Jodohku Kau Atau Dia

Jodohku Kau Atau Dia
Pergi dari rumah


__ADS_3

"Pergi kebandara" belum sempat buraq bertanya nada sudah mengeluarkan perintahnya.


"Baik".


Sesampainya dibandara nada masih memberi perintah. "Turun dan belikan tiket penerbangan tujuan Indonesia pakai nama dan identitas saudara perempuanmu.


"Maksudnya nona nada akan berangkat ke Indonesia dengan tiket atas nama saudara perempuan saya?".


"Iya... kamu tidak keberatan kan dan ingat tidak ada yang tau penerbangan ku ini dan tak ada yang boleh tau itu,setelah ini ponselku tidak akan pernah aktif lagi, terima kasih atas bantuan mu dan jaga diri baik baik".


Walaupun buraq tak begitu akrab dengan nada tapi ia telah lama bergabung dengan para kru asisten nada dan memang sekarang nada sudah tidak aktif dalam kerja sama mereka tapi buraq sangat mengenal nada artis cantik yang menikah dengan seorang pengusaha kaya raya sukses asal negaranya ini.


'Apa ia sekarang melarikan diri... mengapa ia pergi diam diam dan tak ingin diketahui keberadaannya,sebagai artis itu biasa tapi pergi dari suami apa masalahnya?!' pikir buraq tapi ia tetap bungkam dan segera mendapatkan tiket penerbangan itu.


"Nona satu jam lagi keberangkatan anda bisa langsung check in sekarang silahkan barang anda saya yang bawakan".


Setelah semua selesai.


"Buraq ini ada sedikit uang untukmu,terima kasih selamat tinggal".


"Nona ini tidak perlu,aku akan membantu keperluan nona,jaga diri baik baik nona dan berhati hatilah dijalan hubungi saya bila nona ada masalah yang memerlukan tenaga saya".


"Tidak apa apa buraq,aku pergi dulu".


Nada sudah pergi dan buraq masih memandangi punggung yang sudah tak terlihat lagi ia merasa ada yang salah tapi apa ia tak tau,ia hanya merasa sedih nada terlihat misterius.


Indonesia...


Setibanya di indonesia bandara internasional nada menunggu bagasinya mengambil koper dan tas menjadikannya satu ditumpang diatas gagang kopernya lalu menyeret koper itu sambil berjalan ia melihat kearah kedatangan lainnya dan saat berbalik ia menabrak seseorang "Maaf...maaf aku akan membantu mengumpul barang barang anda" ucap nada sambil berusaha memungut beberapa barang yang tercecer ponsel,power bank,cash hp,headset, dan tas pinggang yang terbuka.

__ADS_1


Sementara pemilik barang itu seperti membeku mendengar suara dan sempat melihat mata hitam yang indah milik nada ia yakin itu nada walaupun dalam keadaan terbungkus pakaian syar'i dan bercadar.


"Ini barang barang anda" kata nada menyerahkankannya pada orang yang ia tabrak barusan.


"Nada..."


"..."


Nada segera pergi tanpa melihat lagi sambil menyeret kopernya,beruntung ada supir yang menawarkan tumpangan dan membawakan koper dan tas nada kemobilnya.


"Kemana saya akan mengantar anda?" tanya supir itu.


Nada menyebut sebuah alamat diluar kota,setelah dua jam perjalanan nada sampai ketujuan.


Ini rumah nenek dari ibunya nada tak ada yang pernah tau selain nada.


"Ada apa dengan nada ia kembali sendiri dan seperti menyembunyikan identitasnya?!" berkata sendiri sambil terus memperhatikan sosok yang membuka pintu dan masuk kerumah tua kuno dan masih terawat dengan baik.


Sambil terus mengawasi rumah tua itu ia menelpon "suruh orang kepercayaan mengawasi rumah tua diluar kota,barusan ada wanita dari bandara langsung menuju rumah ini laporkan situasi dan pergerakan yang dilakukan wanita itu ikuti setiap perjalanannya"


Setelah memberi perintah masih terus mengawasi rumah itu dan tak ada tanda tanda pergerakan dari orang yang masuk tadi siang akan keluar lagi.


