
Ersya dan Angel bersiap untuk acara sore ini, mereka berdua sedang di make over oleh orang wardrobe, ditata rambut mereka, dirapikan gaun dan jasnya, di buat seperfect mungkin. Angel sedang di make up, dia melihat dari kaca mamanya masuk menghampirinya. "Angel" ucap mamanya sambil duduk di sebelahnya, "Sudah nona saya izin pergi dulu" ucap orang make up tersebut, "Iya mba" jawab Angel, "Iya ma kenapa" jawab Angel lembut, "Apa Ersya pernah memarahimu?" ucap Luna, "Ah tidak pernah ma, dia baik" jawab Angel, "Tapi dia punya sifat yang mama khawatirkan jika suatu saat terjadi padamu" jelas Luna, "Apa ma" jawab Angel, "Dia tidak suka jika pekerjaannya tidak sesuai dengan yang dia inginkan, dan dia tidak suka bila keinginannya tidak terpenuhi, dia sifat orang yang meluapkan amarahnya dengan membanting barang disekitarnya, tapi dia sangat lemah jika berada di samping orang yang begitu ia sayangi, dia akan melakukan apa saja, iya apa saja untuknya, Ersya juga orang yang setia, tapi saat orang yang dicintainya meninggalkannya dia akan seperti orang gila, peminum, pemabuk, pemarah, bahkan ia mau mengakhiri hidupnya" jelas Luna sambil meneteskan air matanya, "Siapa ma yang membuat Ersya sampai seperti itu" tanya Angel, "Dia adalah mantan kekasih Ersya yang sangat begitu ia cintai waktu itu, dia meninggalkan Ersya begitu saja" ucap Luna.
Vanessa sedang di depan gedung yang akan di tempati oleh Ersya dan Angel. Di depan sudah banyak orang yang ingin menyaksikan meskipun hanya di layar lebar. Acara segera dimulai para tamu undangan juga sudah hadir. "Astaga banyak banget orang disini, dan lagi banyak banget polisi yang menjaganya lagi, auto nggak bisa masuk nih" gerutu Vanessa di dalam mobil. Vanessa keluar dari mobilnya, dia menyerobot orang2 yang ada disana. Mencoba untuk lebih maju tapi dia dihalang oleh orang disana. "Eh jangan berharap bisa masuk deh, yang tertib dong" ucap orang itu sambil mendorong Vanessa, "Aduh, biasa aja mba" teriak Vanessa, "Eh kau yang biasa aja mau gue laporin kalau kau mencoba untuk masuk", Vanessa bergegas kembali ke mobilnya, dia tidak mau mencari keributan. "Aaarghhh, gila ya mereka" ucap Vanessa.
Acara pernikahan di sore ini sudah di mulai, "Untuk acara sore ini kita akan mengetes kekompakan pengantin kita dan pasangan yang ada di sini boleh ikut, tapi untuk sebelumnya keluarga besar boleh berfoto terlebih dahulu" ucap pembawa acara. Semua kedua keluarga berkumpul untuk berfoto bersama, Ersya dan Angel berada ditengah. Mereka berfoto sebanyak banyaknya, berganti ganti gaya. "Sekarang kalian berdua" ucap nenek Desi, "Iya cepatlah, nanti aku akan memajangnya dirumah" sambung nenek Laras. "Ayo berpelukan, kalian kan sudah menjadi suami istri" ucap Ayu. Mereka berdua menurutinya, berpelukan, bergandengan, bahkan mereka berciuman hanya untuk membuat keluarga mereka puas.
"Sekarang mari kita mulai acaranya" teriak pembawa acara, "Boleh tante dan om nona Angel maju kedepan untuk ikut serta dalam permainan ini" sambung pembawa acara. Saras dan Doni maju ke depan, "Masak cuma 2 pasangan, tambah lagi dong, Seli sini sama teman Ersya itu" ucap Saras. Seli terkejut kenapa dia dipanggil bersama Resta. Beberapa pasangan dari para undangan juga berpartisipasi. "Semua sudah bersiap, sekarang para pasangan akan berlomba mengambil sebuah dasi yang tergantung di atas itu dengan menggendong pasangan kalian untuk mengambil, kalau sudah terambil kalian pasangkan dasi itu ke pasangan kalian, dan pasangan yang kalah mereka akan dilemparkan ke kolam huuu, kalian sudah siap" teriak pembawa acara, "Siaaap" teriak para peserta, "Mama, mama harus menang" teriak Lala, "Iya, biar pengantin baru kita yang dilemparkan ke kolam, hahaha" teriak papa Ersya.
1..2..3 mulai perlombaan dimulai para pasangan mulai menggendong istrinya untuk mengambil dasi yang di gantung di atas, tapi Ersya dan Angel malah berdebat. "Kau jangan bergerak" ucap Ersya, "Ini gaunnya tersangkut" jawab Angel, gaun Angel tersangkut di kancing kemeja Ersya. Saras berhasil mendapatkan dasinya dan segera memakaikan ke Doni, "Hore mama papa menang huuu" teriak Lala. "Cepat ambilah" ucap Ersya, "Iya ini, aku juga sedang berusaha" jawab Angel. "Ayo, ayo, ayo" teriak para tamu undangan. Satu persatu para pasangan sudah berhasil dan selesai memakaikan dasinya. "Yaa pengantin kita kalah, apa hukumannya" teriak pembawa acara, "Dilempar ke kolam" jawab kompak para tamu undangan.
