
Pagi buta,Andre dan Adit sudah pergi dengan mobil masing masing,Andre pikir Dio pun sama akan pergi dari rumah ini, tapi dia salah pikir.
Dio sudah bangun ia mencuci wajahnya dan menggosok giginya,lalu mandi, Mbah Minah sudah hapal dengan tugasnya sejak ia mengikuti keluarga almarhum nenek nada bila ada tamu menginap segera menyediakan sikat gigi,pasta gigi,sabun mandi,shampo dan handuk baru yang sudah dicuci,dan Dio sudah selesai mandi dan dimobilnya selalu membawa pakaian bersih untuk ganti itu sudah kebiasaannya untuk bersiap bila ada perjalanan mendadak atau bila tak pulang dari tempat kerja.
Dio juga sudah sarapan yang disiapkan Mbah Minah pagi ini, "Mbah apa Andre sudah pergi?" tanya Dio padahal ia sudah bangun saat Andre juga Adit pergi tadi pagi dia cuma ingin memulai bicara dengan Mbah Minah.
"Oh sudah den, den Andre dan den Adit sudah pergi dua jam yang lalu".
"Mbah apa Andre sering kemari?"
"Iya den sering apa lagi sejak menjelang kelahiran sikembar".
"Apa sekarang nada sudah bangun Mbah?"
"Iya sudah,sudah mandi dan sudah sarapan" jelas Simbah.
"Mbah boleh saya menemui nada" tanya Dio.
"Coba Mbah lihat dulu ya,non nada sedang apa"jawab Simbah.
Berjalan keruang depan menuju kamar nada dan mengetuk pintu.
"Masuk... "kata nada.
"Nona muda... den Dio ingin bertemu" beritahu Mbah Minah.
"Iya Mbah suruh masuk" kata nada sambil memberi memegang dot untuk bayinya. Ia memompa asinya lalu dimasukan kebotol botol khusus untuk disimpan sementara difreezer ada begitu banyak botol dot kecil untuk stok asi bayi kembarnya.
Mbah Minah mempersilahkan Dio masuk.
"Na... sikembar sedang tidur ya" tanya Dio.
"Iya mereka baru selesai mandi".
"Nama mereka siapa na?"
"Yang kakak cowok ini namanya chiqo nadarland dan yang adik cewek namanya chiquitita nadatiana".
"Nama yang bagus" puji Dio tulus.
"Terima kasih"
"Na... kenapa tidak mengabari cihan, dia pasti bahagia pada putra putrinya yang imut imut ini".
"Tidak perlu,jangan coba mengabari cihan, jangan pernah mengatakan keberadaanku jga".
"Na... ada apa denganmu... jika ada masalah bicarakan baik baik jangan menghindar seperti ini,maaf na bukannya aku ikut campur dengan urusanmu tapi aku ingin kau hidup bahagia dengan keluarga kecilmu".
"Aku masih ingin ketenangan".
"Na... sudah delapan bulan,ketenangan seperti apa yang kau inginkan, biarkan suamimu tau masalahmu dan ia akan menjelaskannya,tapi bila menurutmu masih tidak masuk akal penjelasannya, ambil keputusan,jangan bersembunyi dari kenyataan".
__ADS_1
"Aku akan memikirkan kata katamu"
"Nada... waktu akan cepat berlalu dan sikembar akan besar,mereka akan seperti anak anak pada umumnya berinteraksi dengan anak anak lainnya akan banyak pertanyaan untukmu".
"Ya... ya... kau sudah seperti ayahku yang sedang mengomel".
"Dan kau masih seperti nadaku yang manja dan suka ngambek". kata Dio sambil mengacak acak rambu nada.
"Hei... aku bukan ABG yang perlu kau acak acak rambutnya"sungut nada.
"Baiklah aku akan pulang dulu,nanti aku akan datang lagi,mana nomer kontak mu yang bisa dihubungi?".
Nada hanya diam ia tak ingin memberi nomer ponselnya yang sekarang.
"Ya sudah kalau tidak ingin memberikan nope mu, aku tidak memaksa,itu berarti aku akan datang lebih sering kemari melihatmu dan sikembar".kata Dio bersiap akan pergi.
"Simpan nomer ini,bisa dihubungi"ucap nada akhirnya.
"Ternyata kau tak suka bila aku akan datang terus kemari,tapi Andre selalu datang".
"Dia memang suka seenaknya sendiri dan berwajah tembok" kata nada cuek.
Dio hanya tersenyum mendengar umpatan nada kepada Andre,dia tau betul perasaan nada pada Andre sudah tak bersisa cinta lagi.
"Sayang sayang paman yang imut imut,paman pergi dulu ya,bobo yang manis jangan rewel biar bunda kalian tenang" kata Dio sambil menciumi pipi masing masing sikembar yang tidur dengan lelapnya.
Sambil memandang Dio "kau juga harus secepatnya jadi seorang ayah,sudah lebih cukup umur" kata nada.
"Loh... masa kalah dengan nada"ejek nada.
"Ini sikembar anak anakku" kata Dio tersenyum.
"Hemmhhgg..."dengus nada.
"Aku pergi dulu" pamit Dio.
"Hati hati dijalan".
*********
Keadaan cihan...
Saat ini semua rumah sakit kota sudah ditelusuri setiap klinik bersalin tak lepas dari pantauan orang orang cihan,orang orang yang pernah dekat nada pun tak luput dari pengawasan cihan.
