Jodohku Kau Atau Dia

Jodohku Kau Atau Dia
Tak enak badan


__ADS_3

Saat menemani cihan makan nada merasa mual tapi ia tak menunjukannya ia hanya meminum jus jeruk dan meminta buah buahan yang sudah dikupas dan dipotong potong dan ia menginginkan buah yang tasanya asam dan kriuk kriuk ketika dimakan.


"Sayang makan dulu baru makan buahnya" kata cihan.


"Baiklah aku akan makan"jawab nada tapi masih melanjutkan memakan buah potongnya.


"Sayang aku berangkat kerja dulu ya" pamit cihan sambil mencium istrinya


"Hati hati dijalan honey... i love you"


"love you to" balas cihan sambil menuju mobilnya.


Saat cihan pergi nada merasa ngantuk lagi ia belum mandi ketika akan naik kelantai atas


"Nyonya tidak makan dulu" tanya bi rafeah


"Aku sudah kenyang makan buah bi" jawab nada sambil meneruskan langkahnya.


"Hahh kenapa aku merasa pusing dan mual mual sekarang ingin baring baring lagi aja dulu" gumamnya.


Nada berbaring tapi ia merasa mual dan bangun buru buru kekamar mandi dan ia muntah dikloset ia memuntahkan semua yang ia makan tadi,hingga merasa lemas ia berdiri dengan oleng mencuci mulutnya menggosok gigi secepatnya lalu mandi sebentar saja ia sudah tak sanggup berbedak dan memakai lotion ketika tubuhnya terasa lemah hanya bisa memakai daster tanpa pakaian dalam lalu berbaring lagi ditempat tidur.


Saat makan siang bi rafeah memanggilnya


"Nyonya saatnya makan siang apa makanannya bibi bawakan kekamar saja?"


"Tidak usah bi nanti saya turun" jawab nada sambil memejamkan mata merasa pusing


Ponselnya berbunyi nada segera membuka mata dan mengangkat telponnya "Halo honey..."


"Sayang sudah makan siang belum?... aku akan pulang sore ya"


"Iya honey"


"Sayang kamu sedang apa?"


"Aku cuma baring baring"


"Sayang aku rindu padamu"


"Honey kamu sudah makankah?!" tanya nada mengalihkan topik pembicaraan takutnya suaminya itu meminta video call sementara ia merasa tak enak badan,ujung ujungnya dia akan segera pulang pula.


"Ini baru mau makan... sayang makan juga ya dirumah masak apa bibi rafeah"


"Belum liat masakan bi rafeah, tadi mau diantarin kekamar tapi aku larang".


"kalau begitu makan segera sayang"

__ADS_1


"Iya honey aku akan makan" jawab nada biar tak membuat cihan cemas karena ia tak nafsu makan dan muntah hingga tubuhnya lemas.


Setelah pembicaraan telponnya selesai nada ingin tidur lagi bi rafeah memanggilnya untuk makan karena ia takut cihan akan menanyakan nyonyanya makan apa belum.


"Bi... aku tidak lapar,tidak mafsu makan"


"Nyonya ingin makan apa?... biar bibi buatkan".


"Bi buatkan teh hangat beri gula satu sendok teh saja ya"


"Baiklah nyonya"


Tak lama bi rafeah datang membawa teh dan roti canai,karena takut bi rafeah mengetahui kondisinya nada bangun dan meminum teh hangatnya.


"Nyonya... apa anda tak enak badan" tanya bi rafeah karena melihat kondisi majikannya yang terlihat lemah dan kusut pakainnya terlihat jelas sedang tak mengenakan bra dan kusut rambut berantkan tadi pagi juga tak makan cuma makan buah ia curiga sang nyonya sakit.


"Tidak apa apa bi cuma gak enak badan,sebentar istirahat akan pulih kembali".


"Iya nyonya kalau ingin sesuatu beritahu bibi ya"


"Iya bi terima kasih".


Nada menghabiskan teh hangatnya dan memaksa makan roti canainya tanpa karinya


sampai ia merasa mual buru buru berhenti dan cepat cepat baring lagi.


Nada terbangun saat merasa ada yang mencium pipinya berulang ulang dan ia membuka matanya.


