
Setelah semua keadaan normal kembali nada maupun dio menjalani hari harinya seperti biasa.
Saat pulang kantor dio dengan santai memarkirkan mobilnya digarasi samping rumahnya dan memasuki teras rumah.
"Kau sudah pulang?!"...
"Andre... apa sudah lama menungguku?!!" tanya dio sudah bisa menebak tujuan andre menunggunya.
"Hai sepupu... kau sudah bosan hidup damai rupanya!!! kau ingin mengambil kesempatan untuk bersama nada,mimpi sajalah!!!.
Dio tertawa sinis "Aku hanya melanjutkan jodohku yang tertunda".
"Dio jangan coba mengambil milikku!!!"
"Nada bukan milikmu,ingat baik baik dia bukan benda yang kau genggam dan kau lepas lalu kau cari lagi untuk kau gunakan sesukamu!!! dia yang memilih!".
"Apapun argumentasimu... lepaskan nada karena aku akan membawanya kembali kepelukanku!".
"Nada sangat kecewa padamu kau telah menyia nyiakan perasaannya, saat ia belum hilang ingatan ia sudah tak ingin bersamamu dan saat ia hilang ingatannya semua tentangmu ikut menghilang,baguslah karena bila ia mengingatnya pasti ia akan bersedih"
"Aku tidak akan berhenti sampai ia kembali padaku!!!".
"Andre!!!... apa kau ingin memaksanya?! dia kecewa padamu!".
"Dia tak tau yang sebenarnya terjadi".
__ADS_1
"Andre siapa yang kau bodohi?!!... semua melihatmu meninggalkannya ditempat berbahaya itu dan memilih juana!!!" dio hampir tak bisa menahan emosinya untuk memukul andre bila ingat kejadian ini, dia mengepalkan genggaman tangannya dengan kuat hinnga buku buku jarinya terlihat putih.
Andre melihat tangan dio dan expresi wajah dio yang begitu gusar "Itu kecelakaan yang tak sengaja kulakukan!".
"Sialan kau tak bisa seenakmu berbuat semaumu!!!" kata dio sambil melayangkan tinjunya dan andre langsung menangkap tinju dio dan bermaksud membalasnya tapi dio segera menangkis serangan andre dan melayangkan jotosan susulan tepat kewajahnya andre tak sempat menghindar tapi sempat membalas dengan tendangan dari samping kearah perut dio dan dio mengangkat kakinya untuk memblock tendangan andre.
Mereka akan melanjutkan pertarungannya "Berhenti!!!..." nada datang langsung menarik dio,tapi andre yang sudah terlanjur cemburu dan kesal wajahnya kena jotos melancarkan pukulan dan tendangannya, karena nada yang memegang tangan dio sebelah kiri,dio hanya bisa mengkis dan bertahan,tapi tendangan andre begitu keras hingga tubuh dio terjatuh dan menimpa tubuh nada dan membentur ubin yang keras,nada menjerit keras sebelum akhirnya tak sadarkan diri dan dari kepalanya mengeluarkan darah.
Andre dan dio segera tersadar dan kaget, dio yang masih berada diatas tubuh nada segera bangkit dan menggendong membawa nada kemobilnya,andre mengikutinya dan meminta kunci kontak mobil dio dan akan menyetirnya,dio memberi kunci mobilnya dan segera membuka pintu mobil setelah menekan remot yang juga kunci kontak mobil itu, dia masih memangku nada dikursi belakang sambil mengusap darah yang terus merembes keluar dari kepala nada,andre melihat kemeja putih dio sudah berubah warna merah dan tak ingin berlama lama lagi segera melarikan kendaraannya dengan sangat laju.
Andre tak memilih rumah sakit yang terbaik ia hanya mencari rumah sakit terdekat,tapi ia tak tau dimana rumah sakit terdekat dari sini.
"Dio apa ada rumah sakit terdekat daerah sini?!".
"Ya dijalan ini depan sebelah kiri,lurus saja kita akan tiba didepan sana!" kata dio.
