ya apa urusanmu" jawab Angel, "Sudahlah ayo anter aku pulang" sambung Angel.
Ersya dan Vanessa berada di cafe, mereka duduk di pojok cafe. "Kenapa kau kembali" ucap Ersya, "Hah kenapa? Karena aku sangat mencintaimu dan kau tanya kenapa aku kembali" kesal Vanessa, "Kalau kau mencintaiku kenapa waktu itu kau meninggalkanku" tegas Ersya, "A, a, aku waktu itu" ucap Vanessa terbata\-bata.
\*Flashback on\* Vanessa dengan seorang pria masuk kedalam kamar hotel. Vanessa berselingkuh dengan seorang pria yang lebih kaya, waktu itu Ersya masih belum mempunyai perusahaan sebesar sekarang. Ersya masih bekerja di perusahaan milik papanya. Merasa apa yang dia mau tidak tercapai akhirnya Vanessa memutuskan untuk berselingkuh dengan orang yang lebih kaya dari Ersya. Vanessa dan pria itu menjalin hubungan selama satu bulan. Mereka berdua pergi ke kamar hotel yang mereka pesan. Vanessa dan pria itu sudah terbawa nafsu, mereka berdua melakukan hubungan intim. "Ah, ah, aa" suara desahan Vanessa, "Tahanlah sayang" ucap pria itu, "Ah, aa... " desahan Vanessa. Mereka berdua sangat menikmatinya mereka tidak menyadari bahwa ada seorang yang mengikutinya sedari tadi.
__ADS_1
Resta mengikuti kemana perginya Vanessa dan pria itu. Resta tidak sengaja melihat Vanessa bermesraan dengan pria lain, dan dia mencoba mencari tahu siapa pria itu. Resta mengikuti Vanessa hingga ke sebuah hotel dan mendengar mereka berdua sedang melakukan hal yang tidak seharusnya. "Dasar wanita \*\*\*\*\*\*, beraninya kau berselingkuh dari sahabatku, aku bersumpah akan menjauhkanmu dari sahabatku" batin Resta, ia langsung pergi untuk pulang. Resta tidak menceritakan kejadian itu kepada Ersya. Dia memendam sendiri cerita itu, bahkan Vanessa juga tidak tahu kalau Resta mengetahui kejadiannya.
Sejak saat itu Resta mencoba untuk menghalangi saat Ersya ingin bertemu dengan Vanessa. Resta terus mengganggu kebersamaan mereka dengan alasan pekerjaan. Suatu saat Vanessa menghampiri Resta yang sedang bekerja, "Hei kau siapa selalu mengganggu kebersamaanku dengan Ersya, ingat kau hanya sahabat Ersya, bahkan kau orang miskin yang beruntung diangkat menjadi anak oleh papa Ersya, dasar pria matre" ucap Vanessa, "Hah, apa kau bilang tidak salah nih aku yang matre, kau yang matre bahkan kau adalah wanita \*\*\*\*\*\*" ucap Resta, plaak.. Vanessa menampar Resta, "Jaga ucapanmu, aku bisa mengadukan ini kepada Ersya" Vanessa sangat marah, plaaak.. Resta kembali menampar Vanessa, "Seharusnya kau tahu malu, kau hanya wanita \*\*\*\*\*\* yang menginginkan uang" tegas Resta.
"Apa maksudmu" ucap Vanessa sambil memegang pipinya, "Sebaiknya kau cepat tinggalkan Ersya dan pergilah jauh\-jauh dari kota ini" teriak Resta. Vanessa masih bingung dengan perkataan Resta, dia tidak tahu apa maksud dari perkataan Resta. Vanessa pergi meninggalkan Resta untuk bertemu dengan selingkuhannya di sebuah hotel. "Sayang kau datang, apa kita akan melakukannya di siang bolong ini" ucap pria itu, "Alex sebaiknya kita segera pergi jauh dari kota ini" jawab Vanessa. Nama pria itu adalah Alexander Gesdhon, umurnya jauh lebih tua dari Vanessa yaitu 28 tahun. Dia adalah pria yang cukup kaya, dia memiliki tiga cabang restoran.
