Kapan Dia Datang

Kapan Dia Datang
1.9


__ADS_3

hari libur sudah selesai besok waktunya berangkat sekolah semua sedang merapikan buku pelajaran, peralatan untuk menulis dan sebagainya.


pagi-pagi sudah membuat kebisingan didalam rumah,setiap pagi pasti ada aja drama yang dibuat safyra ayah sedang bersantai di ruang tengah bersama Danu.


sedangkan bunda sedang memasak sarapan nasi goreng seafood untuk keluarganya safyra turun dari kamar berlari mencium makanan yang sangat lezat yaitu seafood duduk di ruang makan bersama ayah dan kakaknya bunda juga.


"makan yang banyak de,nambah lagi masih banyak nih mubasir kalau engga habis"ledek Danu pada safy


"buat Kaka aja aku sudah kenyang gini aja masih banyak masa nambah lagi"


"kali aja de kan nanti cepat seperti Kaka kan!"


melanjutkan makan nasi goreng seafood karena sudah di ancam pakai mata oleh ayah engga lama akhirnya selesai,Danu mengambil piring dan gelas kotor lalu ditaruh wastafel dan membantu meringankan pekerjaan bunda engga lama akhirnya selesai.


"Bun ini sudah selesai Kaka mau kekamar"


jalan kekamarnya sampai masuk dan menutup pintu kembali karena bosan Danu jalan kebawah berpamitan mau main kerumah om Rizki engga lama akhirnya sampai


jalan mendekat kearah mintu,mengetok pintu engga lama akhirnya pintu pun dibuka Arsa langsung masuk duduk di ruang tamu.


"mau minum apa mas nanati aku akan ambilkan?atau mau cemilan,es krim?"


"engga aku kesini bosan dirumah engga tau mau ngapain jadi kesini ummi mana?engga keliatan"


"sedan ada pengajian di masjid kenapa?Arsy sedang tidur dikamar mau ke kamar main PS?"


"boleh engga ada Abi kan?"


"engga dong Abi sibuk sedang menghadiri undangan tauziah di komplek sebelah"


jalan kekamar Arsa masuk lalu menyalakan PSnya sekarang sedang balapan mobil engga lama akhirnya selesai Danu yang memenangkan balapan mobilnya akhirnya mereka rebahan di kasur dan tertidur


ummi pulang kerumah langsung masuk menaruh barang-barangnya didalam tubuh lalu tertidur semua orang yang ada di sini tertidur pulas


Danu sudah bangun Arsa juga Lalu jalan keruang tengah kebetulan Abi sudah pulang


"assalamualaikum kapan kesini nu"


"wangalaikumusalam"


"sudah dari tadi om tidur siang disini aku bosan dirimah mau ngapain besok kan berangkat sekolah jadi kesini deh menghilangkan rasa bosan ku hahahaha"

__ADS_1


canda Danu keom Rizki sambil tertawa kearahnya


"mau makan siang juga ummi mana ka?engga kelihatan? jangan-jangan belum pulang lagi"


"engga tau bi cari sendiri paling ada di kamarnya sedang tidur,mas mau berenang?pakai baju ku aja pasti muat"


"boleh ayo kesana"


ayah mencari ummi ternyata ada dilamarnya sedangkan Danu dan Arsa sedang berenang dan sudah membawa baju handuk+handuk juga


Abi naik kekasurnya ternyata masih tidur


ummi merasa ada yang bergerak-gerak diatasnya lalu membuka mata perlahan dan sempurna


"abi lepas sudah pulang kapan pulangnya ummi engga dengar?bi lepas nanti ada yang kesini"


Abi engga mendengarkan perkataan ummi lalu mencium bibirnya sangat rakus dan dibales sama ummi dua ingsan ini seperti mau lebih dari itu


"bi sudah mau azan ashar mandi gih atau ummi duluan yang mandi?"


"ummi!!baru sebentar masih kangen tau Abi lelah mau asupan untuk hari ini aja mau kan mi?"


