
Saat membuka matanya ia meraih ponsel barunya untuk melihat waktu menunjukkan pukul enam pagi dalam kamar yang begitu rapat tertutup tak menghidupkan AC tapi terasa begitu dingin,mungkin karena ini daerah perbukitan yang asri .
Nada membuka tirai jendela dan terlihat kabut yang begitu tebal menyelimuti lingkungan sekitar pantas saja hawa dingin sampai kedalam kamar karena daerah perbukitan ini sangat tebal kabut embun nya di pagi hari.
Nada beranjak dari peraduannya mengikat rambutnya keluar kamar lalu berjalan kearah dapur mengambil gelas dan menuangkan air putih yang ia rebus kemaren sore telah dingin setelah minum segelas ia menuang air itu kebotol besar yang ada didapur dan telah ia bersihkan biar tetap terjaga kondisi kebersihan air minumnya.
Setelah minum ia berjalan kearah belakang dan membuka pintu dapur lalu melihat halaman belakang yang ditumbuhi berbagai pohon dan tanaman toga sepertinya terawat itu berarti rumah ini selalu dikunjungi untuk diperhatikan dan diurus dengan baik.
Nada melihat sandal diberanda belakang lalu memakainya untuk berjalan dihalaman belakang karena ia melihat ada kolam ikan juga ia mendekatinya air kolam dasarnya tak terlihat tapi ikan ikan yang berenang didalamnya terlihat jelas dan ikannya besar besar.
"Ada kolam dan banyak ikan ikannya" seru nada senang.
"Ada pohon mangga nya juga sedang berbuah,pohon jambu air,Langsat ,rambutan, pohon alpukat wah... aku anakku akan sehat makan buat tanpa pengawet" jeritnya seperti bocah yang kegirangan.
Setelah puas mengitari kebun halaman belakang rumah ia kehalaman samping juga luas ada tanaman nanas,belimbing tunjuk, belimbing papan air liurnya sudah memancar ingin ngerujak.
"Cihan sedang apa sekarang?" tanyanya sendu mengingat sang suami,sambil mengusap ngusap perutnya yang masih rata .
"Sayang maafkan mama ya,kita pergi tanpa pamit pada papa dan nenek,aunty cilah pasti kesal sama mama,kakek ounur juga" ucap nada sambil meringis.
"Sayang mama mau mandi lalu buat sarapan biar kamu sehat baik baik didalam bertumbuh lah dengan sehat mama menantikan mu kesisi mama" berkata sambil berjalan kembali kerumah.
Setelah sarapan nada ingin membuat cemilan ia akan membuat cheese stik setengah hari berkutat sendiri didapur akhirnya selesai juga kerjaannya.
"Taraa... cheese stik buatan mama sudah jadi" kata nada sambil mengangkat 1 toples besar cemilan buatannya.
Ia merasa lapar ternyata sudah jam dua belas siang ia mengingat telah masak nasi megic com lalu ingat ikan yang besar besar dikolam,ia tadi melihat ada tangguk untuk mengambil ikan dikolam lalu berjalan kearah pintu belakang dan mengambil tangguk.
Nada mendekati kolam dengan tangguk bergagang panjang lalu memasukannya kekolam dan menangguk .
"Hore... dapat dua ikan gurami,kira kira perekor setengah kilo ini" katanya lalu menimpakan ikan keember yang sudah ia siapkan.
Kembali kedapur membersihkan sisik ikan lalu membuang isi perut dan insangnya mencuci bersih lalu mengupas bawang putih, kunyit,jahe menambah garam dan membalur ikannya dengan bumbu,setelahnya menyimpan yang seekor dikulkas dan yang satunya lagi ia goreng.
__ADS_1
Menyiapkan lalapan timun dan kemangi yang ia beli diperjalanan kemaren, buat sambel tomat.
"Makan makan" gumamnya. Nada bersyukur saat ini kondisi ngidamnya sudah tidak dikondisi seperti empat Minggu pertama fase kehamilannya yang lalu itu.
Hari sudah menjelang malam nada sudah makan lagi untuk makan malam, setelahnya ia duduk diruang keluarga menyalakan tv menonton berita tapi ia tak fokus pikirannya mengingat Lina dan Toni ia ingin sekali menelpon mereka tapi ia tak ingin terekspos keberadaannya diindonesia.
"Apa kabar Tante ana ya... ah moga Tante ana sehat sehat saja'. harapnya.
