
Setelah satu pekan berlalu suatu malam nada,dio tak sengaja berpapasan,nada sudah tak sabar lagi langsung memeluk dio dan menangis,dio juga memeluk erat seakan berharap waktu terhenti saja selamanya hingga tak ada waktu yang akan datang yang memisahkan mereka.
"Kita kabur aja kesumatra at kekalimantan yuk"
Kata nada tiba tiba.
Dio masih belum siap dengan ucapan nada dio bukanlah orang yang egois.Ia sangat tau diri dengan ibunya yang membiayai kuliahnya saat ayahnya meninggal,ibunya bekerja membantu menjalankan perusahaan kakaknya,dan sekarang pakdenya sakit sakitan,ia tak ingin membuat pakdenya kena serangan jantung atau strok dan ibunya malu dengan ulahnya membawa kabur nada.
Ia lalu menjelaskan kepada nada semua kemungkinan yang terjadi bila mereka kabur tak masalah dengan materi dengan tabungannya sudah cukup untuk lima turunan tapi akan ada masalah penderitaan fisik pada pakde dan ibunya.
"jadi kau sudah menerima semua ini dengan lapang dada tapi aku tak bisa,biarkan aku menyusul ayah ibuku kalo begitu!!"
"Nada kau bicara apa? kalo kau ingin mati aku akan mati bersamamu,aku lebih senang mati saja kalau bisa memilih"
"Huhh"
"Nada!!"
Nada melepaskan diri lalu berlari naik kelantai atas masuk kamar mengunci pintu dan merebahkan tubuhnya dengan kasar dipembaringan menangis sejadinya menumpahkan rasa yang membebani selama beberapa hari ini tadi,sampai akhirnya tertidur
Dio sengaja tak mengejarnya karena ingin bicara apalagi adalah mustahil selain menerima semua kenyataan ini.
Setelah beberapa waktu nada mulai stabil dengan kondisi sekarang.
Andre sibuk dikantor,juana datang kekantornya,seketarisnya yang diruang depan ruangan kerja directurnya mencoba menghalangi,bertanya
"Maaf mbk ada yang bisa saya bantu?"
" ga ada saya mau ketemu andre!!"
"Pak directur lagi sibuk"
Juana tidak perduli lagi menerobos membuka pintu ruangan..
__ADS_1
" Andre aku datang!"
"Maaf pak directur nona ini.."
"Tak apa,tinggalkan kami"
Juana langsung menghambur kepangkuan andre,dan merayunya,andre cuek saja, juana coba menciumnya,andre menolak halus,bertanya..
"Kamu ada perlu apa mencariku kemari?"
"Aku kangen,kenapa kuajak bertemu kau tak datang?:
"Aku tidak ada waktu"
"Ah masa sih?!"
"Sudahlah jangan ganggu aku,ayahku akan datang,dan aku tak ingin saat dia kembali pekerjaanku masih belum selesai,karena aku akan libur berapa waktu!"
"Na mau kemana aku antar!"
" Ga perlu tidak usah "
"Tapi na aku calon suamimu!!"
"What!!! helo tuan muda keluarga dinata tidak usah repot repot aku sudah biasa pergi dan pulang sendiri!!"
Kebetulan mobil toni sudah didepan pagar menjemput.
Huhh gadis ini kasar sekali..
Perasaan kesal karena ditolak sudah berapa kali.
Esok hari disaat semua sudah berangkat kerja,sengaja andre lambat berangkat kekantor.
__ADS_1
Benar saja yang ditunggu sudah keluar kedapur ambil minum air putih,minum lalu ingin kembali.
"Non nada ga sarapan dulu sudah siap sarapannya"
"Nanti aj bi"
"Baiklah non"
Saat naik sampai dilantai atas depan kamarnya andre bersandar didepan kamarnya
tak ingin bicara langsung buka pintu kamar masuk dan ingin menutup tapi ada kaki yang menahan pintunya.
Nada mendorong kuat pintunya tak bisa ditutup,dengan kesal membuka lalu bertanya
"Mau apa?!!"
"Heii jutek banget calon istriku"
"Cih siapa calon istrimu?!!"
"Ya kamulah"
"Lalu kenapa?!!.."
"Aku ingin mengajakmu cari cincin kawin "
" Ga mau "
" Ayolah sayang "
Bangg!!! menutup pintu,kaget andre sampai melotot gadis galak.. berlalu sambil terlihat kesal..
Didalam kamar berasa sebal pake banget.
__ADS_1