Hari sudah malam seseorang dari mobil ditepi jalan yang terlindung masih betah mengawasi rumah itu.


"Tuan kami sudah memasang cctv untuk memantau setiap sudut rumah itu".


"Baiklah walaupun sudah ada cctv tapi kau harus mengawasi pergerakan orang yang berada didalam rumah itu terutama seorang wanita ia bercadar".


"Baiklah tuan".

__ADS_1


Sementara didalam rumah tua.


Nada meletakkan koper dan tasnya diruang tengah ia memeriksa setiap jengkal rumah terlihat begitu bersih dan terawat,rumah ini dulu milik nenek dan kakeknya tapi ibunya tidak dibesarkan disini,ibunya besar dikota setelah ibu menikah nenek dan kakek menetap disini.


kakek meninggal ketika nada masih sekolah kelas tujuh dan nenek meninggal satu bulan setelah kecelakaan yang dialami ayah bundanya dan rumah ini dirawat oleh anak pelayan nenek yang setia dan tak jauh tempat tinggalnya dari sini keluarga ini merawat dan mengelola kebun nenek yang sudah mereka garap dari generasi sebelum mereka yang menjaga sekarang ini dan mereka tau nona kecil keluarga ini sudah menikah dan hampir tak pernah kemari.


Nada menaiki lantai atas rumah yang terasa nyaman memberi rasa nyaman dan kenangan indah dimasa kecilnya saat berlibur kemari kamarnya dilantai atas bagian depan saat pagi dari atas sini bisa melihat sekitar tempat ini yang berbukit bukit dipenuhi tanaman.


Setelah puas mengitari nada turun kelantai bawah dan memilih kamar dilantai bawah untuk ia tempati agar tak repot repot menyeret koper dan tasnya.


Beristirahat sebentar sambil minum susu kedelai buatan bibi rafeah dan rotinya tadi diperjalanan hanya makan kacang instan yang disediakan bibi rafeah,diperjalanan ia sempatkan mampir belanja kebutuhannya berbelanja banyak sembako,buah buahan,sayuran segar,daging,ikan,telur dan cemilan,Snack aneka rasa tak lupa membeli ponsel dan perangkat pendukungnya.


Kulkas dirumah ini sudah lama tak terpakai tapi masih berfungsi dengan baik,nada segera menghidupkannya dan menata sayuran belanjaannya sementara yang lainnya diletakan dalam lemari makanan dapur.


Setelah semua beres ia mulai mengecek kompor juga,semua perabot alat elektronik masih kondisi bagus.


"Akhirnya bisa istirahat,apa kabar anakku yang didalam sana terima kasih sudah tak buat bunda mual mual" ucapnya mengelus elus perutnya yang masih rata.


Ia lalu teringat cihan "Apa yang kau rasa saat ini honey aku tak berani bayangkan apa kau sedih atau masih bisa tenang atau kau akan melupakanku hiks"


Karena kelelahan akhirnya nada tertidur nyenyak tanpa mimpi ia benar benar tak sadar sedang diawasi diluar sana,seseorang sudah tak sabar ingin mengetahui apa benar itu nada,kenapa ia kembali dengan penampilan yang tertutup dan memilih tempat tinggal diluar kota sendirian.


Sosok bayangan hitam berjalan mendekati rumah tua ini karena tidak ada pagar pembatas begitu mudah mendekati rumah dan berada di balik dinding temboknya memeriksa jendela setiap kamar yang kira kira ada penghuninya.


Sambil memperhatikan sekelilingnya dari dalam rumah sangat senyap seakan tak ada kehidupan didalamnya sosok pengintai merasa gelisah sudah tak sabar ingin menemui seseorang disana tapi tak berani bertindak lebih jauh selain hanya menyandarkan diri ditembok rumah yang ia perkirakan adalah kamar tidur yang dihuni malam ini,bahkan jendela kaca ini tak tembus pandang dibaliknya gelap atau terang karena tirainya begitu tebal dan berterali.


___________


Mohon dukungannya pembaca, terima kasih dan salam kenal.

__ADS_1


__ADS_2