
Saat sarapan cihan menyampaikan keinginannya yang akan membawa nada tinggal dirumahnya sendiri.
"Ma... pa... kami akan pindah kerumahku secepatnya" kata cihan.
"Baiklah nak kalian memang membutuhkan tempat kalian sendiri untuk cepat memiliki anak" jawab mamanya.
"Iya ma... mama sudah tak sabar pengen punya cucu ya...nah dengar itu sayang mama ingin kita cepat cepat punya anak jadi kita harus kerja keras hehehe" kata cihan.
"hmhh..." nada hanya bergumam.
Sementara sang ayah hanya sarapan dengan santainya mendengarkan pembicaraan anak dan istrinya .
Setelahnya cihan pergi kekantor dan nada masih tidak ada kegiatan.
Mengawali kegiatan dikantornya cihan membawa foto pernikahannya yang telah dibingkai indah lalu ia letakan dimeja kerjanya dan sebelumnya ada foto nada yang setengah badan dengan pose tersenyum lebar seolah menatapnya dengan penuh pesona, saat bekerja ketika begitu lelah hanya dengan memandang foto ini cihan merasa semua kejenuhannya hilang seketika, sekarang ia membawa satu lagi foto mereka berdua berpelukan mesra dengan busana pengantin dan tersenyum penuh kebahagiaan.
Setelah puas meletakan foto pengantin mereka ia bersiap memulai rapat.
Dua jam sepeninggalnya aergul datang dan masuk keruangan kerjanya diikuti seketaris cihan.
"Maaf nona aergul... tuan cihan masih rapat saya akan menemani anda disini".
"Hehh... kamu dari tadi mengikutiku terus apa kamu ini benar benar belum ngerti ya kalau aku sama cihan itu punya hubungan istimewa jadi tak perlu kamu so... so ngerepotin gitu ya!". kata aergul ketus.
"Tapi nona saya wajib menemani tamu tuan cihan". ana seketaris cihan tetap kekeh.
"Tinggalkan aku diruangan ini... silahkan menunggu diluar saja,se ka rang!!!". bentak aergul.
Dengan terpaksa ana menurut perintah aergul karena agak ragu ingin tetap berada diruang presidirnya.
Sementara aergul langsung berkesempatan melihat lihat ruang kerja cihan,seingatnya lima tahun yang lalu ia sering datang kemari dan ruangan ini tidak bakyak perubahan hanya warna dinding dan perabot yang berubah dan bertambah.
Saat ia pergi keluar negeri cinta cihan padanya masih sangat mengebu gebu dan begitu hangatnya.Namun setelah dua tahun kepergiannya yang tanpa mengabari cihan ia mendengar cihan menikah karena dijodohkan oleh orang tuanya dan tahun ketiga kepergiaannya cihan punya anak tapi ditahun keempat saat ia masih diluar negri anak dan istri cihan meninggal karena kecelakaan.
Namun saat itu ia belum bisa kembali karena terikat kontrak kerja. Tapi ia berharap saat kembali akan membawa nama besar yang populer agar cihan kagum padanya, tapi ditahun keenam saat dia akan kembali ketanah airnya cihan telah menikah kembali dan ia bertekat akan merebut cihan kembali karena merasa wanita yang dinikahi cihan bukanlah orang turkey yang begitu termasyur karena kekayaan keluarganya.
"Hehh jadi ini foto wanita penggoda itu ya... huhh... aku akan menyingkirkanmu!!!" gumam aergul sambil mengangkat dan mencibir melihat potret nada.
Dan pintu ruang kerja terbuka lalu praaannkkk... bingkai foto nada yang aergul pegang terlepas dan jatuh pecah berkeping keping dilantai beton ruangan ini.
__ADS_1
"ufss... maaf aku terkejut karena tiba tiba pintu terbuka" kata aergul menoleh kearah pintu lalu melangkah dan menginjak foto nada yang tergeletak dilantai.
"Kau tak tahu diri memecahkan dan menginjak foto istriku!!!". ujar cihan geram sambil mendorong aergul untuk mengambil foto nada yang sudah diinjak.
Aergul terhuyung dan cepat memegang sisi meja jika tidak pasti sudah terjengkang kelantai beetapa kagetnya aergul atas perlakuan cihan terhadapnya. sementara seketaris yang mendengar keributan cepat cepat masuk dan melihat situasi yang kacau terlihat presidir sedang mengelus ngelus membersihkan debu pada foto istrinya dan terlihaat jejak sepatu,sepertunya foto wajah nyonya telah diinjak dan pasti pelakunya aergul. "Sungguh terlalu!" gumam ana.
