
Saat istirahat nada dan cihan menikmati hidangan yang tersaji dengan bergabung dimeja dengan para teman sesama pengusaha yang kenal dengan cihan mereka asik mengobrol.
"Cihan... aku ketoilet sebentar"
"Akan kutemani" sahut cihan
"Tak perlu,toilet wanita pasti ramai" kata nada sambil beranjak pergi.
Saat keluar dari toilet andre langsung menghadang dan mengajaknya keruang samping untuk berbicara sebentar.
"Aku ingin bicara" kata andre.
"Maaf aku hanya bisa sebentar" sahut nada.
"Nada kumohon kembalilah... aku selalu menunggumu".
"Tak ada yang perlu kita bicarakan,aku akan menikah dengan cihan,kuharap kau juga akan segera mendapat pendamping yang kau inginkan".
"Aku tak bisa berpaling darimu nada,kau selamanya bagiku wanitaku".
"Andre semua telah berlalu... tak ada lagi yang tersisa diantara kita kecuali kenangan pahit yang menggores hatiku,kau bersamaku tapi tidak dengan jiwa dan perhatianmu,kau sudah menyia nyiakan aku,itu membuatku tak ingin bersamamu,sekarang ruang hatiku hanya ada satu tempat untuk cihan selamanya,kumohon... kita sudah memilih jalan yang berbeda".
"Nada aku akan membahagiakanmu seperti pinta kedua almarhum orang tuamu dan orang tuaku,jadilah ibu dari anak anakku".
"Jadi ibu dari anakmu?!... dulu aku pernah mengandung anakmu tapi kau selamatkan anak juana dan anakku gugur didalam kecelakaan yang kau sengaja untukku dan untuk anakku! aku tak bisa mentoleril sikapmu saat itu!!!... tidak jangan temuiku lagi!".
"Nada maafkan aku... kumohon" andre sambil memegang tangan nada.
"Lepaskan tanganmu dari tunanganku!!!" terdengar suara cihan.
"Kau hanya bertunangan dengannya dan aku suaminya aku akan mengajaknya kembali!" kata andre dingin.
"Yang benar saja... anda adalah mantan suami yang telah ia lupakan,dan jangan memintanya kembali karena aku tak akan melepaskan calon istriku... sayang ayo pergi".
kata cihan tegas dan mengajak nada pergi.
"Tunggu!!!... aku belum selesai bicacara pada nadaku dan kau boleh pergi karena aku yang akan mengantar nada pulang". kata andre.
__ADS_1
Cihan tidak perduli lagi ia segera memegang tangan nada dan pergi berlalu dari tempat itu tapi andre langsung menarik kerah jas cihan dan akan melayangkan pukulannya.
Cihan menangkis pukulan andre dan akan membalas pukulannya.
"Tahan!!!... kalian ini kenapa?!... cihan tahan emosimu, andre cukup keributan yang kau buat!!!... ingat berapa kali aku kembali dari kematia karenamu!... apa sekarang kau akan mengulanginya lagi dan aku tak akan hidup lagi" kata nada mengingatkan andre.
"Nada maafkan aku tak bermaksud begitu please..." jawab andre hampir menangis karena ucapan nada semua benar adanya dan itu membuatnya shok,ia tersadar dengan lemas asistennya yang sedari tadi sudah mengamankan tempat itu segera menghampirinya memegangnya sebelum andre jatuh lemas karena kata kata nada bagai belati yang menusuk jantungnya.
Cihan dan nada berlalu tanpa menoleh lagi mereka langsung keluar dari tempat acara, nada menelpon lina untuk membereskan semuanya dan meminta pamitkan dirinya dari rekan rekannya yang lain karena nada sudah selesai mengisi acaranya dan ia memilih pergi sebelum acara selesai.
"Sayangku kau baik baik sajakah?" tanya cihan penuh perhatian saat mereka berada didalam mobil.
"Aku tidak apa apa" jawab nada sambil melihat kearah cihan.
"Baiklah sayang istrihat sebentar kita akan tiba dirumah" ucap cihan menenangkan nada yang duduk kaku disebelahnya yang sedang menyetir.