"Sayang kau tidur mulai pagi apa kau sakit?"


"Oh tidak aku cuma tak enak badan mungkin masuk angin".


"Sayang aku panggil dokter ya?"


"Tidak usah istirahat saja lagi".


"Tapi kau belum makan apa apa".


"Aku tidak nafsu dan sungguh tidak apa apa"


Cihan menyuruh bi rafeah membuat bubur dan setelah siap ia menyuapi nada,walau tak ingin makan nada membuka mulut dan menelan buburnya hingga habis sepiring ia sudah merasa mual dan cepat cepat minum air putih hangat dan memejamkan mata.


Cihan memperhatikannya tampak istrinya pucat dan kusut serta lemah.


"Sayang kau tidak sehat aku kwatir denganmu".


"Aku ingin tidur honey"

__ADS_1


"Baiklah tidurlah lagi,aku mandi dulu".


Setelah mandi ia melihat istrinya teridur lagi iapun membuka laptonya untuk mengerjakan pekerjaan yang belum selesai sambil melihat istrinya dan ada yang salah istrinya seperti tidak sehat karena itu ia tak mengganggunya.


Sudah larut ia belum makan dan turun kebawah bibi rafeah menyiapkan makan.


"Tuan... apakah nyonya tidak makan apa nyonya baik baik saja?"


"Sepertinya nyonya tidak sehat"


"Tidak memanggil dokter tuan?"


"Besok kalau masih tidak bisa bangun akan kita panggil dokter".


"Baik tuan".


Saat malam cihan tertidur nada bangun dan kekamar mandi ingin pipis tapi setelah itu ia mual dan muntah muntah,cihan terbangun mendengar suara dikamar mandi dan segera berlari melihat nada yang jongkok dikloset, cihan segera memijat pelan pelan punggungnya.


"Sayang apa kamu sakit? aku panggil dokter"


"Honey besok saja... sekarang aku hanya ingin minum air hangat".


Cihan segera mengambil air panas dan mencampurnya dengan air putih yang ada didespenser dalam kamar dan memberikannya pada nada.


Lalu membaringkannya ditempat tidur ia takut nada benar benar menderita sakit ia ingin memijitnya tapi nada tak ingin dipijat karena itu ia hanya bisa berbaring sambil memeluknya dengan perasaan cemas.


Saat pagi ia melihat nada masih tidur ia memegang dahinya tapi suhunya normal dan ia segera turung untuk menyuruh bi rafaeah membuat bubur ayam.


Saat nada bangun cihan membawakannya bubur ayam dengan aroma yang wangi bertabur bawang goreng.


Saat nada keluar kamar mandi ia baru selesai mandi karena merasa lengket tubuhnya keringatan semalam saat sore sebelumnya tidak mandi,ia mencium aroma yang memualkan perutnya hingga ia balik masuk kamar mandi dan muntah muntah lagi.


Cihan panik dan memijat mijat punggungnya juga tengkuknya setekah itu bergegas menelpon dokter keluarganya,lalu mengambil air putih hangat dan memberikannya pada nada yang pucat dan segera meminumnya.


Tak lama setelah cihan memakaikannya pakaian dokter datang dan memeriksanya dengan seksama setelah melakukan pemeriksaan dokter, memberi ucapan selamat pada cihan.


"Selamat tuan cihan anda akan menjadi seorang ayah,istri anda hamil tapi pada awal awal kehamilan akan mengalami pusing pusing dan mual,saya akan memberi vitamin dan salut gula untuk meredakan mualnya"


"Istriku sedang hamil?... oh terima kasih dokter,tapi ia menderita tak bisa makan bahkan mual mencium aroma makanan".


"Itu adalah hal yang terjadi diawal kehamilan jangan kwatir setelah tiga kali minum obat yang saya berikan pasti akan tidak mual mual lagi dan harus menjaga pola makan biar sehat bayi dan ibunya"


"Baik dok terima kasih".


Setelah dokter pulang cihan segera memberi nada obat yang diberikan dokter.


____________

__ADS_1


Mohon dukungannya ya pembaca..


terima kasih dan salam kenal.


__ADS_2