Jodohku Kau Atau Dia

Jodohku Kau Atau Dia
Senangnya bertemu orang orang terkasih


__ADS_3

Saat bertemu Lina seakan tak ingin berpisah lagi ia selalu mencium sikembar bergantian dan ingin tidur bersama mereka, Lina tak perduli pada cihan "EGPL" gumamnya perlahan karena melihat tatapan dingin cihan.


"Emang gue pikirin Lo... eh siapa lu maksud?" tanya nada pura pura tak tau maksud Lina.


"Siapapun yang nyakiti hati mu" jawab Lina.


Cihan merasa kalimat Lina untuknya ia hanya diam sambil menatap nada dengan tatapan sayangnya.


"Dedek bebeb aku bibimu... bibi sayang dengan mami kalian dan sayaaaang dengan kalian juga muaach.." senandung Lina.


Nada hanya tersenyum melihat kesenangan Lina sementara Toni sudah pulang duluan karena Lina akan menginap.


Ponsel nada bergetar dan terlihat nama Dio memanggil "Halo..." sapa nada.


"Na... apa kau dan sikembar baik baik saja?" tanya Dio.


"Iya aku dan sikembar baik baik saja,oh ya disini ada Lina dan Toni sudah pulang" kata nada.


"Oh ya... sekarang kamu sudah beri tahu mereka ya?" tanya Dio.


"iya aku yang telpon beri ngabari mereka karena cihan sudah datang kesini" kata nada lagi.


"Oh... syukurlah cihan sudah datang,aku lega sekarang kau dan sikembar akan ada yang jaga"

__ADS_1


Dan pembicaraan via pon pun berakhir.


Dirumah Andre...


Terlihat Andre hanya memandang foto diponselnya,ia telah mengambil foto sikembar dan nada saat menggendong keduanya dan ia juga minta difoto saat menggendong kedua bayi itu,terlihat ia tersenyum senang,jarang jarang Andre bisa tersenyum sejak bercerai dengan nada dan sekarang ia sedang tersenyum melihat foto nada yang tersenyum saat menggendong kedua bayinya walau terlihat masih kaku menggendong bayi,ada juga gambar nada saat memberi dot kebayinya dan yang paling lama ia pandangi adalah gambar nada saat perutnya besar ia terlihat berdiri dihalaman depan memandangi buah mangga yang matang diam diam Andre mengambil beberapa posenya "Sigendut keras kepala" bisik Andre tersenyum.


Tapi senyumnya segera menjadi kaku ia sadar nada akan segera kembali kepelukan cihan dan dirinya akan kembali ke habitatnya yang sepi,hampa,hari harinya berapa tahun ini begitu menyedihkan banyak wanita yang berusaha mendekatinya baik secara langsung maupun secara halus tapi Andre begitu muak ia merasa mereka hanya akan membuat nada tersakiti,ia merasa trauma dengan musibah yang dialami nada hingga kehilangan bayi mereka dan itu terjadi didepan matanya tanpa ia bisa berbuat apa apa untuk menolong nada,Andre sangat putus asa bila mengingat kejadian ini, ia merasa adalah pria paling konyol didunia ini "Anakku maafkan ayahmu ini" gumamnya memegang dadanya yang terasa sesak.


Dia berpikir nada sudah pantas tak perduli lagi padanya bahkan sangat pantas untuk membencinya "Andre kau memang orang paling menyedihkan"gumamnya lalu tertawa sinis pada dirinya sendiri "memang pantas hukuman ini untuk kujalani" katanya lagi sambil beranjak menuju nakas dimana ia meletakan album foto pernikahannya, lalu membuka tiap halaman album ini melihat betapa cantiknya wanita yang mengenakan gaun pengantin ini,saat dia difoto ini Andre tau kalau hati gadis ini masih mencintai pria lain,Andre tau pasti itu adalah sepupunya Dio, dia memang kekasihnya dari ia sejak masih disekolah menengah tapi difoto ini wajahnya tidak menampakkan kesedihan yang mendalam "Kau memang pandai menyembunyikan dukamu" bisik Andre sambil mengusap permukaan wajah digambar itu.


