Kapan Dia Datang

Kapan Dia Datang
2.3


__ADS_3

pulang sekolah gandis main sambil belajar dirumah om Luki sudah bawa ganti baju lalu jalan kerumahnya engga lama akhirnya sampai,disana aja Arsa dan Arsy juga sedang bermain sambil belajar lalu Danu keluar kehalaman depan sambil mbawa cemilan dan juga minuman meletakan di tengah-tengah antara yang lain.


"gini ke dari tadi kan jadi semangat,nu kau engga ngelanjut belajar?kan masih banyak soal-soal yang belum dikerjakan"ngambil cemilan lalu memakannya sambil melanjutkan menghitung rumus matematika


"sudah ada yang belum sih Tek loncat-loncat soalnya kenapa mau lihat jawabannya kah kau kan bisa mengerjakannya"


"iya deh depan sama mu kalah terus dis kau kesana saja sama Arsy dan safy"


mengeluarkan soal matematika dari dalam tasnya lalu mengerjakannya


"engga deh aku amu fokus mengerjakan aku kan engga amu mengecewakan yang lain karenga laley dalam mengerjakannya"


tiba-tiba ada yang jualan batagor keliling lalu safy minta uang pada Danu memberikan uangnya


"semua harus kebagian engga mau caranya oke"pinta Danu teriak kepada safy lalu fokus lagi pada so matematika yang sedang dikerjakannya


"iya ka tenang aja"


safy jalan keluar rumah membuka gerbang lalu menghampiri penjual batagor karena Danu ngasih uang 25 ribu sisa tadi di sekolah


safy sudah memesankan pada penjualan 2 engga pedas 3 sedang dan membayarnya


"sudah pak?masih lama atau engga?"


"bentar de ini sudah selesai 1 pakai timun kan?"


"iya pak sudah kan"


mengambil pesenan dari penjual safy membawanya kedalam rumah lalu masuk kedalam memberikan batagor kesemua orang yang sedang ada disitu,lalu mereka berhenti mengerjakan soal matematika karena ulah safy mereka jadi makan batagor dulu baru melanjutkan mengerjakan lagi.


"ka bantuin bunda sebentar bisa kan engga mengganggu Kaka kan?"teriakan bunda terdengar jelas sampai halaman depan rumah


"iya Bun bentar Kaka sedang memakan jajan dulu"


engga lama akhirnya selesai menghabiskan batagor lalu masuk membantu bunda,ternyata untuk memindahkan meja tengah keruang tengah menjejerkan mejanya akhirnya azan ashar lalu mereka sholat dulu baru melanjutkan soalnya.


mereka masuk kedalam sedangkan gandis mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya lalu mereka sudah berkumpul di mushola engga lama akhirnya selesai berdoa serta mencium tangan ayah dan bunda,karena ayah pulang lebih awal juga tapi engga keluar cuma berdiam diri di kamarnya karena kurang istirahat aja.

__ADS_1


setelah selesai sholat mereka keluar nyamperin gandis lalu membereskan semuanya masuk kedalam tas dan kedalam rumah,setelah selesai Danu pergi kekamar safy sengaja mengikutinya setelah Danu sudah mengambil handuknya safy masuk kedalam kamar.


Engga lama akhirnya keluar menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya safy sudah dulu bersembunyi disela-sela lemari lalu masuk kedalam,Danu membuka lemarinya ternyata ada safy lalu keluar dan memeluk kakaknya sangat erat tidak mau melepaskannya.


"de Kaka mau memakai baju kasiha yang lain sudah menunggu Kaka,de kau sudah 8 tahun kurang 11 bulan artinya kau bentar lagi remaja lepas kan"


bukanya safy melepaskan pelukannya malah mendorong keatas ranjang akhirnya mereka terjatuh lalu Danu melipatkan kakinya supanya engga membuka atau pun..................


"ayo lah de lepas Kaka engga bisa main seperti dulu,de mengertilah Kaka engga berubah sama sekali tapi lebih tepatnya mau menjaga mu dan menjaga kehormatan perempuan bukan kau saja yang lain pun, perempuan baik adik atau pun teman perempuan Kaka percayalah pasti Kaka kan menghargainya, seperti Kaka menghargai bunda dan adik ku sendiri yang aku sayangi"


safy mulai berkaca-kaca sambil meneteskan air mata dan melepaskan kakanya,safy duduk diatas ranjang lalu makin deras menangis karena engga tega melihat adiknya menangis Danu memeluk dan menenangkan safy.