Keesokan harinya nada dan cihan memenuhi undangan makan malam dari tante ana,saat tiba dirumah orang tua andre yang ditempati tante ana, nada merasa akrab ia pernah tinggal bertahun tahun lalu dirumah ini penuh kenangan manisnya.
"Masuklah nada ajak cihan kita keruang keluarga" kata tante ana yang menyambut mereka didepan pintu masuk.
"Terima kasih tante" kata nada sambil menyalami tangan tante ana.
"Tante dengar kalian akan segera menikah".
"Iya benar tante besok kami sudah kembali keturki dan dua minggu kedepan acara pernikahan kami" kata nada sambil mengeluarkan dan memberi undangan pernikahannya dan ticket pulang pergi sebagai tanda persiapan transportasi yang disiapkan.
"Terimakasih nada aku akan datang menghadiri pernikahanmu sebagai perwakilan kerabatmu".
"Tante anda baik sekali aku bersyukur memiliki kerabat seperti tante" kata nada beranjak memeluk tante ana sambil meneteskan air mata.
"Tante terima kasih sudah mau menghadiri pernikahan kami untuk nada,saya akan menjaga nada sampai akhir hidup saya" ucap cihan.
"Iya saya berharap kamu memperlakukan nada dengan baik tak akan mengecewakan apa lagi sampai menyakiti perasaannya"
__ADS_1
"Saya berjanji tante" kata cihan.
Tak lama dio dan sita datang ternyata tante ana mengundang mereka juga.
"Dio,sita kalian sudah datang kemarilah" panggil tante ana.
"Maaf ma kami terlambat" kata sita
Sementara dio menyalami cihan dan nada dan orang terakhir yang datang adalah andre tante ana juga mengundang keponakannya ia hanya ingin satu keluarga bersama saat nada ada.
Suasana terasa kaku saat andre melihat pasangan nada disini,mereka tak saling sapa tante ana langsung membuyarkan suasana kaku ini.
"Ayok anak anak kita makan dulu" katanya sembari mengarahkan semua menuju meja makan.
Dio juga berusaha mencairkan suasana dengan bertanya kondisi pekerjaan cihan yang ada diindonesia,dan mereka mengobrol sampai tante ana meminta semua segera makan malam,tante ana sengaja menyiapkan makanan kesukaan nada.
"Semua menu ini adalah makanan kesukaan nada tante sengaja membuatnya karena kalian semua pasti suka juga" kata tante ana.
"Tante baik banget deh... selama beberapa tahun ini nada tak pernah lagi makan makanan ini" ucap nada manja kearah tantenya.
Sita hanya diam melihat mertuanya begitu memperhatikan nada,dia tau nada dulu pernah tinggal bersama mereka selama bertahun tahun lamanya,dan dio sangat mencintai nada.
"Oh iya andre dio juga suka dengan menu ini sayur asem,pepes ikan patin dan pergedel jagung, cumi masak pedas dan kerang darah tumis sambel,minumnya es melon.
Andre tak berkata apa apa hanya memandang nada ia tak perduli yang lain,bukannya semua yang ada disini pada tak tau tapi pura pura tak tau saja lagi.
Setelah makan mereka berkumpul lagi diruang keluarga,nada naik kelantai atas untuk melihat kamarnya yang dulu ia tempati semua masih sama terata rapi dan terlihat selalu bersih.
Dan diruang keluarga juga ada foto nada tante ana dan dio foto ketiga orang ini terlihat begitu akrab nada dan dio sama sama memeluk tante ana dan tertawa manis.
Cihan melihat foto tersebut sambil tersenyum karena melihat nada tersenyum bahagia dan sitapun sama setiap melat foto itu hanya merasa mereka pernah hidup bahagia.
Setelah puas bersama akhirnya nada juga memberi undangan pernikahannya untuk dio dan andre lalu berpamitan pulang juga untuk kepulangan mereka keturki besok.
Bagi dio dan andre serasa hampa ada rasa sedih yang menggerogoti kalbu mereka.
__ADS_1