Jodohku Kau Atau Dia

Jodohku Kau Atau Dia
Lagi nyidam


__ADS_3

Saat terbangun nada meraba tempat tidur disebelahnya sudah kosong dan terasa dingin ia lalu melihat jam "jam sembilan?".


Setelah mandi ia turun kelantai bawah, bibi rafeah yang memang sudah menunggunya menghampirinya.


"Nyonya sarapan dulu,tuan menyuruh bibi membuatkan roti gandum dan susu kedelai"


"Terima kasih bi, tapi aku ingin jalan jalan ketaman depan dulu".


"Bibi temani ya".


"Iya bi...".


Sampai dihalaman depan ada tanaman bunga dan pohon mandalina Bodrum yang terkenal itu saat memasuki musim dingin begini buah mandalina atau kalau diindonesia dikenal dengan sebutan jeruk mandarin,sedang berbuah dengan berlimpah nada kesenangan memetik beberapa buah yang sudah matang .


Tanpa membuang waktu ia memetik beberapa buah jeruk yang sudah matang lalu mengupasnya dan memakannya ia tak berhenti sudah memakan sepuluh buah bibi rafeah mulai kwatir karena baru bangun tidur belum sarapan nyonya sudah kayak ****** saja sarapan buah jeruk.


"Nyonya muda sudah cukup dulu makan jeruknya nanti lagi setelah sarapan".


"Bi... petik semua jeruknya yang matang matang itu ya".


"Nyonya jeruknya sudah pada matang semua,biar nanti suruh Ani dan rubi memetiknya".


Ditaman samping pohon jeruk Mandarin ada beberapa pohon dan pohon jeruk mini ini buahnya lumayan agak besar dari sangat mini.


Setelah memakan sepotong roti dan minum segelas susu kedelai hangat nada merasa kenyang dan ketika akan duduk di sofa ruang keluarga yang ada pesawat televisinya nada mendengar ada yang memanggilnya.


"Halo kakak ipar ku... lihat apa yang aku dan ibu bawakan untukmu" kata cilah memperlihatkan bawaannya begitu banyak aneka asinan dan manisan buah yang seperti diindonesia.


"Ko ada disini manisan mangga dan asinan mangga muda?" tanya nada


"Ibu yang menyuruh orang Indonesia buatnya".


"Ibu terima kasih..." ucap nada sambil memeluk manja sang mertua.


Mertuanya merasa senang sekali menantunya menyukai oleh olehnya dan sangat senang melihat nada memakan dengan suara yang mengecap ngecap asinan mangga itu sementara cilah tertawa tawa sambil meneguk liur bergidik membayangkan asam dari mangga muda itu.


Bibi rafeah membawa sekeranjang jeruk mandarin yang sudah dicuci bersih keruangan itu.


Karena sudah puas memakan buah buahan nada yang duduk disebelah kanan cilah membaringkan dirinya disofa dan kepalanya ditangan sofa dan mertuanya melihat televisi sambil bercengrama dengan putri dan sang menantu yang sedang hamil muda tak terasa waktu sudah lewat tengah hari.


Bibi rafeah memasak untuk nyonya besarnya dan cilah dan meminta mereka makan dan nada hanya memakan jeruk.

__ADS_1


Setelah selesai makan mereka kembali keruang tamu dan hanya istirahat disofa, nada sudah menyuruh BI rafeah menyiapkan dua kamar untuk cilah dan ibunya tapi keduanya hanya ingin diruang kelurga dan nada menemani.


setelah 1 jam berlalu saat nada berbaring ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk nada langsung membuka dan melihat ada foto yang dikirim kepadanya karena nada masih berbaring,cilah bisa melihat jelas foto yang ada dilayar ponsel nada.


"itu bukannya aergul dan kakak ditempat tidur tidak berpakaian dan aergul sedang tak berpakaian sama sekali".kata cilah tanpa sadar mengomentari foto yang ia lihat diponsel nada.


"Apa... apa katamu cilah!". tanya nyonya Mariam mengerutkan keningnya.


Wajah nada menggelap,cilah terdiam dan ibunya meminta nada memperlihatkan ponselnya,karena tiba tiba saja nada merasa sakit pada perasaannya dia berkeringat dingin didahinya menetes.


