Jodohku Kau Atau Dia

Jodohku Kau Atau Dia
Kecewa


__ADS_3

Malam sudah tiba dan cihan belum pulang nada sudah menyiapkan pakaian yang akan ia bawa pergi kedalam koper dan tas lalu ia letakkan kembali keposisi semula seperti tak tersentuh seperti biasanya padahal koper dan tas itu sudah berisi pakaian.


"Halo... besok siapkan mobil jemput aku ditempat yang aku sebutkan,mobilmu parkirkan direstoran Itali lalu sewa mobil jemput aku kedalam rumah nanti aku beritahu penjaga dipos depan kamu bisa langsung masuk kehalaman samping depan nanti aku telpon lagi jam sembilan besok pagi". Nada menelpon anggota asistennya yang ada di kota ini.


Nada keluar dan menuju lantai bawah "Nyonya mau makan sudah siap silahkan" kata bi rafeah saat melihat nada menuruni tangga.


"Bi besok buatkan roti gandum dan susu kedele buatkan lebih untuk makan siang dan buat cemilan kacang instan juga".


"Baik nyonya nada akan bibi buatkan"


"Terima kasih bi rafeah"


Nada hanya minum jus jeruk dan makan buah mangga matang yang berdaging tebal dan manis.


Saat jam delapan malam cihan pulang ia langsung menanyakan nada.


"Bi apa nyonya sudah makan,apa dia masih muntah lagi?".


"Nyonya cuma minum jus jeruk dan makan mangga manis".


"Baiklah bi".


Cihan segera menaiki tangga dan menuju kamarnya,terlihat nada sedang melihat lihat majalah.


"Sayang kau belum tidur?".


"Masih sore...kenapa baru pulang?".


"Sayang... aku tadi kurang enak badan dan ketiduran".


"Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?!".


"Sayang tidak ada sesuatu yang ku sembunyikan darimu" kening cihan berkerut berpikir bila nada mengetahui kejadian memalukan siang tadi mungkin akan membuatnya emosi dan berakibat tak baik bagi kandungannya yang masih rentan akan kejadian yang mengganggunya.


"Jangan mendustaiku atau tuan cihan takkan bersamaku lagi".


"Sayang kau bicara apa?".


"Aku tanya lagi apa benar tak ada yang akan kau jelaskan padaku?!".

__ADS_1


"Sayang aku akan mandi dulu" cihan lalu mencium kening nada dan pergi.


'Apa dia tak ingin cerita padaku prihal mereka dihotel padahal aku sudah berusaha membuatnya jujur,jadi dia sedang menyembunyikan wanita itu dariku' pikir nada sambil mengusap air mata yang mengalir disudut matanya.


Hatinya terasa sakit ia kecewa kenapa tak berterus terang bila semua bukan hal yang ia inginkan.


Hati nada benar benar kecewa dan merasa cihan menyepelekan permasalahan yang bisa berakibat vatal dengan situasi rumah tangganya,ia ingin pergi dari pandangan cihan,ia masih ingat pose difoto itu bagai mana bisa cihan sekamar dengan aergul.


Saat keluar dari kamar mandi cihan memakai piyama dan melihat nada meringkuk dalam selimut,entah kenapa cihan tak ingin bicara apa apa pada nada saat ini ia hanya naik ketempat tidur dan memeluk nada dari belakang dan memejamkan mata berusaha melupakan kekesalannya karena kejadian siang tadi.


Ia tak pernah berpikir bahwa berdiamnya ia akan membuat malapetaka besar dalam hidup rumah tangganya.


Cihan sudah tertidur dengan memeluk pinggang nada,sementara nada tak bisa tidur perasaannya galau,ingin menanyakan perbuatan mereka ia tak tau harus memulainya dari mana dan cihan seperti tak ada beban menganggap hal ini tak pernah ada begitu gampangnya kah berbuat hal tak senonoh lalu melupakannya.


Dan wanita itu merasa begitu senang dengan perbuatan kotor mereka.


"Cih!!!..." tak sadar nada bergumam sampai akhirnya ia tertidur dan terbangun sudah jam delapan pagi,cihan sudah pergi kerja,perasaan nada benar benar kecewa cihan tak membangunkannya dan memberinya tatapan mesra yang membuatnya selalu tersipu dan bahagia.