"Cihan aku ingin bicara padamu" ujar aergul.
"Bicara sekarang atau aku akan menginjak wajahmu seperti yang kau lakukan pada foto kesayanganku!!!" kata cihan ketus.
Aergul tercekat dengan sikaf cihan yang sangat emosi melihatnya berani sekali didepannya menginjak gambar wajah nada.
"Aku ingin kita seperti dulu lagi seperti enam tahun yang lalu" kata aergul.
"Enam tahun yang kita pernah punya hubungan baik dan dekat itu karena aku masih sendiri tapi sekarang aku sudah menikah dan sangat menyayangi istriku bagiku dia adalah kehidupanku yang begitu indah dan membahagiakan,maka aku hanya akan bersamanya setiap saat tak ada sedikitpun ruang kosong atau celah untuk wanita lain cukup ibu dan adikku sebagai orang terdekatku jadi jangan pernah medekatiku apa lagi ingin berhubungan denganku... mulai hari ini aku tak ingin melihat wajahmu pergilah sebelum aku akan membalas perbuatanmu ini!" usir cihan.
"Tapu cihan..." kata aergul.
"Cepat usir wanita ini dari kantorku jangan pernah biarkan ia mendekati area kantorku apa lagi sampai masuk keruanganku atau kalian akan kulempat keluar dari tempat ini juga!!!" gelegar suara cihan seperti bunyi geledek disiang bolong.
"Cihan tunggu" aergul sudah tak bisa bicara lagi,ana segera menarik tangannya gan mendorongnya keluar dari ruang kerja bosnya. "Cepat bawa keluar wanita ini menjauh dari area kantor ini jangan sampai ia menginjakkan kakinya didepan halaman gedung ini". kata ana pada security yang datang dengan cepat.
"Hei... siapa kau beraninya menyentuhku" bentak aergul pada ana dan satpam.
Ana segera balik badan tak ingin meladeni wanita sombong tersebut.
"Kurang ajar kalian orang rendahan beraninya menyentuhku... akan aku nuntut perbuatan tak menyenangkan ini.
"Silakan keluar searang!!!" usir security itu lagi.
Aergul segera menuju mobilnya dan menangis karena sakit hati oleh perlakuan cihan dan anak buahnya,ia tak menyangka cihan yang dulu begitu lembut dan sering mengalah padanya sekarang begitu cuek dan kasar padanya,hanya karena wanita pendatang yang tidak bisa dibandingkan dengannya pikir aergul kepedean.
Sementara cihan begitu marah melihat foto pujaan hatinya diinjak didepan matanya kalau saja dia itu pria pasti ia sudah mematahkan kakinyanya itu.
cihan meraih ponselnya dan mencari nama seseorang lalu menekan telpon "Halo honey...".suara merdu terdengar dari sebrang sana membuat hati cihan yang begitu emosi seketika jadi merasa senang.
"Sayang apa yang kau lakukan sekarang?". tanya cihan.
"Aku sedang belajar membuat masakan turkey".
__ADS_1
"Kebetulan sekali jika sudah siap bawa kemari dan makan siang denganku disini".
"Apa?!... aku kekantormu dan bawa makanan?"tanya nada.
"Iya sayang kemarihlah aku sudah sangat lapar ingin makan dirimu" kata cihan.
"Memangnya aku ini makanan jenis apa sehingga ingin kau makan"gerutu nada.
"Sayang tidak pake lama ya datangnya kalau masakannya belum siap datang aja tak usah bawa makanan". kata cihan lagi tak sabar.
Lalu mengakhiri panggilannya dengan cium jauhnya.
"Dasar niorang tidsk bisa kerja dengan serius kenapa?!" sungut nada bergegas menyelesaikan kerjaannya,sementara art yang membantunya memasak hanya tersenyum senyum mendengar percakapan majikan baru meteka.
__________
Mohon dukungannya para pembaca yang budiman.
Sekarang masih lebaran hari ketiga saya mengucapkan.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1442 H.
MOHON MAAF LAHIR BATHIN.
Bila ada salah salah kata, dan beberapa hari tidak up date karena sibuk ada tamu dan bertamu.
Oke terimakasih dan salam kenal.
__ADS_1