__ADS_1
Sedangkan Ersya dan Angel masih sibuk melepaskan gaunnya yang tersangkut. "Susah Ersya jangan kau tarik, nanti robek" ucap Angel. Keluarga besar dan para tamu undangan ramai2 berkumpul untuk menggendong mereka berdua. "Eh ada apa ini" ucap Angel, "Kalian kalah dan kalian harus di lempar ke kolam" jawab ayah Angel, "Ha, iya aku akan loncat sendiri bersama Ersya" ucap Angel, "Oke, ayo sekarang" ucap Saras. Ersya dan Angel berjalan ke tepi kolam, Angel mau menyeburkan dirinya tapi di hentikan, "Eits, kalian harus bersama dong, sekarang berpelukan ayo sekarang" ucap Saras sambil mendekatkan mereka berdua. Mereka berdua saling berpelukan, "Oke, 1..2..3" ucap pembawa acara, Ersya dan Angel menyeburkan diri ke kolam, byuuur. Huuuuu.. Teriak para tamu undangan, "Hah, hah, tega..banget..sih..mereka" ucap Angel terengah\-rengah.
Hari sudah malam, waktu sudah pukul 18.30. Acara dansa malam ini akan dilaksanakan pukul 20.00. Di kamar, Angel sedang memasukan baju Ersya yang ada di koper ke lemari pakaiannya. "Tiga hari tapi pakaiannya seperti mau seumur hidup disini" gerutu Angel, "Waktunya akan dihitung besok, jadi masih punya waktu lebih lama aku disini" sambung Angel bahagia. Ersya keluar dari kamar mandi memakai kaos hitam polos celana panjang, yang membuat tubuh Ersya begitu gagah dan atletis. Dreeet.. Dreeet ponsel Angel berbunyi di atas laci samping tempat tidurnya. Angel pergi mengambilnya \*Pengantin baru aku diluar apa kau sudah lupa dengan sahabatmu ini\* pesan dari Zelin.
Angel bergegas pergi keluar untuk menghampiri sahabatnya itu. "Hei kenapa kau tidak masuk saja ke kamarku" ucap Angel menuruni tangga, "Gila, kau sudah punya suami, aku juga tidak mau di marahi suamimu nyelonong masuk kamar orang" jawab Zelin, "Hehe, lupa" ujar Angel, "Kenapa kamu kesini" sambung Angel, "Ini hadiah untukmu" Zelin memberikan kotak kado yang cukup besar, "Oh iya kemana yang lain ko sepi banget sih" sambung Zelin, "Mereka baru saja pergi ke gedung tempat pesta nanti" ucap Angel, "Eh ngomong\-ngomong boleh dibuka nggak" sambung Angel, "Jangan, aku pulang dulu, kamu buka di kamar nanti oke, bye sampai jumpa di pesta nanti" Zelin pergi meninggalkan Angel.
"Cantik sekali" Angel memasukan kembali high heels itu kedalam kotak kado dan menaruhnya di atas meja riasnya. "Ersya Angel" tok.. tok.. tok.. Teriak seseorang dari luar, "Siapa ya ini kan masih pukul tujuh malam" Angel keluar membukakan pintu. Ayu dan Luna berdiri di depan pintu dan sudah siap dengan gaun pesta mereka. "Bunda, mama! Kenapa?" ucap Angel, "Ya bersiaplah" jawab Ayu, "Loh kan masih satu jam nanti" ucap Angel, "Acaranya di majukan setengah jam lebih awal" ujar Luna, "Ayo segeralah bersiap dan pergi ke gedung untuk merias kalian berdua cepat" ucap Luna, "Iya para tamu undangan juga sudah ada yang hadir, mereka semua sudah diberitahu papamu" sambung Ayu, "Iya iya" Angel masuk kedalam kamar, "Ersya cepat bersiaplah" teriak Angel berjalan ke lemari pakaiannya dan membawa pakaiannya ke kamar mandi, ia melihat Ersya masih sibuk dengan pekerjaannya. "Ersya acaranya akan dimulai setengah jam lebih awal" teriak Angel masuk kedalam kamar mandi. Ersya mematikan tabletnya dan menaruhnya di atas laci samping tempat tidur. Ersya segera berganti pakaiannya, tak butuh waktu lama Ersya selesai begitupun Angel sudah keluar dari kamar mandi.