Andre kemudian mengambil VCD lalu menyetelnya dan melihat video saat ia dan nada bernyanyi dengan mesranya "Akhirnya kau menyintaiku dan jadi milikku seutuhnya saat berbahagia denganmu" Andre tersenyum bahagia dan begitu menghayati lagu mereka dan mengenang saat perjalanan dan percintaan mereka yang begitu manis untuk dikenang,begitu lagu selesai ia ingat wajah nada yang kesal dengan Juana tapi tak ia tampakkan dan Andre menggerakkan giginya bila ingat ia terjebak dan terjatuh kedalam permainannya sendiri,ia membanting semua barang yang ada dimeja kamarnya hingga dia kehabisan tenaga.


"Nada... nadaku" ratapnya pilu.


Saat pagi telah datang.


Mbah Minah selalu menyiapkan botol botol dot yang berisi asi untuk sikembar dan Simbah sangat cekatan nada sangat bersyukur dengan adanya Simbah dan ia sangat sayang dengan Simbah ini ia menganggapnya adalah saudara mbahnya sendiri.


Simbah juga yang menyiapkan semua keperluan nona mudanya,memasak, mencuci,bersih bersih hingga merawat ia dan bayinya,nada tak habis pikir Simbah yang sudah mulai memasuki usia senjanya masih begitu gesit dan super tangkas.


"Mbah nanti cari lagi dua orang untuk membantu Mbah membersihkan rumah dan memasak kerjaan Mbah sudah terlalu banyak dan merepotkan" kata nada.


"Eh non Mbah masih bisa menanganinya ko"

__ADS_1


"Mbah sebentar lagi ibu mertuaku akan datang,biarkan Mbah ada yang bantu ya" pinta nada dengan sopan.


"Ya kalau kemauan nona muda begitu terserah non aja deh" ujar Mbah Minah pasrah.


"Iya Mbah biar tambah pembantu lagi jadi tugas Mbah hanya mengawasi dan memberi tahukan cara kerja mereka" kata cihan yang dari tadi hanya diam melihat anak kembarnya pagi pagi sudah terbangun dan masing masing beda maunya.


"Iya tuan muda, saya akan mencari orang kampung yang berpengalaman kerjanya"jawab Simbah sambil berlalu akan keluar.


Sementara Lina sudah menidurkan lagi salah satu sikembar dan beranjak akan menuju kekamar mandi,Lina juga jarang berada dirumah hingga dimobilnya selalu sedia pakaian ganti atau gaun dan tas, sepatu yang ia siapkan.


Ternyata dikamar mandi ia hanya cuci muka dan kembali dari kamar mandi " Mau buat kopi susu biar kuat menghadapi kenyataan tiap hari" ucap Lina mengedipkan matanya kearah nada.


"Lin... istirahatlah dikamar yang telah disiapkan Simbah"kata nada perhatian pada sahabat baiknya itu.


"Oke na... aku kekamar itu dulu ya"kata Lina seraya berjalan kepintu kamar,ia keluar dan kaget melihat orang orangnya cihan juga sedang menunggunya diruang dilorong depan pintu kamar nyonya muda itu.


"Cih... apa apaan sih pagi pagi bukannya mandi malah mengintip orang dikamar!" sindir Lina kepada para orang orangnya cihan.


Karuan saja penjaga itu hanya berlaku yang sewajarnya karena bagi mereka diam lebih aman dari pada memancing keributan diantara penghuni yang berada bersama mereka sekarang.


Cihan segera keluar melihat orang orangnya begitu dengar suara Lina menyindir,ia lupa kalau bawa anggotanya dan akan membubarkan mereka yang pagi pagi sibuk ingin beraktifitas.


Cihan akan menyuruh mereka menjemput kedatangan ibu dan adiknya sore nanti dan sekarang masih pagi jadi membiarkan mereka mandi dan sarapan saja.

__ADS_1


"Sayang apa kau ingin mandi... biar aku membawamu kekamar mandi dan memandikanmu" ujar cihan membuat nada merasa malu karena Simbah ada dikamar ini sedang bersiap untuk memandikan sikembar.


"Aku sudah biasa mandi sendiri" kata nada tak ingin cihan mengikutinya kekamar mandi,tapi ia sudah siap menggendong nada walau tak mau,Simbah hanya tersenyum pura pura tak melihat dan mendengar.


__ADS_2