Saat mertuanya memegang dan melihat ponselnya pesan masuk lagi mengirim foto kedua difoto itu terlihat aergul sedang memeluk cihan dan mereka berdua tak berpakaian nada dan cilah masih sempat melihat foto yang baru dikirim dan nyonya Mariam melihat nomer sipengirim ia langsung menelponnya.


"Halo... apa kau sudah melihatnya?... ya hari ini aku dan cihan menginap dihotel dan bersenang senang".


"Aergul?!... apa maksudmu".


"Bi..bi.. bibi mar". dan terputus.


Nyonya Mariam menelpon kembali dan tersambung.


"Aergul... katakan mengapa kau melakukan ini!!!... "


"..."


Nyonya Mariam tak melanjutkan pembicaraannya lagi,perasaannya jadi gusar luar biasa apa lagi melihat nada mengalirkan air mata dan terlihat pucat,sementara bibi rafeah yang datang mengantarkan teh keruang ini sempat mendengar perkataan aergul ditelpon tadi karena nyonya Mariam tak sadar menekan specker ponsel itu dan menegang melihat nada terlihat syok.


"Aku akan menelpon cihan!".


"Ibu... biarkan cihan pulang dulu aku akan bicara baik baik" tergetar suara nada.


"Tapi ini..." nyonya Mariam tidak tau akan bicara apa.


"Bu... kumohon".


"Nada ibu akan... akan membuat cihan bicara apa yang sudah terjadi,cihan tak mungkin melakukan itu pada aergul karena ibu tau dia tidak menginginkannya karena ibu pernah menyuruhnya menikahi aergul dua tahun setelah kematian istrinya yang terdahulu tapi cihan menolaknya,cihan tak menyintai ya".


"Kak ipar... pasti ada yang tak beres ada tipu muslihat yang terjadi" kata cilah.


"Ibu apa yang akan ibu katakan pada kakak saat dia pulang?".


"Cih... aku sudah tak sabar ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi?!". kesal ibunya cihan.

__ADS_1


"Bu... nada mohon maaf pada ibu... nada ingin pulang ke Indonesia besok".


"Kakak" "Nada" bersamaan cilah dan ibunya bicara. Mereka berdua merasakan sakit perasaan yang nada rasakan,cilah dan ibunya menatap nada takut terjadi sesuatu dengan kandungannya yang baru berusia 7 Minggu dan bibi rafeah tanpa sadar meneteskan air mata merasakan sakit hati karena ucapan aergul yang begitu mengagetkan.


"Nada dengarkan dulu penjelasan cihan, ibu juga tidak akan mentolelir cihan bila ia terbukti berbuat tak senonoh begitu".


Tangis nada pecah tak terbendung lagi,ketiga orang yang ada di ruangan ini hanya ikut menangis lalu ibu mertuanya membujuk menenangkannya.


"Nada... sayang ibu sangat menyayangi nada ibu menganggapmu putri ibu sendiri,tolonglah jangan terlalu bersedih dan menangis... aergul aku akan menyingkirkanmu seperti kotoran yang melekat disandalku" geram nyonya Mariam.


Setelah nada tenang ia berkata.


"Ibu apakah akan menginap disini".


"Tidak... ibu dan cilah akan pulang dulu bila kau baik baik saja".


"Iya Bu nada tidak apa apa".


"Rafeah... tolong perhatikan nada dengan baik ia akan sendiri bila ada yang ia inginkan tolong telpon aku,jaga perasaan dia baik2".


"iya nyonya besar... saya akan menjaga nyonya muda dengan baik".


"Bu... jangan menelpon cihan dulu biar ia bertemu denganku dulu agar reaksinya tidak akan emosional".


"Baiklah jadilah wanita yg disegani dari pada wanita yang keras kepala"ujar nyonya Mariam memeluk nada.


"Baiklah Bu"


"Kami pulang dulu jaga perasaanmu jaga bayimu dengan baik jangan sampai cucuku dirusak orang yang tak bertanggung jawab itu,ingatlah kau wanita hebat yang didamba pria pria hebat jangan takluk dengan perasaan yang merusak kondisimu".


Baik ibu... terima kasih sudah baik padaku".


"Kau bicara apa putriku?!".


"Kakak kami pulang jaga dirimu jaga ponakanku tersayang dengan baik".


"Oke...".


_____________


Mohon dukungannya pembaca yang budiman,terima kasih sudah mampir sampai keepisode ini dan salam kenal.

__ADS_1


__ADS_2