"Baiklah tuan cihan aku akan membuatmu akan menghargai kebersamaan kita setelah ini".


Nada bangkit kekamar mandi dan bersiap siap dengan rencananya setelah siap ia menelpon "Halo apa kau sudah siap?!".


"Siap nona".


Nada lalu kelantai bawah.


"Nyonya sarapan Anda sudah siap"


"Apa tuan cihan sudah sarapan?"


"Sudah sarapan dan langsung pergi kerja tuan juga berpesan untuk tidak membangunkan nyonya dan menyiapkan sarapan".


Setelah sarapan nada meminta bibi rafeah memasukkan roti gandum ketoples dan susu kedelai dikemas dalam botol juga meminta air putih dibotol saja biasanya diteko kamar sudah disiapkan tapi nyonya sekarang meminta dibotol.


"Bi bawakan roti dan minumannya kekamar,nanti siang tak usah membangunkan untuk makan siang karena sudah ada roti dan susu kedelai,biar sampai tuan cihan pulang baru akan makan malam".


"Baik nyonya nada" jawab bibi rafeah tidak merasa ada yang akan terjadi.


"Bi maaf ya kalau sudah merepotkan bi rafeah selama ini dan rawat tuan cihan dengan baik"

__ADS_1


"Nyonya kenapa bicara begitu... memang sudah tugas bibi menyiapkan keperluan nyonya dan tuan cihan".


Nada tersenyum pada bibi rafeah dan berlalu,setelah bibi rafeah mengantarkan roti dan minumannya nada menelpon lagi.


"Halo bagaimana posisimu?"


"Sudah diposisi siap terima perintah selanjutnya".


"Baiklah akan ku telpon jika sudah siap".


Nada segera mengambil koper dan tasnya dan membawa ransel,ia membuka pintu dan melihat sekitarnya setelah merasa aman ia menarik koper,tas keluar dan menuruni tangga lalu bergegas keruang tamu dan membuka pintu samping setelah melihat tak seorangpun disekitarnya karena para art sedang sarapan.


Ia lalu menelpon pos jaga pintu gerbang "Halo... sebentar lagi ada mobil yang akan datang biarkan ia masuk untuk mengambil barang barang untuk keperluan syuting" perintah nada,penjaga yang sudah tau nyonya nya yang menelpon maka hanya patuh.


Tak lama mobil berhenti di pintu gerbang penjaga bertanya ada kepentingan apa lalu supirnya mengatakan adalah anggota asisten yang akan mengambil barang barang nona nada sang artis.


Tanpa ada prosedur lagi langsung masuk menuju tempat yang diminta nada untuk ia datangi,nada sudah menunggu dengan barang bawaannya.


Buraq tampak mengeriyitkan keningnya karena nyonya ini membawa sendiri barang bawaannya kemana para pembantu tidak mengantar dan membantu membawakan barangnya tapi ia buru buru mengambil dan memasukan koper dan tas besar itu kebagasi mobil lalu menutup.


"Buraq aku akan masuk dan duduk dibelakang tidak boleh ada yang tau keberadaan ku didalam mobil untuk keluar jangan sampai penjaga mengetahuinya... ingat tetap bersikap tenang dan santai!".


"Siap nona". walaupun bingung dengan sikap nada tapi ia tak berani bertanya dan cari tahu.


Saat akan keluar melewati pos penjagaan buraq bersikap biasa setelah berpamitan segera pergi dengan cepat.


"ufs..." nada lega bisa duduk tidak meringkuk lagi.


"Dimana mobilmu?"


"Direstoran Itali"


"Segera kesana dan tukar mobil kembali".


"Baik nona".


Sesampainya mereka direstoran Itali nada meminta waktu sebentar ketoilet dan buraq mengembalikan mobil sewaannya lalu menunggu didepan restoran tak lama seorang wanita berpakaian serba abu abu berjilbab dan bercadar menyapanya dan bertanya mana mobilnya,sesaat buraq bingung tak merasa mengenal wanita itu tapi begitu mendengar suaranya dan pertanyaannya ia langsung tau itu nada yang sudah berganti baju dan penampilan yang syar'i.


Maka ia buru buru membuka pintu mobil penumpang dan segera masuk kemobil untuk pergi dari tempat ini.

__ADS_1


_____________


Mohon dukungannya para pembaca... terima kasih dan salam kenal.


__ADS_2