
Tak terasa tiga tahun telah berlalu nada tinggal dinegara J.
Ia bahkan tak memberitahukan lina dimana ia berada karena memang nada sering tinggal dibeberapa negara,ia ada kerja sama dengan orang asing dan dibeberapa negara.
Bahkan sekarang ia punya kekasih seorang berkebangsaan turki,untuk tahun ketiga ia menetap dinegara T.
Nada sudah akrab dengan keluarga kekasihnya saat ini mereka bertunangan.
Menjadi kekasih dari pengusaha muda sukses yang bergerak dibagian kontruksi, saat ini nada sedang makan malam dirumah calon mertuanya.
"cihan kapan kalian akan menikah?" tanya mariam dia ibu dari cihan warga negara indonesia yang menikah dengan tuan ounur ayah dari cihan mereka sangat pasih berbahasa indonesia,karena mereka dulu lama tinggal diindonesia yang mempertemukan ibu mariam dan tuan ounur.
"Akan secepatnya ibu" jawab cihan santai.
"Kak jangan menunda nunda lagi keburu tua kalau punya anak nanti dikira cucunya" celetuk cilah adik perempuannya.
"Heiii... pembicaraan orang dewasa,anak kecil tidak boleh ikutan komentar ketus sang kakak!".
"Hmmh... baiklah baiklah tapi tolong cepat cepat nikahnya aku kepingin gendong ponakan yang mungil" ujarnya lagi, membuat nada merasa jengah dengan candaan calon adik iparnya yang cantik dan masih kuliah ini.
Sementara nada hanya tersenyum mendengar celoteh keluarga tunangannya ini.Cihan pernah menikah bahkan sudah punya anak tapi tiga tahun yang lalu istri dan anaknya meninggal dalam kecelakaan.
Hingga sebelum bertemu nada cihan tak pernah membuka hatinya untuk wanita lainnya.
Setengah tahun yang lalu cihan bertemu nada saat louncing perusahaan sahabatnya cihan, mengundang nada untuk mengisi acara, mereka bertemu karena memasuki kamar yang sama karena kesalahan nomer kamar yang ditempati cihan bernomer sembilan sembilan tapi nomer kamar itu berputar jadi sembilan enam sementara nomer kamar nada sembilan enam, karena sudah lelah, dilantai sepuluh yang merupakan kamar vviv yang ruangannya terlihat sama hanya beda nomer nada lansung masuk tidak terkunci karena nada barusan keluar dari kamarnya menemui ob untuk membelikannya pembalut dan sebelumnya ia keluar menunggu sambil berbicara ditelpon tidak memperhatikan sekelilingnya dan masuk kekamar cihan,sementara cihan belum mengunci kamarnya karen asistennya baru keluar kamarnya dan ia masuk ketoilet.
Begitu ia keluar kamar kecil,ia kaget mendapati wanita cantik sedang tidur ranjangnya dan ia hanya mengenakan bra dan segi tiga pengamannya AC dikamar ini sudah ia kecilkan karena suhu ruangan tidak begitu dingin,kalau sedang menginap nada tak membawa piyama tidurnya ya sukanya tidur tanpa pakaian biasanya malah melepas branya.
Karuan saja cihan yang melihat pemandangan langka ini berprasangka buruk pada nada.
Cihan sebenarnya ingin memanggil pihak keamanan hotel untuk mengusir nada tapi ia mengurungkan niatnya karena tak ingin permasalahan jadi risih.
__ADS_1
Ia memperhatikan wajah wanita yang sedang terlelap itu,sepertinya ia ingat ini adalah selebriti kewarga negaraan indonesia yang tadi tampil diacara sahabatnya dan selalu berbahasa indonesia.
karena cihan sudah mengetahui identitas wanita ini adalah wanita baik baik itu ia ketahui dari sahabatnya yang juga menjalin kerja sama dengan wanita ini,sahabatnya erdogan telah menceritakan tentang nada yang sekarang tinggal dinegara mereka.
"Heiii... nona bangunlah!!!" seru cihan bingung merasa ada tak beres dengan keberadaan wanita ini dikamarnya.
"Nona... nona bangun!... " kali ini cihan menarik jempol kaki nada.
Nada yang baru saja tertidur jadi terbangun karena masih setengah sadar ia membuka matanya,ia pikir sedang mimpi didepannya ada pria tampan yang bersedekap tangan didepan dadanya dan melotot kearahnya dan pria itu seperti yang ia temui diacara barusan yang ia datangi karena diperkenalkan tuan erdogan.
