
semua teman-temannya datang kerumah mengerjakan tugas kelompok Yang akan di kumpulkan bulan depan
semuanya sudah datang mengerjakan tugas di halaman belakang dekat kolam, makanan dan minuman pun sudah di sediakan pemilik rumah
"maaf lama menunggu bisa mulai sekarang aja?nanti siang aku ada urusan mengisi acara tauziyah di kampung lain"sambil membawa leptop dan juga beberapa materi yang akan di sampaikan para jama'ahnya
"bisa banget pak ketua silahkan"ledek Dimas menepuk bahunya sambil tersenyum
"baik lah Fitri tolong bagikan materi yang kemarin aku minta sudah da kan?"
"sudah ini materinya,oh iya bentar lagi ada bakti sosial kita menyiapkan makanan untuk berapa banyak yang akan kita buat?"tanya Fitri minta pendapat teman-temannya
karena sekertaris di kelompok itu makanya setiap ada kegiatan pasti di tulis dan di catat poin-poin yang paling
"kalau jumlahnya samain aja gimana?atau kita tambahkan porsi makanannya?"
"tapi kalau di tambahin jumlah porsinya engga ada yang bisa membuat memasak untuk acara bakti sosial"timpal Dimas sambil meririk ketua kelompok
memperhatikan pandangan Fatah yang kurang tidur seperti wajahnya pucat engga mendengarkan pembicaraan mereka semua
"pesan aja uangnya masih ada kan?kalau masak urusan cewek mau kah kalian memasak sebanyak itu?"
"tapi Dimas kalau masak tenang kita habis dong pesan aja deh nanti kita akan cari supplier yang amu membantu atau kerja sama setiap seminggu sekali"
"woy diam-diam wae kan lagi minta pendapat pak ketua kuh,muka loh pucat sakit kah?sudah minum obat atau belum nih"
"engga papa kurang istirahat dong ayo kita mulai bakti sosial nanti aja kita bahasnya"
rapat pun sedang di mulai poin-poin berting juga sudah di sampaikan mereka sedang beristirahat sebentar sebelum melanjutkan membahas materi selanjutnya
teman-teman cewe mereka memakai nikhob melekat sehari-hari jadi engga ada di antara mereka yang pernah saling bermusuhan apalagi berpacaran
"ngapain kurang tidur pasti sedang mencari uang buat bayar kuliah kan?"asal nebak Fitri merasa cemas kalau temanya ada yang sakit
"engga koh susah membagi waktu antara kuliah, mengajar di pesantren dan keluarga aja di makan dong kasihan tau makanya kalau engga ada yang memakannya"
memegangi kepalanya merasa berat pandangan mata juga agak kurang jelas Bagas di sampingnya juga merasa ada yang aneh dari Fatah
"di lanjutkan nanti aja Adel yang menghendel sisanya kan Adel"memberikan kode padanya supaya Fatah mau mendengarkan ucapannya
"iya tenang aja nanti akan aku kirim hasil laporannya ke email, sebaiknya kau istirahat saja masih ada kita kasihan tubuh mu kalau di paksa terus menerus"nasehat dari Adel ia merasa sedih sampai ada yang engga memperhatikan kondisi tubuhnya
"Ayo aku bantu kau istirahat aja engga usah pikirkan tentang Tauzia biar aku aja yang menggantikan mu materinua ada di mana buat aku pelajari dulu"ucap Dimas menyakinkan sahabatnya biar bisa istirahat
__ADS_1
"ada tuh di dekat leptop kepala ku sakit" terbaring pingsan tidak sadarkan diri lalu temannya membawa ke kamar untuk istirahat sebentar setelah itu baru keluar
menghampiri Adel dan Fitri mereka masih ada di situ belum pulang menunggu kabar tentang Fatah
"gimana kondisinya Bagas Dimas?katakan engga usah bercanda deh,bisa serius ga sih kasihan tuh teman mu sedang sakit"
"sedang tidur kau tanya saja pada adiknya pasti atau masalah dan penyebabnua jadi pingsan"
"engga usah kalian mau kemana habis ini?salah satu dari kalian mau kan membantu ku mencari supplier yang mau bekerjasama dengan kita"ucap Adel sebagai wakil ketua dari satu kelompok dengan Fatah
"boleh kita bergi bersama-sama supaya engga ad fitnah di antara kita?gimana kalian?"meririk sekilas kearah Fitri cuma mengganggukan kepalanya
"gimana dengan mu Bagas? ayolah temenin ku nanti aku akan temenin mu keacara tauziahnys plis"bujuk Dimas pada temanya suaoa mau menemani
"oke aku temani Adel sama Fitri aja yang mencari supplier kita membantu Fatah engga mungkin kalau mengisi acaranya kan sedangkan dia sedang butuh istirahat kan"
"ide yang cemerlang ayo mba jalan sekarang aja ajak shila juga kali yah mungkin banyak kenalan yang mau membantu kita"
"ada di kamarnya kesana aja"
"oke assalamualaikum"ucap bersama-sama langsung pergi meninggalkan mereka
akhirnya Shila mau di ajak pergi bersama kalau soal makanan engga akan menola
Dimas sama Bagas pun pergi menggantikan Fatah dengan tauziah dan seminarnya
"nyari makan dulu ka aku laper takut pingsan kalau engga makan sekarang memang Ka Adel sama ka Fitri engga laper apa?"
