Jodohku Kau Atau Dia

Jodohku Kau Atau Dia
Makan siang


__ADS_3

 


Saat ini nada sedang dijalan menuju kantor cihan terlihat jalan yang sangat sibuk,nada diantar supir keluarga cihan.


 


"Kita sudah sampai nyonya nada..." kata supir lalu keluar untuk membukan pintu mobil untuk istri majikannya.


"Terima kasih pak ahmed" kata nada keluar sambil menjinjing bawaannya.


Saat masuk kedalam gedung,terlihat ada beberapa karyawan wanitna dan pria yang terlihat santai dan melihat kearahnya mereka seperti familiar dengan sosoknya melihat penampilan yang sederhana dengan drees putih selutut dengan sepatu sneakers wajah tanpa make up hanya dipoles dengan cream siang yang tipis karena kulit wajahnya yang sudah putih bening dengan lip glos dan celak mata yang menegaskan garis bawah matanya ia terlihat beraura yang mengagumkan dan begitu anggun.


 


"Saya ingin bertemu tuan cihan" ucapnya membuyarkan pandangan terpesonanya orang \- orang yang ada diruangan itu,dengan cepat seorang wanita muda menyapanya.


"Anda sudah ada janji dengan tuan cihan?... " tanyanya berhati hati karena sesuai peraturan siapapun yang ingin bertemu harus ada buat janji dulu tapi bila melihat wanita ini seperti seorang yang bukan orang biasa ia jadi ingan seorang artis dari indonesia dan seperti wanita yang menikah dengan presedirnya karena waktu itu dia hadir diacara pernikahannya.


"Sayang... kau sudah datang kemarilah" panggil presedirnya saat ia sedang berpikir wanita anggun ini siapa,dan tuan cihan sudah didepan lift dengan pandangan yang terlihat menakutkan pada karyawannya. Dan wanita itu dira yang tadi menanyai nada langsung ketakutan akhirnya ia ingat wanita yang seperti peri ini ternyata istri bos besarnya.


"Baiklah... dan terima kasih" kata nada sambil tersenyum kepada dira yang masih ketakutan karena sudah tak memberi kesan yang sangat ramah pada istri bos besarnya.



Begitu dekat cihan langsung memeluk pinggang rampingnya dan mencium mesra pelipisnya,semua yang melihat langsung tau betapa cintanya presedir mereka pada istrinya dan mereka bersyukur tuan bos besar tidak marah karena tak menyambut baik kedatangan istrinya.



Mereka masuk kedalam lift menuju lantai 5 dan cihan trus menciumi pipi nada seperti orang yang sudah lama tak mencium pipi wanita ini dan nada hanya meliriknya "mmmhh"



Sesampainya didepan pintu seketarisnya sudah menunggu dan menganngukan kepala pada mereka berdua dan menyapa nada dengan hormat "Selamat datang nyonya".



"Terima kasih" jawab nada sementara cihan terus saja memeluk pinggangnya sambil melangkah masuk dan pintu ditutup seketaris kembali.



"Sayang aku merindukanmu" ujarnya sambil menciumi pipi nada.



"Kau baru 5 jam berpisah denganku" dengus nada.



"Sayang bahkan saat kau berada didepanku saat ini aku tetap saja merindukanmu" jawab cihan sekarang bermaksud mencium bibirnya.



"Kau dasar mesum" kata nada.



Cihan tidak berbicara lagi tapi sudah \*\*\*\*\*\*\* bibirnya dan tangannya juga sudah menjelah ditubuh istrinya nada terengah engah dan melepaskan ciumannya tapi tak bisa ia menempel kuat seperti solasi pada kardur saja.


__ADS_1


Nada menyeretnya kearah meja dan meletakan bungkusan yang masih dia pegang tadi keatas meja.Cihan langsung menyeretnya menuju kamar yang ada disebelah toilet dalam ruangan ini ternyata ada kamar lengkap didalamnya ada tempat tidur almari pakaian dan sofa serta meja dan cihan mendudukkan nada diatas meja itu.



"Honey aku membawa makanan ayo dimakan dulu".



"Aku ingin makan kau dulu..."



"Emmh... emmhh... ach...auww"nada tak sempat menghindar lagi dreesnya sudah dilepas dan atribut lainnya juga sudah lepas saat ini cihan seperti anak sapi yang menempel diinduknya yang melengguh lengguh dan suasana dikamar saat ini sepertinya dipenuhi molekul molekul cinta yang meletup letup napas napas berat dan erangan yang membuat terlena dan bahagia seperti senandung asmara yang membara.