Vanessa dan Alex memutuskan untuk pergi dari kota ini untuk sementara. Vanessa tidak mempedulikan Ersya saat itu, waktu itu dipikirannya hanya uang dan selingkuhannya. Sejak saat itulah yang tadinya Ersya periang menjadi seorang pria yang dingin, angkuh, dan hemat bicara. Bahkan dia tidak mau berhubungan dengan wanita manapun. Dia belum mengetahui bahwa Vanessa itu berselingkuh, karena Resta masih menyembunyikan cerita itu, bahkan sampai saat ini. \*Flashback off\*.
"Kenapa kau diam dan melamun" bentak Ersya, "Waktu itu aku berobat" jawab Vanessa berbohong, "Kau tidak tahu waktu itu aku sakit parah, benar Ersya kau percayalah aku sangat mencintaimu" sambung Vanessa, Ersya masih berpikir apakah dia harus percaya dengan Vanessa. "Kau sakit apa, sepertinya kau tidak apa\-apa" ucap Ersya, "Aku sakit tumor dan harus dioperasi waktu itu, dan sekarang aku sudah lumayan sembuh" jawab Vanessa, "Apa itu benar" ucap Ersya, "Iya Ersya percayalah" jawab Vanessa sambil meneteskan air matanya. Vanessa mendekat ke tempat duduk Ersya dan memeluknya. Vanessa mencoba membuat Ersya percaya dan merebutnya kembali, "Kita lihat sebentar lagi kau akan menjadi milikku lagi" batin Vanessa dalam pelukan Ersya.
__ADS_1
Zelin menghentikan mobilnya di sebuah cafe, "Kenapa kita kesini" tanya Angel, "Aku haus, yuk masuk" jawab Zelin. Mereka berdua masuk kedalam cafe, Angel masuk duluan untuk mencari tempat duduk yang nyaman dan jauh dari keramaian orang. Zelin melihat Ersya sedang berpelukan dengan wanita itu, "Astaga itu kan Ersya dan wanita itu" Zelin menarik Angel dan menunjuk keberadaan Ersya dan wanita itu. "Lihat mereka berdua, kita harus labrak" ucap Zelin menarik tangan Angel, "Jangan, biarkan mereka" Angel menarik Zelin ke tempat duduk yang berada di sebelah jendela. "Angel apa kau gila mereka berpelukan" kesal Zelin, "Kau tidak lihat, Ersya tidak membalas pelukannya, mungkin perempuan itu yang menggodanya, tenang aku tidak akan biarkan dia merebut Ersya dariku" ucap Angel, "Aku dan Seli akan selalu mendukung dan menjagamu" ujar Zelin semangat.
Hari sudah malam, malam ini dan dua hari yang akan datang Angel dan Ersya tinggal di rumah Wijayanto. Angel sedang membersihkan genangan air di lantai, karena terkena tumpahan air saat Angel ingin minum. Angel jongkok di lantai sambil mengelap lantainya dengan handuk kecil. "Astaga kenapa aku sangat ceroboh, sebaiknya cepat aku bersihkan sebelum Ersya melihatnya" ujar Angel. Ersya pulang dari kantornya, dia berjalan masuk ke dalam rumah. "Sudah pulang kau cucuku" tanya kakek Deni, "Iya kek" jawab Ersya sambil mencium tangan kakeknya, "Ersya masuk dulu" Ersya berjalan menuju kamarnya. Angel masih membersihkan genangan airnya tadi, dia melihat ada yang sedang membuka pintu dan berdiri di depannya. Angel mengangkat kepalanya, dilihatnya ternyata itu Ersya. Angel berdiri, "Sudah pulang, pasti seneng dong habis pelukan sama mantan" ucap Angel, ia berjalan pergi tapi dia terpeleset oleh genangan airnya tadi. Ersya menangkap tubuh Angel sehingga tidak terjatuh. Mereka berdua saling bertatapan. Angel memalingkan pandangannya ke arah lain dan bangun dari tangkapan Ersya. Angel pergi keluar kamar menuju dapur. Sedangkan Ersya masih berpikir kenapa Angel bisa tahu tentang itu.
