Jodohku Dari Perjodohan

Jodohku Dari Perjodohan
31> Khawatir.


__ADS_3

Disini yang paking sedih dan tampak wajah bercucuran air mata adalah Keysa. Bagaimana tidak, dia melihat majikan yang sangat dia sayangi menderita. Tubuh penuh dengan darah, wajah cantiknya penuh dengan cabikan dan cakaran Rossa. Sedangkan dia tidak terluka sampai seperti itu. Keysa bisa merasakan betapa sakitnya itu.


Rossa ingatlah sebentar lagi kau akan membayar perbuatanmu ini, tuan tidak akan pernah mengampunimu, kenapa kau tega mencabik nona hingga seperti ini. Keysa


"Nona, apa anda masih kuat, tenanglah tuan pasti akan menemukan kita, kita pasti akan selamat" Angel tidak bergeming sedikitpun. Ia tidak punya kekuatan untuk berbicara. Bahkan bernapaspun dia kesusahan.


Asisten Rossa masuk ke ruangan itu dengan penuh hati-hati dan waspada. "Kenapa kau kemari, apa kau belum puas menyiksa nona, sini cabik saja aku, jangan pernah kau menyentuh tubuh nona" teriak Keysa dengan penuh kebencian. "Tenang, aku kesini hanya ingin menolong kalian, aku tidak pernah mengira Bu Rossa akan sekejam ini, dia bilang dia hanya akan mensekap kalian saja, sebelum aku melepaskan kalian, ingatlah di depan banyak penjaga, kalian lewat pintu samping kiri itu saja, ku harap kalian selamat dari penjaga itu" ujar asisten Rossa sambil melepaskan ikatan tali yang menggantungkan kedua tubuh wanita itu. Keysa segera memapah tubuh mungil Angel.


"Kenapa kau menolong kami?" tanya Keysa sambil memapah tubuh Angel, "Aku tidak tega melihat kalian di siksa seperti itu, cepat pergilah dari sini, maaf aku tidak bisa membantu apa-apa lagi" Keysa segera berlari ke pintu samping kiri yang di tunjukkan asisten Rossa itu. Asisten Rossa hanya melihatnya dari jauh.


Sesampainya di pintu itu, Keysa memastikan apakah ada penjaga di luar sana. "Syukur, mereka tidak menjaga di sebelah sini, nona kita akan segera selamat, aku berjanji" ucap Keysa, Angel yang setengah sadar tidak mengucapkan apapun.


Keysa berjalan dengan penuh hati-hati agar tidak ketahuan oleh penjaga itu. Dia terus celingak celingukan memantau sekitar. Sesampainya di luar gedung itu, terlihat jalanan yang begitu sepi, gedung yang jauh dari perkotaan. Gelap tiada lampu satupun yang menerangi. Pepohonan liar yang tumbuh subur di samping jalanan itu.


Ya tuhan aku harus kemana ini, jalanan ini sangat sepi, bahkan disini tidak ada orang atau kendaraan sekalipun. Keysa


Mereka berdua sudah sangat jauh dari gedung itu. Keysa berjalan mengikuti jalanan berharap ada bantuan. "Ah, disana ada rumah" Keysa mendekati rumah itu. "Sepertinya rumah ini ada pemiliknya, terlihat ada penerangan di dalam". Keysa segera mengetuk pintu rumah itu. Berharap cemas, semoga saja ada pemiliknya, dan mereka mau menolongnya.


Ceklek!!


Pintu itu terbuka, seorang wanita tua keluar dari rumah itu. "Iya si... astaga nona, kalian terluka, masuklah kemari" ujar wanita tua khawatir. Keysa segera masuk, nenek itu membantu memapah Angel yang sudah tidak sadarkan diri. "Siapa nek?.. ya tuhan kalian kenapa, nona ini terluka parah" ucap pria tua yang keluar dari kamar. Nenek itu segera menuntun Keysa agar membaringkan Angel di atas kasur lantai miliknya.


"Maaf jika kedatangan kami mengganggu, apa boleh kami menumpang disini sementara?" tanya Keysa lembut, "Tentu nak, tentu, kalian kenapa?" tanya kembali kakek tua itu, "Kami habis disekap, dan nona saya terluka karena cabikan mereka, a..aku sangat khawatir dengan keadaannya, hiks" Keysa yang tak tahan dengan tangisannya.


"Ya tuhan, manusia macam apa yang sekejam itu, sebentar nenek akan mengambilkan baju dan obat untuk kalian"


"Terima kasih, hiks"


"Tenanglah nak, kakek akan melindungi kalian"

__ADS_1


Nenek tua itu kembali dengan membawa dua buah baju dan sekotak obat. "Ini, bergantilah pakaianmu nak, nenek akan membatu nona ini"


"I,iya"


"Kakek akan mengambilkan makanan dan minuman hangat untuk kalian"


Keysa masuk ke dalam kamar mandi yang tak jauh dari sana, nenek tua itu membantu menggantikan pakaian Angel dan mengobatinya dengan lembut.


______________________________________________


Ersya dan Resta sedang menuju gedung tempat Rossa menyekap Angel dan Keysa. Berkat hasil susah payahnya mereka menemukan Angel dan siapa yang menculik Angel. Mereka menemukan jejak Rossa dengan segala bantuan dan kecerdasan. Mereka pergi bersama lima mobil dan dua helikopter.


Angel aku menjemputmu semoga kau tidak terluka, aku tidak akan pernah mengampuni Rossa itu.


Dreet..Tet!!


Polisi mengepung seluruh gedung itu, "Semua angkat tangan, cepat tangkap mereka" teriak komandan itu, "Siap" jawab serentak polisi itu. Ersya dan Resta segera berlari masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Angel.


"Angel" teriak Ersya yang tidak mendapatkan Angel di manapun.


"Dimana dia menyembunyikan Angel" teriak Ersya kesal. Dia segera keluar menghampiri Rossa yang sudah di tangkap polisi.


Graaak!!


Jambakan yang penuh dengan tenaga hingga Rossa meringis kesakitan.


"Dimana Angel, cepat katakan" teriak Ersya.


"Di, dia a,ada di dalam" jawab Rossa terbata.

__ADS_1


Graaak!!


Ersya menjambaknya dengan kuat lagi, "Dia tidak ada di dalam, dimana kau menyembunyikan Angel"


"Hei kau, dimana Angel" teriak Resta kepada asisten Rossa yang sedari tadi menundukkan wajahnya.


"Sa,sa.."


"Jawab" teriak Resta yang tidak sabar.


"Sa,saya melepaskan mereka, agar mereka kabur"


"Aarggh" Ersya melepas jambakannya, dan segera berlari ke dalam mobil di ikuti Resta.


______________________________________________


Sedangkan di rumah Ersya, semua khawatir takut. Para wanita seperti nenek, mama, dan Amel tersiak tangis. Apalagi mama dia sangat terpukul hingga menangis yang menjadi-jadi.


Sama di rumah Angel, suasana penuh kesedihan. Mereka hanya berharap Angel tidak apa-apa.


Meskipun mereka semua tahu kalau Ersya dan Resta sudah menemukan keberadaan Angel dan Keysa, tapi mereka tetap khawatir dengan keadaan Angel di sana.


:


:


:


:

__ADS_1


:


Halo gays, hari ini saya update lagi setelah sekian lama. Semoga kalian suka


__ADS_2