Semuanya sudah siap, sudah sempurna. Acarapun dimulai, sang pembawa acara mulai membacakan daftar acaranya. Ersya dan Angel memasuki ruangan menuju pelaminan dengan beralaskan karpet merah panjang. Acara dilakukan dengan lancar sesuai dengan urutan acara. Dengan alunan musik yang indah dan menyenangkan. Semua para tamu undangan menikmati acaranya. Sampailah di penghujung acaranya yaitu acara dansa. Semua para pasangan mulai menempati aula tengah sang sangat megah. Para pasangan mulai menggoyangkan tubuh mereka dengan lihai. Ersya dan Angel terlihat serasi bagaikan Romeo dan Juliet.
__ADS_1
Mereka berdua berada ditengah tengah pasangan tamu. Para pasangan mulai mengikuti alunan musik yang di mainkan. "Kau, kau jangan menatapku seperti itu" ucap Angel, "Kau yang menatapku" jawab Ersya, "I, iya tapi bi, bisa kan biasa aja" ucap Angel. Ersya malah terus menatap Angel dan mempererat pelukan tangannya di pinggang Angel. Angel hanya diam, dia tahu jika dia melepas pelukannya, itu akan membuat dia malu. Angel memalingkan pandangannya ke arah lain. "Aw" ucap Ersya, Angel tidak sengaja menginjak kaki Ersya. "Ah maaf, aku tidak sengaja" ucap Angel sambil menatap Ersya, "Kau sengaja" ucap Ersya, "Apa, aku sudah aku tidak sengaja" ucap Angel, "Dasar aneh, dingin, angkuh, nggak pu..." Angel belum selesai meneruskan perkataannya tetapi bibirnya sudah dilahap oleh Ersya.
"Emmm, hmm" teriak Angel dalam ciuman Ersya. Ersya \*\*\*\*\*\*\* bibir Angel dengan tenang dan lembut, Angel berusaha melepaskan tetapi tidak bisa. Para pasangan tamu undangan menghentikan dansa mereka setelah melihat pengantin di tengah itu berciuman. Tamu undangan bersorak bergemuruh, bersiul dan bertepuk tangan menyambut mereka berciuman. "Emmm" teriak Angel dan sengaja menginjak kaki Ersya, "Mesum, apa kau tidak lihat semua mata orang tertuju pada kita" ucap Angel sembari mengusap bibirnya. "Terus" ucap Ersya, "Ha, terus lepaskan pelukanmu ini, aku sudah capek dari tadi berdansa" jawab Angel. Mereka berdua menghentikan dansanya, dan beristirahat. Acara dansa telah selesai, semuanya dipersilakan makan dan menikmatinya. Dengan diiringi alunan musik para undangan menikmati makanan mereka. "Ini makanannya, berdua dengan suamimu" ucap bunda Ayu, "Apa berdua, sepiring" jawab Angel, "Iya sayang, bye bunda tinggal dulu" Ayu meninggalkan mereka berdua di ruang make up.
"Tega banget ya ampun" gerutu Angel, "Ini kau makan dulu" sambung Angel, "Aku ingin kau juga makan" jawab Ersya, Ersya menyeret kursi Angel dan membawanya mendekat ke tempatnya. "I, iya iya, ini sendokmu" ucap Angel. Mereka berdua makan sepiring berdua di depan kaca besar make up. "Jangan kau injak gaunku" ucap Angel, "Gaunmu yang terlalu besar" jawab Ersya, "Ya kan ini memang gaunnya" ucap Angel, dalam perjalanan menikmati makanan mereka hanya berdebat, walaupun itu hanya masalah kecil.
Di meja makan tamu undangan, Zelin, Seli, dan Mirza sedang menikmati makanan mereka. "Hei boleh gabung nggak" tanya Ersya menghampiri mereka, "Ya silakan" ucap Seli, "Perkenalkan Resta, teman Rion" ucap Resta menyalami satu persatu, "Zelin", "Mirza", "Eh bentar Rion, maksudnya Ersya" tanya Zelin, "Haha, iya Ersya" jawab Resta, "Ini semua temannya Angel" tanya Resta, "Iya, kalau boleh tahu kita panggil apa nih, kak atau apa" ucap Zelin, "Haha, panggil Resta aja" jawab Resta, mereka saling mengenal satu sama lain dan memulai ke akraban.
Acara dilanjutkan kembali, biasa berfoto bersama dengan keluarga besar lalu selesai sang pembawa acara menutup acaranya, para tamu bersalaman dan berfoto bersama dengan memberikan kado pernikahan untuk mereka. Tamu undangan mulai berhamburan pulang, penerima tamu memberikan sebuah souvenir untuk mereka, sebelumnya para undangan memasukkan amplop uang ke dalam kotak besar coklat yang berada di samping pintu masuk. Keluarga besar meninggalkan gedung menaiki mobil mewah mereka masing\-masing, "Sampai ketemu di rumah nanti ya" ucap mama Luna, "Iya kakek sudah nggak sabar" ucap kakek, "He,em kita semua menyambut kedatangan kalian" ujar Amel, "Terimakasih" jawab Angel, "Bye" kompak mereka. Angel beserta keluarga pulang ke rumah beristirahat untuk mengembalikan kembali tenaga mereka.
__ADS_1
Happy Reading 😁