
Saat pagi nada terbangun dengan perasaan yang begitu nyaman, ia langsung kekamar mandi,setelah selesai mandi berpakaian lalu keluar kamar kebalkon karena kamarnya dilantai tiga dan langsung menghadap jalan maka melihat lihat dari atas sini semua kesibukan dikota terlihat begitu lancar.
Setelah puas melihat lihat sekitar tempatnya menginap lalu masuk kembali kekamarnya dan terdengar ketukan dipintu, ia segera membuka pintu, ternyata layanan kamar untuk mengantar minuman panas dan roti untuk sarapan pagi.
Nada membuka makanan yang ia pesan kemaren sore buras dan sambel ebi ia memakannya "hmm enak" katanya sambil menyocol buras kesambel ebinya lalu menyeruput teh panasnya, juga masih ada cake mamer yang lembut,setelah merasa kenyang ia kembali kebalkon untuk melihat lihat situasi dilalu lintas kota yang ada didepannya.
Sementara dio yang juga sudah bangun dan selesai mandi dan mendapat sarapan dari layanan kamar tadi sudah selesai sarapan minum kopinya ia mulai mengamati pintu kamar nada yang berada didepan sebelah kamarnya.
Cukup lama menuggu akhirnya ia melihat pintu kamar nada terbuka dan melihat nada keluar,setelah nada mengunci pintu kamarnya dan mulai melangkah jauh dari kamarnya dio juga buru buru keluar dan mengunci pintu segera menyusul nada.
Baru juga dio menuruni tangga dan sampai dilantai dua ia bergegas takut kehilangan sosok nada,tepat saat bergerak ia hampir menabrak sosok yang juga buru buru jalan didepannya.
"Dio!!!....."
"Eh hehh... nada.."
"Kamu mengikutiku!" kata nada melotot
"Mmmm.... iya sih..." jawab dio meringis ia tidak menyangka secepat ini ketahuan oleh nada.
Nada langsung pergi kembali kelantai atas dio cepat menyusul dan berkata " Ko balik lagi kekamar?"
"Ada yang ketinggalan"
Nada membuka pintu kamar dan masuk dio segera mengikuti dan menutup pintunya, terlihat nada malah duduk diatas ranjang dan dio karena melihat nada duduk ia juga duduk dikursi yang ada dikamar ini.
"Bisa kamu jelaskan padaku tentang keberadaanmu dikota ini juga?!" tanya nada
"Ya itu karena aku sudah bilangkan kalau aku akan menyusulmu"
"Tapi aku sudah bilang jangan mengikutiku,aku ingin sendiri!!!"
"Nada aku tak bisa membiarkanmu sendiri dikota ini"
"Aku bukan anak kecil" katanya kesal
"Nada maafkan aku... ku mohon"
__ADS_1
Nada hanya diam sekarang dan memandang wajah yang penuh pesona itu pria ganteng yang gentleman yang sangat ia cintai tapi sejak ia tau dio sekarang sedang dekat dengan sita hatinya sakit.
"Dio kamu sekarang berduaan denganku apa sita tau?!.. kamukan lagi dekat dengan dia sekarang"
"Nada aku dan sita dari dulu temanan kalau begitu dekat ya biasa ajalah seperti dengan teman lainnya"
"Sekarang aku tanya... apa kamu suka pada sita?!"
"Suka?!... ya sama teman pasti sukalah"
"Kamu cinta diakan?!"
"Cinta?!..."
"Dio!!!.... jangan membeo!" bentak nada dengan kesal
"O... kamu cemburu?" canda dio sambil ternsenyum
"Aku hanya tak ingin berduaan dengan pria yang ada hubungan istimewa dengan wanita lain!!!"ketusnya
"Aku hanya tak mau!!!... tak mau ya tak mau,jadi tolong kembali kekota asalmu dan tinggalkan aku disini untuk sendiri"
"Aku sudah disini nada... please"
"Bodoh amat seseorang yang sudah menyukai wanita lain untuk apa bersama dengan wanita lainnya dikota yang lain"
"Aku akan menemanimu disini" kekeh dio
"Atas dasar apa kau ingin menemaniku?!! jangan bilang kau karena kasihan padaku yang lupa ingatan ini ya!!"
