
Mbah minah keluar dari kamar nada "Bagaimana keadaannya Mbah?" tanya Andre cemas.
"Masih diperiksa Bu bidan den,tunggu ya Mbah mau buatkan minuman dulu" ujar Simbah yang masih terlihat gesit diusianya yang sudah tak muda lagi.
Tak lama Mbah Minah membawa nampan dengan teko dan dua gelas yang bertutup juga ada buah belimbing madu yang rasanya manis itu tanaman dihalaman samping.
"Sambil diminum tehnya den Andre dan itu ada buah belimbing dimakan" kata Mbah Minah sambil ikut duduk dikursi yang ada di lorong depan kamar nada.
Tak lama bidan Sri keluar kamar "Bu bidan kenapa keluar apa nada tidak apa apa" tanya Andre gugup.
"Nyonya nada sedang menunggu persalinan,sekarang baru pembukaan tiga, masih menunggu pembukaan sepuluh untuk bersiap mengumpul tenaga agar bisa mengeluarkan bayinya" kata Bu bidan.
"Bu bidan minum dulu" kata Mbah Minah lebih tenang.
"Bu bidan... apa maksudnya menunggu pembukaan sepuluh"tanya Andre bingung.
"Itu adalah jalan keluar normal untuk persalinan jika tidak melalui Cesar,seberapa besar jalan lahir ditandai dengan pembukaan,pembukaan sepuluh adalah saatnya bayi siap lahir,tapi bila belum pembukaan sepuluh,seberapa kuatnya tenaga ibunya mengejan tenaga bayi tidak akan lahir" kata bidan Sri memberi penjelasan situasi saat proses kelahiran.
"Apa masa situasi itu sakit Bu bidan" tanya Andre lagi.
"Jelas sangat menyakitkan makanya ada istilah surga berada di telapak kaki ibu,untuk memberikan istimewanya seorang ibu, tapi ada juga proses kelahiran tanpa merasa sakit yang begitu lama tau tau sudah lahiran saja bayinya dengan normal,tapi sangat jarang ada situasi seperti itu" kata bidan Sri.
"Bu bidan apa saya boleh melihatnya disana" tanya Andre berharap.
"Boleh saja" kata bidan.
"Terima kasih Bu bidan" kata Andre segera berjalan cepat kekamar nada.
Saat memasuki kamar nada,Andre melihat nada yang mengerutkan wajahnya berkeringat banyak sekali dan tangan nada mengepal kuat hingga buku buku jarinya terlihat jelas dan putih,situasi itu menggambarkan kesakitan yang amat pada nada dan Andre tau itu.
"Nada... nada apa kau masih kuat bertahanlah,tarik napas lalu hembuskan" kata Andre memberi semangat.
Nada hanya diam ia merasa tak bisa mengeluarkan suara selain suara erangan tertahan dibibirnya.
Andre melihat kearah perut nada yang sedang miring kekiri sesuai instruksi bidan ia harus miring kekiri agar bayi tidak melakukan pergerakan yang membuat rasa sakit lebih kuat.
"Assalamualaikum... hai bayi bayi pintar kesayangan papa Andre,kalian tenang tenanglah didalam dan jangan nakal,membuat mama nada kesakitan,cepatlah keluar untuk bermain dengan papa Andre"kata Andre sambil mengusap ngusap perut besar nada.
__ADS_1
"Aaaaduh... sakit sekali... sakiiiiit"jerit kecil nada tiba tiba menggenggam jemari Andre merasakan jari jari tangannya sakit seakan remuk diremas nada dan terlihat selimut yang menutupi pinggir paha nada basah.
Andre mengambil tissue yang ada dimeja dekat ranjang dengan sebelah tangannya dan mengusap keringat nada sambil memanggil bidan "Bu bidan... Bu bidan kenapa nada sangat kesakitan?'.
Bidan Sri datang bersama Mbah Minah dan mereka melihat basahnya selimut nada.
"Sudah pecah ketuban Bu bidan" ujar Mbah Minah.
"Iya Mbah... siap siap bantu nada beri semangat untuk mengeluarkan tenaga mengejan untuk melahirkan... nyonya nada silahkan telentang dan tekuk kedua kakinya"kata bidan Sri langsung membungkuk menyingkap selimut nada keatas lutut nada dan siap diposisi memeriksa sekali lagi.
"Aaaachhh" jerit nada,Andre hanya diam tak bergerak karena tangannya masih diremas remas oleh nada.