Nada kembali menutup matanya yang masih berat karena ngantuk tapi ia kaget saat mendengar suara pria itu.
"Hei nona kau salah masuk kamar ya?!!" suara cihan lebih keras sekarang.
Nada langsung terduduk karena tersadar kalau ia tak sedang bermimpi.
"aaaaaaaa..." jeritnya sambil menarik selimut yang ia tindih dan menutupi tubuhnya sebatas bahu "keluar dari kamarku!!! kenapa kau bisa masuk kemari?!... ".
"ckckck... sudah salah kamar masih masih mengusir orang apa kau tau nona sikaf teledormu ini sangat berbahaya bila kau masuk ketempat pria hidung belang!".
"Apa maksudmu?!!!" nada masih belum sadar dengan keadaan yang sebenarnya karena isi kamar ini tidak berbeda dengan kamar yang ditempati lemari pendingin, almari pakaian masih sama.
"Hei tuan... jangan beralasan... cepat keluar atau aku panggil pihak keamanan hotel!!!".
Nada menyapu seluruh ruangan ini dengan pandangannya tapi tetap saja tak melihat ada yang salah... diatas meja ada pembalutnya tapi tunggu kenapa tas tangannya dan peralatan kosmetiknya tak ada disana... pikirnya.
Nada lalu mencari cari dengan penglihatannya dimana baju yang ia lepaskan tadi.Dan cihan ikut melihat kearah yang dilihat nada.
"Ouw... jadi kau mengantung pakaianmu ditempat jemuran itu?... sekarang apa kau sudah sadar nona?".
"Heiii...aku tidak salah kamar ini nomer sembilan enam coba lihat diluar pintu ini!" kata nada memerintah...
Cihan masih diam ditempat.
"Coba pergi lihat!... pergiii!!!" tegas nada.
"Sshhh..." cihan mendesah kesal tapi segera berjalan kearah pintu untuk melihat nomer kamar tersebut, begitu melihat cihan keluar dan menutup pintu,nada cepat cepat turun dari tempat tidur dan berlari kearah bajunya lalu masuk kekamar mandi untuk bepakaian setelah keluar ia melihat cihan sudah kembali.
"Iyakan... nomernya sembilan enam?!!!" kata nada.
"Hmmh..." gumam cihan sambil memperhatikan wanita ini terlihat polos karena tanpa mikeup sepertinya sudah membersihkan wajahnya dan terlihat cantik alami terlihat wajah putih mulusnya.
"Baiklah aku akan kembali kekamarku" ucap nada sambil mencari sandal kamarnya,ketika akan memakainya malah tersandung dan jatuh menimpa pinggiran ranjangnya pinggulnya terasa sakit sekali sampai tak bisa berdiri.
__ADS_1
"Aduuuuuh... pinggulku sakit sekali" rintih nada.
Buru buru cihan mendekat dan ingin menolongnya berdiri tapi nada kesakitan memegang pinggul belakangnya.
"Kenapa tidak hati hati,kamu masih ngantuk ya?" kata cihan sambil berdecak kuatir karena melihat nada kesakitan.
Cihan segera membopong nada ketempat tidur "Auwww... apa yang kamu lakukan adu.. aduh sakit tau... " kesal nada.
"Ya sudah kamu tidur disini saja..." kata cihan.
"Apa... aku akan kekamarku sekarang!" kata nada sambil berusaha berdiri tapi rasa nyeri pinggulnya masih membuatnya tak bisa berdiri lurus.
"Apa kau ingin kembali kekamarmu?".. tanya cihan.
"Ya iyalah masa tidur disini denganmu!!" ketusnya.
"Kalau kamu tidur disini aku akan ambil kamar lainnya" jelas cihan.
"Gak perlu... aku kekamarku saja!" kata nada
"Wanita keras kepala" kata cihan sambil menyambar tubuh nada lalu membopongnya keluar kamar.
"Heiii kau mau apa?!!".
"Tentu saja mengantarkan kekamarmu!!.. apa kau perlu dokter?"
"Tak perlu dokter... kalau sudah istirahat paling juga sudah baikan lagi". kata nada
"Baiklah kalau ada perlu apa apa beritahu aku,ini nomer kontakku" katanya lagi sambil mengambil ponsel nada dan memberikannya pada nada untuk membuka paswordnya, nada menurut dan memberikan ponselnya.
Setelah memuat nomer kontaknya cihan langsung miscall.
Begitulah kisah pertemuan nada dan cihan.
_________
Mohon dukungannya...
Terima kasih dan salam kenal
__ADS_1