
Nada terharu atas sambutan keluarga besar cihan yang memperlakukannya seperti putri keluarga yang sudah lama kenal.
"Kak nada... apa cilah akan segera punya ponakan yang imut?!" tanya cilah sambil menaik turunkan keningnya dengan tersenyum senyum.
"Pasti itu anakku memang pejantan tangguh!" papanya cihan ikutan celetuk dengan gaya cueknya.
"Wah kita akan bertambah dengan kehadiran sijunior" kata sepupunya cihan yang bernama saleh.
"Iya dong aku tak lama lagi akan menimang cucu" kata mamanya cihan.
"Cih... mereka pada ngomongin hal yang ģak jelas,aku akan mendapatkan cihan kembali dan menyingkirkan wanita yang berasal dari tempat yang jauh itu" kata aergul pada tante emine.
"Kau benar berusahalah" ujar tante emine.
Mereka lalu bergabung dengan keluarga itu "Kakak apa kabar" emine menghampiri mariam dan cipika cipika.
"Aku selalu baik dan saat ini sangat berbahagia karena menantuku yang cantik ini" mariam melihat bahagia kenada.
"Tante apa kabar? lama tak jumpa aku rindu" aergul memeluk mariam.
"Iya... apa kabarmu aergul... apa kamu sudah akan menikah?"
"Tante aku masih mencintai dia tak bisa pindah kelain hati"kata aergul manja.
"Kamu sekarang pandai bercanda" ujar mariam melirik cihah yang terus menggandeng tangan nada.
"Hai... aergul belum punya pacar ya kamu sama murad saja dia pemuda tampan sukses" kata saleh.
"Oh bisa bisa... ruang hatiku begitu luas dan kosong"jawab murad tertawa.
"Hai murad hatimu seperti rumah petak banyak penghuninya hahaha..." ejek fatma sepupu cihan dari ibunya
"Ya perlu seleksi untuk jadi wanitaku" balas murad yang play boy.
"Kau cepatlah menikah jangan gonta ganti wanita yang kau ajak bersama" nasehat mariam.
"Aku masih terlalu muda tante" jawab murad tertawa lebar.
"Muda dilihat dari belakang ya" kata fatma.
Semua tertawa mendengar candaan sepup cihan,mereka begitu akur dan selalu akrab dekat satu sama lainnya.
__ADS_1
Diam diam aergul selalu melhat cihan,sementara itu cihan selalu mencium kepala nada dengan mesranya,aergul merasa kesal sendiri.
Malam semakin larut mereka masih tak ada yang beranjak pergi karena masih betah becengrama dengan keluarga besar yang sedang berkumpul.
"Semuanya aku dan nada ingin istirahat lebih dulu ya" pamit cihan pada yang hadir disini.
"Ehem... ehemmh... pengantin baru sudah tak sabaran dengan honeymoon lanjutan" canda murad.
"Iya dong mereka harus kerja keras untuk menberi tante dan paman seorang cucu" kata saleh.
"Iya nak istirahatlah duluan dan beri mamamu ini secepatnya cucu" kata mariam
"Pasti ma tunggu sebentar lagi" balas cihan dengan semangat.
"Asyik asyik aku akhirnya akan ada yang panggil aunty cilah" kata cilah menari nari kegirangan melihat kearah kakak dan ipar cantiknya.
Nada hanya mengeleng gelengkan kepalanya dan tersenyum senyum dalam rangkulan cihan,sementara aergul sudah tak tahan melihat kemesraaan cihan dan nada ia masih berpikir bisa merebut cihan kembali.
Saat sudah dikamar pengantin "Sayang kita akan pindah kerumah kita sendiri".
"Baiklah terserah padamu saja" kata nada
"Kau akan sibuk bekerja" kata nada.
"Sebelum berangkat kerja dan pulang kerja aku akan kerjain kau sayang" kata cihan.
"Kau... dasar mesum" ucap nada tersipu.
"Oh... istriku yang cantik aku tergila gila padamu aku ingin selalu menempel denganmu" ucap cihan langsung memeluk mencium nada.
"Sitampan mesum kesayanganku" kata nada yang kewalahan diserang cihan dengan ciuman ciuman ganasnya.
