
setelah selesai menyetorkan hafalan tadi Arsa dan Danu jalan kerumah kyai Yusuf karena pintunya engga di tutup mereka langsung masuk kebetulan orang tua mereka belum pulang masih duduk bersama yang lain,ummi Lala juga memakai nikhob sama seperti ummi Sinta dan Danis walau dirumah ataupun pergi pasti melekat pada nikhobnya di pesantren ini juga ada yang memakai nikhob dan ada yang belum memakainya.
"ummi engga pulang nanti kesorean pulangnya"
"engga papa dong ummi kan masih kangen sama adik ummi iya kan suf?"
"aku engga merasa gitu ka,Kaka aja yang merasa kangen gimana nyaman akan?ustadz yang baik-baik kan?"tanya memastikan kalau engga ada yang mengganjal pikiran keponakan satu-satunya
"engga Alhamdulillah berjalan dengan lancar om disini ada coklat bubuk atau engga kalau ada mau dong"
"ada Arsa mau membikin minuman biar Tante aja itu temannya mau juga sekalian"
"engga usah Tan biar bikin sendiri aja kasih tau tempat menyimpan coklat bubuknya di mana"
"di dekat kulkas kan ada tempat penyimpanan disitu tempatnya kalau engga sampai pakai kursi ada didekat kulkas itu juga"
"baik ummi makasih ayo sa"
jalan kedapur Arsa mengambil gelas sedangkan Danu mengambil coklat bubuk yang tadi di tunjukkan oleh ummi Lala engga lama akhirnya sudah jadi jalan mendekat kearah mereka sedangkan Danis baru saja datang bersama teman sekamar,Danu dan Arsa juga sudah di siapkan tempat duduk karena engga muat sofanya sudah penuh.
"kalian yang bersama Adam kan tadi dan di izinkan pulang lebih awal dari yang lain kan?"tanya citra pada Danu dan Arsa
"iya kenapa kau temannya Danis sepertinya kau sering kesini juga kan?"
"betul aku Danu dan ini Arsa kenapa dengan kita?maaf tapi kami engga mengenal kalian sebenarnya dia siapa nis?"
sambil menikmati coklat bubuk yang mereka buat dan duduk santai bersama yang lain
"ada karena kau engga sopan pada kita kan Ra?betul kan ucapan ku tadi Ra?"
"maaf sebelumnya memang kami salah engga menghargai Kaka kelas kita maafkan kami mas minta maaf lah masa baru masuk sudah membuat masalah"bujuk Arsa pada Danu yang sangat emosi pada temanya Danis
"maaf kata-kata ku tadi kita baru di sini jadi Kaka mau maafkan kita?kita cuma kenal dengan ka danus doang"
"maaf semuanya aku harus pulang ada urusan mendadak Bun ayo safy juga pulang ayah engga mau merepotkan Rizki"
"engga yah aku pulangnya sama om Riski aja ayah sama bunda pulang aja boleh kan om?"
"boleh tenang aja mas kalian pulang saja nanti akan aku anterkan"
"semuanya maaf kita buru-buru assalamualaikum Kaka ingat jaga perasaan perempuan oke"
"oke yah"jawab Danu singkat pada ayah dan bunda
__ADS_1
mereka masuk mobil pun melaju kembali kerumahnya perjalanan sangat lah melelahkan engga lama akhirnya sampai
...----------------...
setelah selesai melaksanakan sholat duhur berjamaah Danu,Arsa dan Adam keasrama santri sedangkan Danis dan teman-teman kembali ke asrama santriwati masuk dan istirahat
Arsy dan safy tidur di kamar Danis karena engga ada yang menempati dan sudah di izinkan sama om Yusuf istirahat sambil menunggu sore hari melihat pemandangan yang sangat cantik disini masih sejuk udaranya masih di jaga kelestariannya
Adam sudah bangun duluan lalu keluar kamar untuk cuci muka Arsa juga sudah bangun jalan ke WC umum yang tersedia cuci muka dan membawa handuk kecil untuk mengap air di mukanya
"tunggu itu kan yang tadi siang temanya Danis kan?kau kenal dengan mereka tau namanya?"
"tau citra sama Dira sahabat dari kelas satu kalau engga salah kenapa ada masalah dengan mereka?"
"engga ada ayo kekamar lagi kasihan kalau Dani sendirian"
jalan kembali ke kamarnya masuk kedalam ternyata Danu masih tertidur pulas mungkin kecapaian engga lama akhirnya terbangun duduk di tempat tidurnya sedangkan Arsa dan Adam ngeliatin Danu yang sangat lucu kalau bangun tidur
"mas mandi sekalian nanti ada jadwal makan siang kau kan belum makan tadi"
"iya bawa baju kan?mandinya ngantri atau engga?"
