
sudah 1 Minggu di pesantren sekarang Danu dan Arsa sudah pulang kerumah masing masing sedang istirahat karena hari semakin malam mereka tidur sangat nyenyak, seperti biasa Danu dan Arsa kalau tidur engga memakai baju yang tadi di pakainya bahkan cuma menggunakan celana pendek kalau di dalam kamar nya.
azan subuh berkumandang semua orang melaksanakan sholat berjamaah di masjid kompleks setelah sholat berjamaah mereka kembali kerumah, karena Danu terlalu bangun dan engga ikut sholat berjamaah di masjid tadi sekarang ia sedang melaksanakan sholat di kamarnya engga lama akhirnya selesai lalu melepas baju dan sarung yang di kenakan setelah itu tidur lagi masih mengantuk.
karena sekolah sedang di gunakan untuk acara perlombaan Arsy dan safy libur sekolah hari ini,safy jalan kekamar Danu mulai drama karena sudah beberapa hari engga drama.
langsung masuk menutup pintu kembali jalan kearah Danu lalu meloncat ke kasurnya dan menarik-narik selimut yang di kenakan Danu akhirnya Daru terusik kedalam safy membuka matanya terpapar jelas ada adiknya di sana
"de plis selimutnya jangan di tarik-tarik lepasin kau mau apa asalkan jangan tarik selimutnya"mencoba membujuk adiknya
"mau main sama Kaka"
"main apa bentar kau keluar dulu nanti Kaka nyusul"
Danu masih mempertahankan selimut supaya engga ditari lagi sama safy"de Kaka engga bisa main sama mu terus menerus kau sudah hampir kelas 4 itu artinya kau mau remaja jadi engga bis amin terus sama Kaka"
karena ucapan Danu tadi safy malah menarik selimutnya sangat kencang dan sudah sepusar atau sepinggang Danu lalu Danu berusaha supaya engga tertarik lagi selimutnya
"de plis jangan di tarik lagi"
"kenapa ka?kan biasanya boleh Kaka kan kalau tidur cuma mengunakan celana panjang"
"maka dari itu ka lupa tadi sarungnya ku lepas karena.....sudah lah Sanah keluar kak nanti nyusul atau mau berenang sebagai gantinya"
"boleh nanti setelah makan!!"
"yups nanti kaka nanti ada Arsa sama Arsy kesini atau engga?"
"iya nanti berenang bersama mau kan ka?"
"harus mau pokoknya kalau tidak akan tau akibatnya"ancam safy pada kakanya
"iya Sanah keluar"
safy keluar sadangkam bunda masuk membarikan makanan untuk Danu langsung masuk,Danu masih berada di tempat tidurnya
"bunda engga usah bawa kesini nanti aku kesana"
"engga papa dong anak bunda buka mulutmu" bunda menyuapi anaknya momen-momen ini lah yang membuat bunda bahagia
"sudah bun Kaka sudah kenyang"
"dikit lagi mana mulutnya"
"Alhamdulillah sudah habis"seru bunda intan lagi
__ADS_1
"sudah habis kan Kaka sudah ada janji sana safy bun sebelum kesini lagi aku harus menggunakan baju renang,bun!plis keluar sebentar"
bunda intan merasa anak pertamanya sudah menjadi remaja yang sangat menghargai seorang perempuan,jadi Danu engga mau kalau siap pun melihatnya tanpa mengunakan baju yang melekat di badannya.bunda intan keluar dari kamar Danu membawa wadah makanan lalu pergi keruang makan engga lama akhirnya Danu sudah menggunakan baju renang sudah membawa handuk 2 lalu turun kebawah mencari safy ternyata sudah ada di kolam duluan.
"Ade sudah makan belum?makan dulu nanti engga kedinginan"
"sudah ka ayo sini kita berenang mumpung udaranya sangat mendukung,ka tumben menggunakan lejing biasanya Kaka menggunakan celana pendek aja"
"sekarang engga ayo katanya mau berenang Arsa Arsy bekum kesini de?"
"kata siapa belum kesini?hem mau berenang kan boleh ikut aku sudah bawa baju ganti di tas"tiba-tiba datang lalu bergabung dengan mereka
"boleh Arsy mana engga ikut?"
"ikut dong nih engga liat sudah bake baju renang dari rumah"
"bentar aku mau ganti celana dulu kalian duluan aja renangnya"
jalan ketempat ganti engga lam keluar arsa menggunakan lejing sama celana pendek menaruh celana ketas langsung nyebur kekolam.mereka sedang berenang bersama sampai engga kerasa ada gandis sedang duduk sendirian lalu Danu dan Arsa menyadari kalau ada gandis disitu lalu naik keatas karena bajunya masih basah Danu dan Arsa membelakangi lalu meminta ambilkan handuk gandis memberikan handuk kekereka.
"makasih sudah lama disini?maaf engga ngeliat mu di situ"
"engga papa engga koh 5 menit yang lalu kalian mau ganti baju kah?"