"Tuan kami dapat info kalau tuan Andre beberapa kali keluar kota dan tujuannya adalah rumah tua keluarga nyonya nada" lapor asistennya yang orang Indonesia untuk menangani perusahaannya yang ada dikota ini.
"Apa sudah tau alamatnya?" tanya cihan.
"Sudah tuan... itu rumah kakeknya nyonya yang berada dikota x di daerah perkebunan milik kakek nyonya,pernah terlihat tuan Andre kesana"kata asistennya lagi.
"Sekarang kita kesana" tegas cihan.
__ADS_1
"Baik tuan".
Cihan dan asisten serta supirnya segera menuju keluar kota ketempat yang telah diselidiki oleh orang orang kepercayaan yang dipilih oleh asistennya yang bernama Danang ini.
Setelah dua jam perjalanan akhirnya mereka tiba dirumah tua yang terlihat seperti bangunan kuno tapi kesannya megah, cihan merasa gugup segera akan bertemu orang yang paling ia cari selama ini membuatnya serasa tak bisa hidup dengan tenang.
Cihan sendiri yang langsung menekan bel tamu,setelah beberapa saat pintu terbuka seorang wanita paruh baya yang berjilbab berdiri menatap dengan waspada,ia menatap wajah cihan seakan mengingat wajah yang seperti pernah ia lihat tapi dimana,ia memang tak pernah bertemu langsung dengan cihan tapi ia pernah melihatnya dikoran,majalah dan televisi tentunya,tapi ia lupa.
"Maaf ibu... apa benar ini kediaman keluarga Rahadi jaya?" tanya cihan.
"Benar... dan anda ada keperluan apa?" Mbah Minah menebak nebak apakah mereka petugas pajak atau ingin membeli properti keluarga tuannya karena pernah ada orang kaya yang ingin membeli rumah ini sebelumnya.
"Saya cihan Amir suami nada cucu dari pemilik rumah ini" sebelum Mbah Minah menjawab karena masih bingung dengan jawaban cihan sudah menerobos masuk.
"Maafkan saya ibu... saya yakin istri saya ada disini bisa bawa saya bertemu dengannya,ibu tidak punya pilihan selain bawa saya menemuinya sekarang"kata cihan mendominasi.
"Ba... baik tuan cihan" sambil berpikir pantas seperti pernah lihat ternyata suami nona muda.
Setelah berpesan agar asisten dan supirnya menunggu diruang tamu,cihan segera mengikuti Mbah Minah masuk menuju kearah kamar nona mudanya.
Setelah mengetuk pintu Mbah Minah langsung membuka pintu "Nona muda ada yang ingin bertemu,katanya suami nona, tuan cihan".
"A.. ap...apa? siapa Mbah?" tanya nada kaget tak percaya.
Cihan yang mendengar suara yang dirindukannya sudah selama ini hampir tak kuat menahan perasaan rindunya yang ingin sekali ia lepaskan ia hampir menangis bahagia mendengar suara orang yang dicintainya,ia segera masuk tak ingin menunggu lagi.
"Nada sayang..." ucapnya bergetar.
"..."
____________
Mohon dukungannya pembaca yang baik hati,beri like,vote dan komennya, terima kasih dan salam kenal.
*
*
*
Mohon maaf ingin menambahkan pengalaman pribadi sebagai kenangan yang akan kita kenang.
Saya punya banyak teman semua baik dan solid,ada satu orang yang paling suka,jalan jalan apa lagi pergi makan makan tubuhnya gemuk wajah manis ia terlihat seperti orang India dimasa remajanya namanya Syafitri ia Dosen di salah satu perguruan tinggi yang ada dikota kami,satu Minggu yang lalu ia flu dan kepuskesmas berobat dan dinyatakan reaktif dan dirujuk kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut ternyata ada penyakit bawaan asma dan darah tinggi tapi tidak covid... setelah 1 Minggu of name jam 3 subuh dua hari yang lalu ia sesak napas dan ia berkata pada suaminya "A... oksigennya tidak berasa ternyata setelah suaminya cek tabungnya oksigennya habis,suaminya lalu pergi kepetugasnya katanya," Tolong oksigen nya habis istri saya sesak napas".
Kata petugas yang jaga, "Petugas yang lagi ship belum datang".
Lalu suaminya kembali dan mengambil video istrinya yang setengah mati kesakitan menahan sesak napasnya, jam sembilan pagi istrinya meninggal dan petugas medisnya belum datang.
Dua hari yang lalu sahabatku Syafitri telah pergi meninggalkan kami,ia berjanji kepadaku untuk berjalan jalan diarea prosehat yang ada dikota kami seperti yang biasa kami lakukan saat malam menjelang malam malam natal untuk berjualan minuman panas karena tempat itu selalu rame dilalui orang orang perusahaan batu bara juga lintas wilayah kedaerah lain,kami senang jalan jalan sambil dapat uang,bawa kopi sachet beraneka rasa,dan termos air panas serta gelas karton tahan panas sekali pakai,bawa gas melon,kompor gas 1 tungku,ketel dan air digalon,dimobil sambil nongkrong dipinggir jalan dan aku biasa bawa roti buatan sendiri,tapi sekarang semua tinggal keinginan yang takkan pernah terwujud,dan ia pernah minta aku tulis cerita tentang dia dan cerita lucunya,sekarang aku hanya bisa buat cerpen ini untuknya.
Selamat jalan sahabatku,selamat beristirahat dengan damai dalam tidur panjangmu doa kupanjatkan untukmu sahabat rasa saudara,ini hari ke 2 kepergian mu ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
Malinau 16 Juli 2021