"kau boleh menangis sepuasnya Kaka akan menyerahkan bahu untuk mu,Kaka mau kau harus sedikit mengerti kalau kau harus menjaga diri karena bentar lagi Kaka engga bisa setiap saat bersama mu mengerti?!"


"mengerti ka makasih,kaka mau mendengarkan isi hati ku dan mau memberikan bahu Kaka supaya aku bisa menangis semuanya"


tiba-tipa ada suara ketukan dari pintu kamar Danu,lalu Danu dan safy melepaskan pelukannya karena sudah engga sedih lagi.


"iya siapa katakan lah?"


"maaf sy engga boleh bentar dulu kau tunggu sebentar"


mengambil bajunya lalu jalan kedalam kamar mandi


"boleh kalau mau masuk bisa silahkan"


masuk kedalam karena sudah diizinkan yang punya kamar


"kenapa lama sekali mas Danu mana kan dari tadi katanya mandi belum selesai juga?"


lalu keluar sudah menggunakan bajunya


"kenapa nyariin aku? kangen ditinggal sebentar doang sudah nyariin hahaha"ledek Danu sambil tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Arsy


"engga lah masa aku nyariin mas,sudah ditunggu yang lain maa kan tadi izinnya cuma mandi kenapa lama sekali seperti mandi kembang tujuh ruma saja"ledek Arsy pada saudara laki-lakinya sambil menepuk pundak Danu


lalu melepaskan tangan Arsy dari bahunya

__ADS_1


"duluan aja Kaka masih mau dikamar nanti akan turun 5 menit saja pergilah"menyuruh adik dan saudara perempuan untuk turun duluan


lalu mereka jalan kearah pintu keluar dan jalan kearah gandis dan Arsa,sedangkan Danu sedang merenungkan dirinya kesempatan yang tepat untuk Danu nanti


azan isya berkumandang tadi gandis sudah Kiram pesan pada ayahnya pulang terlambat lalu diizinkan dan akan dijemputnya sendiri nanti.


lalu Danu mengambil air wudhu melaksanakan sholat isya dikamar sendirian engga lama akhirnya selesai,sedangkan di mushola rumah pun sudah selesai melaksanakan sholat berjamaah lalu sedang mempersiapkan pesta kecil untuk Danu.


Arsy dan safy jalan menjemput Danu untuk turun kebawah langsung masuk ke kamar


"Ka ikut kita sekarang"


"ada apa katakan yang jelas dong"ekspresi Danu perubahan menjadi khawatir seketika lalu Arsy dan safy engga mengatakan apa pun setelah tadi yang di katakan safy


"mas gawat bude pingsan tiba-tiba tadi setelah melaksanakan sholat isya berjamaah"


majahnya mengeluarkan aura sedih, kecewa bahkan marah"beneran kan?engga bohong kapan,dimana dokter sudah dihubungi atau belum?"sedangkan dirinya sudah melepaskan semua kancing bajunya lalu melipatnya supaya tidak terbuka dan kelihatan


"cepat ka kita keluar sekarang!!enga ada waktu lagi!"


"sebentar kau putar balik dulu Kaka mau ganti baju sudah terlanjur kancing dibuka dan bahan ini sangat panas kalau dipakai"


akhirnya safy sama Arsy mengalah untuk putar badan sedangkan Danu melepaskan bajunya sebelum sampai didepan lemari tangan safy sudah menarik-narik tangan Danu akhirnya Danu mengambil handuk yang tadi dipakainya lalu turun kebawah.


di sana semua orang sedih melihat bunda pingsan engga sadarkan diri lalu Danu mendekat kearah bunda sambil menggerakkan tubuhnya supaya bereaksi seperti engga berhasil bunda engga bagun-bagun tangisan Danu pecah


"Bun tolong bangun maafkan Danu kalau banyak salah,hukum aja kalau bunda mau bangun bunda Danu masih membutuhkan bunda disampingku"sambil menangis sambil berusaha membangun bundanya


"tenah ka bunda pasti sadarkan diri bentar lagi kalau bunda engga mau bangun orang yang pertama kali ayah cari yaitu Kaka oke"


jalan kearah ayah sambil memeluknya melepas kekhawatiran padanya


"terserah ayah Kaka akan terima hukum dari ayah asalkan bunda mau bangun,yah mau kan hukum Kaka ayo cepat aku engga bisa melihat bunda seperti ini"


tiba-tiba bunda terbangun dari pingsannya lalu semua orang mengucapkan 'barakhallafil maaf membuat mu khawatir berlebihan itu Ide orang tua mu',Danu menghapus air matanya lalu memeluk bunda dan juga ayah


"maaf ka ini berlebihan sampai lupa kau ma

__ADS_1


__ADS_2