"Nada... aku menyayangimu" aku masih mencintaimu tambahnya dalam hati saja,tak berani mengatakan terus terang karena status nada yang masih dalam proses perceraian
Hati nada merasa kecewa karena ketika bertemu sita menceritakan tentang kedekatannya dengan dio beberapa waktu belakangan ini.
Dio pemuda gagah dengan penampilan yang super keren tapi super cuek dan jaim hanya pernah jatuh cinta kepada nada,walau gadis gadis berantri yang mendambanya tak sedikitpun ia lihat jangankan menanggapi sikaf para gadis gadis itu melihat mereka aja dio tak berminat dan mengenai sita memang dia gadis yang cantik baik hati dan begitu anggun punya perasaan istimewa kepada dio karena ia tau dio masih sendiri setelah nada menikah dan ia berusaha keras untuk bisa mendapatkan perhatian dio
Dio menganggapnya hanya teman yang baik dan teman sekolahnya,walau nada sudah menikah dengan sepupunya tapi perasaanya masih tetap untuk nada ruang hatinya begitu kecil tak sebesar tubuh gagahnya begitu kecilnya ruang hatinya hingga tak bisa memuat satu cinta lagi,entah bila ruang hati itu sudah kosong nanti.
__ADS_1
Dio masih tak ingin menyerah ditolak nada ia tau saat ini nada pikir mereka masih pacaran dan ia merasa dio sudah berubah dengan kedekatannya dengan sita dan membuatnya cemburu dio sangat hafal dengan tabiat nada yang begitu manja padanya.
"Nada... percayalah tiada yang lain yang bisa menggeser dirimu dihatiku" ucap dio mulai mengeluarkan kata kata jurus penakluk untuk kekerasan hati nada,tapi bukan nada namanya kalau langsung takluk hanya dengan ucapan dio itu
"Cih... aku liat sendiri wajah penuh cinta sisita itu untukmu"
"Biar saja itu buat dirinya sendiri tapi aku hanya memikirkanmu"
"Oh.... manisnya ucapanmu membuatku selalu ingin mendengarnya lagi dan lagi... dasar perayu payah" ucap nada sambil berpindah duduk kekursi yang dekat meja pas didepan dio dan meletakan siku tangannya dimeja lalu menopang wajahnya menatatap kearah wajah dio.
Sudah dua tahun lebih dio tak melihat sikaf ini yang biasa nada tunjukan padanya dan kali ini sepertinya nada mengoda dan mengejeknya seolah tak percaya pada ucapannya,namun dio tau bila ia kalah taktik maka dialah yang akan angkat kaki dari hadapan nada,karena nada tak akan bercanda dengan perasaannya dia sangat keras kepala
Dio mengambil tangan nada dan menciumnya untuk melembutkan hati nada yang mengeras karena rasa cemburunya,betul saja nada merasa jengah dan buru buru menarik tangannya yang digenggam oleh dio
"Jangan coba bersandiwara itu tidak lucu!" katanya cemberut
Dio tau dia harus meluruskan pemahaman nada dan membuat suasana hatinya bahagia atau akan didepak dari perjalanan ini
"Aku tak biasa bersandiwara apalagi bermulut manis hanya padamu aku bisa mengatakan apa yang kurasa"
"Oh ya!!!... " balas nada mulai merasa senang,tapi ia menyembunyikan perasaannya itu.
"Ya... aku serius.." kata dio lagi
"hmmh!!!...."
"Oh ayolah tuan putriku yang agung... hamba akan mengawal perjalanmu" ucap dio sambi mengambil kedua tangan nada
"Benarkah kau akan menemaniku disini?.. lalu bagaimana dengan pekerjaan yang kau tinggalkan?!"
"Disana ada asisten dan seketaris serta karyawan yang sudah profesional yang melakukan pekerjaan itu"
"Baiklah kalau begitu beri aku pelukan hangatmu" kata nada sambil merentangkan kedua tangannya
'Huphh...' syukurlah berhasil meyakinkan nona keras hati ini,pikir dio
_______
Mohon dukungannya ya para pembacaku... bantu beri like,vote,tip dan komennya dan salam kenal.
__ADS_1