"mandi dulu nanti azan ashar bentar lagi ada Danu juga disini sedang berenang kan?ya udah deh cuma bibir aja janji!!"


"insyaallah mi tapi engga sekarang Abi mau mandi siap-siap mau kemasjid bersama anak-anak"


jalan mengambil handuk lalu masuk kedalam kamar mandi engga lama lalu keluar memakai handuk yang melilit di pinggangnya


ummi melihat kearah Abi yang menggunakan handuk doang lalu Abi mengambil bajunya didalam lemari setelah itu ditaruh kekasurnya ummi mendekat kearah Abi sambil berlenggak-lenggok seperti fesensaow diharapkan suaminya


"ummi!Abi sedang buruh-buruh takut ditinggal anak-anak kemasjid"ucap Abi merasa cemas kalau sudah gini jadinya


"salah siapa tadi.......bi sholat diruang aja mau kan?kali ini aja bi melanjutkan yang tadi belum sempat"bujuk ummi supaya mau melanjutkan ciuman bibir dengan suaminya Abi merasa terpojok engga bisa menolak permintaan istrinya


"sebentar aja Abi sudah mandi takut Arsy kesini dan datang tiba-tiba"


"iya suamiku tercinta makasih"


mereka nik keatas kasur Abi masih gunakan handuk belum sempat memakai bajunya lalu ummi sudah siap sedangkan Abi menarik selimutnya sedikit keatas sampai pinggang


Abi mulai mencium bibir ummi dengan lembut ummi merasakan ciuman itu seperti biasanya bahkan sampai lebih dari biasanya ummi sengaja menggerak-gerakkan tangannya di bagian paha Abi lalu ada yang berbeda dari Abi.

__ADS_1


Abi mulai turun kebagian leher dan membuat tanda kasih sayangnya keummi tangan ummi masih memegang bagian sensitif milik Abi,abi mulai agak agresif dan seperti...........


"ummi Kaka mana mi dicariin engga ada"


lalu aktifitasnya berhenti karena ada Arsy berada diambang pintu


"astaghfirullah Ade kalau masuk kekamar ketuk pintu dan ucapankan salam"tegur Abi terbaring disebelah ummi sambil menarik selimutnya


"kakmu sudah kemasjid mungkin sudah mandi atau belum?"


"sudah mi tadi juga sudah sholat di kamar kalau gitu aku pergi nyari Kaka mau ngajak beli cilok ummi mau atau Abi mau juga?"


"iya jangan pakai saos,pakai asih sama pedas aja Abi pun"


pergi meninggalkan ummi dan Abi lalu menutup pintu kamarnya sedangkan Abi jalan kekamar mandi bersiap-siap melaksanakan sholat berjamaah sama istrinya


Arsy mencari kakanya ternyata ada diteras atas Lalu nyamperin mereka ngajak beli cilok yang biasanya lewat di depan rumahnya


"ka beli cilok yuh tadi ummi dan abi nitip sekalian"


berdiri mendekat kearahnya dan jalan turun kebawah menunggu cilok inderan lewat engga lama akhirnya datang juga


"mang biasa buat ummi,Abi dan Arsy 5 ribuan"


"baik neng tunggu sekedap duduk rihin neng (sebentar duduk dulu neng)"


"mang aku juga seperti bias 5 ribu"


"aku juga mang 5 ribu"


mamang penjual cilok sedang membungkus pesenam engga lama akhirnya jadi


"jadi berapa mang semuanya punya Arsy dan Arsa?"


"25 ribu den ini ciloknya sudah mamamg kasih tanda semuanya"


mengambil uang 30 ribu dari dalam celananya membarikan pada mamang cilok


"makasih ambil aja kembaliannya mang ikhlas buat mamang"


"ternuhun den mangga Manang ngider dulu(makasih den mau lanjut jual dulu)"

__ADS_1


mereka pergi kembali kedalam rumah om rizki


__ADS_2