"engga dong Ka Adel sedang puasa Sunnah maaf Shila kau makan sama ka fitri aja mau kan ka"melihat kearahnya sambil menunggu jawaban yang tadi di tanyakan
"ayo Kaka temenin makan,ka Fitri juga laper kita cari tempat makan dekat sini aja gimana?"usulnya sambil jalan berdampingan dengan mereka
masuk kerah makan memesan lalu duduk engga lama akhirnya datang makanya sedang di santap sudah laper sekali!!
"pelan-pelan makannya memang Shila lapar sekali sampai buru-buru maknnya?Jika seorang di antara kalian makan, sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam,maka jangan tergesa-gesa sampai dia memutuskan makanannya meskipun iqamah sudah di kumandangkan hadits yang di riwayatkan imam Bukhari"
"Rasulullah melarang umatnya terburu-buru ketika makan mengerti!!"tegur Adel menatap tajam Shila lalu mamalingkan pandangan kearah lain ia ingat kalau sedang menahan hawa nafsu karena sedang berpuasa
"maaf ka engga di ulang lagi jangan bilang sama ka Fatah aku engga mau kalau nanti tambah kepikiran tentang ku"
"oke engga aku adukan ke ka fatah asalkan kau berjanji engga mengulangi hal tadi lagi oke"
"makasih ka aku engga akan mengulangi hal tadi lagi,makasih sudah di inginkan tapi Kaka juga janji engga akan mengadukan ke ka fatah"
__ADS_1
sama-sama berjanji dalam hal kebaikan engga mau kalau ada yang terluka dalam hal ini ataupun menyakitkan perasaan satu dengan yang lain,sesekali mereka juga bisa menyimpan rapat-rapat masalah ini dengan baik engga akan di bongkar ke yang lain
"ayo sudah kan makannya tinggal mbayar pakai uang ku aja shila sekali-kali kalau ada rezeki"berdiri menuju kekasih membayar pesenan yang tadi sudah di habiskan
jalan kembali mencari supplier tiba-tiba bertemu dengan rumah makan kelihatannya sepi engga ada yang membelinya sama sekali menghampiri kesan melihat dan mencoba makanan yang di hidangkan untuk mereka oleh pemilik kedai rumah makan
"makasih bu maaf merepotkan kita cuma mampir lewat lalu melihat tempat makan ini sepi jadi kita kesini"
"Bu sudah lama engga ada pelanggan atau gimana coba jelasin pada kita siapa tau kita bisa bantu ibu"ucap Adel menyakinkan keaosa ibu pemilik tempat makan dan sambil melihat sekeliling
"sudah beberapa hari yang lalu kedai ibu sepi nak nama kalian siapa?nama ibu,ibu Warsi kebetulan suami ibu sudah meninggal dunia 1 tahun yang lalu"berusaha tidak meneteskan air mata mengingat sang suami yang duluan pergi meninggalkannya sendirian
"inalillahiwainnailaihirojingun turun berduka cita maaf Bu apakah ibu engga memiliki kerabat atau keluarga kelihatannya ibu engga ada yang membantu di sini?"ucap Fitri menghentikan makannya memeluk sang ibu tangisan pun terjadi
"ibu engga membunyai keturunan jadi ibu sebatang kara jalanin dari mana?kalian belum mengenal diri masing-masing"
"saya Fitri Bu mereka temanku Adel dan Shila"menunjukkan kearah mereka masih dalam pelukan hangat mereka berdua
"nak Fitri masih kuliah atau sudah kerja?" tanya ibu Warsi kepadanya sambil mengusap air mata Fitri
"masih kuliah bu,Bu mau kan kerja sama sama kita gampang banget cuma membutuh kan makanan setiap seminggu sekali kalau ada kegiatan pasti kita akan pesan sama ibu gimana ibu Warsi mau kan?"tawar Fitri kepadanya supaya tidak lagi kepikiran kepada suaminya yang sudah meninggal dunia
"tenang aja Bu kita akan membantu ibu kalau ada kegiatan,masyaallah maajan ibu memang enak walaupun terkadang Shila jarang membantu ummi di dapur hehe cuam soal masakan dan makan-memakan shial suka"
"baiklah kebetulan ibu juga dulu pernah menerima pesanan cuma berhenti saat suami ibu sudah meninggal, untuk kapan dan acara apa nanti ibu akan memasakan yang sepesial untuk semua acara kalian"
"makasih bu maaf saya engga ikut makan sedang puasa Sunnah tapi kalau ibu setuju besok kesini lagi sama teman-teman yang lain,bu setiap seminggu sekali akan mengadakan bakti sosial untuk orang yang membutuhkan bantuan makanan"
"terus kalau ada musibah yang terjadi sekitar kita,kita akan menolong semampunya bu" timpal Adel memeluk ibu warsi dengan kasih sayang lalu melepaskan pegangannya
"makasih bu makanannya kita pamit ka!!" menekan kat-katanya memberikan kode pada Fitri
"oke mengerti ayo Shila pulang sudah di tunggu kakamu nanti kita yang kena hukuman nya lagi malas tau"
mengambil uang di saku celananya lalu memberikan sedikit rezeki pada ibu Warsi sekali pamit pulang
...----------------...
sampai rumah dengan tepat waktu jadi engga kena hukum dari Fatah sang Kaka dari Shila
masuk duduk di sofa ruang tengah sambil menonton televisi dan menunggu yang lain datang
bangun dari tidurnya merasa sudah cukup istirahat lalu menemui mereka duduk bersama
__ADS_1
"gimana sudah dapat yang mau kerjasama dengan kita?"
"sudah ka besok kita kesan"