Angel sedang membuat segelas susu coklat hangat. "Angel, kamu lapar?" tanya Amel, "Oh tidak kak, hanya membuat segelas susu aja" jawab Angel. Amel menghampiri Angel yang sedang membuat segelas susu hangat. "Apa sebaiknya aku nanya aja siapa nama mantan Ersya, dan mantan mana yang membuat Ersya sampai seperti yang diceritakan mama" batin Angel, "Kak boleh nanya nggak" ucap Angel, "Boleh ada apa" jawab Amel menghentikan adukan tehnya. "Tapi tolong jangan bilang Ersya ya" ucap Angel, "Ha apa, kau membuatku penasaran" jawab Amel, "Ersya itu.. punya mantan berapa kak?" tanya Angel, "Hah, hahaha, kakak kira apaan ternyata itu, Ersya cuma punya satu mantan, emang kenapa" jawab Amel sambil menyeruput tehnya, "Siapa namanya kak" tanya Angel, "Vanessa, memang kenapa sih" jawab Amel penasaran, "Apa dia yang membuat Ersya menjadi dingin seperti ini" ucap Angel, "Kok tahu, iya dia" jawab Amel, "Mama yang cerita" sahut Angel, "Berhubung mama sudah cerita kakak akan menceritakannya" ucap Amel.
Dikamar Angel mondar mandir di depan tempat tidur. Dia masih terngiang ngiang oleh cerita Amel tadi \* "Jadi begini, awalnya sih hubungan mereka baik\-baik saja, tapi ketika Ersya membawanya kemari mengenalkannya ke semua, nenek dan kakek tidak setuju jika mereka berdua menikah, tapi mereka berdua terus berhubungan, sampai sebulan berlalu Vanessa tbtb meninggalkan Ersya begitu saja tanpa kabar dan memutuskan Ersya lewat chat, dan sejak saat itulah Ersya menjadi pemarah, pemabuk, bahkan dia ingin mengakhiri hidupnya, tapi untungnya dia masih bisa dinasihati, untungnya lagi akhirnya si Vanessa itu pergi" jelas Amel, "Emang kenapa kak kok kelihatannya kakak seneng Vanessa itu pergi" tanya Angel, "Dia kelihatan bukan wanita baik, kakak pernah melihat dia dengan pria lain" jawab Amel, "Apa iya kak" ujar Angel, "Iya" jawab Amel " \*. "Vanessa, sebaiknya aku cari media sosialnya" batin Angel sambil membuka ponselnya dan mencari Vanessa di instagram. "Ah ini, wanita ini betul kata Zelin dan Seli wanita itu adalah mantan Ersya" batin Angel.
Ersya keluar dari kamar mandi memakai handuk kimono dan di dalamnya tidak memakai apapun. Ersya melihat ke arah Angel, dan Angel menyadari Ersya sedang melihatnya. "Apa kau lihat\-lihat" ucap Angel, Ersya berjalan mendekat ke tempat Angel. "Pergilah aku tidak mau berdebat denganmu" ucap Angel. Ersya mendorong tubuh Angel hingga dia jatuh ke atas kasur. Ersya juga menjatuhkan tubuhnya ke atas tubuh Angel dan menahannya dengan kuat agar Angel tidak kabur. "Apa yang kau lakukan, lepaskan, aku sungguh sangat lelah" ucap Angel, "Darimana kau tahu tentang wanita itu" tanya Ersya, "Mama, mama yang cerita semua tentang wanita itu, dan aku tidak sengaja melihatmu berpelukan dengan wanita itu di cafe" jawab Angel, "Sudah jelas kan, sekarang lepaskan aku mau tidur, oke" sambung Angel.
__ADS_1
😁