"kalua sekarang masih belum kalau nanti-nanti tambah rame engga Sampat mandi"
engga lama akhirnya selesai keluar dari kamar mandi Danis dan teman-teman juga sudah selesai mandi jalan kembali ke asrama menaruh baju kotor di dalam ember yang sudah di sediakan juga di dalam kamarnya
"kita jalan-jalan sebentar yuh sebelum pada kumpul di ruang makan"ajak Adam kemereka
"ayo keliling asrama santri dang kan?"
"betul ayo"
jalan keliling asrama engga lama akhirnya ada santri yang sudah ada di ruang makan ustadz juga sudah ada di sana sedang mengawasi santri-santrinya
"ustadz Fatah kemari"panggil Arsa lalu ustadz Fatah menengok kearah mereka
jalan mendekat kearah mereka dan duduk di samping Arsa karena Arsa agak menyiksa kursi satu untuk ustadz Fatah
"iya ada apa Arsa mau makan sekarang tunggu sebentar lagi yang lain belum datang"
"engga ustadz saya mau nanya nanti siapa yang berpatroli di asrama santriwati?setiap hari"
"kenapa mau melihat kegiatan santriwati supaya bisa menjadikan salah satu pendampingmu"goda ustadz Fatah
__ADS_1
"astaghfirullah engga juga ustadz sebelum datang kesini saya sudah di beri amanat dari kyai sendiri untuk menjaga denis dan di izinkan keluar masuk asrama santriwati"
"bener kah? Alhamdulillah sekarang ada teman senasib kuh makasih ya Allah sedah mempermudah ini semua"bersyukur karena engga sendirian keluar masuk asrama santriwati
dulu-dulu sering patroli sendiri menjaga ketertiban santri dan santriwati sekarang ada temannya yaitu Arsa akan menemaninya sampai lulus sekolah di sini
"kenapa ustadz yang girang kan cuma nanya dan amanat dari kyai"tanya Adam terheran-heran melihat reaksi ustadz Fatah
"namanya citra dan Dira setelah ini kau akan mendampingi ku berpatroli setiap hari"
"baik lah yang lain sudah datang bentar ustadz mau menyiapkan makanan untuk kalian secara rata"
pergi meninggalkan Adam dan yang lain disisi lain ustazah Jihan dan ustazah sedang sibuk menyampaikan makanan untuk santriwati,semuanya sudah kebagian makanan tingal berdoa dan memakan makanannya ustadz dan ustadzah juga duduk di kursi yang kosong bersama santri dan santriwati.
engga lama akhirnya selesai makan siang semua santri dan santriwati kembali ke asrama masing-masing,Arsa dan ustadz Fatah jalan patroli di kawasan santriwati sepanjang jalan Arsa menjadi pusat perhatian banyak yang melihat kearahnya walaupun begitu ustad Fatah maupun Arsa engga melihat kearahnya.
"ustadz, ustadz tolong teman kita"teriakan Danis pada mereka
lalu langkah kakinya berhenti karena ada yang meninggalnya tadi jalan kearah Danis melihat kondisinya
"iya ada apa nis? ceritakan dengan perlahan" ucap ustadz Fatah pada Danis supaya rileks untuk menceritakan
"Dira ustadz dia pingsan setelah sampai disini tadi sudah di coba tapi tetap engga mau bangun"jawab Danis mulai panik ketika selesai menceritakan kejadian pada sahabatnya
"tenang aja aku akan mengambilkan tanduk untuk membawanya eh ustadz siapa yang akan membawanya ke sana?"
"kita cepat lah bawakan tanduk kesini"
Arsa lari kearah uks masuk dan membawa tanduk ke asrama santriwati lalu jalan kekamar Danis meletakan tanduk di lantai
"tolong temannya bantu Dira ketanduk itu!sa kau di belakang aku di depan ini darurat boleh menolong bukan makhrom kita yang penting engga menyentuhnya"
'maaf kalau salah bisa di koreksi (betulkan lewat komentar makasih'
"baik lah ustadz"
teman sekamarnya termasuk Danis berusaha memindahkan Dira metanduk engga lama akhirnya sudah selesai
"ada kain? tolong ambilkan untuk menutupi bagian tubuhnya"
Danis mengambil selimut yang ada di dekatnya lalu memasangkan ke tubuh Dira lalu ustadz dan Arsa berserta teman-teman Dira untuk mengikuti dari belakang akhirnya sampai di UKS,menaruh tanduk di lantai teman-teman Dira membantu menidurkan ke brangka lalu Dokter pun segera memeriksa keadaan Dira.
"silahkan tunggu di ruang tunggu"ucap dokter penjaga di pesantren
__ADS_1
lalu kabar itu kesebar ke kyai Yusuf cuma belum kesebar sampai di telinga ustadz ataupun ustazah jadi masih bisa di kembalikan,kyai pun meminta untuk tidak di lanjutkan lagi berita tersebut jalan keuks menemui keponakan dan juga anaknya yang ada di situ.