Segera andre memasuki area halaman rumah sakit begitu mobil berhenti dio langsung membuka pintu dan turun sambil mengendong nada,ia menempelkan pipinya kepipi nada dan merasakan dinginnya pipi nada "Nada... nada panggilnya" sambil setengah berlari membawa nada memasuki lobi rumah sakit dan langsung meneriaki petugasnya untuk menunjukkan ruang UGD, segera petugas membawakan ranjang roda untuk pasien.
Andre sudah datang setelah memarkirkan mobil dan berlari kearah dio yang msih terlihat akan memasuki ruang UGD.
Perawat segera menahan dio dan andre yang akan menerobos masuk keruang unit gawat darurat tersebut "Maaf bapak bapak silahkan menunggu diluar saja".
Dio dan andre tidak berkata apa apa, sepertinya mereka berdua menyesali apa yang telah terjadi terlebih andre yang merasa sudah mencelakai nada dia terlihat cemas,dengan melihat kemeja dio yang penuh dengan darah nada,ia begitu syok dan begitu marah dengan dirinya sendiri sampai tak sadar ia menampar wajahnya sendiri.
Dio kaget melihat andre tiba tiba menampar wajahnya sendiri tapi ia berdiam saja, kare juga masih kesal dengan sikaf andre tadi yang sangat emosi.
__ADS_1
Saat mereka sedang tenggelam dalam diam nya masing masing, dokter yang menangani nada keluar,segera dio dan andre bertanya "Dokter bagaimana keadaannya?!"...
"Keadaan pasien sangat tidak baik ia kehilangan banyak darah dan gegar otak yang lama dialaminya sekarang mendapat benturan keras lagi sepertinya akan menghilangkan kesadarannya kita hanya berdoa ia bisa melalui ini jika tidak maka tidak akan tertolong lagi, siapa keluarganya bersiap siaplah untuk hal yang terburuknya" kata dokter tak ingin memberi harapan palsu pada kedua orang yang menunggui pasien ini.
Mendengar kata kata dokter membuat andre hampir jatuh karena lemas tulang kakinya serasa tak kuat menopang tubuhnya dan dio langsung menarik kerah baju andre sampai ia ikut berdiri didepan dio "Jika nada kenapa kenapa kaulah penyebabnya!!!... dia celaka dan hilang ingatannya karenamu! sekarang ia mengalami penderitaan ini lagi karenamu lagi! apa tak cukup semua perbuatan yang berikan padanya hehh!!!" kata dio sambil menghentakan tangannya hingga andre terjengkang jatuh terduduk dilantai.
Andre hanya tertunduk diam dia hampir menangis membayangkan penderitaan nada, apa yang dikatakan dio benar,tak seharusnya dia datang menuntut dio karena telah melamar nada,ia benar benar menyesal dengan tindakannya.
Saat ini ia tak ingin pergi dari sini ia ingin tau keadaan nada setiap detiknya,dokternya datang lagi memeriksa nada dan setelah itu menemui dio dan andre " dokter apakah kondisinya sudah lebih baik" nanya dio dan andre bersamaan.
Saat ini kami membutuhkan begitu banyak darah untuk pasien dan masih belum ada tanda tanda kesadarannya kondisinya memburuk alat monitor menunjukan penurunan daya tahan tubuh pasien, jika jantungnya terhenti kami akan ambil tindakan yang perlu kami lakukan sebelum pasien benar benar berhenti didetak jantungnya" jelas dokter
"Dokter lakukan yang terbaik tolonglah dok tolong!" ujar dio setengah menangis
"Baik pak berdoalah kami akan melakukan yang terbaik sebisa kami"kata dokter sambil kembali keruangan nada, sebelum pintu ruangan tertutup dio dan andre mendengar perawat datang memberitahukan bahwa jantung nada sudah berhenti.
Dio dan andre berkata " Tidak... tidak tidak mungkin".
Dokter segera datang meminta tanda tangan dio untuk mengambil tindakan medis menggunakan alat pacu jantung.
Andre yang mendengar pernyataan dokter langsung membayangkan yang akan dialami nada, hatinya sakit ia sekarang menangis tak bersuara.
_________
Mohon dukungannya para pembaca...
__ADS_1
Terimakasih dan salam kenal.