Ia kangen dengan mereka setelah kembali ke Indonesia ia tak berani berkeliaran dikota walaupun berbungkus diri dengan pakaian tertutup dan cadar ia tak ambil resiko.
"Ya sudahlah dirumah saja aman"bicara sendiri.
Malam menjelang seseorang sudah satu jam disebrang jalan didalam mobilnya memandang kearah rumah tua itu,matanya terus menatap tajam seakan ingin menembus tembok dengan tatapannya yang lekat,ia menghembuskan napasnya dengan keras menahan diri ingin mengedor pintunya.
"Nada kenapa keberadaanmu ini memberi tanda tanya besar,apa yang terjadi?".
Ia sudah mengirim seseorang untuk mengetahui keberadaan nada dinegara T tapi tak mendapatkan berita apapun yang ia tau hanya cihan terlihat seperti mengerahkan orang orang terpilih untuk mengintai,sepertinya cihan kehilangan jejak nada,kalau ia hubungkan dengan perkiraannya nada yang ia lihat dibandara dengan pernampilan tertutup dan bercadar dan saat ini berada dirumah ini beruntung ia yang melihatnya karena kebetulan pulang dari luar kota untuk perjalanan bisnis.
Terdengar ayam berkokok menandakan datangnya sang fajar,sipengintai ternyata ketiduran dan terbangun segera melihat arloji yang melingkar ditangannya "Jam enam bbrrr..." gumamnya kedinginan.
Entah kenapa ia ingin mendekati rumah itu setelah mengusap wajahnya dan menyisir rambutnya kebelakang dengan kedua tangannya ia menghidupkan mesin mobilnya dan memutar parkir dijalan depan samping rumah agak jauh dari jalan depan rumah itu lalu keluar dari mobilnya ia memakai mantel panjang dan bersedekap kedua tangannya didada berjalan masuk halaman dan kesamping menuju halaman belakang melihat kagum halaman belakang dengan pemandangan kebun buah dan kolam.
Tekk... pintu belakang terbuka seorang wanita cantik dengan masih memakai piyama tidur dan mengikat rambutnya keluar memakai sandal.
"K... kau kenapa disini?"tanya nada terkejut melihat sesosok yang sangat dikenalnya dan sosok itu memandangnya takjub seakan bermimpi.
Nada sudah tak bisa menghindar lagi ini pertemuan keduanya setelah yang pertama dibandara walau ia tak yakin orang itu mengenalinya dibalik cadar dengan menyebut namanya.
"Ehh... apa yang kau lakukan" nada tak menyangka tiba tiba dipeluk pria yang pernah menjadi suaminya itu,nada berontak ingin melepaskan diri tapi begitu erat pelukan pria tampan yang kekar itu hingga membuatnya tak berdaya.
"Nada..."Andre membenamkan wajahnya dicuruk leher wanita yang sangat ia cintai ini dia mengirup aroma yang sangat familier wangi yang tak bisa ia lupakan saat memeluknya ketika masih bersama bahkan ia meneteskan air mata karena haru bertemu lagi ia tak menyangka bisa bertemu dan memeluknya.
"Andre... bagai mana bisa kau menemukan aku disini?".
__ADS_1
"Nada apa kau baik baik saja"
"Seperti yang kau lihat keadaanku baik sekali".
"Nada... jadi ini memang kau yang kembali?... sendiri?".
"Sudahlah apa kau ingin pulang? dan sejak kapan kau disini dan mau apa kemari?"
"Nada kumohon biarkan aku sebentar bertemu dan bicara denganmu".
"Baiklah... masuklah" ajak nada.
Dengan senang hati Andre mengikuti nada yang masuk kedalam dapur.
"Duduklah aku akan buat sarapan".
"Terima kasih nada" kata Andre bersyukur masih berkesempatan makan masakan nada dan sarapan berdua.
Andre terus menatap nada yang sibuk membuat nasi goreng dan membuat omelet telur,setelah siap ia menyajikan dan membuat teh panas untuk mereka.
"Mari kita sarapan".
Sambil mulai memakan Andre menikmati pertemuan yang tak pernah ia bayangkan ini
"Nasi goreng buatanmu masih sama seperti yang dulu,enak aku suka sekali... nada apa boleh aku bertanya?".
"Tidak boleh!.."
"..."
___________
Mohon dukungannya pembaca yang budiman like,vote dan komennya terimakasih dan salam kenal.
__ADS_1