"nanti aja sendirian kesini?"
"Alhamdulillah gimana sekolah mu Galang engga menemui mu lagi?"
"aku disini tadi aku dengar kau sebut-sebut Naka ku ka, assalamualaikum hampir lupa"
"wangalaikumusalam"
"engga keanap nu sudah berenang kah? jangan-jangan?"memikirkan hal yang seharusnya tidak di pikirkan
"ngarang Lang mumpung kau di sini temani gandis sebentar,dis ambilkan handuk dan tas hitam itu"
"yang ini kan sa?"
"yups lembar aja engga papa"
'hap'tanggapannya tepat lalu Arsa masuk duluan setelah selesai baru Danu engga lama akhirnya keluar jalan kekamar membawa baju basahnya kemesin cuci cuma di masukan aja langsung kekamar,Arsa kekamar Danu sedangkan Danu pergi kekamar safy lama kelamaan Arsy,safy dan gandis pergi kekamar safy langsung masuk Danu pun sudah selesai mandi menggunakan baju yang tadi di bawah.
"de kau mandi di kamar Kaka aja Arsa sudah selesai kayaknya biarin Arsy mandi di sini"
"oke tunggu sebentar ngambil baju dulu"
__ADS_1
ngambil baju di lemari setelah itu mereka jalan kekamar kakanya sedangkan Arsy langsung masuk mandi disana,safy pun sedang mandi Arsa dan Danu keluar keruang tengah bersama yang lain sedang berbincang-bincang tentang baju yang akan di pesen Adit.
mencium tangan om Adit setelah itu mereka duduk"sini duduk di samping om"
"tapi om engga usah aku duduk sini aja"tolak Danu dengan sopan
"kalian mau menerima tawaran om Adit?om mau pesan baju kelalaian bisa 50 baju desain bajunya nanti om kirim lewat email"
"laptop engga ku bawa om nanti akan kita usahakan buat kapan om bajunya, untuk acara apa kalau boleh tau?"
"untuk panti asuhan setiap 1 tahun sekali om akan memberikan baju untuk mereka kalain mau kan membantu om Adit?"
"insyaallah om kirim aja ke email yang tertera di Instagram aja kalau pribadi agak sudah leptopnya di pesantren"
"oke nanti om kirim gandis mana nu?"
"ada di kamar safy sama Arsa om kalau safy di kamar Danu,lupa bentar om"
lari kekamar langsung masuk safy sedang memainkan ponselnya yang tadi di taruh samping tempat tidurnya engga sengaja kirim pesan ke citra yang ngetik pesan bukan Danu melainkan safy merebut ponsel dari tangan safy,membaca sekilas isi pesan yang safy kirimkan lalu Danu konfirmasi kecitra langsung dan meminta maaf kepadanya.
"de lain kali kalau pinjam hp engga usah ke WhatsApp dong,kaka takut ada salah paham dengan ka citra"tegur Danu pada adiknya mukanya sangar kesal pergi kekamar mandi menangkan diri disana
"ka maaf engga sengaja tadi ka Danis mengirimkan nomor ka citra dan ka Dira ke nomor Kaka lalu aku chat deh nomernya" sesal safy sambil membujuk kakaknya supaya mau keluar dari kamar mandi
"sama aja de tadi kau baca semua pesan dari hp Kaka atau cuma membaca pesan dari Danis?doang dan kirim pesan ke ka cita doang?"
"iya ke ka citra doang kalau ke ka dira cuma minta di sv aja nomer Kaka"
"de tinggalkan Kaka sendirian nanti Kaka nyusul ke bawah kalau sudah mendingan"
"engga mau ini juga salah aku ka nanti akan minta maaf juga Kaka ke pesantren kapan aku ikut"
"besok kaka nanti bijara sama ayah untuk mengantarku besok kau juga ikut menjelaskan ke citra"
"oke besok udah dong jangan di situ mulu keluar yuh ka"bujuk safy pada kakanta
...****************...
citra mendapatkan pesan dari Danu sambil senyum-senyum sendiri karena hari bebas jadi hpnya di ambil untuk hari ini doang,Danis dan Dira cuma terheran-heran melihat temannya senyum-senyum sendiri setelah itu hp citra cuma di pegang dan tidak boleh ada yang meminjam hp kalau ada nanti akan terbongkar
"bentar deh tadi kalau engga salah ada nomor baru yang masuk ke hp mu kan tra?"tanya Danis Penasaran
"iya kenapa nis?ada masalah kah kan hari bebas jadi boleh dong hp an sepuasnya"
"boleh jangan-jangan ada nomer Ikhwan kan?jawab dong kan engga ada rahasia di antara kita"celetuk Dira supaya mau berbicara
__ADS_1
"engga bukan siapa-siapa udah Yo ke asrama aja atau beli cilok depan pesantren"
mengganti topik pembicaraan supaya tidak membicarakan hal tadi