"Sudah pembukaan sepuluh... nyonya nada tarik napas lalu hembuskan,ayo siap keluarkan bayinya,nada menuruti intruksi ia mencoba mengerang,mengejan kuat,tapi masih belum bisa mengeluarkan bayinya.
"Ayo coba lagi nyonya nada,bayi sudah terlihat"kata bidan.
"Ayo nona muda kuatkan tenaga dan keluarkan eemmmmh..." Mbah Minah menyemangati nada.
"eeemmmhhhhh..."nada mengejan kuat hingga wajah pucatnya berubah kemerahan.
"Ayo nona muda tarik napas dan keluarkan lagi dengan kuat"ujar Mbah Minah sambil membantu mengangkat sedikit kepala nada dan Andre hanya bisa mengelap wajah nada yang berpeluh dan melihat guratan kuat nada menahan napasnya beberapa saat untuk mengejan mengeluarkan bayi keduanya dan tangis bayi kedua pun terdengar.
"Alhamdulillah" Andre mengucap rasa syukurnya.
Kepala nada terkulai kesamping "Nada..."teriak Andre panik,bidan Sri dan Mbah Minah kaget dan membelalakkan mata.
"Apa?!... mengapa kau teriak dipinggir kupingku aku tidak tuli" kata nada lemah karena kehabisan tenaga.
Andre merasa malu mengira nada pingsan "Bu bidan apa bayinya masih ada lagi yang belum keluar?" tanya Andre karena melihat bidan masih seperti akan mengeluarkan sesuatu lagi dari perut nada.
"Oh tidak ada lagi bayinya hanya dua,ini masih akan mengeluarkan Ari Ari sang bayi" jelas sang bidan.
"Oh" gumam Andre begong.
"Aku ini bukan kucing!... sekali beranak langsung banyak!!!" dengus nada kesal.
Bidan Sri dan Mbah Minah menutup mulutnya tersenyum.
__ADS_1
"Hehehe..." Andre tertawa meringis.
Setelah bidan memotong pusat kedua bayi lalu memberikan pada Mbah Minah untuk memandikannya dan meminta Andre mengadzankan kedua bayi itu.
Setelah mengurus nada dan mengecek kondisi ibu dan bayinya sehat dan tak kurang satu apapun sang bidan berpamitan dan diantar pulang oleh anak lelaki Mbah Minah yang juga sedari tadi ada disini untuk berjaga jaga saat menjelang nada melahirkan,tapi ia tak masuk kerumah hanya duduk dihalaman belakang.
Bidan menyarankan asi untuk bayinya,nada memberi dua botol dot yang telah ia isi dengan asi yang ia pompa untuk disimpan di freezer buat sikembar agar tidak kewalahan menyusuinya.
Kedua bayi sudah tidur dengan tenang, Andre memandangi kedua bayi mungil yang menggemaskan itu.
"Malam ini aku akan menginap disini ya membantu menjaga bayinya" kata Andre.
"Tak perlu repot repot,kau sudah sibuk mengurus perusahaan,jangan menambah Bebanmu lagi untuk menambah kerjaan, nanti kau bisa sakit kurang istirahat" kata nada.
"Tidak apa apa,aku suka dengan sikembar" jawab Andre lagi dengan kekeh.
"Disini ada Mbah Minah yang menemaniku dan mengurus sikembar" ucap nada.
"Apa kau tak ingin aku berada disini?...aku takkan mengganggumu" ujar Andre sedih.
"Kau bisa datang seminggu sekali menjenguk sikembar' kata nada.
"Kau itu baru melahirkan,dan Mbah minah tak bisa meninggalkanmu sendiri bila ada keperluan apa apa siapa yang menunggu sikembar kalau tiba tiba keduanya menangis ?" kata Andre dengan serius.
"Cih... alasan" sungut nada.
"Jadi aku akan tidur disinikan?"ujar Andre semangat.
"Kau itu belum mandi dan tak ada baju pria disini,apa ingin dengan aroma kecutmu itu menunggui sikembar?" kata nada memberi alasan.
"Aku akan menelpon Adit untuk mengantar bajuku"jawab Andre tersenyum menang.
"Den Andre,Mbah sudah menyiapkan makanan untuk Aden,silakan" kata Simbah mempersilahkan makan sementara ia juga membawa makanan untuk nada.
____________
Mohon dukungannya ya pembaca yang baik hati,beri like,vote dan komennya, terima kasih dan salam kenal.
__ADS_1