
Nada memohon agar Andre tidak datang lagi demi agar Andre tidak datang ia memberi nomer ponsel barunya dan minta agar Andre merahasiakan keberadaannya diindonesia atau dia tidak akan pernah tau lagi keberadaannya setelah ini.
Andre berjanji tak akan memberi tahu siapapun tentang keberadaannya tapi ia tak bisa janji kalau harus tak datang datang kerumah ini walau nada melarangnya.
Berbeda dengan nada yang pasrah dengan keinginan Andre yang ingin selalu menemaninya ia hanya ingin sendiri.
Setelah beberapa waktu nada berada dirumah seseorang datang menyapu mengepel seluruh ruangan saat membuka kamar nada.
"Aaaaaaa... jangan masuk kamarku atau akan ku tembak" bentak nada "Senjata angin mana senjatanya" bisik nada.
"Ampun ampun... siapa kamu berani memasuki rumah majikan... maling... maling" teriak Mbah Minah sambil memegang sapu dan penyedot debu.
"Hahh... aku bukan maling!.. siapa ibu?!" tanya nada
"Ealaaa siapa kamu?" balik tanya.
"Aku nada pemilik rumah ini" kata nada.
"Oh... apakah kamu nona kecil cucu nyonya majikan besar,astaga... sungguh beruntung bertemu denganmu lagi nona kecil eh Mbah panggil nona muda saja ya.
"Iya Mbah terserah Mbah saja"jawab nada yang barusan keluar dari kamar mandi.
Setelah selesai berpakaian dan Simbah bersih bersih nada mengajaknya duduk membuatkan minum dan membawa cemilan buatannya.
"Non sejak kapan datang?"
"Sudah dua Minggu Mbah" nada lalu menceritakan semua yang terjadi padanya.
"Mbah turut perihatin non, nona muda satu satunya keturunan dan pewaris kuarga ini, Mbah Minah sudah lama mengikuti nenek dan kakekmu saat kakek dan nenekmu baru menikah,Mbah Minah masih umur sepuluh tahun ikut mama Mbah yang kerja disini sampai nenekmu melahirkan ibumu lalu pindah ke kota membesarkan ibumu sampai menikah dan kembali lagi kerumah ini dan kau saat kecil sering kemari diajak ibumu saat liburan,saat ibunya Mbah meninggal Mbah yang ganti kerja disini dan anak anak Mbah sudah pada besar, Mbah sampai sekarang sering kemari sebulan sekali membersihkan dan merawat rumah ini, dulu dengan almarhum suami Mbah yang bantu berkebun disini dan merawat kebun teh dan kebun lain lainnya yang luasnya mencapai lima hektar a,tapi baru satu bulan ini suami Mbah meninggal".
"Mbah nada turut berduka cita". kata nada merasa sedih.
__ADS_1
"Tidak apa apa non karena cucu Mbah juga sudah besar,Mbah akan tinggal disini menemani nona besar". jawab Mbah Minah.
"Terima kasih Mbah" jawab nada sambil memeluk Mbah Minah.
"Iya non sama sama, Mbah tidak akan membiarkan non sendiri disini apa lagi sedang hamil".
"Bagaimana dengan anak anak Mbah ?".
"Mereka semua sudah berumah tangga dan anak Mbah yang laki laki dua orang bekerja dikebun milik kakekmu ini semua urusan kebun dan pendapatannya diurus anak Mbah yang pertama semua ada laporan dan rekening kakekmu sudah atas nama ibumu dan akan dipindahkan kepemilikan atas namamu".
"Mbah terima kasih dengan kesetiaan Mbah,nada akan membelikan Mbah rumah dan menaikan Mbah haji".
"Sudah non sejak almarhum nenekmu masih hidup sudah belikan Mbah rumah dan ibumu yang menaikan Mbah haji".
"Oh... syukurlah Mbah".
"Kakekmu meninggal saat kau baru masuk SMP dan nenekmu meninggal sebulan setelah kecelakaan ayah ibumu karena kau dikota dirawat sahabat ayah ibumu yaitu orang tuanya den Andre".
"Iya Mbah aku saat itu baru masuk SMA ayah ibu pergi" kenang nada sedih.
"Nada siap Mbah".