Setelah 1 jam berlalu cihan membawa istrinya kekamar mandi dan mandi bersama disana sambil masih meciumi sekujur tubuh polos nada dan cihan menyudahinya dengan perasaan puas yang luar bisa masih terasa syaraf syaraf sensitifnya bergetar lembut disana meninggalkan rasa yang tak dapat ia lukiskan dan ia sudah rindu lagi menyatu dengannya.



"Hei jangan berpikir untuk memulainya lagi karena aku ingin melihat wajahmu saat memakan masakanku" ucap nada yang sudah hapal melihat gelagat suaminya yang kecanduan dengan dirinya itu.



"Hehehe... tiada yang nikmat kurasa selain memakanmu emuach" ujar cihan sambil mencium pipi nada.



Nada merasa nikmatnya bahagia saat bersama cihan ia dikagumi dipuja dan digilai oleh suaminya.Sangat jauh dari perlakuan suami pertamanya yang memberinya rasa kecewa dan malu serta emosi yang membuatnya tak bahagia diawal awal pernikahannya dan pada puncaknya ia hampir tewas mengenaskan saat andre tak memilihnya untuk keselamatannya itu tak bisa ia terima dengan ihklas.



"Sayang kau melamun memikirkan apa?!... jangan kau pikir kareana banyak bercinta kau akan mengandung banyak bayi cup..." canda cihan sambil mengecup bibirnya.




"Hehehe... bagus juga kalau bisa begitu"



"Apaaa.... oh jadi dalam hayalanmu aku seperti kelinci?!... sini... sinii" kata nada sambil mengelitiki perut,ketek dan mengigit telinga cihan hingga ia terkekeh kekeh kegelian sakit perut seoerti kram menahan geli "Ampuuun gak tahaaaan" jeritnya berusaha kabur keluar kamar"



Nada menyusulnya dan membawa hair drayer untuk mengeringkan rambut cihan setelah juga mengeringkan rambutnya ia memakai pakaian yang ada dilemari yang telah disiapkan cihan sangat lengkap karena cihan sudah berpikir ia akan membawa nada kekantornya bila ia menginginkannya jadi ia menyiapkan semua keperluannya dan istrinya.



"Mari makan aku membuat kumpir pilav" nada lalu meyuapi cihan dan memasukan makanan juga kemulutnya sendiri.



"Mmh... masakanmu enak sayang enak sekali" kata cihan memuji.



"Benaran ini honey?!"

__ADS_1



"Iya benar enak... karena aku sudah memuji muji masakanmu, sayang sukakan... beri aku hadiah donk!!!".



"Hadiah? memuji masakanku lalu aku harus beri hadiah?... baiklah aku akan memasakanmu makan malam... "



"Hei hadiah yang praktis aja sayang".



"Mau apa coba?".



"Sini 10 kali" tunjuknya dipipi kanannya. "Sini 10 kali" tunjuknya dipipi kirinya "Dan disini 30 kali" tunjuknya dibibirnya.



"Ni orang minta hadiah diciumi banyak kali ya... mmhhh... boleh".



Cihan cepat cepat membersihkan bibirnya dengan tissue lalu minum air putih yang disediakan nada dan langsung menarik nada kepangkuannya.



"Hei tuan kesayanganku sabar sabar hadianya nanti baru aku berikan bukan sekarang..."



"Apaaa... oh no... kumau sekarang" kata cihan sambil memasang mata kucing menggemaskan.



Nada mencubit hidungya dan mencubit pipinya dengan kedua tangannya " Adooww" jerit cihan nada buru buru berdiri menghindar "Ini sudah saatnya kembali bekerja tuan bekerjalah"perintah nada.



Lalu ia melihat foto pengantin mereka diatas meja kerja suaminya dan tersenyum lalu melihat fotonya yang lain saat ia masih belum menikah dengan cihan tapi permukaan foto itu sudah tidak halus lagi seperti pernah terseret.



"Kenapa dengan fotoku ini?" tanya nada.



"Itu terjatuh... " cihat tak melanjutkan kalimatnya ia merasa sakit hati pada aergul dan nada tak ingin bertanya lagi.


___________


Mohon dukungannya pembacaku yang baik hati beri like, vote,tip dan komennya.


Terima kasih dan salam kenal.


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2