
Sudah sore Dio bersiap siap akan meninggalkan kantornya,tapi ia akan mampir kerumah Andre dulu untuk meminta persetujuan pengajuan proyek dan meminta pendapat serta ingin mendengar usulan Andre.
Begitu tiba didepan rumah Andre penjaga langsung membuka pagar "Pak... Andre sudah pulanglah?" tanya Dio dari dalam mobilnya.
"Tuan Dio... tadi barusan pak Adit bilang tuan Andre tidak pulang dan pak Adit akan kembali menemui tuan Andre" beri tahu penjaga rumah itu.
"Terima kasih pak,saya mau mutar dulu" kata Dio bermaksud putar balik mobilnya saat Dio kehalaman samping, mobil yang dikendarai Adit berjalan keluar dari halaman depan, Dio segera menyusul.
"Mari pak" kata Dio pada penjaga
"Iya tuan Dio,itu pak Adit sudah berangkat" katanya memberi tahu.
Dio berniat menyusul Adit untuk bertemu Andre dikantornya karena ia pikir Andre pasti tidak pulang lagi kerumahnya,andre memang sering tidak pulang sejak hidupnya sendiri,dikantornya ada kamar tidur diruang kerjanya.
"Saat pertama pernikahannya dengan nada saja tak pernah pulang setahun sudah biasa,cih... sekarang nada tak pulang pulang untukmu lagi selamanya,baru tau rasa" kata Dio kesal bila ingat perbuatan saudara sepupunya yang dia anggap meremehkan pernikahannya,makanya kualat.
"Eh... siadit tidak kekantornya Andre mau kemana Adit?... tapi menurut penjaga tadi ia akan kembali menemui Andre,jangan jangan mau beli makanan lagi buat Andre,tapi tadi lewat restoran tempat Andre biasa makan ia tak mampir tuh" monolog Dio.
Tapi Dio tetap membuntuti perjalanan Adit karena ia tidak begitu fokus hanya mengekor dari jauh hingga Adit tak tau kalau Dio mengikutinya.
"Siadit ini mau kemana sih,bukannya ini menuju keluar kota ya?"kata Dio bergumam.
Tak terasa perjalanan sudah dua jam dan hari sudah mulai gelap,Dio melihat jam tangannya "pukul 18" ucapnya sambil melihat kedepan,Adit sudah membelokkan mobilnya memasuki pekarangan sebuah rumah.
Dio bergerak perlahan dan tiba didepan rumah besar kuno melihat mobil Adit terparkir dihalaman depan,dan ia mengingat rumah ini milik almarhum kakeknya nada.
"Hahh... apa aku tidak salah lihat ya?... tapi ini benar rumah almarhum kakek,ada apa Adit kesini?" Dio sambil memasuki halaman rumah itu dan memarkirkan mobilnya.
Dio turun dari mobil mendekati pintu depan dan membukanya,ternyata tak terkunci, dengan penasaran ia masuk melewati ruang tamu dan menuju ruangan dimana ia melihat Adit bicara dengan Andre yang memegang tas pakaian sepertinya yang baru diberikan Adit.
"Andre... kenapa kamu bisa berada dirumah nenek?" tanya Dio,sungguh mengagetkan Andre dan Adit.
"Dio!..." seru Andre.
"Tuan Dio bagai mana bisa sampai kesini?" kata Adit tak mengerti.
Mbah Minah baru keluar kamar membawa enam botol dot kecil untuk dicuci dan disteril kan jadi kaget begitu melihat Dio.
__ADS_1
"Mbah Minah... itu botol susu milik siapa,siapa yang Mbah urus disini dan kenapa Andre berada disini Mbah?" tanya Dio ingin tahu.
"Itu... karena..."Mbah Minah tak melanjutkan kalimatnya karena terdengar suara tangis bayi dari dalam kamar,Andre segera masuk disusul Mbah Minah, tinggal Dio yang penasaran kenapa Andre bergegas masuk kamar mendengar tangis bayi, pikirannya tiba tiba merantau kemana mana.