"Sayangku... sayangku aku sudah tak tahan lagi ingin makan kau".
"Hmmhh... emh hghh... aghh" desah nada.
Dan suasana kamarpun menghangat penuh taburan aura cinta yang mengebu gebu permainan cinta yang luar biasa menguras tenaga nada sudah tak punya tenaga lagi untuk kekamar mandi.
"Honey aku ingin kekamar mandi" kata nada
"Aku akan membawamu kesana" cihan tau nada kelelahan selama satu jam digarapnyanya,ia lalu mengendong nada yang polos kekamar mandi lalu mendudukan nada dicloset dan memeluk nada menempelkan perutnya diwajah nada sambil mencium perut suaminya ia buang air kecil sedikit meringis karena merasa perih.
"Sayang kau kenapa?" tanya cihan.
__ADS_1
"Perih... perih saat pipis" kata nada
"Beri air saat pipis biar gak perih" ucap cihan sambil mengalirkan kran selang dan meraba lembut membasuh kepemilikan nada hingga nada tak merasa perih lagi.
"Sudah ya sayang... gak perih lagi?".
"Eheemmh... iya sudah gak perih lagi" kata nada sambil menatap wajah suaminya yang jongkok didepannya posisinya masih duduk dicloset dan cihan meletakkan kembali kran selang airnya lalu mengendong nada kembali keranjang lalu ia masuk kamar mandi membasuh diri dan kembali ketempat tidur.
Haduh mondar mandir tanpa memakai apa apa sudah seperti sepasang tuyul aja hihihi.
"Sayang sudah nyaman ya... apa bisa kita mulai ronde kedua?" canda cihan.
"Apa?!!!... lagi weww" kata nada sambil mengeratkan pegangan selimutnya didada dan melihat kebagian bawah suaminya takbterlihat tegak.
"Syukurlah masih istirahat sijunior mesum" gumamnya.
"Apa katamu sayang?" tanya cihan yang mendengar gumaman istrinya.
"Eh... gak apa apa ayo tidur" ajak nada.
"Iya sayang istirahat dulu nanti kita lanjut lagi ya yang ke..."nada langsung menutup mulut cihan dengan tapak tangannya agar cihan diam tapi cihan malah mengecup ngecup tapak tangannya membuat nada kegelian hingga menarik tangannya.
"Tidurlah suamiku sayang cintaku" bujuk nada.
"Baiklah ratuku,permata hatiku" balas cihan sambil meletakan tangannya diatas dada nada yang kencang dan lembut itu.
"Hmmhh... " nada hanya diam merasakan tangan suaminya disana.
Nada sudah memejamkan mata tapi ia merasa ada yang memandanginya dengan penuh nafsu, nada berusaha merilekskan suasana yang terasa menghangat ini.
Cihan terus memandangi wanita cantik didepannya ia posisi miring sementara nada telentang dan tangannya yang berada dipuncak bukit dada nada sudah terasa tak tahan untuk bergerak gerak mengelus ngelusnya tapi ia tau istrinya itu kelelahan.
Akhirnya ia hanya bisa memandangi wanita cantik itu begitu nikmat begitu sempit seperti perawan padahal sudah janda, ia merasa sangat tergila gila ingin selalu berada disisinya sepanjang waktu mencium lembut dan bercinta dengannya.
Memandangi bibir mungil yang terasa manis dan seperti candu baginya,melihat pipi putih mulus tanpa make up yang membuatnya ingin menghirup dengan hidungnya yang mancung itu,keningnya yg hitam rapi terasa selalu nyaman dikecup dan rambut yang wangi terasa menyenangkan untuk dicium serasa sempurna citaan Tuhan yang diberikan untuknya ia memandanginya dengan penuh kasih sayang.
Terdengar napas teratur istrinya yang terhembus dari hidungnya dan bibirnya terkatup rapat bibir kecil yang memberi rasa ketagihan untuk dikulum kulumnya,cihan terkagum kagum menatap istrinya saat tidur.
"Selamat malam,selamat mimpi indah sayangku"ucapnya seraya memejamkan mata.
___________
Mohon dukungannya like,vote,tip, bintang lima dan komennya.
Terimakasih dan salam kenal.
__ADS_1