Kapan Dia Datang

Kapan Dia Datang
1.1


__ADS_3

"Safy tunggu Kaka jangan lari nanti jatuh"


safy engga mendengarkan ucapan dari kakanya lalu Danu terus mengejarnya


"kejar aku ka kalau bisa"


masih berlari engga sengaja safy terjatuh sambil menangis karena rasa sakitnya


Danu nyamperin adiknya lalu melihat kondisi dan memapah sampai rumah engga lama akhirnya sampai


"Bun tolong Ade jatuh tadi"


"iya sebentar ka"


membukakan pintu menyuruh mereka langsung masuk dan duduk di sofa bunda intan mengambil obat p3k untuk anaknya engga lama akhirnya sudah ada disitu lagi


"mana yang sakit biar bunda obatin dulu biar cepat sembuh dan bisa bermain lagi"


mengoleskan obat kelukanya sambil meniup kelukanya supaya agak tidak sakit lagi


"ka ceritakan pada bunda apa yang terjadi tadi?"


"Bun tadi kita bermain di taman lalu safy ngajak kejar-kejaran,safy yang lari Kaka yang ngejar setelah diperingati nanti jatuh tetap aja masih lari "


"gitu lalu kenapa Ade engga mematuhi perkataan ka Danu?kan benar kata ka Danu kalu jatuh kan sakit"


akhirnya selesai mengobati luka safy bunda intan duduk disebelah anak perempuan satu-satunya


"maafkan safy Bun,safy janji engga bakal bandel lagi"


"anak bunda bunda khawatir kalau kamu kenapa-kenapa ayah kan belum pulang bentar lagi juga sampai"


tin......tin........


bunyi klakson mobil ayah safy dan Danu lari keluar rumah nyamperin ayah Luki yang baru nyampai dirumah


ayah Luki keluar dari mobil dan membawa paper bag berisi mainan untuk anaknya


mencium tangan ayah Luki,bunda baru datang dan mencium tangan suaminya


"ayah itu untuk kita kan?"


"tau aja masuk dulu nanti ayah aka berikan ini untuk kalian"


masuk kedalam duduk disofa paper bag ditaruh diatas meja lalu safy dan Danu mengambil sebelum ayah memberikan kepadanya,bunda sedang bikin coklat panas untuk suaminya akhirnya sudah siap dihidangkan lalu dibawa keruang tengah.

__ADS_1


menaruhnya di atas meja ayah Luki mengambil coklat panas yang abru dibikin lalu meminumnya dan menaruhnya kembali diatas meja


"panas bun kirain coklat dingin"


keluh suaminya sambil mengibas-ngibas lidahnya supaya mengurangi rasa panasnya


"maaf yah bunda lupa kalau ayah cape


bukanya bikin coklat dingin malah coklat panas"


sesal intan engga inggat kalau suaminya suka coklat dingin kalau pulang kerja


"anak ayah kalian kekamar dulu nanti ayah kesana sekalian bawa mainannya kedalam"


"siap yah laksanakan"


membawa semua mainan dan ditaruh paper bag lagi,membawa paper bag kedalam kamarnya.


kamar mereka masih bersama karena engga mau dipisahkan dan kasurnya ada 2 diatas dan dibawah


diatas tempat tidurnya Danu sedangkan dibawah tempat tidurnya safy mereka selalu tukar tempat tidur 1 bulan sekali


"ka maknanya lucu safy suka teman ku juga ada yang punya ini dirumahnya"sambil memakaikan baju pada boneka Barbie


boneka berbie lengkap dengan asosiasi khas untuknya


"beneran teman mu juga ada yang punya?"


"iya ka namanya ka Silvi seumur dengan Kaka"


"Silvi?yang mana Kaka engga kenal yang namanya Silvi de"


"sudah lah lanju aja mainnya"


ayah menenangkan bunda intan engga lama akhirnya sudah tenang lalu memeluk bunda denga kencang dan mencium di keningnya


"ayah nanti anak-anak melihatnya gimana?"


bunda intan tersipu lamu dengan tingkah laku ayah Luki


"engga papa lagian mereka sedang bermain dilamarnya engga bakalan kesini"


"tadi kan sudah janji mau nemenin mereka main ayah lupa kan samperin Sanah bunda mau memasak untuk makan siang"


ayah nyamperin mereka kekamarnya lalu masuk kedalam ternyata mereka sedang asik dengan mainannya engga melihat kalau ayahnya sudah datang

__ADS_1


"kalain engga melihat ayah datang safy Danu


kalain beneran engga melihat ayah,kalau gitu ayah engga akan belikan mainan lagi"


tegur ayah Luki mengingatkan kalau Bain boleh tadi harus inggat juga kalau ada ayah Luki disana


"maaf yah Kaka asik dengan mainan yang tadi ayah berikan kepada kita"


sesal Danuengga mendengar kalau ayah Luki datang


"Ade juga karena engga mendengar ayah datang maaf yah"


Sesal Danuengga mendengar kalau ayah Luki datang


"iya ayah maafin tapi kalau baruan diulangi lagi ayah engga akan belikan mainan lagi"


memeluk ayah Luki,ayah pun membalas pelukan dari mereka lalu melepaskan pelukannya


"ayah bau mandi dulu Sanah nanti main lagi"


"gini-gini bunda suka dengan aroma ketek ayah kalau engga percaya tanya aja sendiri"


"beneran yah kita mau tanya sama bunda dulu papay yah"


pergi meninggalkan ayah Luki sendirian lalu pergi kedapur nyamperin bunda masak dan duduk di kursi ruang makan


"Bun kata ayah bunda suka sama bau ketek ayah?ih kan bau Bun masa bunda suka bau keteknya?"


"engga ketek ayah Luki bau wangi selalu walaupun engga mandi"


sambil melanjutkan masakannya engga lama akhirnya sudah matang,ayah Luki juga baru turun dari kamarnya langsung duduk di ruang makan


bunda mengambilkan makanan untuk kedua anaknya dan juga ayah baru untuk dirinya sendiri Kaka yang memimpin doa pun selesai


mereka sedang menikmati makan bunda hari ini bunda masak telur balado dan ikan lele lama kelamaan mereka sudah selesai makan


lalu jalan keruang tengah ayah dan bunda membereskan peralatan yang tadi digunakan engga lama akhirnya selesai dan nyamperin anak-anaknya


"kalain mau denger kisah tentang nabi kita?nabi Muhammad Saw?"


"mau yah tapi kalau ketiduran bunda dan ayah akan membawa kita kan kekamar?"


"tentu sayang sini safy sama bunda"


"Danu sama ayah dahulu kala"

__ADS_1


ayah sedang menceritakan tentang nabi Muhammad Saw lama kelamaan mereka tertidur akhirnya ayah menyudahi membaca ceritanya lalu membawa mereka melamar


masuk dan meletakan di tempat tidur masing-masing


__ADS_2