Sejak saat itu Mbah Minah tinggal kembali dirumah tua nenek nada menemaninya dan merawat nada yang semakin hari perutnya semakin membesar dan Andre setia sebulan sekali datang menjenguk nada akhirnya ia tau nada hamil dan nada keras kepala meninggalkan suaminya di negara T dan bersembunyi hingga saat ini hampir mendekati kelahiran anaknya ternyata mengandung bayi kembar,nada tidak berani kerumah sakit kota ia takut orang orang yang dikirim cihan untuk mencari tau keberadaannya menemukannya,ia hanya berani memanggil bidan kerumah kediamannya untuk memeriksa dan memberi ** padanya dan ia berencana melahirkan dirumah saja dengan meminta bantuan bidan setempat.
Andre sangat tidak setuju dengan nada yang ingin melahirkan dirumah apa lagi kelahiran pertama ia tak ingin ambil resiko ia tak ingin terjadi suatu yang buruk dengan nada,selama ini ia bersyukur dan sudah bahagia walau tak bisa bersatu dengan nada tapi hidupnya semangat dengan memperhatikan kesehatan nada.
"Nada ini sudah hampir sepuluh bulan kurang dua puluh satu hari usia kandungan mu,sebaiknya kuantar kerumah sakit saja".kata Andre kwatir dengan kondisi nada yang seperti kepayahan karena perutnya besar sekali karena ia hamil kembar dan hari ini Andre datang menjenguknya, sejak usia kandungan nada sembilan bulan Andre selalu datang untuk memantaunya kalau tiba tiba akan melahirkan karena mereka cuma berdua dan tinggal dirumah yang jauh dari rumah sakit.
"Terima kasih Andre,aku baik baik saja jangan kwatir kan aku". jawab nada.
"Hmhh" Andre hanya bisa mendesah berharap nada akan melahirkan normal dan baik baik saja.
__ADS_1
Belum juga Andre merasa lega nada sudah meringis berkeringat dingin sebesar butir butir kacang kedelai keringatnya.
"Nada kau kesakitan ya?... Mbah ... Mbah nada kesakitan" teriak Andre memanggil Simbah sambil memegang tangan nada, nada meremas kuat jemari Andre serasa akan remuk remuk jemarinya tapi ia tahan.
"Nona besar mengalami kontraksi" kata Simbah.
"Jadi kita bawa kerumah sakit saja ya Mbah" kata Andre.
"Jangan... jangan kerumah sakit jemput bidannya saja rumahnya tidak jauh dari sini" kata nada.
"Tapi na aku tidak tau jalan dan area disekitar sini rumahnya dimana? aku tak bisa mencarinya akan butuh waktu lama aku panggil dokter kandungan saja ya".kata Andre.
"Den Andre disini saja,untuk bidan biar anaknya Mbah yang jemput,sekarang Mbah telpon dia dulu" Simbah sudah menelpon.
Akhirnya bidan datang dan segera memeriksa kondisi nada,Andre segera membopong nada ketempat tidur yang sudah disiapkan Simbah lengkap dengan alas tempat persalinan.
Saat selesai meletakkan nada ditempat tidur Andre kaget melihat darah yang banyak dikedua tangannya "Bidan... kenapa berdarah?!" tanya Andre panik.
"Itu biasa saat akan kelahiran ada tanda yang keluar bisa darah bisa air atau pecah ketuban" jelas bidan dengan tenang agar nada tidak ikut panik.
"Tapi Bu bidan apa tidak apa apa?" tanya Andre lagi dengan cemas.
"Baiklah saya akan memeriksa lagi pak Andre bisa tunggu diluar kamar"kata bidan Sri Handayani.
"Baik Bu bidan,saya mohon berikan pelayanan yang terbaik untuk nada" kata Andre berharap yang terbaik untuk nada.
Andre tidak tau apa ini pilihan terbaik nada atau kesalahannya pergi saat hamil meniggalkan suaminya dan Andre tau bukannya cihan tinggal diam dengan kehilangan nada ia sudah dapat info kalau cihan sudah berusaha keras mengerahkan orang orang mencari nada diindonesia dan negara negara yang pernah ditinggali nada.
_____________
Mohon dukungannya para pembaca yang budiman like,vote dan komennya, terima kasih dan salam kenal.
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan jangan keluar rumah bila tak ada hal yang mendesak karena virus sedang berkembang biak siap menempeli orang orang yang kurang beruntung,sudah banyak kerabat,teman yang tertular dan meninggal baru baru ini teman saya meninggal saat berpergian kepulau Jawa dari Kalimantan.
Semoga kita selalu dalam lindunganNYA dan dirumah saja ditemani novel karya ku semoga betah dan terhibur 🥰