"Hahh... Andre punya anak?" Dio segera bergegas menuju kamar dan masuk,betapa kagetnya ia melihat nada sedang berbaring dengan bantal ditumpuk tiga dipunggung dan kepalanya,Dio mengusap ngusap matanya "Nada... kau nada beneran nadakan... nada apa yang terjadi denganmu kau sakit,dimana cihan?" tanya Dio menghampiri nada yang masih melongo melihatnya tak percaya,Dio menyentuh tangan nada.
"Dio... a...pa kabar?" tanya nada tiba tiba tersadar.
"Nada kau ada disini... sejak kapan?"
"Sejak delapan bulan yang lalu".
"A...pa! sudah delapan bulan,nada...kau tega tidak mengabariku,nada...apa yang terjadi?"
"..."
Semua diam tak tau mau berkata apa,kemudian tangis bayi terdengar lagi sepertinya pipis deh karena tadi nangis karena haus sudah diberi Mimi dot sekarang nangis lagi,ini bayi yang adik ya memang cengeng karena dia bayi perempuan.
"Bayi... ada dua mereka kembar,anak... anaknya nada?... mereka anakmu na?" tanya Dio.
"Iya" jawab nada,Dio segera melihat sikembar.
"Tadi saat pulang dari kantor aku kerumahmu dan kata penjaga kau belum pulang dan Adit akan kembali menemui mu, dia tak melihat kedatanganku lalu pergi lagi dan aku mengikutinya,kupikir kekantormu ternyata tidak,tapi entah kenapa aku mengikutinya sampai kemari,ternyata karena kau na".
"Akhirnya kalian berdua bertemu denganku sebelum Lina dan Toni juga akan datang lalu Tante ana dan aku tidak bisa tenang lagi"
"Jadi selama delapan bulan disini Lina dan Toni belum tau keberadaanmu na?".
"Ya begitulah" jawab nada.
"Dan Andre sejak kapan tau keberadaanmu disini?" selidik Dio.
"Sejak nada menginjakkan kakinya dibandara delapan bulan yang lalu" kata Andre dengan pamernya.
"Apa... dan kau tak memberi tahuku!!!" kata Dio gusar.
"Sudahlah kita keluar dulu biar nada istirahat karena dia baru melahirkan tadi siang" kata Andre.
__ADS_1
"Jadi nada melahirkan dirumah... apa tidak apa apa?!"kata Dio melotot pada Andre.
Andre dan nada hanya diam,"dasar orang orang nekad"dengus Dio.
Saat berada diruang tamu ponsel Dio berbunyi,ia melihat nama sita memanggil, "halo sita ada apa?".
Sita : (dalam hati berkata sebelum mulai bicara dengan Dio, 'ada apa - ada apa? your eyes'. "Ehem... Dio kau belum pulang?"
Dio : "Iya aku belum pulang, sepertinya malam ini aku tidak pulang".
Andre : Melotot kearah Dio.
Sita : "Oh... baiklah".
Dio : Mematikan ponselnya.
"Kau punya istri yang menunggumu kenapa kau tidak pulang?". kata Andre.
"Aku baru kali ini tidak pulang sejak menikah,kau sudah mengkeritikku,dan aku tak pernah mencelamu saat setahun kau tak pulang kerumah istrimu menunggu saat itu". sindir Dio.
"..."
Semua yang ada diruang ini diam sampai akhirnya Mbah Minah datang membawa minuman wedang jahe yang wangi, "Sudah malam Mbah tidak buat kopi tapi gantinya wedang jahe biar tidak masuk angin".
"Terima kasih Mbah" jawab mereka bertiga bersamaan.
"Oh iya Mbah sudah menyiapkan tiga kamar dilantai atas untuk Aden bertiga dan makan malam sudah siap silahkan aden aden makan dulu".
"Mbah tidak usah repot saya akan pulang sekarang" kata Adit yang sejak tadi hanya diam.
"Wah... den ini sudah malam jalannya berkabut tebal dan belum makan sudah capek jugakan?... sebaiknya makan dulu dan menginap disini saja untuk malam ini" kata Simbah.
"Iya... kamu nginap disini saja besok pagi baru kembali" perintah Andre
Lalu ketiganya menurut permintaan siembah untuk makan dan beristirahat.
_______________
__ADS_1
Mohon dukungannya ya pembaca yang baik, like vote dan komennya, terima kasih dan salam kenal.